cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2015)" : 6 Documents clear
PENAMBAHAN TEPUNG PACI-PACI (LEUCAS LAVANDULAEFOLIA) PADA PAKAN TERHADAP MORTALITAS DAN GAMBARAN DARAH BENIH IKAN NILEM (OSTEOCHILUS HASSELTI) YANG DIUJI TANTANG MENGGUNAKAN BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA Jonedhi Jonedhi; Mulyana Mulyana; Muarif Muarif
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.235 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung paci-paci (Leucas lavandulaefolia) yang dicampurkan pada pakan terhadap mortalitas dan gambaran darah benih ikan nilem (Osteochilus hasselti) yang diuji tantang menggunakan bakteri Aeromonas hydrophila sehingga menghasilkan kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 sampai bulan September 2015 di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda Bogor. Ikan nilem dipelihara selama 30 hari kemudian dilakukan uji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila dengan konsentrasi 107 sel/mL, dilakukan pengamatan sampai hari ke-35 dan kembali dilakukan uji tantang kedua dengan konsentrasi bakteri 108 sel/mL dan dilakukan pengamatan sampai hari ke-38. Selama melakukan penelitian ikan diberi pakan dengan campuran tepung paci-paci dengan dosis 4g/kg, 6g/kg, dan 8g/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung paci-paci tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) pada tingkat kelangsungan hidup benih ikan nilem, tetapi terdapat beberapa perbedaan pada kadar hemoglobin dan hematokit. Perlakuan tepung paci-paci dengan dosis 4 g/kg memberikan gambaran darah yang cukup baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.Kata kunci : Ikan nilem, paci-paci, Aeromonas hydrophila, mortalitas, gambaran darah
Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diberi Pakan Mengandung Ikan Asin Bawah Standar (IABS) Dengan Kesegaran Berbeda Fitri Ariantini; Rosmawati Rosmawati; Titin Kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.832 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesegaran IABS dalam formulasi pakan terhadap pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan formulasi pakan standar (pakan berbasis tepung ikan). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan memiliki berat rata-rata 5,23±0,02 gram dengan padat tebar 20 ekor per   akuarium. Perlakuan pakan yang diberikan yakni pakan berbasis tepung ikan tanpa IABS, pakan mengandung IABS segar dan pakan mengandung IABS  kurang segar. Parameter  yang  diukur  adalah  laju  pertumbuhan spesifik  (LPS),  jumlah  konsumsi  pakan  (JKP), efisiensi pakan (EP), tingkat kelangsungan hidup (SR) dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata (P<0,05) di antara perlakuan untuk parameter LPS dan EP, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) untuk parameter JKP, SR dan kualitas air. Tingkat kesegaran bahan ikan asin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan untuk ikan nila, tetapi tidak untuk kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Pemberian IABS segar menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan yang sama baiknya dengan pakan standar dan lebih baik daripada pemberian IABS kurang segar.  Kata kunci : IABS, protein, ika nila, pertumbuhan, tepung ikan.
DETEKSI PENYAKIT MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA PADA IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) MENGGUNAKAN METODE ELISA Herlina Maulina
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.293 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.3

