cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dirgantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
The use of satellite beacon TEC data from GRBR campaign-based observations for ionosphere tomography over West Java Indonesia Timbul Manik
Jurnal Sains Dirgantara Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.662 KB) | DOI: 10.30536/j.jsd.2018.v15.a2896

Abstract

The experiment of ionospheric tomographic reconstruction using satellite beacon TEC data from two or more adjacent GRBR observation stations following equatorial latitude and longitude have been conducted on campaign-based  observation in Sumedang, Pameungpeuk and Indramayu West Java on 2016 and 2017. The reconstruction technique utilized is a simple algebraic reconstruction technique (ART). The result obtained is the ionosphere electron density distribution along the longitude of 108 degrees East over the area of West Java and Indonesia. The ionosphere electron density  parameters obtained from the IRI-2012 Model were used as the initiation to construct ionospheric tomographic reconstruction. The validation performed by correlating foF2 from the ionospheric tomographic reconstruction with foF2 obtained from ionosonde observation at Sumedang station, one of the GRBR observation sites shows that corresponded to the correlation coefficient value of 0.8665, with a bias frequency of 1.386 MHz, whereas the correlation with the maximum electron density value obtained from the IRI-2016 model gives a  correlation coefficient value of 0.8958. a bias frequency of 1.386 MHz, whereas the correlation with the maximum electron density value obtained from the IRI-2016 model gives a  correlation coefficient value of 0.8958.  
EVALUASI PEMETAAN POTENSI ENERGI SURYA BERBASIS MODEL WRF DI DESA PALIHAN DAN DESA AIKANGKUNG Bono Pranoto; Dian Galuh Cendrawati; Nurry Widya Hesty; Errie Kusriadie
Jurnal Sains Dirgantara Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.654 KB) | DOI: 10.30536/j.jsd.2018.v15.a2521

Abstract

Penggunaan model numerik Weather Research and Forecasting (WRF) untuk memprediksi potensi energi surya dapat digunakan sebagai langkah awal pemetaan. Peta hasil prediksi WRF perlu diverifikasi guna meningkatkan kualitas data. Dalam penelitian ini, digunakan data WRF dengan rentang tahun 2001 hingga 2010. Untuk verifikasi digunakan data observasi radiasi matahari selama 12 bulan pada 2 lokasi yaitu desa Palihan (Provinsi Yogjakarta) dan desa Aikangkung (Provinsi Nusa Tenggara Barat). Metoda yang digunakan adalah penurunan skala (downscaling), prediksi, verifikasi dan koreksi. Hasil verifikasi memperlihatkan lokasi 1 (desa Palihan) memiliki deviasi yang lebih besar (Mape=22.59%) dibanding pada lokasi 2 (desa Aikangkung) dengan nilai Mape=12.95%. Perbedaan nilai antara model WRF dan data observasi dimanfaatkan untuk mengkoreksi peta potensi energi surya. Hasil peta yang telah terkoreksi, memiliki nilai Mape = 0.0007% untuk desa Palihan dan 7% untuk desa Aikangkung.  
Pengaruh Central Pacific dan eastern Pacific El Nino terhadap variabilitas curah hujan di Sulawesi Budi Prasetyo; Nikita Pusparini
Jurnal Sains Dirgantara Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.05 KB) | DOI: 10.30536/j.jsd.2018.v15.a2864

Abstract

Pulau Sulawesi dipengaruhi oleh fenomena Central Pacific (CP) dan Eastern Pacific (EP) El Niño. Curah hujan Sulawesi mencakup ketiga pola hujan yang ada di Indonesia yaitu Monsunal, equatorial, dan lokal. Variabilitas ketiga pola curah hujan tersebut akan memberikan respon yang berbeda terhadap pengaruh dari kedua tipe El Niño tersebut. Maka, Kajian ini akan membahas pengaruh dari kedua tipe El Niño  terhadap curah hujan Sulawesi. Penelitian ini Menggunakan data curah hujan bulanan berasal dari Climate Prediction Center (CPC) National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Suhu Permukaan Laut (SPL) bulanan dari System Ocean Data Assimilation (SODA) versi 2.2.4 dan oceanic Niño Indeks (ONI) dengan periode  Januari 1950 hingga Desember 2010 (60 tahun). Perhitungan statistik sederhana berupa perata-rataan, korelasi, dan analisa komposit digunakan dalam kajian ini. Penentuan tipe El Niño menggunakan tiga buah indeks yang berbeda. Hasilnya diperoleh bahwa Curah hujan Sulawesi berkurang saat kedua tipe El Niño. Penurunan curah hujan akibat EP El Niño berkisar antara 5 – 20 mm sedangkan akibat CP El Niño berkisar antara 2-12 mm. Wilayah Sulawesi dengan pola curah hujan monsunal merupakan wilayah yang mengalami penurunan curah hujan terbesar akibat kedua tipe El Niño tersebut, kemudian diikuti dengan pola curah hujan equatorial dan terakhir Lokal.
BASIC LIFETIME MODEL FOR REENTRY TIME PREDICTION OF ARTIFICIAL SPACE OBJECTS Abdul Rachman; Rhorom Priyatikanto
Jurnal Sains Dirgantara Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.642 KB) | DOI: 10.30536/j.jsd.2018.v0.a2902

Abstract

The identification of space debris and the prediction of its orbital lifetime are two important things in the initial mitigation processes of threat from falling debris. As a part of the development of related decision support system, this study focuses on developing a basic lifetime model of artificial space object based on a well-known theory and prediction scheme in the field of satellite reentry research. Current implemented model has not accounted atmospheric oblateness or other correcting factors, but it has a reasonably good performance in predicting reentry time of several objects with various initial eccentricities. Among 30 predictions conducted to 10 objects that reentered the atmosphere from 1970 to 2012, there are 13 calculations that yield prediction time with accuracy of < 30% relative to the actual reentry time. In addition, 11 calculations yields prediction time which were more accurate compared to the outputs from SatEvo software that is currently used in the decision support system on the falling debris operated by Space Science Center LAPAN. These results were considered satisfying and can be developed further by adopting the updated atmospheric model and by calculating other relevant correcting factors.
RELASI APROKSIMASI ANTARA DIAMETER KAWAH TUMBUKAN DI BUMI DAN UKURAN OBJEK PENUMBUK DARI SIMULASI NUMERIK Judhistira Aria Utama
Jurnal Sains Dirgantara Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.732 KB) | DOI: 10.30536/j.jsd.2018.v15.a2909

Abstract

Di permukaan Bulan dan planet-planet terestrial dapat dijumpai kawah-kawah hasil tumbukan benda-benda angkasa. Studi ini mencoba memperoleh relasi aproksimasi antara diameter kawah tumbukan di Bumi terhadap ukuran objek yang diperlukan untuk membentuk kawah tersebut. Studi dilakukan menggunakan simulasi numerik terhadap ribuan sampel asteroid dekat-Bumi  nyata dalam orbit yang telah dikenal dengan baik. Menggunakan asumsi bahwa jumlah kawah yang dibentuk di permukaan Bumi sama dengan banyaknya asteroid dekat-Bumi yang menumbuk dalam kurun waktu tertentu, diperoleh bahwa diperlukan asteroid dengan diameter yang lebih kecil untuk menghasilkan kawah-kawah besar yang dikenal dibandingkan prediksi yang ada sebelumnya. Pengetahuan tentang ukuran fisik asteroid penumbuk dapat digunakan dalam mengestimasi besarnya energi tumbukan yang dihasilkan, yang berhubungan pula dengan strategi metode mitigasi yang diperlukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5