cover
Contact Name
pramesti
Contact Email
fadesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fadesti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa
ISSN : 20870795     EISSN : 26220652     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The main focus of this journal is to promote global discussion forums and interdisciplinary exchanges among academics, practitioners and researchers of visual arts and visual culture. Series will encourage practice and research innovation that focuses on visual arts and visual culture, contributing to a better understanding of the highly dynamic development of dynamic theories, practices and discourses of visual art and visual culture.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2017)" : 12 Documents clear
IDIOM ESTETIKA DALAM HIPEREALITAS IKLAN ROKOK Alfian, Tristan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.984 KB) | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2107

Abstract

Pembuatan iklan rokok bertujuan untuk menyampaikan pesan dan wacana citra atau brand produk rokok. Bukan hal mudah untuk memunculkan ide kreatif dalam sebuah iklan rokok mengingat peraturan iklan rokok semakin ketat. Idiom estetika yaitu Pastiche, Parodi, Kitsch, Camp, dan Skizofrenia yang terkandung dalam iklan rokok menimbulkan konsep-konsep estetik sebagai model pemuatan makna-makna pada pesan iklan yang disampaikan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia pada masyarakat menengah bawah lebih tertarik pada iklan rokok yang mengandung idiom parodi dibandingkan dengan idiom-idiom yang lain. Parodi merupakan fenomena sederhana yang diangkat dari kehidupan masyarakat, sehingga menghibur dan mudah dipahami. Sedangkan untuk masyarakat kelas menengah atas lebih tertarik pada iklan yang mengekploitasi objek laki-laki yang berwibawa, gagah, dan elegan. Analisis yang digunakan adalah teori estetika dan semiotika Roland Barthes. Iklan rokok merupakan wacana hiperealitas yang mereproduksi objek-objek tidak nyata. Penampakan objek-objek dalam iklan rokok berbaur dan melebur dengan fantasi, fiksi, dan  halusinasi. Idiom-idiom estetika dalam iklan rokok tersebut mengakibatkan keindahan konsep visual yang mempunyai implikasi kepada masyarakat sebagai konsumen.Kata kunci: iklan, idiom estetika, hiperealias, rokokCigarette advertising aims to convey the message and the discourse of the image or brand of cigarette products. It is not an easy thing to come up with a creative idea in a cigarette advertisement considering that cigarette advertising rules are getting tougher. The five aesthetic idioms, namely Pastiche, Parody, Kitsch, Camp, and Schizophrenia contained in cigarette advertisements give rise to aesthetic concepts as models of loading meanings on advertised advertising messages. The results of the study show that Indonesian in lower-middle-class society is more interested in cigarette advertisement containing parody idiom compared to other idioms. Parody is a simple phenomenon that is lifted from the life of society, so it is entertaining and easy to understand. Meanwhile, the upper middle class society is more interested in advertisement that exploits the object of men who are authoritative, handsome, and elegant. The analysis used in this research is the theory of aesthetics and semiotics Roland Barthes. Cigarette advertisement is a discourse of hyperreality that reproduces unreal objects. The appearance of objects in cigarette advertisements blends in with fantasy, fiction, and hallucinations. The aesthetic idioms in cigarette advertisements result in the beauty of visual concepts that have implications for society as consumers.Keywords: advertising, aesthetic idiom, hyper reality, cigarettes
CITA-CITA SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Fiyanto, Arif
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.032 KB) | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2115

