cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dewaruci@isi-ska.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Nomor 19, Kentingan, Jebres, Surakarta 57126, Indonesia.
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdi Seni
ISSN : 20871759     EISSN : 27232468     DOI : 10.33153
urnal Abdi Seni memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dalam bidang seni. Cakupan jurnal Abdi Seni memiliki ranah keilmuan di bidang seni rupa dan desain ataupun seni pertunjukan (Tari, Karawitan, Pedalangan, Teater, Etnomusikologi, dll), yang mampu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat serta menambah literasi dalam berkesenian.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
Pelatihan Pengembangan Sistem Informasi Dan Promosi Rintisan Desa Wisata Kembang Sari Kabupaten Temanggung Agus Heru Setiawan
Abdi Seni Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.934 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v10i1.3036

Abstract

AbstrakKemajuan teknologi informasi dan komunikasi, dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi kepariwisataan desa Kembangsari ke pihak luar. Untuk mewujudkannya, program Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik ISI Surakarta bekerjasama dengan Karang Taruna desa Kembangsari mengadakan pelatihan bagi anggota Karang Taruna desa tersebut untuk mengembangkan rintisan sistem informasi dan promosi desa Kembangsari secara online dan dilakukan secara mandiri. Target capaian kegiatan adalah rancangan website desa serta profil desa yang menjadi materi pengisi website desa yang dicapai melalui pelatihan pembuatan photostory dan pelatihan jurnalistik program softnews, serta pelatihan pembuatan rancangan website. Hasil dari pelatihan ini, sekaligus digunakan untuk memberikan dukungan rencana pengembangan desa Kembangsari sebagai desa wisata pada awal tahun 2019. Melalui sistem informasi dan promosi desa yang dikembangkan, akses untuk megetahui berbagai potensi kepariwisataan desa, terutama keberagaman seni tradisi yang ada di desa Kembangsari, dapat dengan mudah diakses oleh para calon wisatawan.Kata kunci: Sistem informasi dan promosi, pelatihan, Kembangsari, desa wisata. AbstractThe development of information technologies gives opportunities to promote  village tourism and increase its potential to prospective customers. To realize this perspective, the Kembangsari village Karang  Taruna  (local  youth  organization),  together  with  Indonesian  Institute  of  Art  Surakarta through its thematic community service (Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik) program, held a workshop to train the Kembangsari village youth to develop their village information and promotion online system. The workshop objective was to develop the Kembangsari village profile visualisation and to launch a village website. This was achieved through development of a photostory, softnews program and website design trainings.  The training outputs provide support to the Kembangsari village government plan to  develop Kembangsari as a tourism village in 2019. Through this village information and promotion system, the diversity of Kembangsari village arts, for instance, of their traditional performances, can be easily accessed and promoted to their prospective customers.Keywords: information and promotion system, tourism village, workshop, Kembangsari village.
Merawat Potensi Seni Budaya Melalui Inovasi Seni Tradisi Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Dwi Wahyudiarto
Abdi Seni Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.305 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v10i1.3032

Abstract

Abstrak Merawat Potensi Seni Budaya Melalui Inovasi Seni Tradisi di Purbosari, Kec. Ngadirejo, Kab. Temanggung. merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam  menghidupkan seni tradisi. Laku kreatif dengan aktifitas budaya adalah satu cara dalam merawat agar tradisi tetap hadir, hidup dan menghidupi generasi jamannya. Program ini dilakukan dalam upaya mengingkatkan dan mengembangkan kualitas seni tradisi sebagai potensi budaya lokal. Sinergitas antara masyarakat sebagai pemilik budaya, dan akademisi sebagai penggerak dan pendorong kemajuan budaya, akan menghasilkan kemampuan kreatif bagi pelaku seni di Purbosari. Pemberdayakan masyarakat Purbosari dilakukan dengan menggunakan model Partisipatory Action Research (PAR), dalam model ini kegiatan diawali dengan penelitian, FGD berkait dengan seni tradisi, serta tindakan dalam memberikan inovasi terhadap seni tradisi di Purbosari. Program ini dilakukan melalui pelatihan, kolaborasi, dialog, maupun pentas bersama. Program yang dilakukan selama enam bulan ini merupakan langkah nyata dalam mendinamisasikan kehidupan seni budaya di masyarakat.Kata Kunci: Inovasi, Seni Tradisi, Pemberdayan Masyarakat. AbstractCaring for the potential of  Art- Culture through traditional art innovation at Purbosari, Ngadirejo, Temanggung. is a community empowerment program in reviving traditional arts. Creative behavior with cultural activities is one way of caring for traditions to remain present, live and support the generation of their era. This program is carried out in an effort to improve and develop the quality of traditional arts as a potential of local culture. Synergy between the community as the owner of culture, and academics as the activator and driver of cultural progress, will produce creative abilities for the performers of art in Purbosari. Purbosari community empowerment is done by using the Participatory Action Research (PAR) model, in this model the activity begins with research, Focused Group Discussion  is related to traditional arts, and actions in providing innovation to traditional arts in Purbosari. This program is carried out through training, collaboration, dialogue, and joint performances. The program, which has been carried out for six months, is a concrete step in moving dynamic  the life of art and culture in society.Keywords: innovation, traditional art, community empowerment.
Posdaya Berbasis Seni Rakyat Bagi Masyarakat Desa Gedegan, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung Isa Ansari
Abdi Seni Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2187.388 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v10i1.3033

