cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)
ISSN : 02169541     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Enerlink adalah jurnal yang diterbitkan 2 kali setahun oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Industri Kimia BPPT di bidang energi dan lingkungan. Enerlink is a scientific journal that publishes twice annually by Centre of Energy Technology and Chemical Industry of BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2018)" : 6 Documents clear
KONSUMSI BAHAN BAKAR SPESIFIK GENSET KUBOTA J310 BERBAHAN BAKAR CRUDE-OIL DENGAN PEMBANDING BIO-SOLAR PADA KONDISI BEBAN 100% Muhammad Ihsan Sofyan
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i1.4270

Abstract

Riset ini bertujuan untuk membuat analisis awal konsumsi bahan bakar dengan minyak mentahsebagai bahan bakar alternatif selain bio-solar yang sudah ada, agar dapat dipertimbangkan untukditerapkan di pasar. Uji Kinerja dari penelitian ini menggunakan generator diesel Kubota J310dilakukan berdasarkan standar atau metode SNI 0119: 2012. Hasil pengujian performa dalam halpenggunaan yang berbeda dari alat uji konsumsi bahan bakar menunjukkan bahwa konsumsi bahanbakar yang dibutuhkan oleh mesin saat beroperasi pada 3000 rpm pada kondisi beban 100% atauWOT (Wide Open Throttle) menunjukkan konsumsi bahan bakar minyak mentah yang lebih rendah20% dibandingkan dengan bio-solar. Selain itu, data menunjukkan bahwa aliran bahan bakar cair(LFF) atau laju aliran baik dari minyak mentah atau bio-diesel memiliki kecenderungan berbandinglurus dengan konsumsi bahan bakar dan memiliki keterkaitan dengan nilai emisi hidrokarbon danopasitas yang dikeluarkannya.Kata kunci: bahan bakar diesel, minyak mentah, bio-solar, pengujian unjuk kerja, Kubota, genset, SNI
PERENCANAAN PLTU BIOMASSA BERBAHAN BAKAR TANAMAN KALIANDRA MERAH DI KALIMANTAN TIMUR Irhan Febijanto
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i1.4271

Abstract

Pemanfaatan kayu sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik berbahan bakar biomassamerupakan salah satu alternative implementasi energi baru dan terbarukan. Studi ini dilakukan untukmelihat prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) untuk mensuplaikebutuhan listrik pabrik pelet dan menjual listrik ke PT. PLN pada tahap selanjutnya. Bahan bakupabrik pelet dan bahan bakar PLTBm berasal dari tanaman kaliandra merah (Caliandra Callothyrsus),yang ditanam di dua lokasi hutan produksi yang berbeda. Energi listrik untuk pabrik pelet disuplai dariPLTBm 1 x 7 MW yang dibangun berdekatan dengan pabrik pelet. PLTBm menggunakan stoker boilerlocal untuk menekan biaya investasi dan biaya operasi. Listrik yang dibangkitkan akan dijual kejaringan grid PT. PLN mengalami kesulitan dikarenakan kondisi sistem Mahakam telah mempunyaireserve margin yang mencukupi, akibat fast track program (program percepatan pembangunan),sehingga pembangunan pembangkit baru tidak dibutuhkan lagi saat ini di Sistem Mahakam,Kalimantan Timur. Makalah ini membahas tinjauan serta analisis terhadap keberlanjutan suplai bahanbakar biomassa, meliputi luas perkebunan kaliandra, rute transprotasi, heat and mass balance dariPLTBm serta evaluasi terhadap aturan PLN yang berlaku saat ini. Dari hasil studi, PLTBm tidak bisamenjual listrik dikarenakan rendahnya harga jual listrik dan reserve margin yang telah mencukupi,sehingga penilaian keekonomian tidak menggunakan IRR (Internal Rate Return), tetapi memakaiselisih antara biaya produksi PLTBm dengan biaya pembelian listrik ke PT. PLN pada daya yang sama.Dari hasil analisis diketahui bahwa dengan meningkatnya reserve margin dan keandalan suplai sistemkelistrikan Mahakam, pembangunan PLTBm membutuhkan evaluasi lebih lanjut, mengingatkeuntungan pembangunan yang dicapai dari selisih biaya tersebut sangat kecil.Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, biomassa kayu, listrik
OPTIMASI PROSES PENGOLAHAN PELUMAS BEKAS MENJADI BAHAN BAKAR Ade Syafrinaldy; Imron Masfuri
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i1.4272

