cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL, TERTINGGAL, DAN TERDEPAN Ade Koesnandar
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p122--142

Abstract

This article is about the development of information and communication technology utilization model for education on remote, rural and border areas in Indonesia. The model is named “PSB di Daerah 3T” or information and communication technology-based learning resource center at school on remote, rural, and border areas. The model was developed based on modern learning, empowering, bottom- up, and partnership approaches and also set a benchmark with experiences of other countries. Piloting was developed in five sub-districts, they are Naringgul in Cianjur (West Java), Cijaku in Lebak (Banten), Atambua in Belu (East Nusa Tenggara), Sebatik in Nunukan (East Kalimantan), and Marore in Sangihe Islands (North Sulawesi). An elementary and a secondary school without electricity and internet access were choosen within each sub-district. Then a pack of learning resource contained an electric generator solar cell, a parabolic antenna, a television set, 6 units of laptop, wi-fi apparatus, and a hard disc of digital open learning material was given to each school. To ensure the success of the program a series of activities were conducted such as training, assistance, monitoring, and evaluation. Hopefully, within the following three years the program could be fully adopted and run independently by the school itself. Then the model couldbe disseminated to another districts that have similar characteristics. AbstrakArtikel ini menjelaskan pengembangan model pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk sekolah di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Model diwujudkan dalam bentuk “PSB di Daerah 3T” yakni pusat sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi di sekolah pada daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Pengembangan dilakukan berdasarkan konsep pembelajaran modern, pemberdayaan, tumbuh dari bawah, dan kemitraan, serta dengan belajar dari pengalaman Negara lain. Rintisan dikembangkan di lima daerah, yaitu Naringgul, Cianjur (Jawa Barat), Cijaku, Lebak (Banten), Atambua, Belu (NTT), Sebatik, Nunukan (Kalimantan Timur), dan Marore, Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara). Pada masing-masing daerah tersebut dipilih satu Sekolah Dasar dan satu Sekolah Lanjutan tingkat Pertama yang tidak terjangkau layanan energi listrik dan akses internet. Pada masing-masing sekolah tersebut diberikan paket bantuan pusat sumber belajar lengkap yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya, antena parabola, pesawat televisi, 6 unit laptop, modem, wi-fi, dan sebuah harddisk satu terabyte berisi konten bahan belajar digital. Guna menjamin keberhasilan program ini diberikan pula paket pelatihan dan bimbingan, pendampingan, serta monitoring dan kajian. Selanjutnya diharapkan program ini dapat dijalankan secara mandiri oleh masing-masing sekolah. Model ini dapat diadopsi atau diadaptasi oleh Dinas Pendidikan dalam rangka memberikan layanan peningkatan kualitas pembelajaran di daerah masing-masing.
EVALUASI PENYIARAN BAHAN SIAR RADIO EDUKASI DI RADIO MITRA Kulsum Nur Hayati
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p143--150

Abstract

This study aims to determine the response of listeners for the material broadcast of Radio Edukasi, technical problems encountered, and what solutions and innovations that can be done from the radio partner. This type of research is the evaluation reasearch. The method used is the focused group discussion, with a population of 10 radio BPMRP Kemdikbud partners. Evaluation results show that: 1) the response of the listeners Radio Edukasi’s broadcasting materials showed positive appreciation for a diversity of Radio Edukasi’s broadcast material, especially story telling program; 2) technical problem faced by them is the radio partner difficulties in downloading the material broadcast via Radio Edukasi’s website. Constraints of the sudden event of local governments sometimes also shifted Radio Edukasi’s broadcasting materials, and 3) solutions and innovations that can be done is to improve the quality and increase the quantity of Radio Edukasi’s broadcast material AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pendengar tentang penyiaran bahan siar Radio Edukasi, problem teknis yang dihadapi, dan apa solusi serta inovasi yang dapat dilakukan oleh radio mitra. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi. Metode yang digunakan yaitu diskusi kelompok terfokus, dengan populasi 10 radio mitra BPMRP Kemdikbud. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: 1) tanggapan pendengar tentang bahan siar Radio Edukasi menunjukkan apresiasi positif terhadap keragaman bahan siar Radio Edukasi, khususnya dongeng; 2) problem teknis yang dihadapi diantaranya adalah kesulitan radio mitra dalam mendownload bahan siar melalui website Radio Edukasi. Kendala yang lain yaitu adanya acara mendadak dari pemerintah daerah terkadang juga menggeser penyiaran bahan siar Radio Edukasi di radio mitra; dan 3) Solusi dan inovasiyang dapat dilakukan yaitu memperbaiki kualitas dan memperbanyak kuantitas bahan siar Radio Edukasi
PERKEMBANGAN DEFINISI DAN KAWASAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN SERTA PERANNYA DALAM PEMECAHAN MASALAH PEMBELAJARAN Bambang Warsita
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p72--94