Abstract

AbstrakTujuan dan sasaran spesifik dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat seni tradisional yang mengarah pada identitas desa dan memperkuat kapasitas organisasi masyarakat (Karang Taruna) di Desa Gedegan, Kabupaten Tlogomulyo melalui kesenian tradisional. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi kelompok pemuda baik yang bersifat administratif maupun yang dimaksudkan untuk memperkuat keterampilan masyarakat dalam seni tradisi. Program yang ditawarkan melalui kegiatan ini adalah Posdaya Berbasis Seni Rakyat untuk Komunitas Desa Gedegan, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Tema besar itu kemudian diterjemahkan ke dalam tema-tema kecil yang menjadi program-program PPM Tematik, termasuk pengelolaan kelompok pemuda untuk memelihara kesenian tradisi, pelatihan wayang orang, dan strategi untuk mengembangkan seni tradisi. Program-program ini dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam memelihara dan mengembangkan seni tradisional.Kata kunci: Posdaya, partisipatif, dan seni tradisi. AbstractThe specific objective and target of this activity is to strengthen traditional arts that lead to village identity  and  strengthen  the  capacity  of  community  organizations  (Karang  Taruna)  in  Gedegan Village, Tlogomulyo District through traditional arts. To achieve the objectives,  the method used is a participatory method by conducting training and mentoring for youth groups both administrative and intended to strengthen community skills in traditional arts. The program offered through this activity is the People’s Arts-Based Posdaya for the Gedegan Village Community, Tlogomulyo District, Temanggung  Regency.  The  big  theme  was  then  translated  into  small  themes  which  became  the programs of the Thematic PPM, including the management of youth clubs to maintain traditional arts, wayang orang training, and the strategies to development traditional arts. These programs are carried out by inviting people to be actively involved in maintaining and developing traditional arts.Keyword: traditional arts, participatory method, wayang orang.
Peningkatan Apresiasi Seni Dan Budaya Masyarakat Dalam Upaya Mewujudkan Desa Mergowati Sebagai Desa Wisata Soemaryatmi Soemaryatmi
Abdi Seni Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4849.856 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v10i1.3034

