cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2012)" : 5 Documents clear
NASIONALISME DALAM PERSPEKTIF POSTMODERNISME, POSTSTRUKTURALISME DAN POSTKOLONIALISME Suastika, I Nengah
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.452

Abstract

ABSTRAKNasionalisme merupakan jiwa dan semangat yang membentuk ikatan bersama, baik dalam hal kebersamaan maupun dalam hal pengorbanan demi bangsa dan negara. Namun pasang surut rasa kebangsaan yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia mengindikasikan belum mengakarnya nasionalisme pada hati sanubari setiap anak bangsa. Kondisi ini terlegitimasi dengan adanya gerakan sparatisme yang bertujuan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nasionalisme Indonesia hanya bergema ketika ada imprialisme atau ancaman yang datang dari luar saja. Sehingga patut dipertanyakan lebih dalam, apakah nasionalisme Indonesia hanya terbentuk dalam tataran ?grand narrasi? yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa dan kalangan elit politik saja?. Guna kepentingan politik!. Sementara pondasi dasar yang semestinya dibangun oleh akar rumput tidak memahami hakekat dan makna dasar nasionalisme Indonesia. Bahkan ?terkesan? nasionalisme Indonesi belum menemukan ?bentuk yang pasti?, yang dapat dijadikan pedoman oleh penyelenggara negara dan generasi penerus bangsa. Sehingga, apa yang didengung-dengungkan oleh ?penguasa? tidak sejalan dengan tindakan dan tata laku yang terrefleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkenaan dengan itu, tampaknya perlu kita analisis kembali nasionalisme masyarakat Indoensia berdasarkan perspektif postmodern.Kata Kunci: nasionalisme, postmodernisme, poststrukturalisme.
Pengaruh Pengalaman dalam Pelatihan terhadap Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Mulyawan, Budi
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.453

Abstract

ABSTRAKPengalaman dalam pelatihan dapat diperoleh dari pendidikan yang merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari seorang individu dan merupakan investasi yang terpadu pada diri seseorang dalam interaksinya secara efektif dengan lingkungan sosial. Pengkajian secara empirik dalam pengembangan pengalaman di lapangan bahwa terdapat fenomena beberapa guru yang jarang mendapatkan pelatihan-pelatihan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, sehingga dalam penyusunan artikel ini dapat dianalisis dan dideskripsikan hubungan jenis pelatihan terhadap kompetensi profesional guru.Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang diungkapkan di atas, maka tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui: upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengalaman pelatihan; pengalaman pelatihan guru berkontribusi terhadap kompetensi profesional guru SMP Negeri di kecamatan Karangasem; dan sasaran yang akan dicapai dari kompetensi dengan pengalaman dalam pelatihan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode penelitian pustaka yaitu penelitian yang dalam menumpulkan data yang diperlukan untuk mengungkap kebenaran, menggunakan cara dengan membaca pustaka yang ada, dan penulis menganalisa, memahami dan merefleksi ulang tentang berbagai tulisan dari para pakar terkait.Pengalaman dalam pelatihan menjadi faktor yang paling besar mempengaruhi profesionalisme guru bidang studi, maka guru bidang studi dapat memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin untuk menambah pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan. peningkatan profesionalisme guru bidang studi SMP di kecamatan Karangasem kontribusi pengalaman pelatihan sangat berperan. Pengalaman pelatihan dapat diperoleh dengan cara pengembangan pengalaman dalam pelatihan seperti pelatihan pengembangan kurikulum, pelaksanaan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), pelatihan penyusunan admninitrasi pembelajaran seperti silabus, RPP dan kurikulummempengaruhi tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta kompetensi profesional guru. Dalam rangka mengembangkan diri atau peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai guru baik di tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi dan nasional yang diperoleh baik dari bukti fisik berupa sertifikat, piagam atau surat keterangan dari lembaga penyelenggara pelatihan. Sertifikasi guru sebagai proses uji kompetensi bagi calon atau guru; peningkatan mutu; dan pengelolaan sumber daya pendidikan.Kata kunci: pengaruh, pengalaman, pelatihan, kompetensi, profesional, guru.
Makam Keramat Karang Rupit Syeikh Abdul Qadir Muhammad (The Kwan Lie) di Desa Temukus Labuan Aji Banjar, Buleleng Bali (Perspektif Sejarah dan Pengembangannya Sebagai Objek Wisata Spiritual) Poetri Asmara, Amanda Destianty
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.454

