cover
Contact Name
Abdus Sair
Contact Email
syairbook@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
urbansociology@uwks.ac.id
Editorial Address
Jl Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya, Eas Jawa, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Urban Sociology
ISSN : 26205211     EISSN : 26563339     DOI : 10.30742
Core Subject : Art, Social,
Journal of Urban Sociology (JUS) is a scientific journal published by Sociology department of Wijaya Kusuma University Surabaya periodically (twice a year). JUS tries to be both a new ideas and research presentation forums for lecturer, researcher and community in order to expand the knowledge especially sociology. JUS also oriented to be an original source of thinking of metropolis, multiculturalism, identity, poverty and environment in urban areas.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 1 No 1 Tahun 2018" : 10 Documents clear
MEMPERKUAT MODAL SOSIAL PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI BENCANA Handayani, Baiq Lily
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.561

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat kapasitas perempuan dalam menghadapi bencana. Hal ini dikarenakan perempuan seringkali dikatagorikan sebagai kelompok rentan. Kerentanan-kerentanan tersebut, diantaranya disebabkan oleh faktor kultur dan struktur. Namun disisi yang lain, perempuan memiliki kapasitas yang besar dalam menghadapi bencana. Dengan menggunakan teori Modal Sosial dari Michael Woolcock, penelitian ini mengkaji jaringan kelompok perempuan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan mempunyai sebuah kapasitas jaringan yakni perempuan terintegrasi dalam kelompok-kelompok kerukunan seperti kelompok pengajian muslimat, kelompok PKK, Kelompok Arisan, dan kelompok pengajian yang lain. Melalui kelompok tersebut perempuan melakukan sharing value, berbagi informasi dan saling menguatkan satu sama lain. Keberadaan kelompok perempuan di masyarakat inilah yang merupakan suatu modal sosial yang seharusnya mampu menjadi media untuk mentransformasi pengetahuan perempuan khususnya pengetahuan kebencanaan. Kelompok perempuan mempunyai kapasitas dalam mengkoordinir anggotanya minimal seminggu sekali, kelompok perempuan ini pula mampu menggalang dana dari anggotanya baik dalam bentuk dana Kas dan dana arisan, selain itu kelompok perempuan mampu menjadi media untuk melakukan trauma healing terhadap anggotanya. Kata Kunci: modal sosial, kelompok perempuan, bencana, kapasitas, Woolcock.
KEADILAN HUKUM BAGI SI MISKIN : Sebuah Elegi Si Miskin Dihadapan Tirani Hukum Sholahudin, Umar
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.562

Abstract

Praktik penegakan hukum yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya yang menimpa masyarakat miskin kerapkali melahirkan ketidakadilan. Masyarakat miskin adalah kelompok sosial paling rentan terhadap perlakuan hukum yang tidak adil. Ketidakdilan hukum ini bersumber dari bekerjanya hukum dalam sebuah sistemnya. Ketika hukum dilepaskan dari konteks sosialnya, maka hukum akan jauh dari rasa keadilan masyarakat. Aparat penegak hukum melihat dan memahami kasus hukum masyarakat miskin hanya pada teks-teks “kaku” yang ada dalam aturan perundang-undangan semata, legalistic-positivistik, tanpa berusaha memahami kasus hukum tersebut dalam konteks sosiologisnya. Keberpihakan hukum pada masyarakat miskin adalah sebuah kenicayaan. Penegakan hukum yang affirmative dan berpihak, tidak cukup dibangun dengan paradigma dan cara berhukum legalistic-positivistic, tapi juga perlu dibangun dengan paradigm kritis-progresif. Para pengadil tidak hanya dituntut untuk memiliki kecakapan dan pengetahuan hukum yang cukup, tapi juga dituntut untuk memiliki skiil, kreativitas dan terobosan hukum yang positif yang berdampak pada keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci : Keadilan Hukum, Masyarakat Miskin
REPRESENTASI MITOS KECANTIKAN DALAM KOLOM FEMALE Elanda, Yelly
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.563

