cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 8 Documents clear
Pengaruh Sistem Zonasi Sekolah Terhadap Kebutuhan Angkutan Sekolah Bagi Pelajar SMA Ratna Agustina; Yuda Pratama
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.22-33

Abstract

ABSTRAKAngkutan sekolah memegang peranan penting dalam sistem transportasi perkotaan. Pemerintah Kota Bandung menyediakan fasilitas bus sekolah sebagai moda angkutan bagi pelajar. Mulai tahun ajaran 2017/2018 diberlakukan sistem zonasi sekolah untuk tingkat SMA Negeri dengan memprioritaskan pelajar yang memiliki jarak tempat tinggal dengan sekolah dalam radius 2 km sedangkan untuk tingkat SMK Negeri tidak memberlakukan sistem zonasi sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi pengaruh sistem zonasi sekolah terhadap kebutuhan angkutan sekolah bagi pelajar SMA yang memberlakukan zonasi sekolah dan pelajar SMK yang tidak memberlakukan zonasi sekolah. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi dan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dan crosstabs. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh sistem zonasi sekolah yang membuat kebutuhan angkutan sekolah menjadi berkurang yang dimana SMA Negeri yang memberlakukan sistem zonasi sekolah didominasi oleh pelajar SMA yang tidak membutuhkan bus sekolah sedangkan SMK Negeri yang tidak memberlakukan sistem zonasi sekolah didominasi oleh pelajar SMK yang membutuhkan bus sekolah.ABSTRACTScholl Transportation plays an important role in the urban transport system. The Bandung City Government provides school bus facilities as a mode of transportation for students. Starting from the 2017/2018 academic year, a school enrollment zoning system is implemented for high school level by prioritizing students who have a distance of residence from school within a radius of 2 km while for the State vocational high school level, the school zoning system does not apply. Therefore, it is necessary to identify the influence of the school zoning system on transportation needs for high school students who apply school zoning and vocational high school students who do not apply school zoning. Data collection in this study was obtained by observation and questionnaire. The analytical method used is descriptive case study and crosstabs. The results of this study show that there is an influence of the school zoning system that reduce the need for school bus which is where the senior high school that do apply a school zoning system are dominated by senior high school students who don’t need a school bus while vocational high school that do not apply a school zoning system are dominated by vocational high school students who need a school bus.
Prediksi Perubahan Kawasan Hutan Mangrove Menggunakan Model Cellular Automata Markov pada Citra Penginderaan Jauh Landsat (Studi Kasus: Kawasan Resort Bama, Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur) Soni Darmawan; Aprilia Claudia; Anggun Tridawati
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.57-72

Abstract

ABSTRACTTaman Nasional Baluran merupakan taman konservasi yang mengalami degradasi mangrove. Upaya restorasi mangrove perlu dilakukan untuk mendukung Peraturan Daerah pada Kabupaten Situbondo No 6 tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luasan perubahan kawasan hutan mangrove setiap tahun dan pada tahun prediksi. Penelitian ini menggunakan model terintegrasi Markov Chain danCellular Automata untuk menyimulasikan perubahan penggunaan lahan periode 2000 dan 2020 dan memprediksi penggunaan lahan mangrove periode 2030. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk menganalis penggunaan lahan melalui citra satelit Landsat (tahun 2000, 2010, dan 2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan lahan mangrove mengalami penurunan sebesar 0,5% pada tahun 2000 – 2010 dan mengalami peningkatan sebesar 3,5% pada tahun 2010-2020. Luasan mangrove terus mengalami peningkatan pada tahun 2020 – 2030 yaitu sebesar 9,3% atau 122 Ha. Penerapan model CA-Markov dalam memprediksi penutupan lahan menunjukan nilai kstandard 0,8 yang dapat diartikan bahwa pemodelan dapat diterima secara ilmiah. ABSTRAKTaman Nasional Baluran is a conservation park that is experiencing mangrove degradation. Mangrove restoration efforts need to be carried out to support the Regional Regulation of Situbondo Regency No. 6 of 2014. This study aims to calculate the extent of changes in mangrove forest areas every year and in the predicted year. This study used an integrated Markov Chain and Cellular Automata model to simulate land use change for the period 2000 and 2020 and predict mangrove land use for the period 2030. Remote sensing technology was used to analyze land use through Landsat satellite imagery (2000, 2010, and 2020). The results showed that mangrove land cover decreased by 0.5% in 2000 – 2010 and increased by 3.5% in 2010 – 2020. Mangrove area continues to increase in 2020 – 2030, which is 9.3% or 122 Ha. The application of the CA-Markov model to predict land cover shows a standard value of 0.8 which means that the modeling is scientifically accepted.
Analisa dan Business Process Redesign Divisi Pemasaran Maskapai Penerbangan XYZ R Budiraharjo; Shahnaz Alifia Mohamad; Anisa Nur Rahma; Fakhri Mochamad Azhar; Aldira Fitri Haniifah; Rini Rindiyani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.1-10

