cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
REINTERPRETASI SIMBOL BATIK DEMAK afrizal afrizal
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1815.512 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2469

Abstract

ABSTRAK Artikel ini ingin menginterpretasi kembali simbol batik Demak yang menurut sejarahnya telah hilang selama ratusan tahun. Demak sebagai sebuah kerajaan Islam pertama, disamping pusat kebudayaan Jawa yang Islami, tentulah pada masanya menjadi kiblat budaya dengan berbagai hasil kebudayaan. Salah satu hasil budaya yang ada di Demak yaitu batik. Konteks penelitian ini memandang batik Demak sebagai sebuah bentuk budaya (cultural form), yakni artifak yang berisikan wacana representasi diri yang dikerangkai aspek ideografis penggagasnya dan budaya yang melahirkannya. Wacana ini tercermin melalui bentuk atau sosok obyek tersebut serta makna yang tersirat.Batik Demak yang dianggap merupakan warisan budaya yang ada di Demak sejak ratusan tahun silam. Seiring perkembangan jaman batik Demak pernah menghilang karena tergerus oleh jaman.Yang kemudian pada tahun 2006 batik Demak dimunculkan kembali. Hal tersebut pastilah memotong tali sejarah tentang makna dan fungsi batik Demak pada jaman dahulu. Kecenderungan kini, batik Demak hadir saat masing-masing daerah di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Tengah sedang menggalakkan batik dengan motif khas daerah. Sehingga reinterpretasi simbol yang muncul adalah sebagai strategi branding atau pencitraan sebuah daerah. Pemaknaan simbol batik tidak benar-benar merepresentasikan pola kehidupan masyarakat Demak seperti yang terwujud dalam lima motif khas Demak.Kata kunci : Batik Demak, Reinterpretasi, SimbolABSTRACTThis article reinterprets the symbol of Demak batik which has historically been lost for hundreds of years. Demak, as the first Islamic empire, besides the center of Islamic Javanese culture, certainly at its time became a cultural mecca with various cultural results. One of the cultural results in Demak is batik. The context of this study views Demak batik as a cultural form, namely an artifact containing the discourse of self-representation strung together with the ideographic aspects of the initiator and the culture that gave birth to it. This discourse is reflected through the shape or figure of the object and the implicit meaning. Batik Demak which is considered as a cultural heritage in Demak since hundreds of years ago. Along with the development of the era of batik Demak never disappeared because it was eroded by the times. Then in 2006 Demak batik was reappeared. This must have cut the history of the meaning and function of Demak batik in ancient times. Current trends, Demak batik is present when each region in the Indonesian region, especially Central Java, is promoting batik with regional motifs. So that the reinterpretation of symbols that emerge is as a branding strategy or imaging of an area. The meaning of the batik symbol does not really represent the pattern of life of the Demak people as manifested in the five typical Demak motifs.Keywords: Batik Demak, Reinterprets, symbol
BATIK TULIS KONTEMPORER DI DESA KLIWONAN, KECAMATAN MASARAN, KABUPATEN SRAGEN Lilia Puji Cahyaningrum
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.946 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2474

