cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
KAJIAN MOTIF ONDEL-ONDEL PADA BATIK BETAWI Dinda Caesar Afreeandhanie
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.139 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2538

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji Estetika motif Ondel-ondel pada batik Betawi. Penelitian ini dirumuskan dalam pertanyaan: 1) Bagaimana latar belakang motif Ondel-ondel pada batik Betawi? 2) Bagaimana estetika motif Ondel-ondel pada batik Betawi? 3) Bagaimana upaya pelestarian batik Betawi melalui motif Ondel-ondel?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan estetika. Lokasi penelitian ini dilakukan di beberapa rumah produksi batik Betawi di Jakarta dan Bekasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik cuplikan purposive sampling. Hasil dari penelitian adalah: 1) latar belakang dalam penciptaan motif Ondel-ondel pada batik Betawi yaitu permintaan pasar yang tinggi, serta adanya keinginan untuk menciptakan motif yang khas serta mengembangkan batik Betawi yang secara tidak langsung juga sebagai upaya pelestarian batik Betawi. 2) Estetika dari motif Ondel-ondel dibatasi oleh pengkategorian terhadap kombinasi bentuk dalam pada desain motif Ondel-ondel. Setiap desain memiliki simbol dan makna. Dalam simbol dapat dilihat aspek kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (internsity) yang berbeda, beberapa sudah cukup memenuhi aspek tersebut meskipun belum maksimal. 3) Popularitas batik motif Ondel-ondel membangun daya cipta dan daya kreasi masyarakat yang berdampak pada pengembangan dan pelestarian batik Betawi.Kata Kunci: Batik Betawi, Motif, Ondel-ondel ABSTRACTThe purpose of this study to determine the aesthetic of Ondel-ondel motif in batik Betawi. The formulation of the problem in this study are: 1) How is the background concept of Ondel-ondel motif in batik Betawi? 2) How is the aesthetic of Ondel-ondel motif in batik Betawi? 3) How is batik Betawi preservation efforts through the Ondel-ondel motif?. The research method of this study is qualitative by using aethethical approach. This research is conducted at home industry of batik Betawi in Jakarta and Bekasi. The technique of sampling that uses in this study is purposive sampling. The result of this research shows that, 1) The background concept of Ondel-ondel motif creation is based on high demand product, desire to create motif that have characterisctic and in order to develop batik Betawi that inderectly as an effort for batik Betawi preservation. 2) The aesthetics of Ondel-ondel motif is restricted by shape of Ondel-ondel motif design categorization. Each design has simbols and meaning. The simbols contain unity, complexity, and intersity in different levels, some design has been enough to fulfill the aspect although haven’t reached its maximum. 3) The high popularity of Ondel-ondel motif build up the creativity and skills of enterpreneurs that gives impact to the preservation and development of batik Betawi.Keywords: Batik Betawi, Motif, Ondel-ondel
PERANCANGAN IKAT CELUP TRITIK DENGAN SUMBER IDE VISUAL BATU BANDED AGATE Tika Mustikasari
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2276.42 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2543

