Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS Danang Priyanto Priyanto
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.117 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2924

Abstract

Artikel yang berjudul “kakang kawah adhi ari-ari dalam karya busana ready to wear batik tulis” difokuskan pada proses cipta busana ready to wear pria dengan sumber ide konsep kelahiran pada budaya Jawa yakni kakang kawah adhi ari-ari. Ketertarikan pada konsep tersebut yang sudah mulai tidak dikenal di tengah masyarakat menjadi salah satu tujuan untuk memunculkan nilai-nilai sakral dan luhur yang terdapat pada konsep kakang kawah adhi ari-ari. AdapunTujuandaripenciptaaniniadalahsebagai bentuk representasi nilai pada konsep Jawa kakang kawah adhi ari-ari sekaligus sebagai pengayaan karya batik melalui objek pengangkatan ide bersumber dari nilai yang tertuang dalam konsep kakang kawah adhi ari-ari.Analisis data yang digunakan menggunakan metode studi pustaka dan interpretasi. Langkah-langkah penciptaan meliputi memanfaatkan metode penciptaan SP Gustami yakni eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Konsep cipta dalam penciptaan karya menggunakan teori cipta Dharsono yakni reinterpretasi, ekspresi simbolik dan abstraksi simbolik. Karya yang diciptakan berupa tiga buah karya busana ready to wear pria yang terdiri dari busana kemeja panjang, kemeja pendek, dan t-shirt. Adapun karya tersebut adalah “aku” yang memanfaatkan konsep cipta reinterpretasi, “kakangku” yang memanfaatkan konsep cipta ekspresi simbolik dan “adhiku” yang memanfaatkan konsep cipta abstraksi simbolik. Kata kunci: Kakang kawah adhi ari-ari, busana ready to wear pria, batik.
KRITIK HOLISTIK: EKSPRESIONISME DALAM KARYA BATIK ABSTRAK PANDONO Danang Priyanto
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.532 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2471

Abstract

ABSTRAK Batik abstrak merupakan pengembangan gaya pembatikan mengadopsi dari aliran seni lukis abstraksionisme yang termasuk dalam kelompok ekspresionisme-abstrak dengan menitikberatkan pada komposisi garis dan warna. Pada proses penciptaannya, hal yang menjadi menarik adalah pada teknik penciptaan serta komposisi pewarnaan.Batik abstrak diperkirakan muncul pada tahun 1970-an dan mulai diterima dan berkembang di masyarakat pada 1980-an. Adapun karya batik abstrak yang dibahas adalah batik abstrak karya Pandono. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui eksistensi karya batik abstrak dilihat dari sudut pandang sejarah, dan mengupas batik abstrak karya Pandono yang merupakan salah satu seniman batik yang aktif dalam produksi karya batik abstrak dengan menggunakan sudut pandang kritik holistik. Kemunculan industri batik abstrak pandono dimulai pada tahun 1980-an dan menjadi salah satu tokoh seniman batik abstrak yang terkenal di wilayah Surakarta. Metode yang digunakan adalah metode kritik seni holistik dengan menggunakan tiga sumber data yakni genetik, objektif, dan afektif. Hasil penelitian yang didapat adalah sejarah kemunculan seni lukis abstrak yang turut mempengaruhi keberadaan batik abstrak, latar belakang kehidupan Pandono sebagai seniman batik abstrak, karakteristik visual karya batik Pandono, dan dampak emosional dari penghayatan karya batik Pandono.Kata kunci: Batik abstrak, Pandono, kritik holistik.ABSTRACT Abstract batik is building style batik adopt from the flow of the art of painting abstraksionisme belong to the ekspresionisme-abstrak by focusing on the line and color composition.At process him, the be attractive is on the composition techniques and staining.Batik abstract estimated appeared in the 1970-an and began accepted and developed in the 1980-an . But as for the work of of batik from the palace abstract discussed during the meeting were of batik from the palace abstract the work of Pandono.Objectives of the study are well aware of the existence of the works of art of of batik from the palace abstract seen from the point of view of the history of, and strip of batik from the palace abstract the work of Pandono who was one of who worked as an artist and batik products active in the production the work of of batik from the palace abstract by the use of the point of view of opinions or suggestions because they holistic.The emergence of another in the batik industry abstract pandono began in the s 1980-an and was one of a figure by who worked as an artist abstract of batik from the palace that is well known in the region of Surakarta.The methodology that was used is the method the art of criticism holistic by using three of the source of data genetic researcher, objective , and affective.The results of the study obtained is history the emergence of the art of painting abstract who also influence the existence of batik abstract, background life Pandono as artists batik abstract, characteristic of visual work Pandono batik, and the emotional impact of batik Pandono work.Keywords: batik abstract, Pandono, criticism holistic.
Human Fetal Development And The Ways Of Asthabrata As An Idea In The Creation Of Sinjang Batik Tulis Danang Priyanto; FP Sri Wuryani
Cultural Syndrome Vol 1, No 2 (2019): Cultural Syndrome
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1725.009 KB) | DOI: 10.30998/cs.v1i2.231