Abstract

ABSTRAKJudul penelitian adalah “Batik Tulis Kontemporer di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Konsep perancangan batik tulis kontemporer yang meliputi bahan, fungsi, dan teknik pelaksanaan; dan (2) Bagaimana upaya pengembangan batik tulis kontemporer di desa Kliwonan. Pendekatan yang digunakan berdasarkan pendapat Nanang Rizali mengenai aspek-aspek yang dipertimbangkan dalam merancang tekstil, meliputi: bahan, fungsi, teknik pelaksanaan, dan daya tarik. Strategi Penelitian yang diterapkan cenderung bersifat dekskriptif dengan sampling bersifat purposive sampling. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif dan digunakan berdasarkan informasi dari berbagai narasumber, dokumen, peristiwa dan karya batik. Berbagai teknik pengumpulan data digunakan termasuk wawancara, observasi, dan mengkaji dokumen. Validitas data yang digunakan ialah teknik triangulasi sumber data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Batik tulis kontemporer yang diproduksi di daerah Kliwonan didorong oleh masyarakat serta permintaan pasar. Batik sebagai mata pencaharian sambilan yang dianggap menjadi salah satu sandaran hidup bagi sebagian masyarakat Kliwonan dirasa harus diperbaiki dari berbagai aspek demi kelangsungan eksistensi batik tulis di Kliwonan. Konsep perancangan batik tulis kontemporer Kliwonan terdiri dari beberapa aspek, yaitu: bahan, kegunaan, dan teknik pelaksanaan yang selalu dikembangkan agar mendapat kebaruan. Upaya mengembangkan batik tulis kontemporer dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal. Pihak perusahaan/internal dalam berupaya mengembangkan produk adalah menentukan kualitas dalam material, tenaga ahli, engineering design, dan daya tarik. Upaya eksternal adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sragen.Kata Kunci: Batik Tulis, Kliwonan, Sragen ABSTRACT Research title is “Written (hand drawn) Batik Contemporary in the Village Kliwonan of Sragen Regency.” This research aimed to describe: (1) The concept of write batik contemporary design which includes materials, functionality and implementation techniques; and (2) How does the development efforts of written batik contemporary in the village Kliwonan. The approach used by Nanang Rizali opinion regarding aspects to be considered in designing textile covers, material, function, implementation techniques, and appeal. The strategy applied research tends to be descriptive with sampling is purposive sampling. Data collected was qualitative and used information from various informants, document, events and batik work. Various data collection techniques used includes interviews, observation, and reviewing documents. The validity of the data used triangulation technique is that triangulation of data sources. Data analysis techniques in this research were using an interactive model. The results of the study are as follows: Written Batik contemporary produced in the region Kliwonan is driven by the community and the market demand. Batik as livelihood sideline which is considered to be one of the rests of life for some people Kliwonan felt should be improved from various aspects for the sake of the continued existence of batik in Kliwonan. The design concept of written batik contemporary Kliwonan consists of several aspects such as materials, usability, and implementation techniques are always being developed in order to get novelty. Efforts to develop of write batik contemporary conducted by internal and external parties. The company / internal strives to develop products is to determine the quality of the material, experts, engineering design, and appeal. External support the efforts of the Government of Sragen.Keywords: Written Batik, Kliwonan, Sragen
PEMANFAATAN GAMBAR WAYANG BEBER PADA PRODUK KREATIF GUNA MENINGKATKAN KECINTAAN MASYARAKAT TERHADAP PRODUK DAN BUDAYA LOKAL bening tri suwasono; Asto Adi Sugiharjanto
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3772.826 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2470

Abstract

ABSTRAKWayang beber adalah produk budaya asli Nusantara yang berasal dari Jawa, namun keberadaannya saat ini kurang mendapat tempat di hati masyarakat , oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mempopulerkan kembali wayang beber, yaitu dengan memanfaatkan gambar wayang beber yang di aplikasikan pada produk-produk kreatif seperti t-shirt, tote bag, dan sepatu. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah menumbuhkan serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk kreatif lokal dan budaya lokal (wayang beber). Sedangkan target khusus yang ingin dicapai yaitu mempopulerkan kembali gambar wayang beber dengan cara mengaplikasikannya pada produk kreatif berupa t-shirt, tote bag, dan sepatu. Metode yang digunakan untuk mencapai target tersebut adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif, gambar-gambar wayang beber sebagai obyek kajiannya, lewat studi pustaka, observasi serta wawancara, gambar-gambar tersebut dipelajari, diamati dan diolah sedemikian rupa lalu di aplikasikan pada produk-produk kreatif tersebut di atas dengan teknik lukis, sablon, dan digital printing. Dengan menambahkan elemen hias berupa wayang beber pada produk kreatif tersebut diharapkan menambah nilai jual produk tersebut, juga akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa kita sebenarnya memiliki budaya asli yang unik dan tidak kalah dengan budaya bangsa lain, dan juga mendorong masyarakat untuk mencintai produk dan budaya lokal sendiri.Kata kunci: Gambar wayang beber, produk kreatif, budaya lokal. ABSTRACTAn abstranct is a brief summary of a research article, thesis, review, conference proceeding or any-depth analysis of a particular subject or disipline, and is often used to help the reader quickly ascertain the paper purposes. When used, an abstract always appears at the beginning of a manuscript or typescript, acting as the point-of-entry for any given academic paper or patent application. Absatrcting and indexing services for various academic discipline are aimed at compiling a body of literature for that particular subject. Abstract length varies by discipline and publisher requirements. Abstracts are typically sectioned logically as an overview of what appears in the paper.Keywords: content, formatting, article.
PEMANFAATAN SISA PRODUKSI RECOVER JOK MOBIL SEBAGAI MATERIAL DALAM PERANCANGAN TAS UNTUK WANITA DEWASA Mei Renawati
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.155 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2475

