cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): Kwangsan" : 5 Documents clear
KEEFEKTIFAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Uliya Ulil Arham; Kusumawati Dwiningsih
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n2.p111--118

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of interactive multimedia-based blended learning developed in the subject matter of chemical elements. The effectiveness in terms of improving student learning outcomes by comparing the value pretest and post-test then measured with N-gain. This type of research is developmental research. The procedures in this study refers to Research & Development (R & D) design that carried out only restricted to preliminary field test. The results showed student learning out-comes that used interactive multimedia blended learning as learning media increased with N-gain in the moderate category and in the high category. The conclusions obtained by the interactive multimedia blended learning based on the subject matter chemical element was declared effective used as a medium of learning in terms of student learning outcomes. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan multimedia interaktif berbasis blended learning yang dikembangkan pada materi pokok kimia unsur. Keefektifan tersebut ditinjau dari peningkatan hasil belajar siswa dengan membandingkan nilai pretest dan posttest kemudian diukur dengan N-gain. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan (developmental research). Prosedur pada penelitian ini mengacu pada desain Research& Development (R&D) yang dilakukan hanya sebatas pada uji coba awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif berbasis blended learning sebagai media pembelajaran me- ngalami peningkatan, dengan N-gain pada kategori sedang dan kategori tinggi. Simpulan yang diperoleh yaitu multimedia interaktif berbasis blended learning pada materi pokok kimia unsur dinyatakan efektif digunakan sebagai media pembelajaran ditinjau dari hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN KURIKULUM DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUMUNIKASI, SUATU GAGASAN nFn Sutjipto
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n2.p119--137

Abstract

The purpose of this paper was to examine the repertoire of ideas for curriculum development by utilizing information and communication technology in order to provide a breakthrough on the dynamics and complexity of curriculum development practices. Results of the study showed. First, the management of the curriculum development process that includes activities to share ideas, argument, contributedscientific papers, give feedback, provide feedback, the rationality of the policy decision makers, data processing, how the curriculum management, and results of develop ment can utilize information and communication technologies. Second, to take advantage of information technology and communication in curriculum development has some added value, such as easy in terms of faster information obtained, the cost in the sense that it does not require huge resources, broad reach in the sense that everyone can get involved, efficient and effective way to share, and provide a forum of freedom of speech which is at once loose the bonds of values or certain cultural norms. Third, the idea of developing a curriculum by utilizing information and communication technology as well as encouraging developers literate not only technology, but also able to understand, perceive, and apply power to the significance of the technology. Fourth, curriculum development by utilizing information and communication technology is considered a breakthrough way of working in this digital era AbstrakTujuan dari penulisan ini adalah ingin mengkaji khasanah gagasan pengembangan kurikulum dengan memanfaat kan teknologi informasi dan komunikasi yang diharapkan dapat memberi terobosan mengenai dinamika dan kompleksitas praktik (praxis) pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan. Pertama, pengelolaan proses pengembangan kurikulum yang mencakup aktivitas berbagi gagasan, adu argumen, berkontribusi karya tulis ilmiah, memberi tanggapan, memberi masukan, rasionalitas kebijakan pembuat keputusan, pengolahan data, cara kerja manajemen kurikulum, dan hasil dari pengembangan dapat mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi. Kedua, dengan memanfatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan kurikulum memiliki beberapa nilai tambah, seperti mudah dalam arti informasi lebih cepat diperoleh, murah dalam arti tidak memerlukan sumber daya yang besar, jangkauan luas dalam arti semua orang dapat terlibat, efisien dan efektif untuk berbagi, dan memberi wadah kebebasan berpendapat yang sekaligus lepas dari ikatan nilai-nilai atau norma budaya tertentu. Ketiga, gagasan pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sekaligus mendorong pengembang bukan hanya literate teknologi, tetapi juga mampu memahami, mempersepsi, dan mengaplikasikan arti penting daya guna teknologi. Keempat, pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dinilai merupakan terobosan cara kerja di era digital ini
MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA DAN MENULIS DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) Jaka Warsihna
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n2.p67--80

Abstract

This study aims to determine how the presence of ICT can be used to improve the literacy of reading and writing, as well as the types of ICT can be used to improve literacy reading and writing? With this method of study or literature review, data obtained from various sources kamudian analysis and descriptive exploratory discussion. From the data can be obtained that there are various types of ICT that can be used to improve literacy reading and writing of television, internet, e-book and audio book. Television can be used to improve literacy read by integrating the content of television by publication or otherwise. Internet can be used improve the literacy of reading and writing for anyone, anytime can search for a preferred reading and can write and publish with ease. E-book encourages people to easily get a reading that is cheap and easy and can be read anytime and anywhere without depending on a network (internet). e-book encourages authors to publish their own books without publishers. While audiobook easier fopr people with a variethy of conditions to be able to listen to their favourite books. In addition, it also books can be read out with music and illustrations that support that understanding becomes easier. thus it can be concluded that there are various types of ICT can be used to improve reading and writing literacy by integrating ICTwith reading and writing. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehadiran TIK dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis, serta jenis TIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis? Dengan metode studi atau kajian pustaka, data yang diperoleh dari berbagai sumber kamudian dilakukan analisis dan pembahasan secara deskriptif eksploratif. Dari data diperoleh informasi bahwa ada berbagai jenisTIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis yaitu televisi, internet, e-book, dan audio book. Televisi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi membaca dengan cara mengintegrasikan materi tayangan televisi dengan penerbitan buku atau sebaliknya. Internet dapat dimanfaatkan meningkatkan literasi membaca dan menulis karena siapa saja dan kapan saja dapat mencari bacaan yang disukai serta dapat menulis dan mempublikasikan tulisannya dengan mudah. E-book mendorong orang dengan mudah untuk mendapatkan bacaan yang murah dan mudah serta dapat dibaca kapan saja dan di mana saja tanpa tergantung dengan jaringan (internet). Dengan e-book mendorong penulis buku dapat mempublikasikan tulisannya sendiri tanpa penerbit. Sedangkan audio book memudahkan orang dengan kondisi apapun dapat mendengarkan buku yang disukai. Di samping itu juga buku dapat dibacakan dengan iringan musik dan ilustrasi yang mendukung agar pemahaman menjadi lebih mudah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada berbagai jenis TIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis dengan cara mengintegrasikan TIK dengan kegiatan membaca dan menulis.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOMPETENSI TEKS ANEKDOT BERTEMAKAN KONFLIK SOSIAL DI KALANGAN REMAJA M. Miftah; Kartika Candra Dewi
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n2.p81--94

