cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Good Governance
ISSN : 14124246     EISSN : 26548240     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Good Governance (GG) is a scientific journal which publishes original articles on the most recent knowledge, researches, or applied researches and other development in fields of academic practitioners to discuss about public administrations and policies.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2021): September" : 5 Documents clear
EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT OLEH PUSKESMAS DI KABUPATEN MANGGARAI Yusuf Hariyoko; Yanuarius Dolfianto Jehaut; Adi Susiantoro
Jurnal Good Governance Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v17i2.346

Abstract

Puskesmas adalah organisasi pemberi layanan keseshatan yang ada di semua daerah. Peran Puskesmas sangat penting untuk memberikan layanan kesehatan, dengan memberikan penanganan pada pasien dan sosialisasi untuk masyarakat. Efektifitas dalam mencapai tujuan tersebut perlu mempertimbangkan berbagai aspek yang penting dan merupakan sebuah proses. Penelitian ini bersifat kualitatif yang berusaha untuk melihat masalah dengan mendalam. Hasil dan temuan dari penelitian ini dilihat dalam sudut pandang proses dalam sistem layanan kesehatan terdiri dari tahapan input sudah berjalan dengan baik, segi proses masih perlu perbaikan dalam sosialisasi, output masih perlu ditingkatkan, dan produktifitas masih rendah dan memiliki catatan perbaiki. Selain hal tersebut ada faktor sarana dan prasarana masih belum memuaskan pengguna layanan serta kinerja pegawai masih kurang dilihat dari minimnya motivasi dan kurangnya integritas.Kata Kunci: efektifitas, layanan kesehatan, Puskesmas
DAMPAK PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Muhammad Rizki
Jurnal Good Governance Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v17i2.335

Abstract

Tingkat kemiskinan Indonesia pada periode 2012-2019 mengalami tren menurun. Pada Desember 2019, corona virus ditemukan pada manusia dan menyebabkan penyakit Covid-19 menyebar ke seluruh dunia. Indonesia kemudian menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka upaya pencegahan penularan dan penanganan Covid-19. Kondisi ini menimbulkan konsekuensi berhentinya aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Perekonomian nasional yang menurun akan berdampak pada peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan. Kebijakan Pemerintah yang dilakukan pada tahun 2020 adalah menerapkan program PEN terbagi kedalam 6 sektor yaitu, sektor kesehatan, sektor perlindungan sosial, sektor dukungan sektoral K/L & Pemda, sektor insentif usaha, sektor dukungan kepada UMKM, dan sektor pembiayaan korporasi. Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk membahas dampak program PEN pada sektor perlindungan sosial terhadap kemiskinan berdasarkan hasil pengamatan dari beberapa sumber. Hasil peneliitian menunjukan bahwa program penanganan pandemi telah direalisasikan dan berdampak, ditunjukan pada sedikitnya jumlah peningkatan persentase penduduk miskin pada masa pandemi. Namun, pemerintah perlu untuk meningkatkan efektivitas bantuan sosial karena masih sangat diperlukan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama rumah tangga miskin, dalam situasi saat ini.Kata Kunci: bantuan pemerintah; perlindungan sosial; kemiskinan
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM (STUDI KASUS DI KAWASAN CAGAR ALAM WAIGEO BARAT, KABUPATEN RAJA AMPAT, PROPINSI PAPUA BARAT) Agung Setyabudi
Jurnal Good Governance Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v17i2.337