Abstract

ABSTRAKPermasalahan dalam perancangan ini bagaimana merancang produk tas wanita dewasa dengan memanfaatkan sisa produksi recover jok mobil. Permasalahan tersebut terutama teknik yang dapat diolah agar tercipta visual yang menarik, mengingat material yang digunakan berukuran tidak besar. Tujuan penggarapan proyek ini penting, mengingat kurangnya upaya pemanfaatan sisa produksi recover jok berupa kulit imitasi yang masih dapat dijadikan produk yang memiliki nilai guna dan ekonomis. Perancangan ini menghasilkan produk tekstil berupa tas untuk wanita dewasa dengan teknik tekstil anyaman. Anyaman yang digunakan berupa anyaman turunan dengan olah motif sendiri. Proyek perancangan ini diharapkan menghasilkan produk tas wanita yang unik, menarik, serta sesuai untuk wanita dewasa. Metode penciptaan yang digunakan, yaitu: pertama mencari data visual tentang pengembangan produk dari sisa produksi recover jok mobil. Kedua, mencari data dari literatur dan research sebelumnya memperkuat proses di atas, maka dilakukan pengumpulan data, baik data pustaka maupun visual dan studi proses produksi.Kata Kunci : tas wanita, anyaman ABSTRACTThe problem of the design is how to design women’s bag utilizing the remainder of car seat recover production. The problem concerns on how to create visually attractive design considering the size of the material which is not adequate. The crucial thing in this project is the lack of effort in using the remainder of recovers car seat production in the form of imitation leather which still has economical value. The design produces textile product such as women bag which is made using plaiting technique. The webbing technique used is in the form of derivatives webbing using the designer’s pattern. This project is expected to produce an attractive unique appropriate handbag for women. The method of creation used was finding visual data on the product development of the remainder of the car seat production. The next method was finding data from the literature and the previous research. The process of the research was data collecting (library research and visual data) and study of production.Keywords : woman bag, woven
PERANCANGAN MOTIF BATIK CAP UNTUK KAIN SERAGAM TEA HOUSE BALE BRANTI Nur Aini Lailia
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.481 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2477