Abstract

Learning device has an important role in the learning process for teachers as well as learners, but there are some teachers haven’t optimized the learning device. The purposes of its study are : to determine the needs of the learning device according to teachers and learners; to describe the characteristics of a learning tool; to develop a prototype device which is suitable with the learners need, and to measure the effectiveness of the learning device. The research method used is a research and development method. The results of the study include: the needs of the learning device anecdotal text competence; the characteristics of the learning device anecdotal text competence; a feasibility study based on each device (syllabus, lesson plans, teaching materials and worksheets); the effectiveness of the learning device in producing anecdotes text is shown based on this information; learning without using the learning device obtaining the value of 25 (62.5%), learning with an effective value category and increased by 38 (94.5%) categorized as very effective when learning to use the device. AbstrakPerangkat pembelajaran memiliki peran penting dalam proses pembelajaran namun masih banyak guru belummengoptimalkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: mengetahui kebutuhan perangkat pembelajaran menurut guru dan peserta didik; menjelaskan karakteristik perangkat pembelajaran; mengembangkan prototipa perangkat pembelajaran yang layak untuk peserta didik; dan menguji keefektifan perangkat pembelajaran. Metode penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan (reasearch and development). Hasil penelitian berupa: kebutuhan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot; karakteristik perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot; kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan silabus, RPP materi pembelajaran, dan lembar kerja; keefektifan perangkat pembelajaran memproduksi teks anekdot ditunjukkan berdasarkan pembelajaran tanpa menggunakan perangkat pembelajaran memperoleh nilai 25 (62,5%) dengan kategori nilai efektif dan mengalami kenaikan sebesar 38 (94,5%) dengan kategori sangat efektif di saat pembelajaran menggunakan perangkat.
KEBUTUHAN GURU SEKOLAH DASAR INKLUSI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MELALUI MEDIA VIDEO Edi Purnomo
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n2.p95--109

Abstract

This study is a research of instructional video development which aims to gain informations about the needs of inclusive primary school teachers in improving their competencies through video media. Such information includes: implementation constraints, teacher characteristics, teacher attitudes, and competencies required of teachers. The study used a survey research design. The data collection with a focus group discussion (FGD) and the enclosed questionnaire. The results showed that the main obstacle implementation of inclusive education is the classroom teacher competence is still not good and the number of special guidance counselor (GPK) is still lacking. The majority of primary school inclusion teacher educational background S1PGSD and no experience teaching in inclusive schools. Many theachers of inclusion primary school have not attended training on inclusive education. The efforts to increase the competence of self-done by discussing with fellow-teachers. The attitude of teachers to implement inclusive education is very good but the handling of learning obstacles still lacking. Teachers need to increase the competence of inclusive learning strategy. The study concluded that primary school inclusion teachers need a tutorial learning strategies in the classroom inclusion. The packed tutorial in the videos media so that it can individually study or the training delivered. AbstrakPenelitian ini merupakan tahapan penelitian pengembangan media video yang bertujuan menggali informasi kebutuhan guru sekolah dasar inklusi dalam meningkatkan kompetensi melalui media video. Informasi tersebut meliputi: kendala pelaksanaan, karakteristik guru, sikap guru, dan kompetensi yang dibutuhkan guru. Penelitian menggunakan desain penelitian survey. Pengumpulan data dengan focus group discussion (FGD) dan kuesioner tertutup. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kendala utama penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah kompetensi guru kelas masih kurang baik dan jumlah guru pembimbing khusus (GPK) masih kurang. Guru SD inklusi mayoritas berlatar belakang pendidikan S1 PGSD dan belum berpengalaman mengajar di sekolah inklusi. Banyak Guru SD inklusi yang belum mengikuti pelatihan pendidikan inklusif. Upaya untuk meningkatkan kompetensi diri dilakukan dengan berdiskusi dengan sesama guru. Sikap guru terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif sangat baik, tetapi dalam menangani kendala pembelajaran masih kurang. Guru membutuhkan peningkatan kompetensi tentang strategi pembelajaran inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru SD inklusi membutuhkan tutorial strategi pembelajaran di kelas inklusi. Tutorial dikemas dalam media video sehingga dapat dipelajari secara mandiri maupun disampaikan dalam pelatihan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5