Abstract

ABSTRAK Kurangnya inovasi dan pengembangan desain ikat celup mengakibatkan menurunnya minat dan daya jual terhadap produk fesyen ikat celup di pasaran.Desain dengan bentuk biasa tanpa inovasi dan pengembangan menciptakan kesan monoton bagi konsumen.Hal tersebut menjadi tantangan bagi para desainer untuk menciptakan produk fesyen yang berbeda dan memiliki karakter tersendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumen.Penulis mencoba merancang sebuah koleksi fesyen pakaian dengan tema Magistic Mother Earth pada Tugas Akhir ini.Magistic Mother Earth mempunyai arti Keajaiban Ibu Bumi, dimana merupakan simbol ajaib sebagai penyokong kehidupan di bumi.Batu Banded Agate sebagai bagian dari alam yang ikut berperan dalam menjaga kestabilan bumi dari dalam tanah, dimana mengandung keajaiban dalam hal non-fisik maupun fisiknya.Perancangan ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, yaitu studi literatur terhadap berbagai sumber dan melakukan uji coba visual, teknik dan bahan.Penelitian yang dilakukan menghasilkan empat desain unik dan menarik dengan sumber ide visual batu Banded Agate, dimana dapat dicapai dengan teknik Tritik ikat celup yang diaplikasikan dalam produk pakaian perempuan.Diharapkan dengan dilakukannya Perancangan Ikat Celup Tritik dengan Sumber Ide Visual Batu Banded Agate dengan tema MagisticMother Earth ini, dapat menambah variasi pada produk fesyen yang mempunyai karakter khas dan berbeda.Kata kunci: Ikat Celup, Magistic Mother Earth, Banded Agate, Tritik, PakaianABSTRACTThe lack of innovation and the development of tie dye design resulted in decreasing interest and selling power of tie dye fashion products in the market. Design with the usual shape without innovation and development creates a monotonous impression for consumers. It becomes a challenge for designers to create different fashion products and has its own character to meet the needs of consumers. The author tries to design a fashion clothing collection with the theme of Magistic Mother Earth in this Final Project. Magistic Mother Earth means the Miracle of Mother Earth, which is a magistic symbol as a supporter of life on earth. Batu Banded Agate as a part of nature that plays a role in maintaining the stability of the earth from the soil, which contains miracles in terms of non-physical and physical. This design is done by qualitative research methods, namely literature studies on various sources and perform visual tests, techniques and materials. The research undertaken resulted in four unique and interesting designs with the source of the Banded Agate stone visual idea, which can be achieved with the tie dye Tritik technique applied in women’s clothing products. It is hoped that by doing the Design of Tie Dye Tritik with Visual Idea Source Batu Banded Agate with Magistic Mother Earth theme, it can add variation on fashion products that have distinctive character and different.Keywords: Tie Dye, Magistic Mother Earth, Banded Agate, Tritik, Clothes
PERANCANGAN BATIK DENGAN SUMBER INSPIRASI CERITA RAKYAT DAN FLORA FAUNA INDONESIA Luluk Khoironi Maknun
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1988.148 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2539

Abstract

ABSTRAKArtikel ini mendiskusikan enam desain yang semuanya merupakan desain motif batik yang bertema cerita rakyat dan flora fauna Indonesia. Keseluruhan desain mengolah bentuk-bentuk dari cerita rakyat, meliputi Keong Mas, Timun Mas, dan Kancil Mencuri Timun sebagai motif utama yang menggunakan karakter desain dekoratif. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik batik tulis yang melalui tiga tahap metode, yaitu: metode perancangan, konsep perancangan, dan visualisasi. Teknik pewarnaan dengan dicolet menggunakan zat warna remasol. Bahan menggunakan kain primisima, karena kain tersebut memiliki sifat mudah menyerap pewarna sehingga mudah digunakan untuk membuat kain batik.Kata kunci: batik, cerita rakyat, flora fauna IndonesiaABSTRACTThis article discusses six designs in which each of the batik pattern designs themed in Indonesian folklores and flora and fauna. The whole designs process the form of folklores such as Keong Mas, Timun Mas, and Kancil Mencuri Timun as the main batik patterns applied in each folklores’ characters and decorations. Written batik is employed as the technical making process through three steps methods of method of designing, concept designing, and visualization. The coloring technique engaged by dabbing the coloring substance known as remazol. The material included is the primissima cloth since it is has highly absorbance characteristic which suits to remazol coloring.Keywords: batik, folklore, Indonesian flora and fauna
PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL MENGGUNAKAN SERAT SANSEVIERA UNTUK MENAMBAH KERAGAMAN ECO TEXTILE Vivian Aprida Shafira; Ratna Endah Santoso; S Sarwono
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.935 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2544