Abstract

ABSTRAKSeragam merupakan identitas dan motif pada Seragam juga merupakan suatu cerminan / identitas sebuah perusahaan, identitas yang berarti memiliki sebuah ciri khas dan juga karakter serta dapat menyampaikan tujuan dari sebuah instansi sehingga busana tersebut dapat memberi kesan sebuah instansi terhadap pihak luar. teknik cap adalah teknik yang digunakan dalam pembuatan kain yang bersifat masal yang menghasilkan visual dengan ragam hias logo yang bersifat paten dan tidak terlalu memakan waktu lama. Selain menggunakan teknik batik yang ikut melestarikan wastra nusantara pesan visual juga dapat tersampaikan. Permasalahan yang dibahas dalam perancangan ini adalah Bagaimana merancang motif batik untuk kain seragam Tea House Bale Branti dengan teknik batik cap? Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan suatu motif batik cap untuk kain seragam Tea House Bale Branti yang dapat menunjukkan karakter dari resto sehingga dapat menjadi suatu identitas resto dan dapat menyampaikan pesan atas visi dan misi resto terhadap pengunjung.Kata kunci : motif, batik cap, seragamABSTRACTUniform is the identity and motif on the uniform is also a reflection / identity of a company, an identity that means having a characteristic and also the character and can convey the purpose of an agency so that the clothing can give the impression of an agency against outsiders. stamp technique is a technique used in the manufacture of mass fabrics that produce visuals with a variety of ornamental logos that are patent and not too time consuming. In addition to using batik techniques that follow preserving the wusra archipelago visual messages can also be conveyed. Problems discussed in this design is How to design batik motifs for Tea House Bale Branti uniforms with batik cap technique? The purpose of this design is to create a batik motif for uniform fabrics Tea House Bale Branti that can show the character of the restaurant so that it can become a restaurant identity and can convey a message on the vision and mission of the restaurant to visitors.Keywords: motif, batik cap, uniform
GAGASAN ALUSAN DALAM PENCIPTAAN KERAJINAN EMBAN DI KABUPATEN JEPARA Mohammad Ubaidul Izza
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.257 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2473

Abstract

ABSTRAKSubtansi tulisan ini membahas gagasan alusan dalam produk kerajinan emban di kabupaten Jepara. Predikat alusan digunakan oleh para perajin dalam menjustifikasi kualitas produk emban yang prima atau “sempurna”. Hadirnya alusan sebagai fenomena artistik, mengisyaratkan adanya persoalan gagasan yang mendorong penciptaannya. Sehubungan dengan persoalan itu, digunakan konsep ‘kesadaran kolektif’ dalam paradigma Ethnoart guna menggali kesadaran atau cara pandang para perajin emban perihal penciptaan emban alusan. Adapun operasionalnya memanfaatkan metode etnografi ala James Spardley, yang berfokus pada observasi dan teknik wawancara dengan para narasumber. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui terdapat tiga aspek yang membentuk cara pandang perajin emban di Jepara, yaitu: aspek ketersediaan bahan, aspek ketrampilan, dan aspek perwujudan emban. Analisis terhadap ketiga aspek ini menunjukan bahwa terdapat tiga gagasan yang melatarbelakangi perajin menciptakan emban secara alusan, yakni: gagasan pemberdayaan bidang keahlian, gagasan memenuhi kepuasan konsumen, dan gagasan kepentingan komersial.Kata kunci : Gagasan, Alusan, Kerajinan Emban, CincinABSTRACTSubstance this writing is an idea alusan, in emban crafts of Jepara Regency. Term alusan was used by craftsmen in order to justify super fine and perfect product quality. The existence alusan as artistic phenomena, signs there is an idea problem that supporting creation. Regarding this, the using concept “collective awareness” in ethnoart paradigm to dig awareness or perspective of craftsmen about emban alusan creation. The operational utilizes ethnography method by James Spardley, which focuses on observation and technical interview to interviewees. Based on research that has done, it is known that there are three aspects shape perspective emban’s artist in Jepara. There are availability of material, skill, and emban’s embodiment. Analysis toward three aspects shown that there are three ideas behinds craftsmen creates emban by alusan. There are idea empowerment expertise’s, the idea meets customer satisfaction, and commercial interest. Key words : Idea, Alusan, Emban Craft, Ring
VISUAL STREET PHOTOGRAPHY SEBAGAI MOTIF PADA PAKAIAN KASUAL REMAJA WANITA Rahasto Alimarauf
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.085 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2478