Abstract

ABSTRAKAktivitas layanan maskapai penerbangan setiap tahun semakin menarik perhatian masyarakat. Persaingan ketat untuk memberikan layanan terbaik dan harga terjangkau malalui berbagai promosi ditawarkan oleh berbagai maskapai penerbangan. Proses bisnis pemasaran yang dilakukan dengan baik tentu saja akan berdampak besar pada daya saing sebuah maskapai penerbangan. Proses bisnis pemasaran pada maskapai penerbangan XYZ masih belum sepnuhnya efisien dan belum mengimplementasikan teknologi terbaru. Hal ini berdampak terhadap daya saing maskapi penerbangan XYZ dalam menarik calon pelanggan. Penelitian ini melakukan analisa dan rancang ulang proses bisnis pada divisi pemasaran maskapai penerbangan XYZ untuk memperbaiki kinerja, efisiensi, efektivitas dan kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan dengan menggunakan pendekatan Business Process Redesign (BPR). Penelitian ini menggunakan notasi Business Process Model and Notation (BPMN) dalam menganalisa dan merancang ulang proses bisnis divisi pemasaran maskapai penerbangan XYZ.ABSTRACTAirline service activities are increasingly attracting public attention year after year. Fierce competition to provide the best services and affordable prices is undertaken by airlines through various promotions. A proper marketing business process will have a significant impact on the competitiveness of an airline. The marketing business process at XYZ airline is still not fully efficient and has not implemented the latest technology. This has an impact on the competitiveness of airline XYZ in attracting prospective customers. This study analyzes and redesigns the process business of the marketing division of XYZ airline to improve its performance by increasing efficiency, effectiveness and its adaptability to changes by using Business Process Redesign (BPR) approach. This study uses the Business Process Model and Notation (BPMN) in analyzing and redesigning the business process of the XYZ airline marketing division.
Penerapan Konsep Kota Cerdas di SWK Ujungberung, Kota Bandung Marisa Latifah Alamsyah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.73-84

Abstract

ABSTRAKSWK Ujungberung memiliki visi pembangunan sundapolis yang hal ini merupakan sebuah upaya dari pelesatarian budaya lokal dalam mengembangkan sebuah kawasan. Namun saat ini, menjadi sebuah tantangan dalam mempertahankan SWK Ujungberung untuk menjalankan fungsi kawasan sundapolis jika melihat perkembangan pada era smart city. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sinergi hubungan budaya dan konsep smart city di SWK Ujungberung yang memiliki tema sundapolis. Penelitian ini menggunakan metode SWOT, lalu disandingkan dengan konsep di luar negeri sebagai preseden dari strategi penanganan permasalahan dan persoalan yang ada. Memiliki pertumbuhan permukiman yang mempengaruhi SDM juga semakin berpotensi untuk dapat mempertahankan kawasan desa wisata budaya dan tematik sundapolis yang ada, tetapi dapat menjadikan persoalan dikarenakan dibutuhkannya RTH yang cukup untuk mengatasi hal tersebut. Penerapan ''Low Traffic Neighbourhoods'' dengan membatasi volume lalu lintas motor di jalan perumahan menggunakan pada SWK Ujungberung, akan membuat jalan di mana pejalan kaki dapat menggunakan lebih banyak jalur lalu lintas.ABSTRACTSWK Ujungberung has a vision of Sundapolis development which is an effort of preserving local culture in developing an area. But now, it is a challenge to maintain the Ujungberung SWK to carry out the functions of the Sundapolis area if you look at the developments in the smart city era. The purpose of this study was to determine the synergy of cultural relations and the concept of a smart city at SWK Ujungberung which has a Sundapolis theme. This study uses the SWOT method, then juxtaposed with the concept abroad as a precedent for the strategy for dealing with existing problems and problems. Having settlement growth that affects human resources also has the potential to be able to maintain the existing Sundapolis cultural and thematic tourism village area, but can cause problems because sufficient green space is needed to overcome this. The implementation of ''Low Traffic Neighborhoods'' by limiting the volume of motor traffic on residential roads using the Ujungberung SWK, will create roads where pedestrians can use more traffic lanes.
Urea-Formaldehid Konsentrat Sebagai Bahan Baku Resin Urea-Formaldehid Dila Athariqa; Selvi Mayangsari Oktapia; Dicky Dermawan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.11-21