Abstract

Optimalisasi kondisi proses konversi minyak pelumas bekas menjadi bahan bakar diselidiki dalamdemo plant. Pemrosesan kembali pelumas bekas menjadi bahan bakar dapat menjadi solusipencegahan pencemaran lingkungan. Demo plant BPPT di Balikpapan, mengolah pelumas bekasmenjadi bahan bakar setara HSD (High Speed Diesel) dan MFO (Marine Fuel Oil) menggunakanevaporator dalam kondisi vakum (20 kPa). HSD dihasilkan dengan cara distilasi pada temperatur260oC, kemudian dikondensasikan dengan hasil 5-10% produk HSD. Sementara MFO diproduksimelalui proses water cut (penguapan air) pada temperatur 120oC kemudian sisa air dan sedimennyadipisahkan menggunakan separator sentrifugal. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi prosesyang lebih efisien dan optimal dalam evaporator di demo plant. Pada bagian pertama riset ini dilakukanpenentuan temperatur proses water cut yang paling rendah di mana air telah terpisahkan secaramaksimal dari pelumas bekas. Temperatur ditetapkan pada 80-120oC pada tekanan 20 kPa yangsama dengan kondisi proses evaporator demo plant. Pada bagian kedua, pelumas bekas didistilasipada temperatur 220-300oC pada kondisi vakum 20 kPa untuk mengetahui kecenderungan perolehanjumlah produk HSD. Sampel pelumas bekas yang digunakan untuk penelitian sama dengan pelumasbekas yang digunakan pada demo plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk proses water cut,pemisahan air maksimal dapat dicapai pada temperatur 80oC, 20 kPa. Sedangkan untuk prosesdistilasi HSD, hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi temperatur distilasi semakin banyak jumlahproduk HSD. HSD yang dihasilkan berada pada rentang 8,6% (220oC, 20 kPa) - 29,8% (300oC, 20kPa). Semua hasil ini mengarah pada pengoperasian demo plant yang lebih baik, lebih ekonomis danmenguntungkan.Kata Kunci: pelumas bekas; distilasi; proses water cut; high speed diesel, marine fuel oil
DEGRADASI PRODUK PADA LIKUIFAKSI SELULOSA DENGAN PELARUT ETANOL-AIR Galuh W. Murti; P. S. Marathe; R.J.M. Westerhof
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i1.4273

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif merupakan salah satu solusi untuk mengatasikelangkaan bahan bakar minyak di masa depan. Indonesia memiliki biomassa yang melimpah yangdapat dimanfaatkan sebagai sumberdaya bahan bakar. Selulosa adalah komponen terbesar dalambiomassa, selulosa ini merupakan gula yang terdiri dari unit-unit glukosa. Oleh karena itu, tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui produk-produk degradasi selulosa dan pengaruh campuranetanol/air sebagai media likuifaksi. Selulosa dilikuifaksi pada suhu 300oC dengan campuran etanol/airtertentu (0/100, 10/90, 50/50, 60/40, 80/20, 100/0) ke dalam reaktor batch. Media likuifaksi optimumadalah 60/40 (w/w) etanol / air. Beberapa produk degradasi dari selulosa dalam fase aqueous sepertiasam levulinat, asam asetat, asam format, dan etil levulinat diamati oleh HPLC dan LCMS. Dalamlikuifaksi selulosa, berat molekul rata-rata menurun dengan bertambahnya etanol. Ini menunjukkanbahwa charring dapat dihindari dengan menggunakan etanol sebagai pelarut. Selain itu, etanolbereaksi dengan produk intermediet dan menghasilkan senyawa dengan berat molekul ringan. Studikami menegaskan bahwa dalam media yang kaya air, reaksi tersebut terjadi dengan cepat terhadapproduk degradasi dan charring; namun, penambahan etanol dapat menurunkan laju reaksi sertamelindungi glukosa menjadi produk degradasi lebih lanjut, dan akhirnya, ester levulinik ditemukansebagai produk stabil pada akhir reaksi. Ester Levulinik diketahui sebagai biofuel atau komponen aditifuntuk diesel dan biodisel.Kata kunci: ester levulinik, likuifaksi selulosa, etanol, air, produk degradasi
EVALUASI EFISIENSI POMPA SENTRIFUGAL PADA UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM PUSAT DISTRIBUSI CILINCING Akhmad Muji Hartono; Amiral Aziz
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i1.4274