Abstract

ABSTRAKPerancangan ini mengembangkan motif street photography sebagai dasar pembuatan motif tekstil dan difungsikan pada busana remaja wanita masa kini. Merupakan penggambaran dunia digital, sekaligus menawarkan visual yang unik, menarik, dan dinamis. Tujuan proyek perancangan ini adalah mengembangkan desain motif fotografi dengan pengolahan visual street photography dengan pertimbangan fungsi busana remaja wanita masa kini. Metode yang dipakai yaitu metode desain. Metode ini melewati 3 tahap yakni metode perancangan, konsep perancangan dan visualisasi. Metode perancangan melewati tahap Analisis permasalahan, Strategi pemecahan masalah, Pengumpulan data, Uji coba, dan menentukan Gagasan awal perancangan. Konsep perancangan meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualkan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan. Hasil perancangan tugas akhir ini sebagai berikut: (1) Visual street photography sebagai motif pada pakaian remaja wanita berhasil membuat 7 desain motif (desain panel). (2) Pengaplikasian desain motif street photography yang merupakan desain utuh dari pengolahan foto ke busana anak remaja menghasilkan busana kasual yang berkesan menarik, ceria, dan nyaman. Proses produksinya menggunakan teknik digital printing menjadi pilihan dengan alasan tanpa adanya batasan warna pada hasil keluaran desain pada tekstil.Kata Kunci: street photography, desain motif, desain tekstil, fesyen kasual, digital printing. ABSTRACT This project developing a visual from street photography as a textille motif design for teenage girl casual clothing. The design is imagining about digital world, offering a unique visual, eye catching, and dynamic. Goal of this project is developing motif design from street photography visual, and considering a function of teenage girl clothing. This project using method over three step that is, design method, design concept and visualization. The design method passing a steps, problem analyze, strategy of problem explaining, data gathering, experiment, and choosing design from first idea. Design concept is base from thinking for this project design. Visualization is a step to visualizing the design plan concept in design process. This final project is: (1) Visual of street photography as a motive design on teenage girl clothing was having 7 motive design (panel design). (2) The applicate of motive design is a design from a whole image of photography to teenage girl clothing, and the result is having casual clothes that eye catching, happy, and comfortable. The production process using digital print technique as a choice, because the output didn’t have a color limit on design of textile.Keywords: street photography, textile design, motif design, casual fashion, digital printing.
PENGEMBANGAN KETRAMPILAN WIRAUSAHA SISWA MELALUI PELATIHAN MEMBATIK Nunuk Nur Shokiyah; Sri Wuryani
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.864 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2476

Abstract

ABSTRAKSMA dan SMK Muhammadiyah 2 Sayung Kabupaten Demak terletak di Kecamatan Sayung. Sayung sebagai salah satu kecamatan yang ada di Demak merupakan kawasan industri. Banyak sekali pabrik-pabrik besar yang ada di sayung, sehingga para usia produktif banyak yang bekerja di pabrik tersebut. Tak terkecuali lulusan sekolah SMA dan SMK yang belum mempunyai ketrampilan yang cukup, lulusan tersebut langsung melamar pekerjaan di pabrik setempat. Tujuan dari kegiaatan pelatihan untuk memberikan bekal ketrampilan hidup kepada siswa-siswi SMA dan SMK melaui kegiatan membatik. sehiingg mampu mengembangkan ketrampilan wirausaha siswa dengan menciptakan produk sendiri, dan menciptakan peluang kerja sendiri, disamping itu kegitan ini juga berfungsi untuk mengenalkan kepada siswa-siswi SMA dan SMK tentang budaya luhur bangsa yang diakui dunia yaitu Batik, sehingga kepercayaan diri siswa sebagi bangsa indonesia semakin terpatri dalam diri.Metode Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan tentang teknik membatik tulis. Hasilnya adalah siswa mempunyai ketrampilan membatik yang berfungsi untuk melatih ketrampilan membuat produk sendiri, Motif-motif batik hasil kreasi siswa dan kain batik hasil karya siswa, sebagai perwujudan pelatihan membatik. Kata Kunci: Ketrampilan Wirausah, Pelatihan Membatik, Batik TulisABSTRACTSMA and SMK Muhammadiyah 2 Sayung Demak District is located in District Sayung. Sayung as one of the districts in Demak is an industrial area. There are so many big factories in the market, so many productive ages work in the factory. No exception of high school and vocational high school graduates who do not have enough skills, graduates are immediately apply for work at the local factory.The purpose of the training is to provide life skills to high school and vocational school students through batik activities. sehiingg able to develop student entrepreneurial skills by creating their own products, and create their own job opportunities, besides that this activity also serves to introduce to high school students and vocational school about the nation’s noble culture that is recognized world Batik, so self-confidence as a nation imprinted inside.Methods The approach used in this activity is training and mentoring of batik writing techniques. The result is the students have batik skills that function to train the skills to make their own products, batik motifs of student creations and batik cloth students’ work, as a form of training batikKey Words: Entrepreneurship Skill, Training Batik, Batik Tulis
KRITIK HOLISTIK: EKSPRESIONISME DALAM KARYA BATIK ABSTRAK PANDONO Danang Priyanto
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.532 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2471

