cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ekuilibrium@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Ekuilibrium : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi
ISSN : 1858165X     EISSN : 25287672     DOI : -
Core Subject : Economy,
Ekuilibrium : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi is a journal published by the Economic Faculty, Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Unmuh Ponorogo) in collaboration with Universitas Muhammadiyah Ponorogo Research and Community Service. Published twice a year (March and September), contains six to ten articles and receive articles in the field of economic and business review studies with research methodologies that meet the standards set for publication. Manuscript articles can come from researchers, academics, practitioners, and other economic observers who are interested in research in the field of economics.
Arjuna Subject : -
Articles 1 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2014): Maret" : 1 Documents clear
PERAN LEMBAGA KEUANGAN INFORMAL TERHADAP PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA INFORMAL Asis Riat Winanto; Titi Rapini
Ekuilibrium : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi Vol 9, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.772 KB) | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v9i1.42

Abstract

Pemberdayaan usaha sektor informal tidak terlepas dari keperluan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pembiayaan usaha tersebut. Tersedianya kredit yang memadai dapat menciptakan pembentukan modal bagi usaha rakyat sehingga dapat meningkatkan produksi, pendapatan dan menciptakan surplus yang dapat digunakan untuk membayar kembali kredit yang diperoleh dalam melakukan pemupukan modal. Faktor utama yang menjadi permasalahan pokok bagi para pelaku usaha sector informal adalah masalah yang berkaitan dengan kebutuhan akan pembiayaan, darimana sumber dan lain sebagainya. Diungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah pembiayaan ini, masih banyak para pedagang yang cenderung lebih meminjam ke paguyuban, arisan RT, kelompok yasinan, arisan PKK, ataupun kegiatan yang lain. Dengan melakukan pinjaman seperti ini, mereka bisa menambah modal untuk usahanya meskipun tidak sesuai dengan jumlah yang diharapkan, yang artinya adalah mereka mengakui bahwa pembiayaan dengan model ini masih jauh dari harapan atau masih mengalami kekurangan dibandingkan secukupnya adanya keterbatasan dana dari perkumpulan/paguyuban yang diikuti. Alternatif lain yang biasanya juga dilakukan oleh para pelaku usaha sector informal adalah dengan meminjam kepada Bank Tithil. Bank Tithil adalah sebutan bagi pinjaman yang dilakukan oleh rrenteneir. Meskipun dengan bunga yang lebih tinggi dibanding dengan bunga lembaga keuangan formal, tetapi para pelaku usaha sector informal memilih model ini karena menganggap model ini lebih efektif, karena lebih murah, lebih cepat dan tidak ada biaya ekonomi lain yang harus dikeluarkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 1