Abstract

Media online banyak diminati oleh masyarakat karena kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi. Media online Kompas.com misalnya memiliki kolom female dimana kolom tersebut banyak membahas masalah kecantikan. Melalui berita kecantikan, kolom female mengkonstruksi mitos kecantikan. Kolom tersebut juga mengkaitkan antara tubuh dan lingkungan sosialnya yakni dalam hal percintaan, pola asuh anak dan dalam hal karier untuk membentuk citra tubuh. Tulisan ini adalah mengetahui dan mengidentifikasi representasi mitos kecantikan dalam kolom female. Mengidentifikasi dan membongkar ideologi mitos kecantikan yang diwacanakan oleh kolom female melalui teks berita. Tulisan ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan analisis wacana kritis dengan model pendekatan perubahan sosial yang diutarakan oleh Norman Fairclough. Penelitian ini dilakukan hanya pada level mikro (level teks) yang terbit pada kolom female media online Kompas.com dari bulan oktober hingga desember 2014 dan januari hingga maret 2015 dengan 128 pemberitaan. Hasil penelitian ini adalah kolom female dalam media online Kompas.com yang senyatanya merupakan ruang untuk mengakomodir kepentingan perempuan justru membentuk wacana mitos kecantikan dengan menjadikan perempuan dan laki-laki sebagai objek konsumtif dan objek kenikmatan. Iron maiden digambarkan dengan sosok variatif dengan hanya mengandalkan kecantikan fisik, tanpa melihat inner beauty. Meskipun menghadirkan variasi mitos kecantikan, namun kolom female masih merujuk pada ras kaukasoid. Sosok yang berbeda dari iron maiden mendapatkan streotipe tertentu. Tulisan di kolom female hanya muatan dari kepentingan kapitalis dalam mengkonstruksi kecantikan secara subjektif. Berita dari kolom female masih memperlihatkan betapa kuatnya ideologi kapitalis dan budaya patriarkhi. Kata Kunci: Ideologi, Media, Mitos Kecantikan, Representasi, Wacana
STUDI FENOMENOLOGI TENTANG LAKI-LAKI (FUDANSHI) PENGGEMAR BACAAN DAN TONTONAN FIKSI ROMANTIS HOMOEROTIS JEPANG (YAOI) DI KOTA SURABAYA Kristanto, Andre Barnabas Dwi; Alie, Azizah
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.564

Abstract

Fenomena yaoi sebagai salah satu tontonan dan bacaan yang bernuansa LGBT bukanlah hal baru di Indonesia. Namun pada saat ini karena semakin maraknya kasus-kasus LGBT di Indonesia, membuat yaoi mulai memperlihatkan eksistensinya pada kalangan remaja. Remaja laki-laki penikmat genre yaoi biasa disebut fudanshi. Penelitian ini ingin mengetahui apa yang melatarbelakangi fudanshi menyukai tontonan dan bacaan yaoi dan bagaimana fudanshi memaknai perilaku menonton dan membaca yaoi. Ini merupakan penelitian dekriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Surabaya dengan informan sebanyak 5 orang dari komunitas yaoi. Proses pengumpulan data data menggunakan observasi partisipatif, indept interview dan dokumentasi. Dalam menganalisis menggunakan milik Miles dan Hubermas dan Triangulasi Data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang para fudanshi menyukai tontonan dan bacaan yaoi ialah homoerotis pemikat hati dan romantisme kisah cinta yang antimainstream. Sedangkan para fudanshi memaknai perilaku menonton dan membaca yaoi sebagai media hasrat seksual, sebagai momentum mendapatkan kasih sayang, sebagai sarana hiburan dan menemukan arti kisah cinta yang sesungguhnya. Kata Kunci : Makna Perilaku; Fudanshi; Tontonan; Bacaan
INTERNALISASI NILAI-NILAI MORALITAS DAN KESANTUNAN PADA ANAK USIA DINI Bakhtiyar, .
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.565

Abstract

Sekolah merupakan institusi pendidikan yang penting dalam menkonstruksi moralitas anak. Sekolah berfungsi melakukan internaslisasi melalui proses sosialisasi mengenai nilai-nilai moral dan kesantunan. Walaupun faktanya, kini banyak sekolah yang menghadapi tantangan serius karena tidak mampu melakukan fungsi sekolah dengan baik. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perkara nilai moral dan kesantunan tersebut guna menciptakan generasi santun di masa mendatang, yang dapat dimulai pada anak usia dini. Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang dirujuk dari berbai sumber mendalam. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa (1). Internalisasi nilai moralitas dan kesantunan bangsa sangat penting bagi anak usia dini, guna membentuk watak dan kepribadian, kesadaran terhadap pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai moral dan norma-norma kesantunan bangsa. Internalisasi sejak usia dini sangat berpengaruh pada watak dan kepribadian anak di masa yang akan datang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang profesional dan berintegritas. (2) Implementasi internalisasi nilai-nilai moralitas dan kesantunan bangsa dilakukan dengan  melalui pelaksanaan program semester. (3) Metode yang digunakan untuk internalisasi moralitas dan kesantunan bangsa pada anak usia dini bisa melalui, Storytelling, bermain, identifikasi, bernyanyi, diskusi, pendidikan, suri tauladan, pembiasaan dalam berperilaku, dan rekreasi intelektual ke perpustakaan, (4) Kerjasama sinergis antara guru dan pustakawan mutlak diperlukan dalam pembelajaran berbasis perpustakaan, sebagai media terbaik dalam implementasi internalisasi moralitas dan kesantunan bangsa. Kata Kunci :  Sekolah, Internalisasi, Moralitas, Kesantunan, Anak Usia  Dini
BENCANA DAN “PROYEK” KURIKULUM KEBENCANAAN DI SEKOLAH Sair, Abdus
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.560