Abstract

ABSTRAK Batik abstrak merupakan pengembangan gaya pembatikan mengadopsi dari aliran seni lukis abstraksionisme yang termasuk dalam kelompok ekspresionisme-abstrak dengan menitikberatkan pada komposisi garis dan warna. Pada proses penciptaannya, hal yang menjadi menarik adalah pada teknik penciptaan serta komposisi pewarnaan.Batik abstrak diperkirakan muncul pada tahun 1970-an dan mulai diterima dan berkembang di masyarakat pada 1980-an. Adapun karya batik abstrak yang dibahas adalah batik abstrak karya Pandono. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui eksistensi karya batik abstrak dilihat dari sudut pandang sejarah, dan mengupas batik abstrak karya Pandono yang merupakan salah satu seniman batik yang aktif dalam produksi karya batik abstrak dengan menggunakan sudut pandang kritik holistik. Kemunculan industri batik abstrak pandono dimulai pada tahun 1980-an dan menjadi salah satu tokoh seniman batik abstrak yang terkenal di wilayah Surakarta. Metode yang digunakan adalah metode kritik seni holistik dengan menggunakan tiga sumber data yakni genetik, objektif, dan afektif. Hasil penelitian yang didapat adalah sejarah kemunculan seni lukis abstrak yang turut mempengaruhi keberadaan batik abstrak, latar belakang kehidupan Pandono sebagai seniman batik abstrak, karakteristik visual karya batik Pandono, dan dampak emosional dari penghayatan karya batik Pandono.Kata kunci: Batik abstrak, Pandono, kritik holistik.ABSTRACT Abstract batik is building style batik adopt from the flow of the art of painting abstraksionisme belong to the ekspresionisme-abstrak by focusing on the line and color composition.At process him, the be attractive is on the composition techniques and staining.Batik abstract estimated appeared in the 1970-an and began accepted and developed in the 1980-an . But as for the work of of batik from the palace abstract discussed during the meeting were of batik from the palace abstract the work of Pandono.Objectives of the study are well aware of the existence of the works of art of of batik from the palace abstract seen from the point of view of the history of, and strip of batik from the palace abstract the work of Pandono who was one of who worked as an artist and batik products active in the production the work of of batik from the palace abstract by the use of the point of view of opinions or suggestions because they holistic.The emergence of another in the batik industry abstract pandono began in the s 1980-an and was one of a figure by who worked as an artist abstract of batik from the palace that is well known in the region of Surakarta.The methodology that was used is the method the art of criticism holistic by using three of the source of data genetic researcher, objective , and affective.The results of the study obtained is history the emergence of the art of painting abstract who also influence the existence of batik abstract, background life Pandono as artists batik abstract, characteristic of visual work Pandono batik, and the emotional impact of batik Pandono work.Keywords: batik abstract, Pandono, criticism holistic.

Page 1 of 1 | Total Record : 9