cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)
ISSN : 02169541     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Enerlink adalah jurnal yang diterbitkan 2 kali setahun oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Industri Kimia BPPT di bidang energi dan lingkungan. Enerlink is a scientific journal that publishes twice annually by Centre of Energy Technology and Chemical Industry of BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2017)" : 6 Documents clear
STUDI KARAKTERISASI PENCAMPURAN BIODIESEL DENGAN MINY AK SOLAR SD Sumbogo Murti
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4254

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang mirip dengan solar dari minyak bumi. Biodiesel dapat diproduksi dari minyak nabati langsung, minyak hewani atau lemak dan minyak goreng bekas. Sifat fisik biodiesel mirip dengan minyak bumi, tapi biodiesel secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan udara yang beracun. Namun, ada beberapa kekurangan biodiesel seperti rentan terhadap kontaminasi air, kandungan energi lebih rendah serta memiliki masalah pada suhu rendah. Biodiesel dapat dicampur dan digunakan dalam berbagai konsentrasi. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan kebijakan campuran biodiesel secara bertahap sampai 30% pada tahun 2020. Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut, sebuah studi tentang pencampuran biodiesel dengan minyak bumi telah dilakukan. Biodiesel dibuat dari minyak kelapa sawit, minyak jarak pagar dan minyak canola. Pencampuran dilakukan dengan berbagai komposisi. Beberapa sifat termofisik dari campuran telah diteliti sesuai dengan standar ASTM. Hasil pengukuran campuran bahan bakar biodiesel bervariasi sesuai dengan komposisi campuran dan asal biodiesel. Umumnya, sifat biodiesel campuran dari minyak kelapa sawit dan minyak Canola dapat memenuhi standar yang berlaku di Indonesia. Di sisi lain biodiesel dari minyak jarak tidak dapat memenuhi standar kualitas stabilitas oksidasi.Kata kunci : sifat bahan bakar, campuran biodiesel, minyak sawit, minyak jarak, minyak canola
ANALISIS KEBIJAKAN ENERGI NASIONALSEBAGAI PRODUK KEBIJAKAN TRANSISI ENERGI INDONESIA La Ode Muhammad Abdul Wahid
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4255

Abstract

Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 T ahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). KEN sebagai suatu produk kebijakan publik ditetapkan setelah melalui perdebatan “top-down” sejak tahun 2010. Sasaran KEN hanya fokus kepada penyediaan energi, padahal kebijakan energi sudah beralih ke sisi kebutuhan energi. KEN tidak menetapkan sasaran mitigasi gas rumah kaca. Untuk mendukung pencapaian sasaran KEN tentang bauran energi baru dan terbarukan (EBT), Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai regulasi tentang Feed-in T ariff harga jual listrik pembangkit EBT namun tidak berjalan maksimal karena harganya lebih mahal. Pemerintah juga menganggarkan subsidi kepada investor EBT tetapi ditolak karena bertentangan dengan amanat undang-undang. Berbagai kelemahan dalam KEN perlu dianalisis untuk perbaikan KEN di masa datang. Metode analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sasaran KEN perlu di revisi dan diperluas sampai ke sasaran konservasi energi untuk pengguna energi akhir, termasuk potensi mitigasi gas rumah kaca. Debat KEN perlu lebih banyak dilakukan secara 'bottom-up' dan melibatkan kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Penetapan sasaran KEN perlu didukung dengan berbagai pemodelan yang akurat dan hasilnya dijadikan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Umum Energi Nasional. KEN juga perlu mengantisipasi dampak kebijakan energi terhadap kebutuhan tenaga kerja dan investasi sektor energi dan sedapat mungkin ditetapkan dalam bentuk undang-undang.Kata kunci: kebijakan energi nasional
POTENSI PEMANF AA T AN BIOHIDROGEN DAN BIOMET ANADARI POME UNTUK KETENAGALISTRIKAN P ADA ANALISIS PROTOTIPE 3 BIOHYTHANE KAP ASIT AS 1 M /HARI Prima Zuldian
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4256

Abstract

Perkembangan energi terbarukan berbasis biomassa semakin dibutuhkan mengingat melimpahnya komoditas biomassa di Indonesia khususnya kelapa sawit serta makin menurunnya cadangan sumberdaya berbasis fosil. Komoditas sawit menjadi salah satu produk perkebunan utama nasional dan menjadi produksi terbesar didunia hingga saat ini yang dimanfaatkan sebagian besar untuk kebutuhan pangan serta sejumlah kecil energi (Biodiesel). Proses ekstraksi T andan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tersebut menghasilkan Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan Chemical Oxygen Demand(COD) yang tinggi (35.000 ppm). Melalui fermentasi POME dua tahap dalam prototipe sistem 3biohytane berkapasitas 1 m berpotensi menghasilkan listrik dari biohidrogen dan biometana sebesar 5,691 kWe. Ditinjau dari sisi keekonomian, dengan investasi (CAPEX) sebesar US$ 27.559 dan biaya operasional (OPEX) sebesar US$ 1 1.263/tahun akan diperoleh Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar US$ 0,323/kWh, Power Purchase Agreement (PP A) sebesar US$ 0,503/kWh dan tarif penjualan listrik US$ 0,508/kWh. Perbandingan BPP dengan jenis pembangkit lain menunjukkan bahwa BPP yang dihasilkan dari prototipe sistem biohythane cukup kompetitif untuk mensubsitusi pemakaian minyak solar pada PL TD yang saat ini memiliki nilai BPP lebih tinggi. Kata kunci : kelapa sawit, POME, biohythane
KAJIAN PENINGKA T AN PRODUKSI BESI DENGAN TEKNOLOGI MINI BLAST FURNACE UNTUK EFISENSI ENERGI BAGI PENAMBANG KECIL DAN MENENGAH Rudi Surya Sitorus
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4257