Abstract

ABSTRAK Saya mengalami kegelisahan terkait dengan cita-cita hidup bahagia saat ini. Hal tersebut menjadi kekhawatiran saya secara pribadi untuk lebih semangat dalam merancang kehidupan bahagia di masa yang akan datang. Oleh sebab itu cita-cita hidup bahagia menjadi dorongan terbesar dalam proses penciptaan karya ini. Berdasarkan  beberapa definisi terkait dengan judul, saya menyimpulkan bahwa sebuah cita-cita merupakan keinginan fantasi, tentang harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran, berasal dari dalam diri sendiri maupun itu pengaruh lingkungan sekitar, yang ingin dicapai. Sesuatu yang diimpikan, dibayangkan, didesain berisi arahan tentang apa yang harus dikerjakan dan merupakan kunci dalam mencapai kebahagiaan dalam kesempurnaan.Tujuan studi penciptaan ini adalah merepresentasikan tentang fantasi cita-cita hidup bahagia yang saya inginkan kelak ke dalam bahasa metafor visual pada seni lukis. Manfaat yang diharapkan, melalui seni lukis yang saya ciptakan, bisa dipahami pesan moral yang ingin disampaikan kepada orang lain yang mengamatinya. Bentuk sebagai metafor visual dalam studi penciptaan seni lukis ini yaitu bentuk yang bernuansa  imajinatif, naratif, dan simbolis.  Berupa kehidupan figur-figur imaginatif manusia, boneka dengan gaya personal, binatang dan tetumbuhan, rumah dan awan-awan, sehingga secara satu-kesatuan karya ciptaan bernuansa imajinatif, naratif dan simbolis. Kata kunci: seni lukis, cita-cita    ABSTRACT I am experiencing anxiety associated with the ideals of a happy life today. It becomes my personal concern for more zeal in designing a happy life in the future. Therefore the ideals of a happy life become the biggest impetus in the process of creating this work. Based on several definitions related to the title, I conclude that a goal is a fantasy desire, about the hopes and goals that are always present in the mind, coming from within itself as well as the influence of the surrounding environment, to be achieved. Something dreamed, imagined, designed to contain direction about what to do and is the key to achieving happiness in perfection.The purpose of this study of creation is to represent the fantasy ideals of the happy life I want later into the visual metaphor language of painting. The expected benefits, through the art of painting that I created, can be understood moral messages to be conveyed to others who observe it. The form as a visual metaphor in the study of the creation of painting is a form that nuanced imaginative, narrative, and symbolic. It is the life of human imaginative figures, dolls with personal styles, animals and plants, homes and clouds, so that one-piece unity of creation is imaginative, narrative and symbolic. Keywords: painting, ideals
MURAL SEBAGAI MEDIA BRANDING TAMAN SATWA TARU JURUG Sukirno, S.,
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.706 KB) | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2110

Abstract

Objek wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) merupakan salah satu tempat wisata dengan konsep wisata alam yang menjadi salah satu objek wisata andalan di Kota Surakarta. Sebagai penyumbang PAD terbesar dari sector pariwisata, Taman Satwa Taru Jurug mempunyai banyak persoalan. Jumlah pengunjung TSTJ dari tahun 2003 mengalami penurunan. Kondisi fisik dan fasilitas yang tidak terawatt merupakan salah satu penyebab menurunnya jumlah wisatawan. Oleh karena itu penting kiranya melakukan PPM yang mengangkat citra TSTJ menjadi taman wisata yang bersih, yaitu dengan membuat mural di tempat-tempat yang terbengkalai agar tidak terkesan kumuh.Studi pendahuluan dalam PPM ini dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi pustaka/ dokumen dan wawancara kepada pihak terkait. Setelah data terkumpul kemudian di analisis menggunakan metode SWOT.Hasil dari analisis tersebut yang menjadi dasar program kegiatan dalam PPM ini, yaitu mural sebagai media branding Taman Satwa Taru Jurug”. Kata kunci: TSTJ, SWOT, Mural
FENOMENA MARITIM INDONESIA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Dardiri, Thoriq Bidar; Gozali, Amir
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.752 KB) | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2112

Abstract

ABSTRAKBerbagai fenomena maritim Indonesia akhir-akhir ini cukup menarik perhatian untuk dibicarakan, hingga diangkat menjadi tema penciptaan karya seni lukis. Hal-hal tentang kemerosotan dunia maritim Indonesia sebenarnya harus menjadi kegelisahan bersama bangsa ini. Berangkat dari pemikiran tersebut, diciptakanlah karya-karya seni lukis dengan tema Fenomena Maritim Indonesia, dengan harapan bahwa pewacanaan persoalan kemaritiman Indonesia dewasa ini dengan media seni lukis  dapat menjadi salah satu bentuk peran serta dalam pencarian solusi masah terkait. Wujud media wacana seni lukis ini dikemas dengan menggunakan kaidah-kaidah penciptaan karya seni lukis pada umumnya yang dieksplorasi dengan karakter dan teknik pribadi.Kata kunci: maritim, Indonesia, seni lukis ABSTRACTVarious maritime phenomena of Indonesia lately enough to attract attention to be discussed, until it was appointed as the theme of the creation of painting. Things about the decline of the Indonesian maritime world should actually be anxiety with this nation. Departing from that thought, created works of art painting with the theme of Maritime Phenomenon of Indonesia, with the hope that the present maritime issues magazine with the media of painting can be one form of participation in the search for related solutions. The form of media of painting discourse is packed by using the rules of creation of paintings in general are explored with character and personal techniques.Keywords: maritime, Indonesia, painting
STUDI PENCIPTAAN LAMPION ROTAN LORO BLONYO SEBAGAI ELEMEN ESTETIK INTERIOR Syamsiar, S.,; Isnanta, Satriana Didiek
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.911 KB) | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2113