Abstract

Human beings which are wired as leaders should live based on the practice of transcendent value and total clarity on noble deeds. It functions as a guideline in living to avoid the crisis of morality that often occurs today. One of the values in this leadershipquality is the teaching of asthabrata containing the noble deeds of a leader who symbolized in the elements of the universe: the fire, the ground, the water, the air, the moon, the clouds, the sun, and the stars. The stage of human fetal development occurs from the age of one to nine months. These stages, along with the teachings of asthabrata become the base of an idea in the creation of batik art. The idea comes from the question of how to process the development stages of human fetal and ways of asthabrata as a base on creating the batik artwork which conveys sublime values about leadership. The purpose of this batik artwork creation are:incorporating the concept of human fetal development as part of human life cycle with the tradition of batik; Conveying the sublime sublime of leadership based on the asthabrata which refers to human nature as a natural born leader. The creation processcovering the method of design exploration, design process, and batik as a result of design by establishing the combination ofhuman fetal development and the asthabrata. The result shows nine sinjang batik tulis artworks, covering; Hamasesa Tan Pilih Warna (manage without seeing the color), Sukci (sacred), Hanguripi Sagung Dumadi (give strength to all life), Girise Kang Samya Miyat (be who you want to see), Sorota Hayem Angayomi (make peaceful and full protection), Jembar Tanpa Pagut(sincerity without limit), Muntir Tan Ana Pedhote (infinite rotation), Panengeraning Keblad (signpost), and Ngudi Kasampurnan(sharpening perfection). 
JAVA TRADITIONAL DELIVERY RITUAL INSTRUMENTS IN THE WORK OF DODOT BATIK Danang Priyanto; Sri Hesti Heriwati
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.571 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i1.1620

