cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
JARINGAN KOMUNIKASI PEMASARAN JAGUNG DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Kusumadinata, Alialamsyah
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.344 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.34

Abstract

Hasil jagung petani bila dilihat dari distribusinya, sudah mengarah kepada pasar. Pemasarannya cukupbervariasi, ada langsung ke konsumen akhir dan ada yang melalui pedagang perantara untuk sampai kekonsumen. Pemasaran jagung secara berkelompok hanya dapat dilakukan oleh kelompok tani yangsudah maju. Kinerja pemasaran jagung kedua gapoktan ini antara volume pembelian dan penjualanjagung telah terjadi keseimbangan, tidak ada persediaan jagung tersimpan di gapoktan. Hal inidilakukan agar tidak mengalami kerugian, karena penyaluran ke pedagang besar terjadi banyak risiko,di antaranya jika stok gudang sudah penuh maka tidak ada pembelian, kualitas jagung terutama kadarair harus memenuhi standar, dan harga jagung berfluktuasi perubahannya dalam tempo yang relatifsingkat. Jaringan komunikasi yang dibangun sangat dinamis dan terbuka untuk meminimalisasikerugian.
EKTOPARASIT PADA BENIH IKAN NILEM Mulyana, Mulyana; Mumpuni, Fia Sri
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.695 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ektoparasit, insidensi ektoparasit, dan histopatologi pada insang dan kulit benih ikan nilem. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juli 2015. Penelitian ini menggunakan benih ikan nilem berumur 7-30 hari dan berukuran panjang total 1,6-7,2 cm. Ektoparasit yang ditemukan pada benih ikan adalah Dactylogyrus sp. dengan insidensi 0-20% dan Trichodina sp. dengan insidensi 40-60%. Histopatologi pada insang berupa hipertrofi, fusi lamella sekunder, dan nekrosis. Histopatologi pada kulit berupa hemosiderin, nekrosis dermis, dan nekrosis epidermis.  
PENENTUAN WAKTU BAKU DAN ANALISIS KESEIMBANGAN LINI PRODUKSI PADA INDUSTRI PENGOLAHAN GONDORUKEM DAN TERPENTIN DaniPancaKurniawan, RekiWicaksonoAshadi
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.827 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.36

Abstract

Salah satu hasil hutan non kayu adalah getah pinus yang dihasilkan dari tegakan pinus, kemudian diolahuntuk menghasilkan gondorukem dan terpentin. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 April - 19 Mei2012. Berlokasi di PGT (Pabrik Gondorukem dan Terpentin) Sindangwangi, KBM (Kesatuan BisnisMandiri) Industri Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah (1)menentukan waktu standar kerja pada sejumlah komponen kerja yang terlibat dalam industripengolahan gondorukem dan terpentin, (2) mengidentifikasi waktu antrian pada pengolahangondorukem dan terpentin. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stop watch. Penentuan waktubaku dilakukan dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat ketelitian 5% karenasebelumnya telah diberikan penyesuaian dan kelonggaran menurut metode Westinghouse. Analisiskeseimbangan lini dilakukan untuk menentukan waktu antrian pada masing-masing lini produksidengan menggunakan software POM-QM for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktubaku pada proses pengenceran (melter) adalah 29 menit 44 detik dengan waktu antrian sebesar 27,51detik; waktu baku proses pencucian (settler) adalah 37 menit 22 detik dengan waktu tunggu 32,03detik; waktu baku proses pemasakan (cooking) adalah 2 jam 40 menit 36 detik dengan waktu antriansebesar 5 menit 5,56 detik; waktu baku untuk proses pengendapan (washer) adalah 1 jam 58 menit 48detik; waktu baku untuk proses pengalengan (canning) adalah 32 menit 5 detik dengan waktu antriansebesar 10,42 detik. Total waktu pembuatan gondorukem dalam satu line produksi adalah 4 jam 26menit 2,52 detik. Waktu antrian dari proses-proses tersebut dinilai kecil dan wajar sehingga tidakdiperlukan perubahan proses yang akan meningkatkan biaya
PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS MEDIUM KULTUR TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASS Nostoc sp. THE EFFECT OF DIFFERENT SALINITY CULTURE MEDIUM ON THE GROWTH OF BIOMASS EdwinAldrianto, DiniSurilayani
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.625 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.33