Abstract

ABSTRAKLatar belakang proyek ini adalah merancang inovasi motif tekstil menggunakan serat alam sanseviera. Hasil dari perancangan ini untuk menambah keragaman tekstil ramah lingkungan dan mendukung gerakan back to nature. Perancangan ini menghasilkan enam desain untuk tekstil serat sanseviera dengan motif yang terinspirasi ragam hias Toraja. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik tenun timbul yang diproduksi dengan alat tenun kamba. Bahan utamanya adalah serat sanseviera dan bahan pendamping adalah benang katun. Perancangan ini tidak menggunakan bahan pewarna untuk menonjolkan sisi natural serat sanseviera.Kata kunci: sanseviera, ragam hias Toraja, tenun, kamba, eco textileABSTRACTBackground of this project is to design a inovation textile pattern using sanseviera fibers. The results of this design is expected to increase the variety of eco-friendly textiles and supports back to nature action. This project produced six design for textile made using sanseviera fibers with a pattern inspired by Toraja ornament. Design using weaving techniques with kamba tools. Main material is using sanseviera fibers, and for second material is using cotton yarn. This design doesn’t use dye to show the natural side of sanseviera fibers.Keywords: sanseviera, Toraja ornament, weaving, kamba, eco textile
EKSPLORASI ECO PRINTING UNTUK PRODUK SUSTAINABLE FASHION Maria Stevin Herlina; Felix Ari Dartono; S Setyawan
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.262 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2540

Abstract

ABSTRAKPerancangan produk tekstil ini menggunakan prinsip yang ekologis guna memberikan alternatif produksi tekstil untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat industri tekstil. Perancangan ini berdasarkan konsep desain yang berkelanjutan (sustainable design) untuk mewujudkan produk fesyen yang ramah lingkungan. Metode yang dipakai yaitu metode desain dengan melewati tiga tahap yakni, metode perancangan, konsep dan visualisasi. Metode perancangan melewati tahap analisis permasalahan, strategi pemecahan masalah, pengumpulan data, uji coba, dan menentukan gagasan awal perancangan. Konsep meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualisasikan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan. Produk yang dihasilkan adalah produk fesyen yang ramah lingkungan (sustainable fashion). Hasil perancangan tugas akhir ini menghasilkan enam desain pakaian wanita dengan tema Djati Boemi. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah eco printing. Eksplorasi teknik eco printing dengan memanfaatkan daun jati sebagai motif utama. Ekstrak dari pewarna alami kayu secang dan kulit buah jelawe yang sering digunakan dalam tekstil tradisi Indonesia digunakan sebagai warna dasar kain. Eksplorasi eco printing ini akan menghasilkan karya etis, estetis, unik, dan mempunyai nilai kebaharuan yang tinggi. Bahan yang digunakan adalah sutera lokal yang memiliki daya serap sangat baik pada pe alami. Pada masa mendatang diharapkan adanya eksplorasi-eksplorasi teknik pewarnaan teksil dengan pertimbangan desain berkesinambungan sehingga semakin banyak potensi baru pengembangan desain produk fesyen ramah lingkungan yang memiliki dampak positif bagi kekayaan khasanah pertekstilan di Indonesia. Kata Kunci: Eco printing, sustainable fashion, daun jati, pewarna alami ABSTRACTThis textile product designing was realized within the ecological principles guideline in a framework of providing an alternative for textile production in reducing the textile industry’s environmental pollutive effects. It was grounded on a sustainable design concept, aiming at bringing about environmental friendly fashion products. The method made use of here was a design method which pertains three subsequent parts, i.e. designing, conceptualising and visualisation phases. We designed through a number of phases: problems analysis, problem solving strategy, data collection, testing and fixing the initial concept of designing. The conceptualization phase included the basic thoughts for the final assignment design. In the visualisation phase we visualized the design concept which was outlined in the designing process. The products we wanted to have would be sustainable fashion products. This final assignment designing has given birth eventually to six women clothing designs within the Djati Boemi theme. The technique utilized here in the production was the eco printing one.Technical exploration of eco printing was made true by making use of teak leaves as the main motive. Natural extracts of Caesalpinia wood and Terminalia jewelica peel, which are familiar to the traditional textile production in Indonesia, were used as the basic fabric dying. The exploration was hoped to produce ethical, esthetical and unique textile works, which would have a high novelty value. The fabric was made of local natural silk threads, which were known as having excellent adsorbent quality to natural coloring agents. We are hopeful that, in the future, textile dying explorations will continuously be done so that there will be more potentials in developing eco friendly fashion products which will obviously have positive impacts to the Indonesian textile treasury.Keywords: Eco printing, sustainable fashion, teak leaves, natural dying.
KEBERADAAN MASYARAKAT KEREK SEBAGAI PENGHASIL KAIN TENUN GEDOG TUBAN Junende Rahmawati; Guntur Guntur
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3136.957 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2564