Abstract

AbstrakPeningkatan Apresiasi Seni Dan Budaya Masyarakat  Dalam Upaya Mewujudkan Desa Mergowati  Sebagai Desa Wisata, merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Mergowati terhadap potensi seni budaya yang dimiliki untuk dijadikan industri wisata. Mergowati adalah wilayah pedesaan yang memiliki lingkungan alam yang sejuk asri, dan pemandangan yang indah serta kehidupan sosial  masyarakat yang ramah dan penuh kekeluargaan. Desa Mergowati memiliki sejarah yang menarik, didukung dengan situs-situs peninggalan Kerajaan Mataram dan memiliki seni budaya serta kerajinan tangan terbuat dari bambu. Metode apresiasi dengan pendekatan aplikatif dan dengan meminjam pemikiran Alfian tentang kreatif, digunakan untuk membahas bagaimana  meningkatkan apresiasi seni tradisional masyarakat Desa Mergowati, dan bagaimana meningkatkan kreativitas pengrajin  anyaman  bambu. PPM Tematik di Desa Mergowati kali ini difokuskan pada peningkatan apresiasi seni tradisioal,  workshop pemanfaatan bambu untuk cinderamata, dan mengapresiasi tradisi budaya (Grebeg Gunung Boto). Hasil kegiatan dapat disampaikan sebagai berikut, (1) Pelatihan seni tradisional Tari Kuda Lumping, Tari Kreasi Baru: Tari Rigen, Tari Kupu-Kupu, Tari Merak, Tembang Mocopat, Tembang Dolanan. (2) Workshop pemanfaatan bambu: Lampu Hias, Pot Gerabah Hias, Gantungan Kunci. Diharapkan muncul kegiatan yang bernuansa ekonomi kreatif.Keywords. Apresiasi,  Seni, Mergowati, Wisata. AbstractIncreasing the Appreciation of Arts and Culture in the Community Efforts to Realize Mergowati  as a Tourism Village, is an activity in order to increase the awareness of the Mergowati people  to the potential of the arts and culture they have to make into the tourism industry. Mergowati is a rural area which has a cool natural environment, beautiful scenery and social life that is friendly and full of family. Mergowati village has an interesting history, supported by sites of the kingdom of Mataram and has cultural and handicraft made from bamboo. The appreciation method, with an applicative approach and by borrowing Alfian’s thoughts about creative, is used to discuss how to increase the appreciation  of  traditional  art  from  the  people  of  Mergowati  Village,  and  how  to  increase  the creativity of woven bamboo craftsmen. Thematic PPM in Mergowati Village this time is focused on increasing  appreciation  of  traditional  art,  workshops  on  the  use  of  bamboo  for  souvenirs,  and appreciating cultural traditions (Grebeg Gunung Boto). The results of the activities can be delivered as  follows,  (1)  Traditional  arts  training  on  Kuda  Lumping  Dance,  New Creative  Dance:  Rigen Dance, Kupu Kupu Dance, Merak Dance, Mocopat Song, Dolanan Song. (2) Workshop on the use of bamboo: Decorative lamps, decorative pottery pots, key chains. It is hoped that creative economic activities will emerge.Keywords: Appreciation, Art, Mergowati, Tourism  
Pemberdayaan Potensi Seni Masyarakat Desa Caruban Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Sukesi Sukesi
Abdi Seni Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6081.633 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v10i1.3035

Abstract

AbstrakPengembangan  Potensi  Seni  Masyarakat  Desa  Caruban,  Kecamatan  Kandangan,  Kabupaten Temanggung adalah salah satu program pengabdian pada masyarakat tematik yang bertujuan untuk mengembangkan potensi seni yang dimiliki suatu daerah. Program pengabdian ini dilatar belakangi oleh potensi desa tersebut terutama potensi seninya, dan juga sosial masyarakat yang berkembang tetapi belum ada suatu arahan yang tersetruktur. Desa Caruban, Kecamatan Kandangan Kabupaten temanggung, adalah salah satu desa yang memiliki berbagai potensi yang berkembang antara lain karawitan, tari, pedalangan dan didukung geliat sosial masyarakat dan pemuda desa. Tujuan pengabdian ini adalah mengatasi permasalahan mitra yang terjadi di lapangan, diantaranya adalah kurangnya tenaga pelatih yang memiliki kemampuan praktis dan akademis, untuk menjelaskan dan menciptakan bentuk kesenian baru sebagai alternatif garapan, maupun pembangun karakter bagi siswa-siswa di sekolah dan masyarakat umum. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan dengan cara pelatihan secara langsung maupun apresiasi bentuk kesenian melalui rekaman audio-visual yang berguna sebagai penambah pengetahuan serta pemacu semangat berkesenian, sekaligus sebagai tawaran terhadap bentuk baru dalam berkesenian yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian masyarakat  Desa  Caruban, Kecamatan,  Kandangan  Kabupaten  Temanggung.  Adapun  hasil luaran dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah pementasan drama tari, karawitan, pengenalan wayang dan membuat desain bank sampah.Kata kunci: Desa Caruban Potensi Kesenian, Drama tari, Pengenalan Wayang, Bank Sampah. AbstractThe  Development  of  Community Art  Potential  in  Caruban  Village,  Kandangan,  Temanggung  is one of the service programs for thematic communities that aims to develop the artistic potential of an area.  This service  program is motivated  by the  potential of the  village, especially  its artistic potential, and also the social community that develops but there is no structured direction yet. Caruban  is  one  of  the  villages  that  has  a  variety  of  developing  potentials  including  karawitan, dance, puppetry and supported by social and community stretching of village youth. The purpose of this service is to overcome the problems of partners that occur in the field, including the lack of trainers who have practical and academic abilities, to explain and create new forms of art as an alternative claim, as well as character building for students in schools and the general public. This dedication method is  carried out by providing training by means  of hands-on training and appreciation  of  the  art  form  through  audio-visual  recordings  that  are  useful  as  an  addition  to knowledge  and  stimulating  enthusiasm  for  the  arts,  as  well  as  an  offer  for  new  forms  of  art  in accordance  with  the  needs  and  personalities  of  the  people  of  Caruban  . The  outputs  from  the community service program are staging dance dramas, musical performances, introducing puppets and making garbage bank designs.Keywords: Caruban Village Artistic Potential, Dance Drama, Puppet Introduction, Garbage Bank.
Pengembangan Potensi Masyarakat Melalui Industri Kreatif Sebagai Rintisan Desa Wisata di Desa Kundisari, Kedu, Temanggung Basnendar Herryprilosadoso
Abdi Seni Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3221.123 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v10i1.3031