Abstract

Tulisan in menampilkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi pompasentrifugal pada Unit Pengolahan Air Minum Pusat Distribusi Cilincing. Hasil dari penelitian inimemperlihatkan bahwa. Efisiensi pompa 2 didapat 60,87 % hal ini lebih kecil dibandingkan denganefisiensi pompa 2 yang didapat berdasarkan “Pump Performance Test Record” yang dikeluarkanmanufaktur pompa Kubuta Corporation sebesar 70 %. Efisiensi pompa 4 didapat 69,87 % hal ini lebihkecil dibandingkan dengan efisiensi pompa 4 yang didapat berdasarkan “Pump Performance TestRecord” sebesar 84 %. Efisiensi pompa 5 didapat 61,87 % hal ini lebih kecil dibandingkan denganefisiensi pompa 5 yang didapat berdasarkan “Pump Performance Test Record” sebesar 65 %.Penurunan efisiensi terbesar terjadi pada pompa 4 dimana efisiensi pompa 4 adalah 69,87 % hal inilebih jauh kecil dibandingkan dengan efisiensi pompa 4 yang didapat berdasarkan “PumpPerformance Test Record”.sebesar 84 %, hal ini disebabkan karena pompa 4 beroperasi padakapasitas yang jauh lebih kecil yaitu 5936.274 (m³/jam) dibandingkan dengan kapasitas pompaberdasarkan “Pump Performance Test Record” sebesar 7380 (m³/jam). Apabila pompa 2,4 dan 5beroperasi secara parallel, efisiensi total pompa tertinggi adalah 49,8 %. Penurunan efisiensi padasistem pempompaan dapat terjadi pada :Pompa, Motor listrik dan Kabel penghubung motor dansumber listrik.. instalasi listrik yang tidak memenuhi standar, pola pengoperasian mekanikal danelektrikal yang tidak tepat, penurunan kinerja peralatan listrik dan pompa.Kata kunci: pompa sentrifugal , unit pengolahan air minum pusat distribusi cilincing , air minum,efisiensi
PENGARUH CAMPURAN PELARUT ETANOL-AIR PADA LIKUIFAKSI BIOMASSA LIGNOSELULOSA Galuh Wirama Murti
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i1.4275

Abstract

Bio-crude oil, yang diproduksi dari proses likuifaksi biomassa lignoselulosa,dapat dijadikan salah satualternatifenergi dari sumberdaya terbarukan. Eksperimen likuifaksi ini melibatkan solventdan terjadipada suhu tinggi dan tekanan tinggi dalam reaktor batch. Studi ini mempelajari pengaruh mediapelarut etanol-air (0-100%), suhu(250-350oC), dan waktu reaksi(0 – 90 menit) pada likuifaksibiomassa. Selain itu, penggunaan air dalam proses juga dibuktikan dapat mempercepat reaksi ke arahproduk. Kondisi operasi optimum likuifaksi biomassa (kayu pinus) dicapai pada campuran etanol/air60/40 (w/w) pada suhu reaksi 300oC, dan waktu reaksi 30 menit. Di atas 300oC, hasil residu padatbertambah secara signifikan karena re-polimerisasi. Selain itu, waktu reaksi yang berkepanjanganlebih dari 1 jam meningkatkan yield residu padat. Selama recovery (separasi) produk, bio-crude oilcenderung terikut melalui filter saat menggunakan etanol dalam proses pencairan. Terungkap bahwabio-crude oil sebagian terlarut dalam campuran etanol/air. Kelarutan bio-crude oil yang hidrofobikmeningkat secara proporsional dengan jumlah konsentrasi etanol. Campuran etanol dan airmenunjukkan efek sinergis pada proses pencairan. Air mempercepat reaksi dekomposisi, dan secarabersamaan, etanol dapat melarutkan senyawa berat molekul berat dari matriks padat.Kata kunci: likuifaksi biomassa, kayu pinus, etanol, air, likuifaksi hidrotermal

Page 1 of 1 | Total Record : 6