cover
Contact Name
Ari Kamayanti
Contact Email
ari.kamayanti@polinema.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jraamsains@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
ISSN : 24433381     EISSN : 24431419     DOI : -
Journal of Research and Applications: Accounting and Management (JRAAM) is published by the Accounting Department State Polytechnic of Malang. This journal is intended as a forum to exchange ideas, research, and studies as well as a channel of information for the purpose of development and construction of Science in Accounting and Management. The scientific articles accepted to be published are basic research, applied research and conceptual article. All the articles will go through the process of double-blind review and editing by the publisher without altering the substance of the original manuscripts. JRAAM published twice a year in March and September. It has been using the platform OJS and indexed in Google Scholar, Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), Science and Technology Index (SINTA), Cite Factor, Scientific Indexing Services (SIS).
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 9 Documents clear
Islamic Microfinance: Challenges and Development Nur Indah Riwajanti
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.54 KB)

Abstract

AbstractThe purpose of this study are to explore the challenges and development of Islamic microfinance worldwide based on literature survey using thematic approach. The challenges faced by Islamic banking institutions varied by size of organisation and nature of operation. As such, Islamic microfinance, being a small institutions providing micro financing, might face the different challenges. The findings suggest that Islamic microfinance face problems and challenges in terms of Shari'ah compliant issues, lack of products diversification, lack of fund, lack of training and networking, lack of supportive regulation and microfinance strategies, lack of wider outreach as Islamic microfinance mostly concentrated only in some countries. However, despite the above challenges, Islamic microfinance has been grown in some countries providing alternative financing driven by potential demand from both Muslims and non-Muslim market, eg. West Bank, Gaza, Jordan, Algeria, Yemen and Syria. In other parts of the world, Islamic microfinance also has shown promising growth.AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan perkembangan keuangan mikro Islam berdasarkan studi literatur dengan pendekatan tematik. Tantangan yang dihadapi oleh lembaga perbankan dan keuangan Islam bervariasi dipengaruhi oleh ukuran organisasi dan gaya operasinya. Oleh karena itu, lembaga keuangan mikro syariah sebagai lembaga yang berukuran kecil, nampaknya menghadapi tantangan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh keuangan mikro syariah meliputi isu-isu menyangkut keesuaian dengan syariah, kurangnya diversifikasi produk, kekurangan dana, kekurangan pelatihan dan jaringan, kekurangan dukungan daam bentuk peraturan dan strategi lembaga keuangan mikro, kurangnya wilayah cakupan karena lembaga keuangan mikro sangat berkonsentrasi hanya pada beberapa negara di Asia Selatan, dll. Namun di samping menghadapi tantangan tersebut, lembaga keuangan mikro syariah sudah berkembang di beberapa negara dengan memberikan beberapa alternatif pembiayaan didorong oleh potensi permintaan pasar Muslim dan non-Muslim, misalnya Tepi Barat, Gaza, Yordania, Algeria, Yaman dan Syria. Di belahan dunia lain, keuangan mikro Islam juga sudah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
Determinan Loyalitas Merek Sepeda Motor Risnawati, -; Athar, Handry Sudiartha
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.007 KB) | DOI: 10.18382/jraam.v1i1.13

Abstract

AbstractThe aim of the research is to analyze the influence of brand image, celebrity endorser and brand community on brand loyalty of Yamaha motorcycles in Selong. Multiple linear regression analysis employed in this research to analyze the data. The research results show brand image, celebrity endorser, and brand community give impact on brand loyalty of Yamaha motorcycles partial and simultantly. Brand image is the most dominant variable that give effect on brand loyalty.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek,celebrity endorser, dan brand community terhadap loyalitas merek sepeda motor merek Yamaha di Selong. Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial dan simultan variabel citra merek, celebrity endorser, dan brand community berpengaruh terhadap loyalitas merek sepeda motor merek Yamaha. Variabel yang paling dominan mempengaruhi loyalitas merek sepeda motor merek Yamaha adalah citra merek. 
Reaksi Investor atas Kinerja Intellectual Capital pada Industri Perbankan Indonesia Erlin Melani
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.734 KB)