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang bencana dan proyek kurikulum kebencaan di sekolah. Untuk maksud itu penulis menggunakan metode kajian pustaka yang diadon melalui persepektif sosiologi. Sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia sudah semestinya menerapkan kurikulum kebencanaan di sekolah. Kurikulum tersebut harus menjadi “proyek kebajikan” yang ditempatkan sebagai Education for Sustainable Development melalui prinsip-prinsp yang mapan, seperti; relevansi, efektivitas, efisiensi dan fleksibilitas, serta mengacu pada prinsip-prinsip umum dalam PRB yang dijelaskan secara eksplisit di dalam Hyogo Framework for Action. Tujuan dari proyek kurikulum kebencanaan ini adalah untuk mewujudkan komunitas baru yang lebih kritis yang mampu memahami bencana secara total; kenapa terjadi bencana, bagaimana perilaku menghadapi bencana, dan apa yang harus dilakukan ketika bencana itu datang. Ujungnya adalah untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat Indonesia dari resiko bencana yang lebih besar dan membahayakan di kemudian hari. Kata Kunci : Bencana, Proyek Kurikulum Kebencanaan di Sekolah, Komunitas Kritis
KEADILAN HUKUM BAGI SI MISKIN : Sebuah Elegi Si Miskin Dihadapan Tirani Hukum Umar Sholahudin
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.562

Abstract

Praktik penegakan hukum yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya yang menimpa masyarakat miskin kerapkali melahirkan ketidakadilan. Masyarakat miskin adalah kelompok sosial paling rentan terhadap perlakuan hukum yang tidak adil. Ketidakdilan hukum ini bersumber dari bekerjanya hukum dalam sebuah sistemnya. Ketika hukum dilepaskan dari konteks sosialnya, maka hukum akan jauh dari rasa keadilan masyarakat. Aparat penegak hukum melihat dan memahami kasus hukum masyarakat miskin hanya pada teks-teks “kaku” yang ada dalam aturan perundang-undangan semata, legalistic-positivistik, tanpa berusaha memahami kasus hukum tersebut dalam konteks sosiologisnya. Keberpihakan hukum pada masyarakat miskin adalah sebuah kenicayaan. Penegakan hukum yang affirmative dan berpihak, tidak cukup dibangun dengan paradigma dan cara berhukum legalistic-positivistic, tapi juga perlu dibangun dengan paradigm kritis-progresif. Para pengadil tidak hanya dituntut untuk memiliki kecakapan dan pengetahuan hukum yang cukup, tapi juga dituntut untuk memiliki skiil, kreativitas dan terobosan hukum yang positif yang berdampak pada keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci : Keadilan Hukum, Masyarakat Miskin
INTERNALISASI NILAI-NILAI MORALITAS DAN KESANTUNAN PADA ANAK USIA DINI . Bakhtiyar
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.565