Abstract

ABSTRAKStudi penciptaan, lampion rotan Loro blonyo sebagai elemen estetik interior ini merupakan penelitian terapan. Peneltian ini dilakukan berdasarkan pada perkembangan aplikasi lampion dan patung loro blonyo yang telah berubah fungsi dari sakral menjadi profan. Lampion dan Patung Loro Blonyo yang pada awalnya digunakan sebagai elemen ritual telah terkomodifikasi menjadi benda bernilai estetis dan ekonomis.Pemilihan materi rotan sebagai medium pembuat lampion dipilih dalam penelitian ini karena karakter lampion yang sangat luwis sehingga mudah dalam proses pembentukkannya, sedangkan pemilihan patung loro blonyo karena salah satu produk budaya Jawa yang sampai sekarang masih dikenal masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah riset etik dan emik yang menjadi dasar penbuatan produk lampion rotan loro blonyo.Luaran studi penciptaan ini direncanakan dalam bentuk artikel untuk jurnal ilmiah dan prototype lampion rotan loro blonyo dan akan dipamerkan ke public sebagai bentuk pertanggung jawaban atas hasil penelitian yang telah dilakukan. Kata kunci: lampion, rotan, loro blonyo, elemen interior.  ABSTRACTStudies creation, wicker lanterns Loroblonyo as interior aesthetic element is an applied research. This study is based on the development of applications Loroblonyo lanterns and sculptures that have changed the function of the sacred into the profane. Lanterns and sculpture Loroblonyo that was originally used as a ritual element has been commodified into valuable objects aesthetically and economically.Selection of rattan material as medium lantern maker chosen in this study because of the character of the lanterns very luwis so easy in the process pembentukkannya, while the statue Loroblonyo election for one of the products of Javanese culture, which is still known to the public.The method used is research ethics and EMIC the basis penbuatan lanterns rattan products Loroblonyo.Outcome studies of this creation is planned in the form of articles for scientific journals and wicker lanterns Loroblonyo prototype and will be exhibited to the public as a form of accountability for the results of research that has been done. Keywords: lantern, rattan, Loroblonyo interior elements.
PERILAKU BURUK MANUSIA DALAM HAL KEMUNAFIKAN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Hasan, H.,
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.632 KB) | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2114

Abstract

ABSTRAK Laporan penciptaan yang disusun dengan judul “Perilaku Buruk Manusia Dalam Hal Kemunafikan Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis” ini dilatar belakangi oleh permasalahan-permasalahan yang kaitannya dengan segala bentuk atau representasi perilaku munafik manusia dalam kehidupan sosial yang terjadi di Negeri ini, maupun di belahan Bumi yang lain. Tujuan dari laporan penciptaan ini adalah memahami dan mendalami tentang tema kemudian memvisualisasikan tentang ide dasar dan menciptakan metafor dalam karya seni lukis terkait dengan judul yang diangkat.Untuk mewujudkan ide tersebut secara deskripsi diawali dari latar belakang karya, pembicaraan rujukan, tujuan dan manfaat, gagasan, garapan, bentuk karya, dan media. Selanjutnya dilakukan metode proses penciptaan karyanya dengan menggunakan tahapan-tahapan di antaranya adalah: pra penciptaan, teknik yang digunakan, dan penciptaan. Hasil dari studi penciptaan seni lukis ini adalah karya seni lukis yang mampu merepresentasikan kemunafikan manusia. Kata kunci: seni lukis, manusia, munafik.    ABSTRACT The creation report that was written under the title of "Bad Man Behavior in Hypocrisy as the Idea of Creation of Paintings" is based on problems related to all forms or representations of hypocrisy of human behavior in social life occurring in this country or in the hemisphere another. The purpose of this creation report is to understand and explore the theme then to visualize the basic idea and to create a metaphor in painting related to the title that is raised. To realize the idea in description begins from the background of the work, referral talks, goals and benefits, ideas, arable, forms of work, and the media. Furthermore, the method of creating the process of his work by using the stages of which are: pre-creation, techniques used, and creation. The result of the study of the creation of painting is a work of art that can represent the hypocrisy of humans.Keywords: painting, human, hypocrite. 
IDIOM ESTETIKA DALAM HIPEREALITAS IKLAN ROKOK Alfian, Tristan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2107

