cover
Contact Name
Yuliana Bakari
Contact Email
yulianabakari@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrinesia.journal@gmail.com
Editorial Address
1st Floor, Building Agriculture Faculty, Universitas Negeri Gorntalo, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie Street, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, 96119, Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN : 25977075     EISSN : 25416847     DOI : 10.37046
Core Subject : Agriculture,
AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis is a scientific periodical published by the Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Negeri Gorontalo. AGRINESIA is published three times a year in November, March, and July. AGRINESIA is a scientific forum for researchers, academics and practitioners to publish scientific research.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "VOL 2, NO 3, 2018" : 7 Documents clear
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHATANI CABE RAWIT DAN HUBUNGANNYA DENGAN STRUKTUR BIAYA DAN KELAYAKAN USAHA DI KECAMATAN PULUBALA KABUPATEN GORONTALO Abdul Zainal Lawani; Amir Halid; Asda Rauf
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis struktur biaya dan kelayakan usahatani cabe rawit di Kecamatan Pulubala, Kabuapten Gorontalo. 2) mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani cabe rawit di Kecamatan Pulubala, Kabuapten Gorontalo. 3) menyusun strategi pengembangan usahatani cabe rawit di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2017 di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan survey dengan analisis data menggunakan analisis struktur biaya dan pendapatan, analisis kelayakan, dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) biaya produksi usahatani cabai rawit di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo terdiri atas biaya tetap Rp. 462.811/petani/panen, dan biaya variabel Rp.1.830.200/petani/panen, dengan biaya total sebesar Rp. 2.293.010 /petani/panen. Sedangkan penerimaan yang diperoleh Rp. 7.257.143/petani/panen dengan pendapatan bersih Rp. 4.964.133/petani/ panen. Nilai R/C ratio usahatani cabai rawit di Kecamatan Pulubaa Kabupaten Gorontalo adalah 3,16 1, ini berarti usahatani tersebut mengutungkan serta layak untuk diteruskan. 2) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usahatani cabe rawit meliputi faktor internal kekuatan yakni pengetahuan dan kemampuan petani, faktor kelemahan yakni keterbatasan modal dan kegagalan panen, sedangkan faktor eksternal meliputi faktor peluang yakni program dari pemerintah dan instansi saprodi, dan faktor ancaman yakni kondisi iklim yang tidak menentu dan hama, penyakit. 3) Strategi pengembangan cabai rawit di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo yaitu berada pada kuadran I yang mendukung strategi Agresif dimana keadaan ini menggambarkan situasi yang sangat baik karena adanya kekuatan pengalaman dan kemampuan petani kita dapat memanfaatkan peluang yang ada melalui dukungan dari pemerintah dan instansi SAPRODI.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGELOLAAN GAPOKTAN SERUMPUN DAN PENDAPATAN PADI SAWAH Kasim Nusi; Asda Rauf; Yanti Saleh
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1).mengetahui persepsi petani terhadap pengelolaan Gapoktan Serumpun di Kelurahan Dembe Jaya Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo, 2). mengetahui pendapatan padi sawah pada Gapoktan Serumpun di Kelurahan Dembe Jaya Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dikelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.Selama dua bulan dari bulan Agustus-September tahun 2017.Lokasi ini dipilih karena umumnya petani dilokasi tersebut mayoritas mengusahakan tanaman padi sawah.Dengan jumlah sampel 43 orang petani, metode penelitian yang digunakan adalah metode survey.Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap pengelolaan Gapoktan Serumpun yang mengarah pada lima faktor persepsi petani berada pada kategori Sangat Baik dengan nilai persentase 88%, sedangkan aspek pengelolaan Gapoktan Serumpun berada pada kategori Sangat Baik dengan persentase 85%. Selanjutnya untuk pendapatan yang diperoleh petani sampel dari usahatani padi sawah di Gapoktan Serumpun Kelurahan Dembe Jaya Kota Utara Kota Gorontalo sebesar Rp. 4.604.417/petani dan Rp.12.796.187/Ha.