Abstract

This study was conducted to determine the prevalence of Motile Aeromonas Septicemia of Siamese catfish farming at Cibeureum Subdistrict, Ciseeng Subdistrict, Kemang Subdistrict, and Parung Subdistrict (in Bogor Region) using antigen supernatant with concentration of RAC 1:200 and antigen pellet with concentration of RAC 1:5,000. Samples of serum obtained from 10 Siamese catfish per district have weight 300-400 g/fish. The collection of serum as much 1-4 mL obtained from 3-5 mL of blood per fish. Collection of serum which had been collected from each district then was tested using indirect ELISA method. The indirect ELISA method use the two types of dilution of serum RAC (Rabbit Anti-Catfish) and two types of antigens, i.e dilution of RAC 1:200 with antigen supernatant (group A) and dilution of RAC 1:5000 with antigen pellet (group B). Determination of the sample area exposed to positive or negative MAS disease was known of cut-off values that has been defined as a comparison, the results of the test sample with a value of OD (Optical Density) ≤ 0.011; 0,015; 0.006; 0.004; 0.000; 0.005 showed positive of MAS attacked and value of OD ≥ 0.017; 0.025; 0.018; 0.016; 0.016; 0.014 showed negative of MAS attacked. The results of research showed the prevalence 60-100% on RAC 1:5,000 dilution with antigen pellet, and the prevalence 20-60 % on RAC 1:200 dilution with antigen supernatant
Penambahan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa l.) Pada Pakan Terhadap Ketahanan Tubuh Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Yang Diuji Tantang Dengan Bakteri Aeromonas hydrophila Anita Mustikhasary
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.697 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) terhadap ketahanan tubuh benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila. Perlakuan yang diberikan yaitu:  (A) pakan tanpa penambahan bunga Rosella, (B) pakan dengan penambahan bunga Rosella 10 g/kg, (C) pakan dengan penambahan bunga Rosella 20 g/kg, dan (D) pakan dengan penambahan bunga Rosella 30 g/kg. Uji tantang dilakukan setelah ikan uji diberi pakan sesuai perlakuan selama 30 hari.  Setiap benih ikan gurami disuntik dengan 106 sel bakteri via intramuskular, Parameter yang diamati adalah total leukosit, indeks pagosit, kadar hematokrit serta mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sel darah putih daan hematokrit terbaik diperoleh pada ikan yang diberi 20 g rosella/kg pakan, tetapi fagositik indeks, imunitas dan mortalitas terbaik diperoleh pada ikan yang diberi 30 g rosella/kg pakan. Penambahan rosella ke dalam pakan dapat meningkatkan imunitas benih ikan gurami.Kata Kunci: Aeromonas hydrophila, benih ikan gurami, imunitas, rosella.
Gula Darah Dan Mortalitas Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Yang Di Pelihara Pada Media Salinitas Berbeda Rizky Amrullah
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.982 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.5

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pemeliharaan bersalinitas 0, 2, 4, dan 6 ppt terhadap gula darah dan mortalitas ikan nilem. Ikan uji yang digunakan adalah ikan nilem dengan ukuran rata-rata 7 cm /ekor. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 30 hari dalam akuarium yang berukuran 30 x 30 x 30 cm3, dengan pemberian pakan 2 kali sehari secara at-satiation. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah  perbedaan salinitas yaitu Perlakuan A salinitas 2 ppt, B salinitas 4 ppt, C salinitas 6 ppt dan salinitas 0 ppt sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah  glukosa darah dan mortalitas ikan nilem. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan salinitas tidak memberikan pengaruh yang berbeda (p>0,05) terhadap mortalitas ikan nilem, akan tetapi memberikan pengaruh yang berbeda (P<0,05) terhadap glukosa darah ikan nilem. Salinitas terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah salinitas 6 ppt dengan dengan tingkat kematian terendah yaitu 16%.  Kata kunci: Salinitas, nilem, glukosa darah, mortalitas.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB) Terhadap Mortalitas Dan Gambaran Darah Benih Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti) Dengan Uji Tantang Menggunakan Bakteri Aeromonas Hydrophila Galih Permana Putra
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.387 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda Bogor, pada bulan Agustus 2014 – September 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) yang dicampur ke dalam pakan terhadap tingkat mortalitas dan gambaran darah benih ikan nilem (Osteochilus hasselti) setelah diinfeksi Aeromonas hydrophila. Penelitian percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan ini adalah Kontrol (tanpa temulawak), A (dosis 1 mL/kg pakan), B (dosis 3 mL/kg pakan), dan C (dosis 5 mL/kg pakan). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) diantara perlakuan terhadap mortalitas, total leukosit, hemoglobin dan hematokrit.

Page 1 of 1 | Total Record : 6