Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) is a national scientific journal that contains research articles in the field of nutrition and health related to aspects of clinical nutrition and dietetics, community nutrition, Maternal and Child Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, and functional food.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2022): September 2022"
:
11 Documents
clear
UJI DAYA TERIMA SEDUHAN TEH DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA LINN) UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Nopriantini Nopriantini;
Jonni Syah R Purba;
Iman Jaladri
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1093
Latar Belakang : Daun asam jawa (tamarindus indica. l) merupakan salah satu tanaman obat tradisional Hampir semua bagian asam jawa dapat dimanfaatkan, adanya penghambatan α-amilase dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan DMT2. Adanya inhibitor α- glukosidase dapat menghambat enzim α- glukosidase di usus dan menurunkan kadar glukosa darah dengan memperlambat pencernaan dan absorpsi pati dan disakarida. Adanya penghambatan pada enzim α- glukosidase akan menunda penyerapan karbohidrat di saluran pencernaan sehingga dapat mencegah peningkatan konsentrasi glukosa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis daya terima seduhan teh daun asam jawa. Metode : PenelitianP ini menggunakan RancanganAAcakLLengkap (RAL) dengan 3Pperlakuan.Hasil Uji daya terima dianalisis menggunakan Friedman test. Subjek penelitian sebanyak 25 panelis terlatih untuk uji daya terima. Penialaian daya terima meliputi warna, aroma, dan rasa. Hasil : Pada aspek warna, aroma, dan rasa, formula 2 ( 2 gram daun asam jawa , 100 ml air) memiliki skor daya terima lebih baik dan berbeda signifikan dibandingkan dengan formula linnya dengan p=0.000. Kesimpulan : Formula yang paling disukai panelis adalah formula 2
PERBEDAAN JUMLAH SISA MAKANAN HIDANGAN LAUK NABATI TERHADAP MODIFIKASI RESEP PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG JEMBER
Neneng Fina Mafazah;
Yudi Arimba Wani;
Eva Putri Arfiani
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1087
Sisa makanan yang tinggi dapat memengaruhi penyembuhan pasien khususnya pada pasien post sectio caesarea. Pasien post sectio caesarea membutuhkan zat gizi yang adekuat untuk penyembuhan luka operasi dan pemulihan kondisi serta mencegah terjadinya infeksi pada masa nifas. Oleh karena itu, diperlukan adanya modifikasi resep untuk mengurangi sisa makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah sisa makanan hidangan lauk nabati terhadap modifikasi resep pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan post-test only control group design dan single-blind method. Subjek pada penelitian ini adalah pasien post sectio caesarea berjumlah 34 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang mendapat hidangan tanpa modifikasi resep berupa orem-orem tahu dan kelompok perlakuan yang mendapat hidangan dengan modifikasi resep berupa pepes tahu cetak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah sisa makanan pada pasien post sectio caesarea antara yang mendapat hidangan lauk nabati tanpa dan dengan modifikasi resep di Rumah Sakit Daerah Balung Jember (p value=0,014) dengan rerata jumlah sisa makanan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sebesar 21,03 g dan 9,01 g. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pasien lebih dapat menerima hidangan pepes tahu cetak dibandingkan dengan orem-orem tahu.
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Instagram Bertema Empat Pilar Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Gizi Remaja Putra
Elga Miftahul Jannah;
Desi Desi;
Suaebah Suaebah;
Martinus Ginting;
Ikawati Sulistyaningsih
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.988
Pengetahuan gizi yang rendah akan mengakibatkan kebiasaan makan yang salah sehingga dapat menimbulkan masalah gizi pada remaja. Pencegahan timbulnya masalah gizi tersebut, memerlukan kegiatan edukasi gizi bertema empat pilar gizi seimbang melalui media yang dapat meningkatkan pengetahuan gizi remaja. Saat ini media sosial Instagram menjadi media sosial popular di kalangan remaja yang dapat dijadikan sebagai media edukasi gizi. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui Instagram bertema empat pilar gizi seimbang terhadap pengetahuan gizi remaja putra di SMA Negeri Kecamatan Pontianak Kota.Jenis penelitian ini adalah pre-experiment dengan desain penelitian one group pre test – post test. Subjek penelitian adalah remaja putra SMA Negeri di kecamatan Pontianak Kota, yaitu SMA N 4 dan SMA N 8 Kota Pontianak. Sampel sebanyak 35 dipilih dengan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui proses bergulir dari satu responden ke responden lainnya untuk memenuhi kebutuhan peneliti. data dianalisis dengan Uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi.Didapatkan nilai p (p-value) sebesar 0,000 yang artinya ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan intervensi gizi berupa edukasi gizi terhadap pengetahuan gizi remaja putra SMA di Kecamatan Pontianak Kota.Pendidikan gizi melalui Instagram bertema Empat Pilar Gizi Seimbang dapat meningkatkan pengetahuan gizi remaja
ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN KERAGAMAN PANGAN TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING DI SIMPANG TERITIP BANGKA BARAT
Ori Pertami Enardi;
Ade Devriany;
Endah Mayang Sari;
Eri Virmando
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1090
Masalah pangan dan gizi merupakan masalah kompleks yang saling berkaitan serta disebabkan oleh faktor yang beragam, salah satunya disebabkan oleh faktor konsumsi pangan. Penilaian terhadap pola konsumsi pangan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk menggambarkan keadaan pangan dan gizi masyarakat. Pola konsumsi pangan individu dapat mencerminkan kecukupan gizi seseorang. Pada dasarnya semakin beragam konsumsi pangan seseorang semakin besar peluang mencukupi kebutuhan gizinya. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Responden penelitian anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 3,1% anak mengalami stunting. Tingkat kecukupan energi sebanyak 37,8%. Tingkat kecukupan protein sebanyak 80,4% dan tingkat keragaman 64 %. Tidak terdapat hubungan tingkat asupan energi, protein, dan keragaman pangan dengan stunting.