Abstract

Masyarakat Kerek adalah penghasil tenun gedog khas Tuban. Keberadaannya merupakan kunci dari keberhasilan kebudayaan bertenun dan berswasembada sandang tradisional di Tuban. Bagaimana keberadaan masyarakat Kerek sebagai penghasil kain tenun gedog Tuban?. Melalui metode etnografi dan pendekatan antropologi akan menemukan data yang terkait dengan keberadaan masyarakat Kerek dengan analisis deskriptif. Sejarah mengungkapkan perjalanan kronologi masyarakat jaman dahulu hingga saat ini. Masyarakat sebagai pelaku akan memberikan data berdasarkan sudut pandangnya sebagai pemilik kebudayaan (emik). Lingkungan sekitar sebagai batas area atau wilayah sebagai lokasi kebudayaan masyarakat, yaitu Kecamatan Kerek. Mengungkap perjalanan sejarah, kondisi masyarakat, dan kondisi lingkungan akan mengetahui keberadaan ayarakat sebagai penghasil kain tenun gedog Tuban.Kata kunci: sejarah, masyarakat, lingkungan, keberadaan.ABSTRACTThe community of Kerek is a producer of Tuban weed gedog. Its existence is the key to the success of traditional weaving and self-sufficient culture in Tuban. How the existence of Kerek community as a producer of Tuban gedog fabric?. Through ethnographic methods and anthropological approach will find data related to the existence of Kerek society with descriptive analysis. History reveals the chronological journey of ancient society to this day. The community as the perpetrator will provide data based on his point of view as the owner of culture (emik). The surrounding environment as a boundary area or region as a cultural location of the community, namely District Kerek. Revealing the history, society conditions, and environmental conditions will know the existence of a community as a producer of Tuban gedog fabric.Keywords: history, society, environment, existence
PERCA KAOS UNTUK TAS REMAJA WANITA DENGAN TEKNIK JAHIT APLIKASI M Mutamimah
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2563.572 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2541

Abstract

ABSTRAKPerca kaos dari hasil industri pakaian jumlahnya cukup banyak. Setiap jenis perca mempunyai warna serta karakteristik yang berbeda sehingga mempunyai keunikan tersendiri dan menarik untuk diolah menjadi produk baru. Namun perca kaos biasanya hanya dibuat menjadi peralatan rumah tangga seperti kain pel dan keset dengan teknik pembuatan yang masih sederhana. Belum banyak yang memanfaatkan perca kaos menggunakan teknik ataupun seni menghias tekstil untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Artikel ini berfokus pada cara memanfaatkan perca kaos menjadi produk tas remaja wanita menggunakan teknik jahit aplikasi. Jahit Aplikasi adalah seni membentuk gambar dari potongan kain yang ditempel di atas permukaan kain lain dengan menggunakan jahitan tangan ataupun mesin. Penggunaan teknik tersebut menghasilkan produk tas yang unik dan menarik.Kata Kunci: perca kaos, tas, seni tekstil.ABSTRACTThe amount of t-shirt waste from clothing industri is quite a lot. T-shirt has an unique characteristic and so many collor that pretty interesting to make a new product from them. But usualy people just make them into a duster or any household equipment. There not much who use any kind of technique or textile art to make something different. This article focuses on how to make girls bag using aplique technique. Aplique is a technique by placing a small piece of fabric into the bigger one using machine or hand sewing The result by using this technique make a unique bag that different from any other.Keywords: t-shirt waste, bag, textile art.
PENCIPTAAN KARYA RELIEF PERTARUNGAN MONSTER S Sumardi
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.515 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2542

