cover
Contact Name
M. Taufiq
Contact Email
bioumuslim@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioumuslim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Almuslim
Published by Universitas Almuslim
ISSN : 23387394     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim Bireuen-Aceh. Terbit dua kali dalam setahun (Agustus dan Pebruari). Terbit perdana pada Agustus 2013, dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas keilmiahan dosen atau akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan dan Instansi secara umum dan sivitas akademika FKIP Umuslim Bireuen secara khusus
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "No. 3 (2017): Edisi Khusus" : 9 Documents clear
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KUMON BERBANTUAN MEDIA CABRI 3D V2 PADA MATERI GEOMETRI Yessi Kartika
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan berfikir kreatif matematis siswa dapat ditandai dengan banyaknya siswa yang belum mampu menyelesaikan soal yang diberikan dan belum mampu menyelesaikannya secara bertahap sesuai dengan langkah-langkah pengerjaan soal yang benar. Hal ini disebabkan proses belajar mengajar di kelas masih kurang diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang mendorong siswa belajar aktif dan kurangnya siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model pembelajaran Kumon berbantuan media pembelajaran CABRI 3D V2 pada materi segitiga dan segi empat kelas VII di SMP Negeri 1 Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah siswa kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bireuen yang berjumlah 20 orag siswa. Skor persentase yang diperoleh dari hasil tes akhir siklus I belum sesuai dengan kriteria hasil yang ditetapkan pada siklus yaitu hanya 70% yang mendapat nilai , sedangkan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa sudah mencapai target yaitu 88,46% dan 86,15% untuk itu peneliti masuk ke siklus II. Pada siklus II berdasarkan hasil tes telah mencapai 90%yang mendapat nilai  dan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa juga sudah mencapai kriteria yaitu 93,84% dan 91,53%. Jadi berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan  model pembelajaran Kumon berbantuan media pembelajaran CABRI 3D V2 dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA PADA MATERIGEOMETRI DI SMA NEGERI 1 MAKMUR Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kurangnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa menjadi faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi geometri khususnya dalam menghitung jarak titik ke garis dan dari titik ke bidang dalam ruang dimensi tiga, disamping itu guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan masih minimnya penggunaan alat peraga pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran. Maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui model explicit instruction berbantuan media geogebra pada materi geometri untuk siswa kelas XSMA Negeri 1 Makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA1 SMA Negeri 1 Makmur yaitu 21 orang semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes awal, tes akhir, observasi, wawancara dan catatan lapangan. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 1 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang siswa berkemampuan rendah berdasarkan tes awal dan data tersebut dianalisis dengan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model explicit instruction pada materi geometri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Ini berdasarkan nilai tes akhir tindakan siklus II diperoleh data bahwa siswa yang mendapat skor ≥ 65 sebanyak 19 orang siswa dan yang mendapat skor < 65 sebanyak 2 orang siswa. Setelah dihitung persentase maka keberhasilan tes akhir tindakan siklus II adalah 90,47 %. Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada tindakan, jika ≥ 85 % siswa mendapat skor ≥ 65 maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi geometri yang diajarkan melalui model explicit instructionberbantuan media geogebra pada materi geometri siswa lebih baik dari pada yang diajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Hasil observasi dari dua orang pengamat terhadap kegiatan peneliti disimpulkan termasuk kedalam kategori sangat baik sedangkan terhadap kegiatan siswa dapat disimpulkan kedalam kategori baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NOVICK BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADAMATERI PERSAMAAN LINGKARAN Rahmi Wahyuni
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakmampuan siswa dalam menjelaskan prosedur penyelesaian disebabkan oleh rendahnya kemampuan Pemecahan masalah siswa sehingga menjadi suatu masalah dalam pembelajaran matematika, oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Novick Berbantuan Media Geogebra Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Materi Persamaan Lingkaran di kelas XI SMA Negeri 1 Samalanga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Populasi dalam ini aalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Samalanga yang terdiri dari 6 kelas. Sampel yang diambil hanya 2 kelas yaitu XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 21 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dengan siswa berjumlah 23 orang. Sampel dipilih dengan cara acak. Data dianalisi dengan t-tes dan lembar observasi. Hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan α=0,05 diperoleh t-hitung > t-tabel (2,26 > 1,68), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajarkan melalui model pembelajaran Novick berbantuan media Geogebra lebih baik daripada yang diajarkan dengan model pembelajran konvensional. Perbedaan hasil tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas Xi IPA 1 sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Novick berbantuan Media Geogebra ( dan siswa kelas XI IPA 2 sebelum dan sesudah model konvensional (. Denagan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan model pembelajaran Novick berbantuan media Geogebra dan penggunaan pembelajaran konvensional.
