cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2022): Juni" : 5 Documents clear
Analisis Capaian Kinerja Pembangunan Pedesaan Kawasan Pesisir Suroso - Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.298

Abstract

ENGLISHManaging the potential of coastal regions becomes a development challenge in order to improve human welfare. This research aimed to describe the performance achievement of rural development in the coastal regions in the study area. This research used a quantitative approach. It used secondary data. It used descriptive-comparative analyses. The descriptive result showed that all villages in the coastal areas have increased their rural development indexes (IDM) but only about 43% increased their status for the period 2017 to 2021. The comparative result proved that in 2021 the highest IDM is in Trangkil District and the lowest one was in Batangan District. The comparative test using Chi-Square (X2) for the development performance has a counting value of 8,125 in significance of 10 %. It is greater than the table value so there is a significant difference in development performance among the coastal regions in the study area. Therefore, the region having the least development indexes (IDM) should become the priority in the regional development policy to alleviate disparity. INDONESIAPengelolaan potensi kawasan pesisir untuk mewujudkan kesejahteraan menjadi tantangan pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan capaian kinerja pembangunan pedesaan kawasan pesisir di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian menggunakan data sekunder. Analisa data menggunakan analisis deskriptif-komparatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan semua desa kawasan pesisir di area studi mengalami peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) tetapi hanya sebagian desa mengalami peningkatan status tipologinya selama kurun waktu 2017 - 2021. Hasil analisis komparatif menunjukkan bahwa tahun 2021 capaian IDM kawasan pesisir tertinggi berada di kawasan Trangkil dan IDM terendah berada di kawasan Batangan. Uji komparatif dengan Chi kuadrat (X2), kinerja pembangunan pedesaan kawasan pesisir kurun waktu 2017-2021 memiliki nilai hitung chi kuadrat (X2) 8,125 signifikan pada signifikansi 10%, lebih besar dari nilai tabel sehingga ada perbedaan signifikan capaian kinerja pembangunan pedesaan antar kawasan pesisir di area studi. Oleh karena itu, kawasan yang memiliki capaian IDM terendah perlu memperoleh prioritas dalam kebijakan pembangunan untuk mengeliminasi kesenjangan pembangunan.
Perencanaan Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut di Kepulauan Karimunjawa Nanditya Putri Destyananda; Falih Suaedi; Erna Setijaningrum
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.284

Abstract

ENGLISHPopulation growth, tourism activities and fast development in the Karimunjawa Islands have created adverse impact on the quality of the coastal and marine environment. Coastal and marine areas are very vulnerable to environmental changes, so it requires proper management. The purpose of this study is to analyze the development plan for coastal and marine areas in the Karimunjawa Islands, Jepara Regency. This study uses a qualitative approach while secondary data are collected from books, journal articles, regulations, and relevant online news. Obtained data is analyzed qualitatively using an interactive model. The results show that the management or utilization of resources in the Karimunjawa Islands still encounters a number of crucial problems. The development of coastal and marine areas in the Karimunjawa Islands must comply with the regulations as well as consider ecological, economic, and social aspects as a basic of sustainable development concept. Since various activities carried out by the local community or tourists also give negative impact on the environment, related action plans need to be formulated and executed well by stakeholders. INDONESIAPertumbuhan penduduk, aktivitas pariwisata, dan pengembangan pembangunan di Kepulauan Karimunjawa menimbulkan ancaman yang membahayakan kualitas lingkungan pesisir dan laut. Hal itu dikarenakan kawasan pesisir dan laut sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya secara tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan pengembangan kawasan pesisir dan laut di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari buku, artikel jurnal, peraturan perundang-undangan, berita online yang relevan dengan masalah penelitian. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif. Hasil studi menunjukkan bahwa pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya di Kepulauan Karimunjawa masih ditemukannya sejumlah permasalahan yang krusial. Pengembangan kawasan pesisir dan laut di Kepulauan Karimunjawa harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku sekaligus memperhatikan aspek pembangunan secara berkelanjutan dalam rangka mencapai tujuan ekologi, ekonomi, dan sosial. Perlu dilakukan upaya untuk meminimalkan terjadinya dampak negatif dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh penduduk lokal ataupun wisatawan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Daging Ayam Broiler Wardandy, Ilham Sukma; Mukson, Mukson; Prastiwi, Wahyu Dyah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.286

Abstract

ENGLISHChicken meat has a significant role to fulfill community nutrition needs, especially animal protein. The study aimed to describe the charactheristic of consumers and the decision making process of purchasing broiler chicken meat and to analyze the influencing factors on consumer decisions in chicken meat broiler purchase at Puri Traditional Market, Pati District. The factors were analyzed in this study are cultural, social, personal, price, quality and location. Data collection was carried out in March-April 2021, located in Pasar Puri, Pati District. The number of sample was 100 people whom were chosen through accidental sampling method. The data were collected through observation, questionnaires and interviews. Then they were analyzed using multiple linear regressions. The results of the study were (1) Majority samples were women aged 17-25 years old; (2) Most of them have finished high school or bachelor degree and worked as enterprisers. The monthly expense for broiler chicken meat ranged Rp100.000,00 to Rp500.000,00; (2) simultaneously, cultural, social, personal, price, product quality, and location factors had significant effects on consumer decisions in broiler chicken meat purchases; (3) meanwhile the factors partially influenced the consumer behaviours were social factors, price, product quality, and location. INDONESIADaging ayam berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya protein hewani. Konsumsi daging ayam yang relatif masih rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik konsumen dan proses pengambilan keputusan pembelian daging ayam broiler dan menganalisis pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, harga, kualitas, dan lokasi terhadap keputusan konsumen saat membeli daging ayam broiler di Pasar Tradisional Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang dipilih dengan metode aksidental. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) Responden penelitian didominasi oleh perempuan yang berusia 17-25 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar responden adalah SMA dan S1 dengan pekerjaan wiraswasta. Sebagian besar responden mengeluarkan biaya Rp100.000,00 hingga Rp500.000,00 untuk membeli daging ayam setiap bulannya; (2) Secara simultan faktor budaya, sosial, pribadi, harga, kualitas produk dan lokasi berpengaruh sangat nyata terhadap keputusan konsumen dalam pembelian daging ayam broiler ; (3) sementara itu, secara parsial faktor yang berpengaruh adalah faktor sosial, harga, kualitas produk, dan lokasi.
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Lebah Kelulut di Lombok, Nusa Tenggara Barat Yumantoko Yumantoko; Rubangi Al Hasan; Septiantina Dyah Riendriasari
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.264