Abstract

AbstrakDesa Kundisari merupakan salah satu daerah yang berada di Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung Proinsi Jawa Tengah yang memiliki beragam potensi di bidang kesenian yang terdiri dari 4 (empat) potensi, yaitu kesenian kuda lumping, gerabah, seni musik dangdut, sholawatan dan rebana. Selain potensi seninya dengan permukaan wilayahnya dengan dataran tinggi sangat berpotensial dijadikan destinasi pariwisata. Prioritas permasalahan yang ada, yaitu : 1) Metode pendampingan dalam pengembangan dan pengelolaan seni kerajinan berbasis bambu dan batik eco print sebagai cinderamata (souvenir); 2) Metode pendampingan dalam pengembangan dan pengelolaan manajemen sumber daya manusia untuk menyusun rintisan desa wisata kreatif; dan 3) Metode pendampingan dalam pengembangan untuk perancangan Environment Graphic Design. Tahapan dan proses pengabdian kepada masyarakat tematik ini terdiri dari 3 (tiga) tahapan besar, yaitu : Tahapan Identifikasi Masalah (Envisioning Phase), Tahapan Perencanaan (Planning Phase),  dan  Tahapan  Desain/Rancangan  (Developing  Phase)  dengan  melalui  teknis  pelatihan, pendampingan, dan workshop bagi warga masyarakat Desa Kundisari.Sinergitas pihak kampus dan akademisi dalam mendukung program pelatihan kepada masyarakat dalam rangka pengembangan potensi desa di bidang industri kreatif sangat diperlukan, khususnya pelatihan teknologi tepat guna yang nantinya bisa langsung diterapkan oleh warga masyarakat desa.Kata kunci: Potensi Desa, Pelatihan Kerajinan, Industri Kreatif, Desa Wisata Kundisari. AbstractKundisari Village is one of the areas in Kedu, Temanggung , Central Java Province which has a variety of potentials in the arts consisting of 4 (four) potentials, namely kuda lumping , pottery, dangdut music art, sholawatan and tambourine. In addition to its artistic potential with the surface of its territory with a plateau is very potential to be a tourism destination.Priority problems that exist, namely: 1) Methods of assistance in the development and management of bamboo and batik- based  handicraft  arts  as  souvenirs  (souvenirs);  2)  Assistance  methods  in  the  development  and management  of  human  resource  management  to  develop  creative  tourism  village  pilot  projects; and 3) Assistance methods in development for designing Environmental Graphic Design. The stages and process of dedication to this thematic community consists of 3 (three) major stages, namely: the Phase of Identification Problems (Envisioning Phase), the Planning Phase (Planning Phase), and the Design / Design Stages through the technical training, mentoring, and workshops for residents of the Kundisari. Synergy between the campus and academics in supporting training programs for the community in the context of developing village potential in the field of creative industries is very much needed, especially training in appropriate technology which can later be directly applied by villagers.Keywords: Village Potential, Handicraft Training, Creative Industries, Kundisari Tourism Village

Page 1 of 1 | Total Record : 6