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, diantaranya bijih besi yang tersebar dibeberapa kepulauan di Indonesia. Namun dengan kondisi seperti ini, belum dapat membuat Indonesia mampu menghasilkan bahan baku yang cukup untuk memenuhi kebutuhan industri baja nasionalnya. Kajian ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi mini blast furnace yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap persoalan penambang bijih besi skala kecil dan menengah di Indonesia untuk mengolah lebih lanjut bijih besinya menjadi bahan baku industri baja. Mini blast furnace merupakan teknologi yang dapat dikembangkan dengan prinsip mini production sehingga diharapkan akan sesuai dengan kondisi penambang bijih besi skala kecil dan menengah di Indonesia. Hal ini terkait dengan penerapan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tentang minerba, yaitu larangan ekspor hasil tambang mineral dan batubara.Kata kunci : bijih besi, mini blast furnace, iron making
SINTESABIO-BENSIN MELALUI PERENGKAHAN KA T ALITIK MINY AK JELANT AH DENGAN KA T ALIS ZEOLITE ALAM BA Y AH SD Sumbogo Murti; Elfi N
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4258

Abstract

Peningkatan pemakaian Bahan bakar minyak yang Krisis energi terhadap BBM saat ini mendorong pencarian sumber energi alternatif yang terbarukan sebagai pengganti suplai energi berbasis minyak bumi. Salah satu sumber energi alternatif berasal dari minyak tumbuhan (nabati). Di Indonesia penelitian mengenai minyak tumbuhan (nabati) antara lain pemanfaatan minyak sawit untuk menghasilkan bio-bensin. Namun penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku pembuatan biobensin dapat menimbulkan masalah pangan. Untuk itu pembuatan bio-bensin beralih ke minyak jelantah yang juga mempunyai karakteristik hampir sama dengan karakteristik yang dimiliki oleh minyak bumi. Pada penelitian ini akan dilakukan perengkahan katalitik minyak jelantah untuk menghasilkan bahan bakar setara bensin dengan bantuan katalis zeolit alam bayah. Proses perengkahan katalitik minyak jelantah dengan katalis zeolit alam bayah dilakukan pada fasa cair dan tekanan awal 8 MPa secara batch dengan variasi suhu (380, 400 dan 420°C), variasi waktu reaksi (60 dan 90 menit) dan rasio katalis/minyak jelantah (1/100 dan 1/75). Dari penelitian ini diperoleh yield bio bensi dari produk cair perengkahan katalitik tertinggi mencapai 7,16% pada tekanan awal 8 Mpa, otemperatu reaksi 420 C dan rasio katalis 1/100.Kata kunci : minyak jelantah, perengkahan katalitik, zeolit alam bayah, bio-bensin
ANALISA BIAYA PEMBANGKITAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI SKALA KECIL Abdul Hamid Budiman; Akim Windaru
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4259

Abstract

Potensi panas bumi di Indonesia sangat besar. Namun demikian pengembangan panas bumi di Indonesia masih rendah. Salah satu kendala yang banyak dihadapi dalam pengembangan energi panas bumi saat ini adalah letaknya yang terisolir jauh dari beban, sehingga menyebabkan tingkat keekonomianya kurang menarik.Tulisan ini menjelaskan biaya pembangkitan dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala kecil menggunakan tiga skenario yaitu Business as Usual (BAU), Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan Clean Development Mechanism (CDM). Hasil studi menunjukkan biaya pembangkitan rata-rata untuk PLTP skala kecil adalah 15,5 cent $/kWh untuk skenario BAU, 14,36 cent $/kWhuntuk skenario TKDN, 14,65 cent $/kWh untuk skenario CDM dan 13,51 cent $/kWh untuk skenario gabungan. Dibanding dengan Pembangkit Listrik TenagaDisel (PLTD), PLTP skala kecil masih lebih kompetitif, dimana biaya pembangkitan PLTD skala kecil adalah 17,20 cent $/kWh.Kata kunci: PLTP Skala Kecil, Biaya Pembangkitan, BAU, TKDN, CDM

Page 1 of 1 | Total Record : 6