Abstract

ENGLISHEven though the demand for honeybees is high, the production of this commodity is considered low. Generally, the production of honey can be categorized as the wild honeybee and cultivated honeybee productions. Honeybee cultivation has the potential to be developed in Lombok island. Apart from its ease of honeybee cultivation, this activity creates a positive impact on economic aspects like income generation and opening job opportunities. This study investigated the feasibility of the honeybee production business. The research was conducted in three districts in Lombok Island namely Lombok Timur, Lombok Utara, and Lombok Barat Districts. Data were collected through conducting surveys, in-depth interviews, and document studies. The sampling method used purposive sampling. The study showed that the production cost of the kelulut honeybee cultivation was Rp17,893,468 while the revenue was Rp21,850,000 so generated profit was Rp3,956,532. Thus, the revenue cost ratio (R/C ratio) of the kelulut honeybee cultivation was 1.2 which meant the kelulut cultivation business was feasible. The profit of this business was relatively low because this business was a small-scale honeybee production that applied a traditional method. To develop the kelulut cultivation business, support from stakeholders in particular local government is needed. INDONESIAMeskipun tingkat permintaan produk madu di pasaran cukup tinggi, produksi madu di Indonesia masih rendah sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan pasar. Secara umum, produksi madu dapat dikategorikan menjadi dua yaitu produksi madu alam dan madu budidaya. Budidaya madu Lebah Kelulut berpotensi untuk dikembangkan di Pulau Lombok. Selain budidaya Lebah Kelulut relatif mudah, aktivitas ini juga berdampak positif terhadap aspek ekonomi yaitu peningkatan pendapatan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis finansial budidaya Lebah Kelulut. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten di Pulau Lombok, yaitu Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan meliputi survei, wawancara, dan studi dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk produksi madu dari budidaya Lebah Kelulut di Pulau Lombok sebesar Rp17.893.468, penerimaan sebesar Rp21.850.000 sehingga diperoleh hasil keuntungan sebesar Rp3.956.532. Nilai rasio RC diperoleh sebesar 1,2 yang berarti usaha budidaya kelulut layak diusahakan. Keuntungan yang diperoleh relatif kecil. Hal ini disebabkan skala usaha yang juga masih kecil. Oleh karena itu, diperlukan dukungan khususnya dari pemerintah daerah untuk mengembangkan usaha budidaya Lebah Kelulut.
Hubungan Antara Kebijakan Lingkungan dengan Perilaku Pro-Lingkungan: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Uni Kuslantasi; Bagus Pambudi; Dian Ratna Sawitri
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.288

Abstract

ENGLISHStakeholders including citizens, governments, and private sectors should take action to reduce environmental problems and its impacts. The community is expected to have pro-environmental behavior and support existing environmental policies. However, previous studies have shown conflicting results regarding the relationship between environmental policy and pro-environmental behavior. This study is intended to analys the relationship between environmental policy and pro-environmental behavior. This literature review uses Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Metanalyses (PRISMA) guidelines. The process of searching and filtering articles uses POP 7 and Rayyan applications. The selected articles which used quantitative, qualitative, or mixed-method research designs are published from 2020 to 2022. Those articles studied the relationship between environmental policy and pro-environmental behavior. Then, researchers found 1,000 articles and later, 5 papers meet the criteria. The results of this study indicate that people who behave pro-environmentally are likely to support environmental policy. Likewise, those who support environmental policy are likely to behave pro-environmentally. People are likely to both behave pro-environmentally and support environmental policy because both are expressions of intrinsic pro-environmental motivation. Therefore, the government should implement environmental policies to improve citizens’ concerns and to control the implementation of current policies. INDONESIASemua pihak perlu mengambil tindakan untuk mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus untuk mengurangi dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Masyarakat diharapkan memiliki perilaku pro-lingkungan dan mendukung kebijakan lingkungan yang ada. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan adanya perbedaan hasil yang bertentangan mengenai hubungan antara kebijakan lingkungan dan perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan lingkungan dan perilaku pro-lingkungan. Teknik literatur review yang digunakan dengan desain Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA). Proses pencarian dan penyaringan artikel menggunakan bantuan aplikasi pencarian POP 7 dan Rayyan. Artikel yang dipilih wajib memiliki hasil terkait hubungan antara kebijakan lingkungan dan perilaku pro-lingkungan serta dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2022 dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, kualitatif atau mixed-method. Berdasarkan 1000 artikel yang ditemukan, didapatkan 5 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki perilaku pro-lingkungan cenderung mendukung kebijakan lingkungan. Demikian pula sebaliknya, mereka yang mendukung kebijakan lingkungan cenderung berperilaku pro-lingkungan. Perilaku prolingkungan dan sikap mendukung kebijakan lingkungan merupakan ekspresi motivasi individu yang pro-lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan untuk menyediakan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sekaligus melakukan pengendalian implementasi kebijakan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5