THE IMPLEMENTATION OF THINK PAIRS WRITE TECHNIQUE TO IMPROVE THE STUDENTS WRITING DESCRIPTIVE TEXT (Classroom Action Research To the second year students of MTsN Bireuen) Misnar Misnar
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aimed to know implementing of Think Pairs Write Techniqe  Improve the Students Writing Descriptive Text to the second year students of MTsN Bireuen). From the title above, the researcher formulated the problem of this research are (1) How does Think  Pairs Write Technique improve the students writing descriptive text at the second year students of MTsN Bireuen. The researchwas done because the researcher found that most of the second year students of MTsN Bireuen especially in class VIII3 can not write english well, most of them have difficulty in finding the ideas in writing and they were not responsive in learning writing because the technique or writing that used by the teacher at that school were not effective and interactive. The research subject was the second year students of MTsN Bireuen of class VIII3. This class consisted of 28 students, the instruments of this research were test, observation sheet, quetionnaires, and field notes. The design of this research was  classroom action research that was done in two cycles. The result of test in the first cycle was 65,8. While in the second cycle total score was 77,7. The students were reached the criteria of success after being model of Think Pairs Write Technique. It was mean that TPW technique improve the students in writing descriptive text.
ANALISIS BAHASA CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU BERGEK Nurmina Nurmina; Nurul Aflah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan masyarakat dalam berinteraksi antara satu dengan lainnya. Di zaman yang canggih dan modern ini, bagi penyair atau pujangga, lagu merupakan salah satu media penyampaian bahasa yang paling bagus dalam menyampaikan informasi. Hal ini dikarenakan selain berupa informasi, lirik lagu yang bagus dapat menghibur masyarakat. Oleh karena itu, para pujangga berlomba-lomba menciptakan lirik lagu dengan berbagai bentuk dan warna musik yang modern. Bergek merupakan salah satu penyanyi lagu yang sangat terkenal di era sekarang ini yang berasal dari daerah Aceh. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Bergek memiliki keunikan dan kekhasan terutama dari segi lirik lagunya. Lirik lagu yang dinyanyikan menggunakan campur bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Aceh dalam ilmu bahasa dikenal dengan campur kode.Oleh karena itu lagu Bergek dikenal oleh semua kalangan di daerah Aceh mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.Karena ketenaran lagu tersebut, peneliti tertarik ingin mengkaji bahasa campur kode yang digunakan dalam lirik lagu Bergek tersebut secara mendalam, ilmiah, dan nyata dalam bentuk penelitian. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hermeneutik. Data yang diperlukan  dalam penelitian ini adalah lirik-lirik lagu yang memiliki bahasa-bahasa campur kode dalam lagu Bergek. Sumber data dalam penelitian ini adalah  lagu Bergek, sebanyak 5 lagu, yaitu 1) Goyang lagi, 2) Cinta Ka Meuri, 3) Gini Gitu, 4) Kau Kembali, dan,5) Bohate 3. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam 5 lagu lagu Bergek yang dianalisis ditemukan 21 data bahasa campur kode dengan 3 jenis campur kode, yaitu  18 data  campur kode ke dalam (inner code mixing), 1 campur kode ke luar (outer code mixing), dan 2  campur kode campuran (hybrid code mixing). Berdasarkan jumlah data tersebut, data yang paling dominan yang digunakan dalam lirik Lagu Bergek adalah bahasa campur kode ke dalam (inner code mixing), yaitu terdapat 18 data. 