Abstract

Pembuatan iklan rokok bertujuan untuk menyampaikan pesan dan wacana citra atau brand produk rokok. Bukan hal mudah untuk memunculkan ide kreatif dalam sebuah iklan rokok mengingat peraturan iklan rokok semakin ketat. Idiom estetika yaitu Pastiche, Parodi, Kitsch, Camp, dan Skizofrenia yang terkandung dalam iklan rokok menimbulkan konsep-konsep estetik sebagai model pemuatan makna-makna pada pesan iklan yang disampaikan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia pada masyarakat menengah bawah lebih tertarik pada iklan rokok yang mengandung idiom parodi dibandingkan dengan idiom-idiom yang lain. Parodi merupakan fenomena sederhana yang diangkat dari kehidupan masyarakat, sehingga menghibur dan mudah dipahami. Sedangkan untuk masyarakat kelas menengah atas lebih tertarik pada iklan yang mengekploitasi objek laki-laki yang berwibawa, gagah, dan elegan. Analisis yang digunakan adalah teori estetika dan semiotika Roland Barthes. Iklan rokok merupakan wacana hiperealitas yang mereproduksi objek-objek tidak nyata. Penampakan objek-objek dalam iklan rokok berbaur dan melebur dengan fantasi, fiksi, dan  halusinasi. Idiom-idiom estetika dalam iklan rokok tersebut mengakibatkan keindahan konsep visual yang mempunyai implikasi kepada masyarakat sebagai konsumen.Kata kunci: iklan, idiom estetika, hiperealias, rokokCigarette advertising aims to convey the message and the discourse of the image or brand of cigarette products. It is not an easy thing to come up with a creative idea in a cigarette advertisement considering that cigarette advertising rules are getting tougher. The five aesthetic idioms, namely Pastiche, Parody, Kitsch, Camp, and Schizophrenia contained in cigarette advertisements give rise to aesthetic concepts as models of loading meanings on advertised advertising messages. The results of the study show that Indonesian in lower-middle-class society is more interested in cigarette advertisement containing parody idiom compared to other idioms. Parody is a simple phenomenon that is lifted from the life of society, so it is entertaining and easy to understand. Meanwhile, the upper middle class society is more interested in advertisement that exploits the object of men who are authoritative, handsome, and elegant. The analysis used in this research is the theory of aesthetics and semiotics Roland Barthes. Cigarette advertisement is a discourse of hyperreality that reproduces unreal objects. The appearance of objects in cigarette advertisements blends in with fantasy, fiction, and hallucinations. The aesthetic idioms in cigarette advertisements result in the beauty of visual concepts that have implications for society as consumers.Keywords: advertising, aesthetic idiom, hyper reality, cigarettes
MURAL SEBAGAI MEDIA BRANDING TAMAN SATWA TARU JURUG Sukirno, S.,
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2110

Abstract

Objek wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) merupakan salah satu tempat wisata dengan konsep wisata alam yang menjadi salah satu objek wisata andalan di Kota Surakarta. Sebagai penyumbang PAD terbesar dari sector pariwisata, Taman Satwa Taru Jurug mempunyai banyak persoalan. Jumlah pengunjung TSTJ dari tahun 2003 mengalami penurunan. Kondisi fisik dan fasilitas yang tidak terawatt merupakan salah satu penyebab menurunnya jumlah wisatawan. Oleh karena itu penting kiranya melakukan PPM yang mengangkat citra TSTJ menjadi taman wisata yang bersih, yaitu dengan membuat mural di tempat-tempat yang terbengkalai agar tidak terkesan kumuh.Studi pendahuluan dalam PPM ini dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi pustaka/ dokumen dan wawancara kepada pihak terkait. Setelah data terkumpul kemudian di analisis menggunakan metode SWOT.Hasil dari analisis tersebut yang menjadi dasar program kegiatan dalam PPM ini, yaitu mural sebagai media branding Taman Satwa Taru Jurug”. Kata kunci: TSTJ, SWOT, Mural
FENOMENA MARITIM INDONESIA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Dardiri, Thoriq Bidar; Gozali, Amir
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2112