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan menentukan model pemberdayaan masyarakat kampung Saporkren sebagai daerah penyangga Kawasan Suaka Alam (KSA) berupa Kawasan Cagar Alam Waigeo Barat di Kabupaten Raja Ampat, Propinsi Papua Barat. Mengingat Cagar Alam dengan keterbatasan akses pemanfaatannya, maka model ini akan membentuk sinergi atau “symbiosis mutualism” (saling menguntungkan) antara masyarakat dengan keberadaan Cagar Alam dimaksud. Beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dan diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat di daerah penyangga antara lain aspek target masyarakat yang diberdayakan, tingkat keterlibatannya serta strategi dalam pendekatannya.  Elemen masyakat yang menjadi target pemberdayaannya adalah masyarakat yang mata pencahariannya sebanyak 58% dari kegiatan merambah kawasan untuk bertani, berburu satwa liar, menebang pohon di dalam kawasan untuk dijual kayunya (illegal logging); masyarakat dengan tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimilikinya rendah serta kesejahteraannya berada di bawah garis kemiskinan.Bentuk keterlibatan masyarakat kampung Saporkren dalam pemberdayaan masyarakat utamanya adalah kemauan. Sebanyak 90,9% masyarakat mempunyai kemauan untuk  dilibatkan dalam  usaha  kegiatan pemberdayaannya untuk meningkatkan ekonominya.Untuk melakukan pendekatan kelompok dalam pemberdayaan masyarakat Kampung Saporkren harus dianalisa dengan beberapa metode pendekatan (Rapid Rural Appraisal/RRA, Participatory Rapid Appraisal/PRA, Focus Group Discussion/FGD, Participatory Learning and Action/PLA). Berdasarkan hasil Analisa metode yang cocok digunakan adalah metode PRA (Participatory Rapid Appraisal) yg dicirikan dengan langsung melibatkan masyarakat untuk mempelajari kondisi dan kehidupan kampung dari, dengan, dan oleh masyarakat, meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka tentang kondisi dan kehidupan kampung.Terdapat beberapa jenis kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu pemberdayaan masyarakat yang berbasis lahan hutan antara lain agroforestry, tumpang sari, hutan kemasyarakatan, hutan rakyat dan sebagainya dan yang berbasis non lahan hutan antara lain penangkaran satwa, pemanfaatan hasil hutan, ekowisata dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian jenis kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis non lahan dengan pola usaha ekowisata sesuai dengan potensi sumber daya alam yang dimilikinya yaitu: wisata bahari (snorkling/diving), wisata pengamatan burung Cenderawasih, pengelolaan homestay, wisata pantai dan persewaan peralatan snorkling/diving serta perahu/speedboat. Komitmen dan pendampingan para pihak yaitu pengelola Kawasan (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat dan para mitra (Fauna dan Flora Indonesia serta Conservation Internatioanal Indonesia) serta Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat mutlak diperlukan dalam mengelola usaha bidang ekowisata dengan mempertimbangkan daya dukungnya, mulai perencanaan, kelembagaan, monitoring dan evaluasi serta pemenuhan sarana prasarananya. Peningkatan kapasitas masyarakat Saporkren dalam berbahasa Inggris, pengenalan jenis flora dan fauna, manajemen homestay dan persewaan amenities serta informasi teknologi (IT) merupakan tanggung jawab para pihak untuk kemandirian usahanya.Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, daerah penyangga, cagar alam, ekowisata.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KUALITAS PENGELOLAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK BASIS LAYANAN PADA KEMENTERIAN/LEMBAGA R. Erman Jaya Kusuma
Jurnal Good Governance Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v17i2.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris dengan mendeskripsikan seberapa besar pengaruh, baik secara sendiri-sendiri (parsial) atau bersama-sama, pemahaman SDM satker terhadap pengaruh penetapan jenis dan tarif atas jenis PNBP, pengaruh pengajuan persetujuan penggunaan dana PNBP, pemanfaatan sistem informasi teknologi (sistem IT), dan kompetensi/kualitas SDM, terhadap kualitas laporan PNBP.  Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data primer menggunakan Analisa Structural Equation Model (SEM) dengan Smart-PLS dengan rancangan model structural, diagram jalur, dan model pengukuran. Data ordinal yang diisi oleh 100 responden satker Kementerian/Lembaga yang mengelola PNBP lainya, dengan daftar pernyataan sebanyak 44 item. ). Model ekuasi dan hasil uji statistiknya:  Y = γ1 X1 + γ2 X2 + γ3 X3 + γ4 X4 + e  Hasil penelitian menunjukan secara simultan seluruh 4 (empat) variabel bebas berpengaruh terhadap kualitas pengelolaan PNBP yang tercermin dalam Laporan PNBP. Secara parsial seluruh variabel bebas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap akurasi kualitas pengelolaan PNBPKata Kunci: Undang-Undang No.9 Tahun 2018, Kepatuhan, Jenis dan Tarif PNBP, Pengunaan Dana PNBP, Sistem Informasi Teknologi, Kompetensi SDM, Evaluasi, Pembinaan DJA
ANALISIS HUBUNGAN GOOD GOVERNANCE DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2013-2019 Widjanarko Widjanarko
Jurnal Good Governance Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v17i2.340

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan enam  varaibel  Tatakelola Pemerintahan Yang Baik ( Good Governance ) terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel tersebut antara lain : 1) kebebasaan berpendapat dan tanggungjawab ( Voice and Accountablity), 2) Stabilitas Politik dan Rendahnya Tingkat Intensitas Tindak Kekerasan/Teror (Political Stability and Absence of Violence), 3) Efektivitas Pemerintahan  (Government  Effectiveness),  4)  Kualitas Peraturan  Perundang  Undangan  (  Regulatory Quality ), 5) Supremasi Hukum (Rule of Law ); 6)   Kontrol Korupsi ( Control Coruption). Kajian ini menggunakan  metode  regresi  data  panel  (Random Effect) dengan   5 purposive sample negara  yang pertumbuhan ekonominya relatif tinggi. Negara tersebut yaitu : 1)    Vietnam, 2)Singapura, 3)Thailand; 4)Mayasia, 5)  Indonesia. Hasil  kajian menunjukkan bahwa dua varibel yaitu : 1)Kebebasan berpendapat dan tanggung jawab   dan 2) Kestabilan Politik, berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi.Kata Kunci : Tatakelelola Pemerintahan yang Baik; Pertumbuhan Ekonomi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5