Abstract

AbstractThis research was conducted to examine the influence of intellectual capital on investor's reaction. The data used in this research was annual report of banking company listed in Bursa Efek Indonesia for the year 2008-2013. There are 16 companies taken as sample, and obtained by purposive sampling method. The statistics method used was simple and multiple linear regressions. The result suggested that intellectual capital had positive influence on investor's reaction and its each component also had similar result. This indicates that inte-llectual capital recognized as an important resource in the creation of value for the banking companies in Indonesia.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital dan masing-masing elemennya terhadap reaksi investor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan tahunan yang diperoleh dari Burssa Efek Indonesia (BEI), dengan sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2008- 2013. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 16 sampel yang memenuhi kriteria. Teknik analisis data menggunakan metode statistik regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel intellectual capital berpengaruh positif terhadap reaksi investor, dan pengaruh tiap elemennya juga menunjukkan hasil yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa intellectual capital diakui sebagai sumber daya yang pening dalam proses penciptaan nilai bagi perusahaan perbankan di Indonesia.
Latar Belakang Penjualan Bisnis (Studi Kasus Penjualan PT HM Sampoerna kepada PT Philip Morris Indonesia) Zainal Abdul Haris
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.217 KB)

Abstract

AbstractThis descriptive research is to know the internal factors which become the background of PT HM Sampoerna (HMS) in selling its business to PT Philip Morris Indonesia (PMI). Mutation data of the number of shares issued and the company's share market price movements in 1995 to 1997 and 1999 to 2001 are used as a basis to describe the background of the sale by refer to the internal factors developed by Cavendish in collaboration with Corporate Finance LLP, Deloitte, and Fair Market Valuation  which become the background for the principal owner to sells their business. The results shows that the internal factors that become the background of HMS to sell their business is: a) A desire to realize the owner's major capital asset. HMS major capital asset capitalization is Rp10.600 per share, a premium value is 19.77% above the average share market Rp8.688; b) One or more approaches have been received from prospective buyers or an approach has been received from a credible buyer or buyers of the business. PMI is a potential buyer who its bid price was received by HMS, and c) The recognition that the business has reached a premium value. Rp10.600 is the premium value that is recognized although in the period 1995 to 2001 without data 1998 - the price of the share market on average had reached Rp14.931 and the highest price of the share market had reached Rp28.975.AbstrakPenelitian deskriptif ini adalah untuk mengetahui faktor internal yang menjadi latar belakang PT HM Sampoerna (HMS) menjual bisnisnya kepada PT Philip Morris Indonesia (PMI). Data mutasi jumlah lembar saham dari modal ditempatkan dan pergerakan harga pasar saham perusahaan tahun 1995 sampai dengan 1997 dan 1999 sampai dengan 2001 digunakan sebagai dasar untuk mendeskripsikan latar belakang penjualan tersebut dengan mengacu pada faktor-faktor internal –disusun oleh Cavendish bekerjasama dengan Corporate Finance LLP, Deloitte, dan Fair Market Valuation – yang menjadi latar belakang bagi pemilik prinsipal untuk menjual bisnis mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang menjadi latar belakang penjualan bisnis HMS adalah: a) Keinginan untuk merealisasikan aset modal utama pemilik atau peluang untuk mengkapitalisasi. Kapitalisasi aset modal utama HMS adalah Rp10.600 per saham, yaitu nilai premium 19.77% di atas harga pasar saham rata-rata Rp8.688; b) Satu atau lebih pendekatan telah diterima dari calon pembeli atau pendekatan telah dierima dari pembeli atau para pembeli kredibel dari bisnis. PMI merupakan calon pembeli potensial yang harga penawarannya diterima oleh HMS, dan c) Pengakuan bahwa bisnis telah mencapai nilai premium. Rp10.600 merupakan nilai premium yang diakui walaupun di antara kurun waktu tahun 1995 sampai dengan tahun 2001 – tanpa data tahun 1998 – harga pasar saham rata-rata pernah mencapai Rp14.931 dan harga pasar saham tertinggi pernah mencapai Rp28.975.
Financial Reporting Classism Based on Karl Marx's Theory of Classes Bernadetha Athalia; Tjiptohadi Sawarjuwono
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.903 KB)

Abstract

AbstractThis research aims to classify the companies annual reports into the classes based on Theory of Classes and to analyze the classism behavior through narrative analysis. The different interests among the readers create a classism practice that can be classified into two classes of rea-ders based on Theory of Classes: Bourgeoisie and Proletariat. Narrative analysis method is used to reveal the hidden meanings behind some sentences in annual reports. This research claims that annual reports of PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) and PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) give more information to shareholders and government, it means these annual report reflect bourgeoisie class.They provide so many persuasive sentences in their annual reports in order to get legitimacy from their shareholders, but they do not give detailed infor-mation to their employees as a proletariat class.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan laporan tahunan per- usahaan ke dalam kelas-kelas berdasarkan Teori Kelas dan untuk menganalisis perilaku klasisme melalui analisis naratif. Kepentingan yang berbeda antar pengguna laporan tahunan perusahaan membuat praktek klasisme terlihat dengan adanya dua kelompok berdasarkan Teori Kelas, yaitu borjuasi dan proletariat. Metode analisis naratif digunakan untuk mengungkapkan makna yang tersembunyi di balik beberapa kalimat dalam laporan tahunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laporan tahunan Telkom dan PGN memberikan informasi lebih banyak kepada para pemegang saham dan pemerintah, artiya laporan tahunan tersebut merefleksikan kelas borjuis. Hal ini ditunjukkan dengan adanya banyak kalimat persuasif dalam laporan tahunan mereka yang bertujuan untuk mendapatkan legitimasi dari pemegang saham. Namun, Telkom dan PGN tidak memberikan informasi rinci kepada karyawannya, yang merupakan kelompok kelas proletariat.
Determinan Penyaluran Kredit Konsumsi pada Bank Konvensional Hendro Wibowo; - Sutrisno
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.104 KB)