MEMAHAM KESIAPAN BELAJAR ANAK MELALUI 7 PRINSIP PEMBELAJARAN PADA ANAK USIA DINI Fauziatul Halim
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan belajar merupakan fakta dan  dengan pahamnya orang tua serta pendidik mengenai teori kesiapan maka anak dapat meraih kemampuan holistik sesuai dengan tugas perkembangannya, menurut Seefelt & Wasik (2008 : 33) Kesiapan didefenisikan sebagai tersiapkan, terbekali, siap melakukan, langsung bertindak, atau menggunakan sesuatu. Tiga Teori besar yang biasanya menjelaskan kesiapan adalah : Teori maturationalist, behaviorist, dan constructivist, maturationist punya pemahaman bahwa kematangan sebagai dasar pertumbuhan, pertumbuhan, perkembangan dan pembelajaran merupakan buah dari hukum kematangan internal Gesel dalam Seefelt dan Wasik (2008).Pada Masa kanak-kanak inilah merupakan masa yang paling kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia baik segi fisik maupun emosi, dan kesiapan belajar merupakan langkah pondasi dibentuknya karakter anak dan akan terus berkembang serta akan melekat pada dirinya hingga dewasa, pada taman kanak-kanak perlu mulai diarahkan pada dasar-dasar kecakapan hidup awal seperti percaya diri, berani menonjolkan ide/gagasan, rasa estetika, bekerja dalam kelompok dan lain-lain. Pada Teori Maturasional oleh G. Stanley dan Gesell dalam Seefelt & Wasik (2008 : 34) maturasional adalah pertumbuhan bergerak maju melalui serangkaian tahapan yang tidak berubah, setiap tahapannya dicirikan oleh struktur organisme yang berbeda secara kualitatif dan pola interaksi yang berbeda secara kualitatif antara organisme dan lingkungannya dan pada keyakinan Aliran behaviorisme meyakini bahwa semua pengetahuan dan keterampilan berasal dari kesan indra, baik sebagai gagasan sederhana, manusia seperti halnya semua mamalia memiliki struktur netral bagi pembentukan asosiasi antara masukan (input) dan keluaran (output) indra. Kajian keyakinan ini dijelaskan mengenai sesuatu hal sederhana misalnya tentang berat atau ringannya ember berisi air dan yang kosong dapat dia dapatkan perbedaannya melalui indra yang dimilikinya, mencoba mengangkat ember berisi air dengan tangannya lalu mengeluh “ ini berat ….” Lalu mengangkat ember kosong tanpa diisi air lalu berseru “ini tidak berat…..lebih mudah untuk mengangkatnya”. Lalu dalam gagasan ini anak memperoleh stimulus- respon atau kebiasaan dan Lev Vygotsky (1896 – 1934) percaya bahwa perkembangan tidak bisa dijelaskan oleh faktor tunggal (Maturasionalist) atau faktor diluar individu (Behaviorisme) tapi bergantung pada interaksi pada dua faktor ini. Vygotsky berkeyakinan bahwa “ ciri dalam kesiapan belajar ialah belajar merupakan zona perkembangan proximal : perantara, artinya kesiapan belajar anak dapat dilihat jika anak dapat berinteraksi dengan orang orang dilingkungannya dan bekerja sama dengan teman sebaya, dengan memahami kesiapan belajar peserta didik dan melibatkan 7 komponen prinsip belajar anak usia dini yaitu (1).Children learn from direct experiences (Anak belajar dari pengalaman langsung) (2). Children Learn From Hands Of activities (Anak belajar melalui Aktifitas tubuh geraknya dan indera perasanya) (3). Children Learn from Present Time, Here and Now (Pikiran Anak-anak terikat pada kekinian, disini dan saat sekarang). (4). Children Learn Holistically From Whole to Part(anak-anak belajar secara holistik  dari keseluruhan menuju bagian-bagian kecilnya)(5). Children Learn By Implicitly Or Subconscious (Anak-anak belajar secara implisit melalui pemerolehan (dalam proses bawah sadar)) (6). Children Have Different Learning Style(Anak-anak memiliki gaya belajar yang berbeda) (7). Children Learn From Deductive Approaching to Inductive Approaching(anak-anak belajar dari yang umum ke khusus). Pengetahuan dan pemahaman pendidik mengenai kesiapan belajar anak dan prinsip belajar AUD diharapkan agar memberikan peluang yang baik bagi peserta didik untuk lebih mengembangkan potensi dan kecakapan mereka dimasa yang akan dating.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 NISAM PADA KONSEP FLUIDA STATIS Fatimah Fatimah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengembangan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Nisam pada konsep fluida statis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian quasi eksperimen. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI, sedangkan sampelnya diambil 1 kelas secara acak yaitu kelas XI/1. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini berupa tes pilihan ganda yang diberikan melalui pre-test dan post-test. Setelah data hasil tes terkumpul, selanjutnya data dianalisis data dengan menggunakan uji t yaitu tehnik paired sample t test dengan kriteria pengujiannya adalah “Terima Ho jika thitung < t(1-α) dan tolak Ho jika t mempunyai harga-harga lain pada db (N-1) = 29. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung sebesar 6,94 dan ttabel = 1,69 pada taraf signifikan 0,05 dengan db = 29. Dengan demikian thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis kerja (H1) diterima. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Nisam pada konsep fluida statis. Selain itu, dari perhitungan gain didapatkan rata-rata indeks gain sebesar 0,23. Hal ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar siswa SMK Negeri 1 Nisam pada konsep fluida statis melalui penerapan model pembelajaran Quantum Teaching.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA MATERI OPERASI ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUTA BLANG Husnidar Husnidar
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika siswa merupakan suatu masalah yang mendasar di SMP Negeri 1 Kuta Blang. Hal ini disebabkan karena siswa mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal yang disajikan. Dengan kata lain siswa kurang mampu mengkomunikasikan permasalahan yang diberikan kepadanya sehingga sulit mencari solusi dari persoalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model pembelajaran Think-Pair-Share pada materi operasi aljabar di kelas VIII SMPN 1 Kuta Blang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Kuta Blang yaitu 22 orang siswa semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 1 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang dan 2 orang siswa berkemampuan rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar tes, lembar observasi, wawancara dan catatan lapangan. Dari hasil tes akhir siklus 1 diperoleh data siswa yang mendapat skor > 65 sebesar 77,27%, sedangkan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti diperoleh persentase 86,67% dan terhadap kegiatan siswa diperoleh presentase 84,44%. Dengan demikian kriteria keberhasilan belajar siklus 1 belum tuntas. Maka peneliti melanjutkan tindakan siklus II. Dari hasil tes akhir siklus II diperoleh data siswa yang mendapat skor > 65 sebesar 86,36%, sedangkan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti diperoleh persentase 94,44% dan terhadap kegiatan siswa diperoleh presentase 92,22%.  Dengan demikian kriteria keberhasilan belajar dan proses pembelajaran siklus II sudah tuntas. Maka pembelajaran siklus II sudah mencapai target yang diharapkan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think-Pair-Share yang telah dilaksanakan di kelas VIII SMPN 1 Kuta Blang tahun pelajaran 2016/2017 dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi operasi aljabar.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI MEMAHAMI MANUSIA DALAM DINAMIKA INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN ALAM, SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI PADA KELAS IV SD NEGERI 1 JEUNIEB Ahmad Ahmad; Cut Sri Mentari
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi siswa kelas IV SD Negeri 1 Jeunieb pada pelajaran IPS materi memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi. Tujuan dalam penelitian untuk peningkatan komunikasi siswa dan aktivitas guru dan siswa dalam materi memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Jeunieb. Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1Jeunieb berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpalan data melalui tes lisan, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis kemampuan komunikasi, observasi. Hasil penelitian yang diperoleh pada tindakan I diperoleh 51,72% dan tindakan II diperoleh 82,76% mengalami peningkatan sebesar 31,04. Aktivitas belajar mengajar antara guru dan siswa telah berlangsung dengan baik. Hasil wawancara beberapa siswa diperoleh bahwa pembelajaran yang dilaksanakan mengggunakan pendekatan saintifik sudah sangat baik. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim No 5 (2017) No. 5 (2017) No 3 (2017): Edisi Khusus No. 3 (2017): Edisi Khusus Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 4, No 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim No. 2 (2015): Edisi Khusus Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim No 2 (2015): Edisi Khusus No 1 (2015): Edisi Khusus No. 1 (2015): Edisi Khusus Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim More Issue