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari serangkaian penelitian yang akan mengeksplorasi pengaruhpenambahan berbagai komponen kimia organik esensial dengan konsentrasi berbeda dalam upayauntuk mendapatkan formulasi komposisi kimia organik bagi pertumbuhan biomass Nostoc yangoptimal dan memiliki kandungan klorofil α yang tertinggi. Penelitian terdahulu mengenai pengaruhkonsentrasi magnesium terhadap pertumbuhan Nostoc menunjukkan bahwa penambahan konsentrasimagnesium 0,075 gram/liter merupakan formulasi optimum bagi pertumbuhan Nostoc dalam mediumkultur. Magnesium yang digunakan dalam penelitian melibatkan bahan-bahan kimia laboratorium yangkomplek sehingga kurang ekonomis dan kurang aplikatif diterapkan di lapangan. Oleh karena itu, perlusuatu metode praktis dan aplikatif dengan lebih sedikit penggunaan bahan kimia dan bahan baku yangmudah didapatkan agar budi daya Nostoc mudah dilakukan oleh masyarakat.
PEMANFAATAN AMPAS BUAH MERAH UNTUK PEMBUATAN DODOL THE USE OF RED FRUIT WASTE FOR MAKING DODOL LUNKHEAD LukmanulHakim, LiaAmalia
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.79 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.37

Abstract

Buah merah merupakan buah khas Papua. Pada umumnya, buah merah dibuat minyak untuk pengobatanpenyakit. Pembuatan minyak menghasilkan limbah. Limbah tersebut masih mengandung nutrisi dan dapatdigunakan sebagai pewarna alami pada pembuatan dodol. Untuk menghasilkan dodol dengan tekstur yangbaik kita harus menambahkan hidrokoloid seperti gelatin. Ketersediaan gelatin halal saat ini sangat sedikit,karena sangat penting untuk mencari alternatif gelatin halal. Salah satu alternatif pengganti jelatin halaladalah kefir air. Penelitian dimulai dengan membuat minyak buah merah untuk diambil ampasnya. Padapenelitian ditambahkan ampas buah merah dengan berbagai konsentrasi gelatin yaitu 0,1%, 0,5%, dan 1%.Hasil analisis sensori menunjukkan bahwa falvor dan rasa tidak berpengaruh nyata, sedangkan teksturberpengaruh nyata. Berdasarkan hasil uji hedonik, flavor dan rasa tidak berpengaruh nyata, sedangkantekstur berpengaruh nyata. Dodol buah merah terpilih dengan 1% gelatin mengandung kadar air 19,47%,karbohidrat 70%, lemak 6,90%, protein 3,26%, abu 0,37%, and beta carotene tidak terdeteksi.
PENGGUNAAN KADAR PROTEIN RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM JANTAN PETELUR ESetiyono, DedenSudrajat
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.47 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.35

Abstract

Usaha peternakan ayam masih merupakan usaha yang efisien dalam menghasilkan protein. Proteindibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan enzim, dan antibodi dalam tubuh. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian pakan dengan protein berbedaterhadap performa pertumbuhan ayam jantan petelur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05Maret 2015 sampai dengan 10 Mei 2015 di kandang yang berlokasi Kampung Palasari RT 01 RW 06Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Ayam yang digunakan untuk penelitian berjumlah90 ekor DOC jantan Layer strain Lohman Brown, dengan berat badan rata-rata 38 gram, pakan ayamdengan kandungan protein kasar 21%, 18%, dan 23%. Ransum yang digunakan produksi dari PT. JapfaComfeed Indonesia Tbk yaitu BR 1 dengan protein kasar 21%, Par S yang protein kasarnya 18%, danBBR dengan protein kasar 23%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang akan dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum protein yang berbeda tidak berpengaruh terhadapkonsumsi pakan, FCR, mortalitas, dan indeks produksi. Ransum dengan protein kasar 18% bisamenggantikan protein kontrol (protein kasar 21%).

Page 1 of 1 | Total Record : 6