Abstract

The formulation definition of intructional technologies has undergone several changes throughout history and development of the field scope and profession of intructional technologies. The  fields of intructional technologies include the design, development, utilization, management, assessment and research processes, and also learning resources and systems. Definition and the  field of intructional technology is theoretical study. The role of intructional technologies in solving learning problems is a practical and applied  field of study. It is associated with the use of intructional technologies in facilitating human learning. Both as knowledge discipline and study program or profession, intructional technology continues to experience rapid growth.AbstrakRumusan definisi teknologi pembelajaran telah mengalami beberapa kali perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari ruang lingkup bidang garapan dan profesi teknologi pembelajaran. Kawasan teknologi pembelajaran meliputi desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses, sumber dan sistem untuk belajar. Definisi dan kawasan teknologi pembelajaran merupakan kajian teori. Peran teknologi pembelajaran dalam pemecahan masalah-masalah pembelajaran merupakan kajian praktis dan terapan. Artinya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran dalam memfasilitasi belajar manusia. Teknologi pembelajaran baik sebagai disiplin ilmu, program studi maupun profesi terus mengalami perkembangan yang pesat.
FUNGSI, DAN PERAN MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA M. Miftah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p95--105

Abstract

The world of education today live in a media world, where learning activities have been moved towards the reduction of the delivery system with the lecture method of teaching material and replaced with the use of instructional media. More on learning activities that emphasize the competencies associated with process skills , then takes the role of instructional media. Good learning and creatively designed to take advantage of multimedia, within certain limits will be able to increase the likelihood of students to learn more imbibe what they learn, the better, and improve performance (performance) in order to improve student achievement of competencies. Media as an integral part of learning, these components need to get the attention of the teacher. The importance of the media in facilitating learners (learners), presentation tailored to the learning objectives set. The presence ofmedia in the learning process greatly help learners better understand the lessons. AbstrakDunia pendidikan dewasa ini hidup dalam dunia media, dimana kegiatan pembelajaran telah bergerak menuju dikuranginya sistem penyampaian bahan pengajaran dengan metode ceramah dan diganti dengan digunakannya media pembelajaran. Lebih-lebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kompetensi-kompetensi yang terkait dengan keterampilan proses, maka dibutuhkan peranan media pembelajaran. Pembelajaran yang dirancang secara baik dan kreatif dengan memanfaatkan multimedia, dalam batas-batas tertentu akan dapat memperbesar kemungkinan siswa untuk belajar lebih banyak mencamkan apa yang dipelajarinya, lebih baik, dan meningkatkan penampilan (performance) siswa dalam rangka meningkatkan ketercapaian kompetensi. Media sebagai bagian integral pembelajaran, komponen ini perlu mendapatkan perhatian para guru. Pentingnya media dalam memfasilitasi peserta didik (pebelajar), penyajiannya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Hadirnya media dalam proses pembelajaran sangat membantu pebelajar lebih memahami hal yang dipelajari.
UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI PELATIHAN MENGGUNAKAN METODE GAMBAR PIKIRAN PLUS UNTUK MENINGKATKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SD INKLUSIF Ida Yuastutik
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p106--121

Abstract

This research focus on the implementation of mental imagery plus method in the teaching and learning in Inclusive schools. It has a purpose to know whether the method given to the teachers can improve the teachers performance so that the learning achievement of the students increased. In the second cycle the evidence shows that the method increases the teachers performance and students achievement. It was proven by the criteria of success of four aspects were reached. AbstrakPenelitian ini difokuskan pada penerapan pelatihan metode pembelajaran Gambar Pikiran Plus untuk guru pada pembelajaran di SD Inklusi yang bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan metode Gambar Pikiran Plus yang diberikan kepada guru dapat meningkatkan kinerja guru dalam mengatasi hambatan verbal yang dialami siswa tunarungu, autis dan tunagrahita sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Pada siklus II diketahui bahwa pelatihan penggunaan metode Gambar Pikiran Plus terhadap guru dapat meningkatkan kualitas mengajar guru dan meningkatkan prestasi siswa. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya keempat kriteria keberhasilan yang didukung hasil observasi terhadap kinerja guru dan perolehan prestasi belajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5