Abstract

ABSTRAKPanel kayu merupakan produk yang terbuat dari bahan kayu yang direkatkan dengan menggunakan resin, bahan perekat yang digunakan dalam produksi kayu lapis merupakan resin urea-formaldehid (UF). Resin UF adalah resin thermosetting yang terbuat dari urea dan formaldehid yang akan mengeras jika dipanaskan dan dapat dicetak ulang. Pada penelitian ini, pembuatan resin UF menggunakan bahan baku dari Urea Formaldehyde Concentrate (UFC). Tujuan dari penelitian ini mempelajari pengaruh perubahan sifat dan kinerja resin UF dari UFC, pengaruh rasio molar pada tahap metilolasi dan kondensasi, dan menguji efektivitas resin UF melalui aplikasi pembuatan panel kayu dengan cara menguji Internal Bonding (IB) Strength dan emisi formaldehid. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa pembuatan resin UF dengan bahan baku UFC memiliki gel time yang lebih panjang sehingga menurunkan IB Strength, dan free formaldehyde yang rendah sehingga emisi formaldehid akan menurun dibandingkan dengan nilai IB Strength maupun emisi formaldehid dari resin UF dari urea dan formaldehid.ABSTRACTWood panel are a product made of a wood inggriidients glued together by using resin. The main adhesive used in plywood production is urea-formaldehyde resin (UF). UF resin is a thermosetting resin made from urea and formaldehyde, where this resin to be hardened if heated and reprinted. The purpose of this research is affects changes in properties and performance from UF resin made from UFC, effects of molar ratio at the metylolation and condentation stage, and tests the effectiveness of UF resin with a wooden paneling application by testing Internal Bonding (IB) Strength, and formaldehyde emission. According to this research it has been obtained that UF resin with UFC material has a lengthly gel time therefor lower IB Strength value, and low free formaldehyde so that formaldehyde emission will decreased when compared with IB Strength value as well as formaldehyde emissions from UF resin with urea and formaldehyde materials.
Adsorpsi Gas H2S dengan Karbon Aktif dari Tempurung Buah Nipah Teraktivasi Natrium Hidroksida Dhau Aprilia Hakim; Theresia Evila Purwanti Sri Rahayu; Ayu - Pramita; Devi Fitriana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.85-95

Abstract

ABSTRAK Industri pengolahan ikan memegang peranan penting dalam perekonomian Cilacap namun disisi lain industri ini juga menyumbangkan dampak negatif terhadap kualitas udara lingkungan karena menghasilkan bau yang mengganggu. Bau tersebut berasal dari limbah atau sisa pengolahan ikan yang tidak dikelola dengan baik. Salah satu gas penyebab bau tersebut adalah gas hidrogen sulfida (H2S) yang dihasilkan dari proses penguraian protein didalam limbah ikan. Limbah ikan yang dibuang begitu saja dapat menjadikan bibit penyakit bagi masyarakat yang disebabkan dari gas H2S karena terjadi proses penguraian protein didalam limbah ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan karbon aktif dari tempurung nipah dalam menjerap gas H2S yang terkandung dalam limbah ikan dalam besaran penurunan konsentrasi H2S ????Δ???????? dan dengan variabel berupa jumlah adsorben 20, 30, dan 40 gram. Gas H2S dari limbah ikan diadsorpsi menggunakan karbon aktif dari tempurung buah nipah teraktivasi NaOH dalam suatu rangkaian alat adsorpsi dengan kolom berisi karbon aktif dan dilengkapi dengan kolom larutan penjerap gas limbah ikan yakni larutan kadmium asetat di bagian sebelum dam setelah kolom adsorpsi. Penentuan konsentrasi gas H2S yang terjerap dalam karbon aktif dilakukan dengan metode titrimetri yakni titrasi iodometri pada larutan kadmium asetat. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar H2S pada limbah ikan dengan jumlah adsorben 20, 30, dan 40 gram masing-masing adalah 33,497 ppm (71,15%), 33,452 ppm (71,05%), dan 34,381 ppm (73,03%). ABSTRACTThe fish processing industry plays an important role in the Cilacap economy, but on the other hand this also contributes negatively to environmental air quality because it produces a disturbing odor. The smell comes from waste or fish processing residue that is not managed properly. One of the gases that causes the odor is hydrogen sulfide (H2S) gas which is produced from protein decomposition process in fish waste. Fish waste that is thrown away can cause disease for the community caused by H2S gas because there is a process of protein decomposition in fish waste. This study aims to test the ability of activated carbon from nipah shells to absorb H2S gas contained in fish waste in the parameter amount of decreasing H2S concentration (ΔC) and with variables amount of adsorbent which are 20, 30, and 40 grams. H2S gas from fish waste is adsorbed using activated carbon from NaOH activated nipah shell in a series of adsorption devices with a column containing activated carbon and equipped with a column of fish waste gas absorbing solution, namely cadmium acetate solution in the section before and after the adsorption column. Determination of the concentration of H2S gas adsorbed in activated carbon was by the titrimetric method, namely iodometric titration in cadmium acetate solution. The results showed a decrease in H2S levels in fish waste with adsorbents of 20, 30, and 40 grams respectively 33,497 ppm (71.15%), 33,452 ppm (71.05%), and 34.381 ppm (73.03%) .
Usulan Strategi Mitigasi Risiko Aktivitas Proses Bisnis Dengan Menggunakan Metode House of Risk Di PT. Coppal Ayu Zeka Ginianti; Hendang Setyo Rukmi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.34-44