Abstract

This article entitled “Javanese Traditional Birth Ritual Devices in Dodot Batik Works” focuses on the process of creating written batik dodot with the idea of Javanese traditional birth ritual tools. Interest in the existence of these devices is starting to be unknown in the community. The fact that conventional Javanese childbirth is no longer used in the early 21st century in Java is clarified by the Minister of Health Regulation (Permenkes) no. 97 of 2014 states that childbirth must be carried out in a health care facility (Fasyankes) through a midwife who is an expert in the field of obstetrics. The purpose of the creation is to create a handmade batik dodot based on the idea of a traditional Javanese birth ritual device that will be applied to the body with a draping technique. The art used is a symbolic concept with the concept of stacking which emphasizes the creation of the components that make up the batik pattern consisting of the main, supporting, and isen-isen motifs. Analysis of the data used using an interpretation method through an aesthetic approach. The steps of creation include 1) research using ethical and emic data sources, 2) experiments emphasizing dye experiments and central motif sketching techniques, 3) contemplating the stage of finding symbols/metaphors, and 4) forming to make arrangements into a design pattern ( prototype). The works created are four dodot works with a length of 106 cm and a width of 520 cm. The work produced is Anjangkepi Gesang with the philosophy of hope that his parents will be able to fulfill all his needs, Ambuka Science with the philosophy of hope that both parents will be able to understand all knowledge, Angganda Arum with the philosophy of hope that both parents will have a beautiful life and happy, Amadangi Jagad with the philosophy of the hope of both parents that one day his son will be able to benefit the environment around him. The dodot created is applied to the body through a draping technique by forming wrinkles, pleats, and drapes.Keywords: Ritual Devices; Javanese Customary Birth; Dodot; Batik. PIRANTI RITUAL PERSALINAN ADAT JAWA DALAM KARYA DODOT BATIK  AbstrakArtikel ini berjudul “Piranti Ritual kelahiran Adat Jawa Dalam Karya Dodot Batik” difokuskan pada proses cipta dodot batik tulis dengan ide piranti ritual kelahiran adat Jawa. Ketertarikan pada keberadaan piranti tersebut yang mulai tidak dikenal di tengah masyarakat. Fakta bahwa praktek persalinan adat Jawa sudah tidak lagi digunakan pada awal abad 21 di Jawa diperjelas dengan Peraturan Menteri Kesehatan  (Permenkes) no. 97  tahun 2014 yang tertulis persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dengan melalui bidan yang ahli pada bidang obstetri. Tujuan penciptaan   adalah menciptakan karya dodot batik tulis bersumber ide piranti ritual kelahiran adat Jawa yang akan diaplikasikan ke tubuh dengan teknik draping. Konsep seni yang digunakan adalah konsep simbolik dengan konsep tata susun yang menekankan penciptaan komponen motif penyusun pola batik terdiri dari motif utama, pendukung dan isen-isen. Analisis data yang digunakan menggunakan metode interpretasi dengan melalui pendekatan estetika. Langkah-langkah penciptaan meliputi 1) riset dengan memanfaatkan sumber data etik dan emik, 2) eksperimen menekankan pada eksperimen bahan pewarna dan teknik skets motif utama, 3) perenungan tahap menemukan simbol/metafora, dan 4) pembentukan melakukan penyusunan menjadi sebuah pola desain (purwa rupa).  Karya yang diciptakan berupa empat buah karya dodot dengan panjang 106 cm dan lebar 520 cm. Karya yang dihasilkan adalah Anjangkepi Gesang dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya mampu mencukupi segala kebutuhannya, Ambuka Ilmu dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya mampu dalam memahami segala pengetahuan, Angganda Arum dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya memiliki kehidupan yang indah dan bahagia, Amadhangi Jagad dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya mampu bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Dodot yang telah diciptakan diaplikasikan pada tubuh melalui teknik draping dengan membentuk kerutan, lipitan dan draperi.Kata kunci: Piranti Ritual; Persalinan Adat Jawa; Dodot; Batik.
Color Removal Technique (CRT) sebagai Alternatif Penciptaan Karya Batik Recycle pada Masa Pandemi Covid 19 Muhammad Arif Jati Purnomo; Sri Marwati; Danang Priyanto
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 41, No 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i1.7954

Abstract

Corona Virus Desease-19 (Covid-19) atau Virus Corona adalah jenis penyakit menular yang  disebabkan oleh corona virus yang baru ditemukan dan status perkembangannya sangat cepat hingga termasuk dalam jenis virus bersifat Pandemi. Fenomena pandemi covid-19, yang mengharuskan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home menginspirasi untuk meredesain kembali produk tekstile lama termasuk batik untuk direcycle dengan tampilan motif yang baru.Color Removal Technique adalah teknik pencabutan warna atau pelunturan warna pada desain tekstil permukaan atau surface design. Penelitian artistik ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi material bahan yang bisa digunakan sebagai alternatif  dalam pemanfaatan batik recycle; (2) menciptakan desain motif batik dengan teknik color removal dari sebuah fenomena wabah covid-19. Metode yang digunakan melalui tahapan eksplorasi, eksperimentasi, perenungan, perancangan dan perwujudan. Luaran dari penelitian ini berupa 5 buah karya yang terdiri dari 2 buah karya yang berfungsi dekoratif dan 3 buah baju yang di Haki kan, serta artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah nasional.