Abstract

Sekolah merupakan institusi pendidikan yang penting dalam menkonstruksi moralitas anak. Sekolah berfungsi melakukan internaslisasi melalui proses sosialisasi mengenai nilai-nilai moral dan kesantunan. Walaupun faktanya, kini banyak sekolah yang menghadapi tantangan serius karena tidak mampu melakukan fungsi sekolah dengan baik. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perkara nilai moral dan kesantunan tersebut guna menciptakan generasi santun di masa mendatang, yang dapat dimulai pada anak usia dini. Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang dirujuk dari berbai sumber mendalam. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa (1). Internalisasi nilai moralitas dan kesantunan bangsa sangat penting bagi anak usia dini, guna membentuk watak dan kepribadian, kesadaran terhadap pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai moral dan norma-norma kesantunan bangsa. Internalisasi sejak usia dini sangat berpengaruh pada watak dan kepribadian anak di masa yang akan datang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang profesional dan berintegritas. (2) Implementasi internalisasi nilai-nilai moralitas dan kesantunan bangsa dilakukan dengan  melalui pelaksanaan program semester. (3) Metode yang digunakan untuk internalisasi moralitas dan kesantunan bangsa pada anak usia dini bisa melalui, Storytelling, bermain, identifikasi, bernyanyi, diskusi, pendidikan, suri tauladan, pembiasaan dalam berperilaku, dan rekreasi intelektual ke perpustakaan, (4) Kerjasama sinergis antara guru dan pustakawan mutlak diperlukan dalam pembelajaran berbasis perpustakaan, sebagai media terbaik dalam implementasi internalisasi moralitas dan kesantunan bangsa. Kata Kunci :  Sekolah, Internalisasi, Moralitas, Kesantunan, Anak Usia  Dini
BENCANA DAN “PROYEK” KURIKULUM KEBENCANAAN DI SEKOLAH Abdus Sair
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.560

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang bencana dan proyek kurikulum kebencaan di sekolah. Untuk maksud itu penulis menggunakan metode kajian pustaka yang diadon melalui persepektif sosiologi. Sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia sudah semestinya menerapkan kurikulum kebencanaan di sekolah. Kurikulum tersebut harus menjadi “proyek kebajikan” yang ditempatkan sebagai Education for Sustainable Development melalui prinsip-prinsp yang mapan, seperti; relevansi, efektivitas, efisiensi dan fleksibilitas, serta mengacu pada prinsip-prinsip umum dalam PRB yang dijelaskan secara eksplisit di dalam Hyogo Framework for Action. Tujuan dari proyek kurikulum kebencanaan ini adalah untuk mewujudkan komunitas baru yang lebih kritis yang mampu memahami bencana secara total; kenapa terjadi bencana, bagaimana perilaku menghadapi bencana, dan apa yang harus dilakukan ketika bencana itu datang. Ujungnya adalah untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat Indonesia dari resiko bencana yang lebih besar dan membahayakan di kemudian hari. Kata Kunci : Bencana, Proyek Kurikulum Kebencanaan di Sekolah, Komunitas Kritis
REPRESENTASI MITOS KECANTIKAN DALAM KOLOM FEMALE Yelly Elanda
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.563

Abstract

Media online banyak diminati oleh masyarakat karena kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi. Media online Kompas.com misalnya memiliki kolom female dimana kolom tersebut banyak membahas masalah kecantikan. Melalui berita kecantikan, kolom female mengkonstruksi mitos kecantikan. Kolom tersebut juga mengkaitkan antara tubuh dan lingkungan sosialnya yakni dalam hal percintaan, pola asuh anak dan dalam hal karier untuk membentuk citra tubuh. Tulisan ini adalah mengetahui dan mengidentifikasi representasi mitos kecantikan dalam kolom female. Mengidentifikasi dan membongkar ideologi mitos kecantikan yang diwacanakan oleh kolom female melalui teks berita. Tulisan ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan analisis wacana kritis dengan model pendekatan perubahan sosial yang diutarakan oleh Norman Fairclough. Penelitian ini dilakukan hanya pada level mikro (level teks) yang terbit pada kolom female media online Kompas.com dari bulan oktober hingga desember 2014 dan januari hingga maret 2015 dengan 128 pemberitaan. Hasil penelitian ini adalah kolom female dalam media online Kompas.com yang senyatanya merupakan ruang untuk mengakomodir kepentingan perempuan justru membentuk wacana mitos kecantikan dengan menjadikan perempuan dan laki-laki sebagai objek konsumtif dan objek kenikmatan. Iron maiden digambarkan dengan sosok variatif dengan hanya mengandalkan kecantikan fisik, tanpa melihat inner beauty. Meskipun menghadirkan variasi mitos kecantikan, namun kolom female masih merujuk pada ras kaukasoid. Sosok yang berbeda dari iron maiden mendapatkan streotipe tertentu. Tulisan di kolom female hanya muatan dari kepentingan kapitalis dalam mengkonstruksi kecantikan secara subjektif. Berita dari kolom female masih memperlihatkan betapa kuatnya ideologi kapitalis dan budaya patriarkhi. Kata Kunci: Ideologi, Media, Mitos Kecantikan, Representasi, Wacana

Page 1 of 1 | Total Record : 10