Abstract

ABSTRAKPT. Coppal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang moulding, jig and fixture, general component dan die casting. PT. Coppal dalam menjalankan aktivitas proses bisnisnya berpotensi menimbulkan berbagai risiko yang berbeda jenis, dampak, dan frekuensinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan usulan strategi mitigasi untuk risiko yang menjadi prioritas dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR) untuk meminimasi dampak yang dapat merugikan perusahaan. Hasil yang diperoleh untuk HOR Fase I proses plan sebanyak 27 risk agent, proses source 24 risk agent, proses make 45 risk agent, proses deliver 21 risk agent, dan proses return 14 risk agent. Sedangkan hasil yang diperoleh untuk HOR Fase II proses plan sebanyak 7 usulan, proses source 10 usulan, proses make 14 usulan, proses deliver 7 usulan, dan proses return 9 usulan.ABSTRACTPT. Coppal is a company engaged in molding, jig and fixture, general component and die casting. PT. Coppal in carrying out its business process activities has the potential to pose various risks of different types, impacts, and frequencies. This research was conducted to identify risks and propose mitigation strategies for priority risks using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) and House of Risk (HOR) methods to minimize the impact that could harm the company. The results obtained for HOR Phase I are 27 risk agents in the plan process, 24 risk agents source processes, 45 risk agents make processes, 21 risk agents deliver processes, and 14 risk agents return processes. While the results obtained for HOR Phase II are 7 proposed, source process 10 proposed, process make 14 proposed, process deliver 7 proposed, and process return 9 proposed.
Kajian Beban Pencemar dan Daya Tampung Beban Pencemar Air di Daerah Aliran Sungai Siak Monalisa Hasibuan; Kori Cahyono; Saberina Hasibuan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.45-56

Abstract

ABSTRAKSungai merupakan sumber air alami yang sangat bermanfaat bagi manusia untuk pertanian, perikanan, sumber tenaga listrik, industri navigasi, air minum. Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak di Provinsi Riau terbentang dari hulu melintasi wilayah administrasi Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, bagian tengah Kota Pekanbaru sampai ke hilir Kabupaten Siak. Permasalahan klasik di DAS Siak, peningkatan beban pencemaran perairan diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk dan industri. Tujuan penelitian adalah menganalisa data Pemantauan Kualitas Air (PKA) Sungai Siak tahun 2016-2020, memperoleh hasil Perhitungan Indeks Pencemar dan Beban Pencemar untuk memperoleh informasi kualitas air di DAS Siak. Hasil penelitian kualitas air lokasi PKA DAS Siak adalah tercemar ringan kelas 2 dengan parameter yang mendominasi adalah BOD, Fecal Coliform dan Total Coliform. Beban pencemar dan daya tampung beban pencemar berdasarkan indeks maksimum pada musim kemarau dan musim hujan, parameter BOD dan Total Coliform yang melampaui daya tampung BM BOD dan Total Coliform. ABSTRACTRivers are the natural sources of water that are very useful for humans for agriculture, fisheries, sources of electricity, navigation industry, drinking water. The siak watershed (DAS) in Riau Province stretches from upstream across the administrative area of Rokan Hulu regency, Kampar regency, the central part of Pekanbaru city to the downstream of Siak regency. The classic problem in the Siak watershed is an increase in the burden of water pollution which is basically caused by population, and industrial growth. The purpose of the study was to analyze the water quality monitoring (PKA) data for the siak river in 2016-2020 to obtain the results of the calculation of the pollutant index, and pollutant load so as to obtain information on water quality in the siak watershed. The result of the research is that the water quality of the Siak watershed PKA location is lightly polluted class 2 with the dominant parameters being BOD, Fecal Coliform, and Total Coliform. Pollutant load, and pollutant load capacity based on the maximum index in the dry season, and rainy season, there are BOD and Total Coliform parameters that exceed the BM BOD and Total Coliform capacity.

Page 1 of 1 | Total Record : 8