cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
editor.wms.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Wahana Matematika dan Sains
ISSN : 18580629     EISSN : 25496727     DOI : -
Core Subject :
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015" : 5 Documents clear
STRATEGI MENGAJAR YANG DIGUNAKAN GURU FISIKA DAN HUBUNGANNYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 2 TABANAN N P V A Wulandari; Ketut Suma; N M Pujani
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.776 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i1.12642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis strategi mengajar yang digunakan guru fisika dan hubungannya dengan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 3 orang guru fisika serta 18 orang siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi berperan serta, wawancara yang mendalam, pemberian kuesioner, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi mengajar yang digunakan guru terdiri atas strategi mengajar behavioristik dan strategi mengajar kognitif. Guru A dan Guru C cenderung menggunakan startegi mengajar behavioristik, sedangkan Guru B cenderung menggunakan strategi mengajar kognitif. Kegiatan dominan yang dilakukan dalam menerapkan strategi behavioristik salah satunya memberikan penghargaan kepada siswa dan melakukan pengulangan sampai siswa mengerti, sedangkan kegiatan yang dilakukan dalam menerapkan strategi kognitif antara lain memberikan waktu yang cukup untuk menyelidiki permasalahan dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan diskusi kelompok. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi mengajar yang digunakan guru mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Indikator motivasi yang mampu dimunculkan akibat dari strategi mengajar yang digunakan guru antara lain: (1) Ketekunan dalam belajar, dengan indikator belajar di rumah, 2) ulet dalam menghadapi kesulitan, dengan indikator sikap menghadapi kesulitan, 3) Minat dan ketajaman perhatian, dengan indikator semangat dalam mengikuti PBM, 4) Berprestasi dalam belajar, dengan indikator keinginan untuk berpretasi yang lebih tinggi, 5) Mandiri dalam belajar, dengan indikator penyelesaian tugas.
CONTRIBUTION OF TEACHERS’ UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS TO STUDENTS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS IN GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN BULELENG SUBDISTRICT N. M. Aristya Dewi; Gd. Suweken; I G. N. Yudi Hartawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.512 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i1.12643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III SD di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat ex-post facto. Populasi dari penelitian ini adalah kelas III SD di Kecamatan Buleleng yang jumlahnya 87 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Hal ini dikarenakan kelas III SD yang diteliti terbagi ke dalam 15 gugus. Dalam penelitian ini, ukuran sampel yang digunakan adalah 21 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan tes pemahaman konsep matematika guru dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep matematika guru tergolong baik dengan rata-rata skor 66,67. Pemahaman konsep matematika siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 47,87. Selanjutnya, kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa adalah sebesar 25,3%. Artinya, sekitar 25,3% variasi dalam pemahaman konsep matematika siswa dijelaskan oleh pemahaman konsep matematika guru, sedangkan sisanya 74,7% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti.  
SUASANA KELAS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: WAHANA PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL, SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA S R S. Antari; Ketut Suma; N K. Rapi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.397 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i1.12644

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah suasana kelas yang tidak mendukung kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suasana kelas yang terjadi selama pembelajaran fisika berlangsung di kelas XI IPA 5 hubungannya terhadap pengembangan kecerdasan emosional, sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi berperan serta, wawancara yang mendalam, pemberian kuesioner, dokumentasi dan triangulasi. Sumber data didapat dari 1 orang guru fisika yang mengajar di kelas XI IPA 5 serta 15 orang siswa kelas XI IPA 5 yang diperoleh secara purposive sampling. Data yang diperoleh dalam bentuk kajian dokumen tertulis, catatan lapangan, kuisioner, serta transkrip hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: (1) suasana kelas XI IPA 5 cenderung baik ditandai dengan munculnya dimensi suasana kelas yaitu adanya hubungan yang kondusif antar warga kelas, perlakuan yang adil antar siswa dan fasilitas di kelas., (2) kecerdasan emosional siswa cenderung baik ditandai dengan munculnya aspek kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan kecakapan dalam membina hubungan dengan orang lain, (3) sikap ilmiah siswa cenderung baik ditandai dengan munculnya aspek sikap rasa ingin tahu dan sikap kemauan mengubah pandangan, (4) prestasi belajar fisika siswa cenderung rendah ditandai dengan hanya 2 siswa yang lulus ulangan harian dan (5) suasana kelas yang terbentuk melalui dimensi-dimensi yang muncul mampu mengembangkan kecerdasan emosional dan sikap ilmiah. namun belum mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 5. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA TOPIK LAJU REAKSI I Wayan Jus Pariatna; Ida Bagus Nyoman Sudria; Ngadiran Karto Wasono
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.259 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i1.12645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing pada topik laju reaksi serta mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran berdasarkan penilaian ahli dan praktisi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R & D) mengikuti prosedur penelitian dan pengembangan menurut Borg & Gall (1989) sampai tahap validasi ahli dan praktisi. Data hasil penelitian meliputi deskripsi analisis kebutuhan, karakteristik perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing pada topik laju reaksi, dan validasi produk. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk mewujudkan pembelajaran sains terutama dalam Kurikulum 2013. Selain itu, diperlukan ketersediaan dokumen perangkat pembelajaran (RPP, LKS dan teks/buku) yang konsisten mendukung pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pola induktif, yang mana selama ini ketersediaannya belum memadai. Hasil tersebut memberi dukungan terhadap pengembangan perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pola induktif. Prototif produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pola induktif pada topik laju reaksi yang meliputi RPP, LKS (termasuk media pembelajaran) dan teks materi pelajaran yang secara konsisten mengikuti sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pola induktif, serta instrumen penilaian pencapaian kompetensi yang sesuai. Mayoritas aspek-aspek pembelajaran dalam setiap perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapat rata-rata penilaian dengan kategori baik dari ahli dan praktisi yang telah memberikan validasi. Dengan demikian perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pola induktif yang telah dikembangkan memiliki validitas yang memadai. 
KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM SOLVING DAN REASONING DENGAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR Ni Nyoman Ayu Septiana; Frieda Nurlita; I Wayan Redhana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.001 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i1.12646

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran problem solving dan reasoning (PSR) dengan siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran problem-based learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen menggunakan nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 2 dan kelas XI MIA 4 yang masing-masing terdiri atas 27 orang siswa. Kelas XI MIA 2 diajar menggunakan model pembelajaran problem solving dan reasoning, sedangkan kelas XI MIA 4 diajar menggunakan model pembelajaran problem-based learning. Data skor hasil belajar siswa dianalisis dengan statistik anakova pada taraf signifikansi 5%. Skor pretes kelas XI MIA 2 adalah 14,17 dan skor postesnya adalah 82,59. Skor pretes kelas XI MIA 4 adalah 13,29 dan skor postesnya adalah 82,13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran problem solving dan reasoning dengan menggunakan model pembelajaran problem-based learning. Dengan kata lain, model pembelajaran problem solving dan reasoning dan model pembelajaran problem-based learning sama-sama mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi termokimia. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5