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini diambil dari skripsi yang berjudul Makam Keramat Karang Rupit Syeikh Abdul Qadir Muhammad (The Kwan Lie) di Desa Temukus Labuan Aji Banjar, Buleleng Bali (perspektif sejarah dar pengembangannya sebagai objek wisata spiritual). Adapun bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana latar belakang sejarah dan perkembangan berdirinya Makam Keramat Karang Rupit, 2) Bagaimana perkembangan Makam Keramat Karang Rupit sebagai objek wisata spiritual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: 1) Metode Penentuan Lokasi Penelitian, 2) Teknik Peentuan Informan, 3) Metode Pengumpulan Data (Metode observasi, Metode wawancara, dan Metode pencatatan dokumen), dan 4) Metode Pengolahan Data. Hasil penelitian mengenai latar belakang sejarah dan perkembangan berdirinya Makam Keramat Karang Rupit ini dengan ditemukannya situs Makam Keramat Karang Rupit pada tahun 1980-an yang disinyalir merupakan makam seorang tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Tionghoa bernama The Kwan Lie yang bergelar Syeikh Abdul Qadir Muhammad berkat kemampuan yang dimilikinya. The kwan Lie merupakan salah satu wali pitu (Sab’atul Auliya) sebagai tokoh penyebar agama Islam di Bali. Kondisi makam ini awalnya tak terurus. Awalnya makam ini pada tahun 1990 dipegang oleh bapak Abduel Latief yang berasal dari Desa Pegayaman namun pada tahun 2005 hingga sekarang dibawah pengelolaan bapak Hari Purwanto sudah mengalami perombakan dan pembangunan yang baik dengan berbagai fasilitas yang memadai sehingga makam ini menjadi makam yang terkenal sehingga sekarang ini berkembang menjadi salah satu objek wisata spiritual yang ramai dikunjungi peziarah baik dari domestik maupun mancanegara. Dengan melihat keberadaan Makam Keramat Karang Rupit di Desa Temukus menjadi penanda keberadaan umat Islam di Bali khususnya di Desa Temukus (Labuan Aji), Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.Kata Kunci: Makam Keramat Karang Rupit, Wali Pitu, dan Wisata Spiritual.
KORELASI YURIDIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROPINSI (RTRWP) TERHADAP KEAJEGAN ALAM BALI Artha Windari, Ratna
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.450

Abstract

ABSTRAKRencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, yang selanjutnya disebut RTRWP, adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah nasional dan pulau/kepulauan ke dalam struktur dan pola ruang wilayah provinsi. Kebijakan RTRWP Bali memiliki urgensi yang sangat tinggi mengingat ruang merupakan komponen lingkungan hidup yang bersifat terbatas dan tidak terperbaharui yang harus dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai satu kesatuan ruang dalam tatanan yang dinamis berlandaskan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu sesuai dengan falsafah Tri Hita Karana. Di samping itu, perkembangan jumlah penduduk yang membawa konsekuensi pada perkembangan di segala bidang kehidupan, memerlukan pengaturan tata ruang agar pemanfaatan dan penggunaan ruang dapat dilakukan secara maksimal berdasarkan nilai-nilai budaya yang mewujudkan keajegan alam Bali. Keberadaan Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali sebagai pedoman dalam pelaksanaan tata ruang dan tata letak wilayah Bali memiliki korelasi yuridis yang begitu erat bagi keajegan alam Bali, sehingga perlu mengelaborasikan antara kepentingan ekonomi rakyat dengan konsep pelestarian alam Bali yang secara turun temurun telah dijaga dan diwariskan kepada kita. Oleh karena itu, perlu adanya pengkajian ulang atas pasal-pasal yang mencerminkan keberpihakan pada investor, seperti beberapa pasal yang mengatur mengenai pengembangan di zona kawasan industri, kawasan wisata, KDTWK maupun DTW. Demikian pula beberapa pasal yang memberikan kewenangan yang begitu besar bagi Gubernur dalam menentukan tinggi bangunan di daerah-daerah tertentu. Apabila rencana mengenai daerah-daerah yang memungkinkan ketinggian bangunan di atas 15 m terlaksana, maka dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyebabkan kekacauan ekologis, juga mendistorsi sosial budaya masyarakat Bali. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlu adanya suatu sistem hukum yang jelas dan tegas dalam setiap pasal yang tertuang di RTRWP Bali. Selain itu, diharapkan pemerintah melakukan pengawasan secara intensif, termasuk penjatuhan sanksi yang tegas bagi oknum manapun yang melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku.Kata Kunci : Korelasi Yuridis, RTRWP Bali, Ajeg Bali.
MENCIPTAKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN YANG BERKUALITAS SEBAGAI PENDUKUNG PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI Rai Suwena, Kadek
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.451

Abstract

ABSTRAKKeberadaan perpustakaan di perguruan tinggi sangatlah penting sebagai penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi kampus hal tersebut sering dikatakan bahwa perpustakaan merupakan “jantungnya perguruan tinggi”. Civitas kampus harus dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar. Sejalan dengan fungsi perpustakaan, maka disini diwajibkan bagi seorang pustakawan untuk memberikan layanan. Layanan pelanggan (customer service) yang berkualitas bisa diungkapkan dalam satu kata, yaitu respek. Dilihat dari tugas perpustakaan perguruan tinggi tersebut, yang selalu menjadi permasalahan dewasa ini adalah masalah pelayanan, karena memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pengunjung dalam praktiknya bukan merupakan suatu hal yang mudah. Layanan pelanggan yang berkualitas terdiri atas dua dimensi yang integral, yaitu: (1) dimensi prosedural dan (2) dimensi personal. Customer service harus dijadikan core strategy untuk memberikan pelayanan berkualitas sebagai pendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,Kata Kunci: layanan berkualitas, perpustakaan, Tri Dharma Perguruan Tinggi

Page 1 of 1 | Total Record : 5