Abstract

ABSTRAKBerbagai fenomena maritim Indonesia akhir-akhir ini cukup menarik perhatian untuk dibicarakan, hingga diangkat menjadi tema penciptaan karya seni lukis. Hal-hal tentang kemerosotan dunia maritim Indonesia sebenarnya harus menjadi kegelisahan bersama bangsa ini. Berangkat dari pemikiran tersebut, diciptakanlah karya-karya seni lukis dengan tema Fenomena Maritim Indonesia, dengan harapan bahwa pewacanaan persoalan kemaritiman Indonesia dewasa ini dengan media seni lukis  dapat menjadi salah satu bentuk peran serta dalam pencarian solusi masah terkait. Wujud media wacana seni lukis ini dikemas dengan menggunakan kaidah-kaidah penciptaan karya seni lukis pada umumnya yang dieksplorasi dengan karakter dan teknik pribadi.Kata kunci: maritim, Indonesia, seni lukis ABSTRACTVarious maritime phenomena of Indonesia lately enough to attract attention to be discussed, until it was appointed as the theme of the creation of painting. Things about the decline of the Indonesian maritime world should actually be anxiety with this nation. Departing from that thought, created works of art painting with the theme of Maritime Phenomenon of Indonesia, with the hope that the present maritime issues magazine with the media of painting can be one form of participation in the search for related solutions. The form of media of painting discourse is packed by using the rules of creation of paintings in general are explored with character and personal techniques.Keywords: maritime, Indonesia, painting
STUDI PENCIPTAAN LAMPION ROTAN LORO BLONYO SEBAGAI ELEMEN ESTETIK INTERIOR Syamsiar, S.,; Isnanta, Satriana Didiek
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v9i1.2113

Abstract

ABSTRAKStudi penciptaan, lampion rotan Loro blonyo sebagai elemen estetik interior ini merupakan penelitian terapan. Peneltian ini dilakukan berdasarkan pada perkembangan aplikasi lampion dan patung loro blonyo yang telah berubah fungsi dari sakral menjadi profan. Lampion dan Patung Loro Blonyo yang pada awalnya digunakan sebagai elemen ritual telah terkomodifikasi menjadi benda bernilai estetis dan ekonomis.Pemilihan materi rotan sebagai medium pembuat lampion dipilih dalam penelitian ini karena karakter lampion yang sangat luwis sehingga mudah dalam proses pembentukkannya, sedangkan pemilihan patung loro blonyo karena salah satu produk budaya Jawa yang sampai sekarang masih dikenal masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah riset etik dan emik yang menjadi dasar penbuatan produk lampion rotan loro blonyo.Luaran studi penciptaan ini direncanakan dalam bentuk artikel untuk jurnal ilmiah dan prototype lampion rotan loro blonyo dan akan dipamerkan ke public sebagai bentuk pertanggung jawaban atas hasil penelitian yang telah dilakukan. Kata kunci: lampion, rotan, loro blonyo, elemen interior.  ABSTRACTStudies creation, wicker lanterns Loroblonyo as interior aesthetic element is an applied research. This study is based on the development of applications Loroblonyo lanterns and sculptures that have changed the function of the sacred into the profane. Lanterns and sculpture Loroblonyo that was originally used as a ritual element has been commodified into valuable objects aesthetically and economically.Selection of rattan material as medium lantern maker chosen in this study because of the character of the lanterns very luwis so easy in the process pembentukkannya, while the statue Loroblonyo election for one of the products of Javanese culture, which is still known to the public.The method used is research ethics and EMIC the basis penbuatan lanterns rattan products Loroblonyo.Outcome studies of this creation is planned in the form of articles for scientific journals and wicker lanterns Loroblonyo prototype and will be exhibited to the public as a form of accountability for the results of research that has been done. Keywords: lantern, rattan, Loroblonyo interior elements.

Page 1 of 2 | Total Record : 12