Abstract

AbstractThe aim of this research is to investigate variables affected to con-sumption credit distribution to the consumersof conventional banks in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY/Special Province of Yogyakarta); those variables includes Loan to Value(LTV), Third Party Funds (DPK), Non-Performing Loan (NPL), and inflation. The objects of this research are all conventional banks in DIY consist of 48 banks. The data usage is monthly data from 2010-2013 that was analyzed based on multiple linear regression. The findings show that LTV provide af-fects negative significantly towards distribution of consumption credit. Furthermore, DPK affects positive significantly towards credit distri-bution. NPL and inflation affect not significantly towards consumption credit.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mem- pengaruhi penyaluran kredit konsumsi bank umum konvensional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meliputi rasio (Loan to Value) LTV, Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Loan (NPL), dan inflasi. Objek penelitian ini adalah seluruh bank umum konvensional di DIY sebanyak 48 Bank. Data penelitian yang digunakan adalah data tahun 2010-2013 (secara bulanan) yang dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LTV berpengaruh signifikan negatif terhadap penyaluran kredit konsumsi, sementara DPK berpengaruh signifikan positif terhadap penyaluran kredit konsumsi, sedangkan NPL dan inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap penyaluran kredit konsumsi.
Model Akuntabilitas Organisasi Non Profit pada Masjid Eka Siskawati; Ferdawati -; Firman Surya
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.841 KB)

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to examine accountability model for mosque and its relation to organisational culture and organisational learning. Data were collected from 60 mosques located in Padang through distributed questionaire to mosques managers. Findings reveal that only internal accountability positively significant affects organisational culture and organisational learning. While upward accountability significantly does not affect organisational culture which implies that lower intention of donor to monitoring how do mosques management spend the donation. This lower control from donor may attributed to the spiritual aspect of donor who believe that anything good that donated to mosque will be rewarded by Allah SWT, regardless the way management to allocate it. Other explanation is that it may attribute to the difficulty in classifying between donator and beneficiary, because in mosque organisation a donator is also a beneficiary of mosque services and vice versa. Downward accountability does not affect organisational culture, this implies that there is a weak responsibility of mosques managers ini Padang that serve beneficiary. Regarding to the low degree of accountability to beneficiary (congregation), it contradicts to the main purpose of mosque's establishment.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji model akuntabilitas masjid dan hubungannya dengan budaya organisasi dan pembelajaran organisasi. Data penelitian ini dikumpulkan terhadap 60 masjid yang berlokasi di kota Padang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa akuntabilitas 'keatas' tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya organisasi, yang mengimplikasikan bahwa lemahnya tuntutan donatur terhadap akuntabilitas pengelolaan dana oleh manajemen masjid. Hal ini mungkin disebabkan oleh keyakinan spiritual yang dimiliki oleh donatur, bahwa apapun yang diniatkan oleh donatur untuk kemakmuran masjid akan mendapat pahala dari Allah SWT terlepas dari bagaimana pengurus masjid mengelolanya. Penjelasan lainnya adalah karena kaburnya batas dan sekat dalam mengelompokkan antara donatur, pengurus, dan jamaah, karena dalam suatu masjid seorang donatur pada saat yang sama juga merupakan seorang jamaah dan begitu juga sebaliknya. Akuntabilitas 'kebawah' juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan berpengaruh terhadap budaya organisasi, hal ini mengimplikasikan rendahnya sikap akuntabilitas pengurus masjid terhadap jamaah. Hanya akuntabilitas 'ke dalam' berpengaruh signifikan terhadap budaya organisasi, yang mengindikasikan tingginya rasa tanggungjawab pengurus masjid terhadap sesama staf dalam menjaga visi dan misi masjid.
Daftar Isi Volume 1 Nomor 1 - -
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVER JRAAM VOLUME 1 NOMOR 1 -, -
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18382/jraam.v1i1.418

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9