KONTRIBUSI USAHATANI CENGKEH TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DIDESA MOMALIA 1 KECAMATAN POSIGADAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Yeri Mahalika; Yanti Saleh; Amelia Murtisari
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui1) berapa pendapatan usahatani cengkeh terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Momalia 1 kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan,2) berapa kontribusi usahatni cengkeh terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Moamalia 1 Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Sealatan.penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan Desember tahun 2017. jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survey,dimana pengambilan sampel dari satu populasi untuk dimintai data-data yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan 1) pendapatan usahatani cengkeh terhadap pendapatan rumah tangga sebesar Rp. 21.519.319,56) kontribusi usahatani jagung terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Momalia 1 Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang mongondow Selatan sebesar 52,44% di peroleh dari perbandingan antara rata-rata total pendapatan usahatani cengkeh senilai Rp. 21.519.319,56 di kurangi dengan rata-rata pendapatan rumah tangga petani senilai Rp. 41.030.705,18 dan di kalikan 100%, dari nilai kontribusi diatas dinyatakan bahwa kontribusi usahatani cengkeh terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Momalia 1 Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan memberikan kontribusi yang besar (layak) atau 50%. hal ini di karenakan nilai rata-rata pendapatan usahatani cengkeh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata luar sektor pertanian.
PENGARUH KEGIATAN PENUNJANG AGRIBISNIS TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH DI KELURAHAN DEMBE JAYA KECAMATAN KOTA UTARA KOTA GORONTALO Ismail Hulopi; Amelia Murtisari; Yuriko Boekoesoe
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Hubungan karakteristik petani dengan produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya. 2) Pengaruh kegiatan penunjang agribisnis terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya. Penelitian dilakukan di Kelurahan Dembe Jaya Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo dari bulan Agustus sampai November 2017.Penentuan sampel dilakukan secara sensus dengan jumlah sampel sebanyak 45responden.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi rank spearman dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1)Hubungan karakteristik petani dengan hasil produksi padi sawahdi Kelurahan Dembe Jaya memiliki hubungan yang positif dengan hasil korelasi koefisien dari masing-masing variabel yaitu umur 0,482 dengan tingkat signifikan 0,001, tingkat pendidikan 0,629 dengan tingkat signifikan 0,000, lama berusahatani 0,811 dengan tingkat signifikan 0,000, dan luas lahan 0,544 dengan tingkat signifikan 0,000. Nilai signifikan tersebut lebih kecil dari α=5% (0,05). 2)Pengaruh kegiatan penunjang agribisnis terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya, dari pengujian secara serempak kegiatan penunjang agribisnis yang terdiri dari subsidi pupuk, kredit usahatani dalam PUAP, dan frekuensi mengikuti penyuluhan memiliki pengaruh nyata terhadap produksi padi sawah, hal ini ditunjukkan oleh nilai dari F hitung (50,166) lebih besar dari F tabel (2,84) pada α=5%, sedangkan dari pengujian secara parsial yang memiliki hubungan nyata terhadap produksi padi sawah yaitu subsidi pupuk dan kredit usahatani dalam PUAP, dan untuk frekuensi mengikuti penyuluhan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya, hal inikarena dalam proses penyuluhan belum optimal dijalankan sehingga tidak mempengaruhi hasil produksi padi sawah.
ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT DI KABUPATEN BOALEMO Robiah Adhawiyah; Yuriko Boekoesoe; Yanti Saleh
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Saluran atau Distribusi pemasaran cabai rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, 2) Faktor apa yang menyebabkan fluktuasi harga cabai rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, 3) Margin Pemasaran Cabai Rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus Tahun 2017. Metode yang digunakan adalah metode survei yaitu pengumpulan data berdasarkan wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel jenuh dengan jumlah total 25 responden yaitu 15 orang petani dan pedagang pengumpul 5 orang dan pedagang pengecer 5 orang. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis margin distribusi dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran untuk Cabai Rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo terdapat 2 saluran yaitu saluran pemasaran langsung dan pemasaran tidak langsung. Dan di bentuk dengan lembaga pemasaran terdiri dari pemasaran langsung yaitu Petani dan Konsumen Akhir. Sedangkan untuk saluran pemasaran tidak langsung terdiri dari Petani, Pedagang Pengumpul, Pedagang Pengecer dan Konsumen akhir. Dengan margin saluran pemasaran tidak langsung sebesar Rp. 15,000 dimana terdiri dari margin pedagang pengumpul sebesar Rp. 10,000/Kg, dan untuk pedagang pengecer sebesar Rp. 5,000/Kg. Dengan melalui banyaknya lembaga dan biaya pemasaran yang dikeluarkan. Sehingga margin yang di dapat nilainya besar sedangkan keuntungan yang didapat lebih sedikit dibandingkan saluran II (pemasaran langsung) yang tidak mempunyai margin karena tidak melalui lembaga pemasaran atau perantara yang dimana petani menjual langsung cabai rawit pada konsumen akhir. Sehingga saluran II (pemasaran langsung) ini dapat dikatakan menguntungkan bagi petani cabai rawit. Tingginya nilai margin dipengaruhi oleh rendahnya nilai biaya pemasaran yang dikeluarkan. Sehingga saluran yang paling menguntungkan produsen atau di tingkat petani.
ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT DI DESA SOSIAL KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO Daud, Sofyani; Boekoesoe, Yuriko; Saleh, Yanti
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Saluran atau Distribusi pemasaran cabai rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, 2) Faktor apa yang menyebabkan fluktuasi harga cabai rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, 3) Margin Pemasaran Cabai Rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Penelitian ini  dilaksanakan di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus Tahun 2017. Metode yang digunakan adalah metode survei yaitu pengumpulan data berdasarkan wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel jenuh dengan jumlah total 25 responden yaitu 15 orang petani dan pedagang pengumpul 5 orang dan pedagang pengecer 5 orang. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis margin distribusi dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran untuk Cabai Rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo terdapat 2 saluran yaitu saluran pemasaran langsung dan pemasaran tidak langsung. Dan di bentuk dengan lembaga pemasaran terdiri dari pemasaran langsung yaitu Petani dan Konsumen Akhir. Sedangkan untuk saluran pemasaran tidak langsung  terdiri dari Petani, Pedagang Pengumpul, Pedagang Pengecer dan Konsumen akhir. Dengan margin saluran pemasaran tidak langsung sebesar Rp. 15,000 dimana terdiri dari margin pedagang pengumpul sebesar Rp. 10,000/Kg, dan untuk pedagang pengecer sebesar Rp. 5,000/Kg. Dengan melalui banyaknya lembaga dan biaya pemasaran yang dikeluarkan. Sehingga margin yang di dapat nilainya besar sedangkan keuntungan yang didapat lebih sedikit dibandingkan saluran II (pemasaran langsung) yang tidak mempunyai margin karena tidak melalui lembaga pemasaran atau perantara yang dimana petani menjual langsung cabai rawit pada konsumen akhir. Sehingga saluran II (pemasaran langsung) ini dapat dikatakan menguntungkan bagi petani cabai rawit. Tingginya nilai margin dipengaruhi oleh rendahnya nilai biaya pemasaran yang dikeluarkan. Sehingga saluran yang paling menguntungkan produsen atau di tingkat dipetani.
PEMANFAATAN POTENSI TENAGA KERJA PETANI JAGUNG DI DESA DATAHU KECAMATAN TIBAWA KABUPATEN GORONTALO Frisca Octavionita Musa; Wawan K. Tolinggi; Amelia Murtisari
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi pemanfaatan potensi tenaga kerja petani jagung di Desa Datahu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilakukan di Desa Datahu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo dari bulan September sampai bulan Oktober 2017 dengan jumlah sampel 30 orang petani. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survey. Analisis data yang digunakan yaitu analisis alokasi waktu kerja dan Analisis Waktu Kerja Pada Luar Sektor Pertanian. Hasil penelitian ini menunjukan 1) Potensi tenaga kerja di Desa Datahu dilihat dari rata-rata penggunaan tenaga kerja luar keluarga (TKLK) yaitu 47,35 dan tenaga kerja dalam keluarga (TKDK) yaitu 16,99 per musim tanam dengan rata-rata alokasi waktu kerja sebanyak 41,32 hari. Sementara itu, waktu luang yang digunakan petani untuk kegiatan usahatani non jagung yaitu sebanyak 7,2  HOK, di sektor non pertanian dengan waktu yang digunakan sebanyak 10,51 HOK, serta terdapat sebanyak 82,29 HOK yang tidak menggunakan waktu luang untuk bekerja. 2) Kecenderungan petani dalam memanfaatkan waktu luang tergantung pada hasil produksi usahataninya. Jika hasil produksi jagung bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga petani maka petani akan menikmati waktu luang yang dimilikinya seperti bersantai,berkumpul dengan keluarga dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bisa menghibur dirinya dan keluarganya. Tapi sebaliknya jika hasil produksi jagung  rendah maka petani lebih memilih untuk melakukan hal-hal produktif seperti beternak sapi, ojek bentor , pengrajin kayu dan berdagang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7