Abstract

ABSTRAKPenciptaan karya ini temanya ‘pertarungan monster ‘raksasa naga’ meniru pertarungan raksasa naga dengan dewa-dewa pencipta dunia kosmos di awal permulaan zaman, menjadi model tiruan pola hidup zaman berikutnya. Konsep penciptaan karya ini, bagai mana cara mendesain monster raksasa naga tokoh paradikmatik sebagai monster laut, ular kuno, symbol air kosmik melawan dan penghancur dunia karya dewa; dirakit menjadi karya seni relief ‘pertarungan monster’ yang indah dari logam, untuk penghias dinding rumah tinggal. Tema ini, dirubah secara hukum metamorfosis menjadi bentuk desain relief ‘pertarungan monster’sesuai kreasi pencipta. Raksasa naga adalah ular imajinatif bentuknya aneh sangar, kanibal dan sakti. diberbagai ceritera. Relief lebih umum, dimana seni ukir di antaranya, stilasi juga salah satu bentuk deformasi lazimnya untuk menamai perubahan bentuk dalam ornament. Relief ini dibentuk denga teknik “wudulan”, menghasikan ukiran relief timbul. Biawak komodo, juga dinamakan naga. Mitos menampik dan menolak kategori-kategori dasar dalam pemikiran kita. Logika mitos tidak dapat disesuaikan dengan konsepsi kita mengenai kebenaran imperis. Landasan penciptaan karya ini adalah hukum metamorfosis, yaitu perubahan bentuk atau susunan; peralihan bentuk dari ulat menjadi kupu-kupu, perubahan sesuatu mebjadi bentuk lain/baru, berbeda dari bentuk asalnya. Cara mendesain reliefnya, tema “monster raksasa naga tokoh paradikmatik sebagai monster laut, ular kuno, symbol air kosmik, melawan dan penghancur dunia karya dewa”, dibentuk secara hokum metamorphosis menjadi desain relief ‘pertarungan monster’ yang indah, baru, berbeda dengan asalnya sesuai kreasi pencipta. Perwujudan relief dikerjakan melaui, pilihan bahan/alat, teknik pengukiran dan finising secara tepat. Desain relief “pertarungan monster” dibentuk dengan teknik ukir wudulan, menggambarkan dua raksasa naga, bermata besar melotot keluar, moncong mulutnya lebar. Relief ini menggambarkan dunia kehidupan manusia srakah bertarung untuk menjadi penguasa tunggal. Bertarung dahsyat, berhasil diwujudkan sesuai keinginan pencipta. Memuat pesan, dengan pertarungan ini akan didapatkan penguasa tunggal. Setiap kekayaan dan kekuasaan jadi rebutan, mereka bertarung adu kekuatan, menghalalkan berbagai cara. Pertarungan semacam ini sering melibatkan banyak fihak, merusak tatanan hukum negara.Kata Kunci: Pertarungan Monster, Relief, MetamorfosisABSTRACTThe creation of this work of the theme ‘fight monsters’ giant dragon’ mimics a giant dragon battle with the gods creator of the world cosmos at the very beginning of time, a model of imitation lifestyle later times. The concept of the creation of this work, like where do I design a giant monster dragon figures as a sea monster, the ancient serpent, the symbol of water and a destroyer of the world against the cosmic gods into the work of relief works ‘bout monster’ beautiful metal, for decorated walls of the residence. This theme, legally changed metamorphosis into a relief design form ‘bout monster’ as like creation of creator. Giant dragon is the snake imaginative oddly shaped grim, cannibals and powerful. various stories. Relief more generally, where the sculpture of them, stilasi also one form of deformation usual to name changes in the form of ornaments. Relief was formed premises engineering “wudulan” (javanese language), generate carved reliefs. The Komodo dragon, also called dragon. Myth deny and reject the basic categories in our thinking. The logic of the myth can not be adapted to our conceptions of truth imperis. The cornerstone of the creation of this work is the law of metamorphosis, the change in form or structure; transitional form of a caterpillar into a butterfly, change something mebjadi another form / new, different from the original. How to design reliefs, the theme of “giant monster dragon figures as sea monsters, ancient serpent, symbol of water cosmic, fight and destroyer of the world the work of god”, was formed legally metamorphosis into the design of relief ‘bout monster’ beautiful, new, different from the origin in accordance creation creator. Embodiment relief worked through, the choice of materials / tools, engraving and finishing techniques appropriately. Design relief “monster battle” was formed by carving techniques “wudulan”, describe two gigantic dragon, big eyes bulging, his mouth wide snout. This relief depicts the world of human life srakah fight to become the sole ruler. Fierce fighting, successfully realized as desired creator. Loading messages, with this fight will get a single ruler. Each of wealth and power is competed, they fought a power struggle, justifies a variety of ways. The fight is that it often involves many parties, destructive to the state law.Keywords: Fight Monsters, Relief, Metamorphosis

Page 1 of 1 | Total Record : 8