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK DAUN KELOR TERHADAP TINGKAT KESUKAAN ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI NUGGET AYAM
Fadillah Rahmawati;
Astari Puruhita Ansokowati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.996
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi sayuran pada anak berumur >5 maka dibuatlah nugget ayam dengan penambahan serbuk daun kelor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan organoleptik dan kandungan nilai gizi nugget ayam pada formulasi yang berbeda. Terdapat 4 pengobatan serbuk daun kelor yaitu 0%, 5%, 10% dan 15%. perhitungan gizi menggunakan aplikasi Nutrisurvey. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan teknik analisis Keragaman atau ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa nugget dengan formulasi 0% dan 5% paling disukai dari segi warna, rasa, aroma dan tekstur. Berdasarkan perhitungan Nutrisurveynugget dengan formulasi tambahan 15% memiliki kandungan protein dan serat yang paling tinggi 5,9 dan 8,96 gram.
PENGARUH PENDAMPINGAN GIZI DENGAN MEDIA VIDEO PMBA TERHADAP PENGETAHUAN, PENERAPAN PMBA DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO BALITA
Tri Setiawati;
Widyana Lakshmi Puspita;
Jurianto Gambir;
Ayu Rafiony
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1091
Masalah gizi menjadi salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Timbulnya masalah gizi, secara langsung disebabkan oleh faktor asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Penyebab tak langsung adalah akibat dari faktor lainnya yaitu ketersediaan pangan dalam keluarga, asuhan ibu terhadap anak dan pelayanan Kesehatan. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan gizi dengan media video PMBA terhadap pengetahuan, penerapan PMBA dan asupan zat gizi makro balita. Metode penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini adalan 32 responden. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar recall dan dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Ada perbedaan pada pengetahuan gizi sebelum dan sesudah pendampingan gizi dengan media video (p=0,000), ada perbedaan pada penerapan PMBA pada responden sebelum dan sesudah pendampingan gizi dengan media video (p=0,020), pada hasil zat gizi makro ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pada kelompok umur 6-11 bulan (energi p=0.000), protein p=0.002, lemak p=0.003, dan pada kelompok umur 12-24 bulan (energy p=0.001, protein p=0.021, karbohidrat p=0.011). Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pendampingan gizi dengan menggunakan media video pada kelompok umur 6-12 bulan (karbohidrat p=0.074) dan 12-24 bulan (lemak p=0.083). Pendampingan gizi menggunakan media video mampu mampu meningkatkan pengetahuan, penerapan PMBA dan zat gizi makro.
ASUHAN GIZI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RS PUSAT OTAK NASIONAL JAKARTA
Tasya Khoirunnisaa;
Khoirul Anwar;
Amalia Shabrina
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1016
Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Stroke adalah terjadinya kerusakan pada otak akibat adanya gangguan peredaran darah otak non traumatik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan diet sesuai dengan kebutuhan gizi kepada pasien stroke iskemik. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Asuhan gizi pasien stroke dimulai dengan asesmen gizi, penegakkan diagnosa, intervensi, monitoring dan evaluasi. Pasien diberikan diet makanan cair formula rumah sakit (FRS) 1900 kkal dengan jenis diet stroke secara bertahap dimulai dari 6x250cc (1 kkal/cc), diberikan melalui nasogastric tube (NGT) dengan bolus sebanyak 6 kali/hari. Selama 3 hari intervensi, tingkat kecukupan gizi pasien mencukupi 80% kebutuhan dan terjadi peningkatan pada kemampuan makan pasien dan konsistensi makanan dari cair ke lunak. Perkembangan biokimia tidak dapat dipantau karena tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium. Perkembangan fisik/klinis pasien terjadi peningkatan kesadaran dan penurunan tekanan darah dari 145/95 mmHg sebelum intervensi menjadi 130/80 mmHg setelah intervensi.
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA
Mellenia Dwiari Andya;
Sopiyandi Sopiyandi;
Didik Hariyadi;
dahliansyah dahliansyah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1092
Remaja adalah orang muda yang berusia antara 10-19 tahun. Masa remaja merupakan masa peralihan yang mulai berpikir kritis, namun masih dipengaruhi oleh kondisi emosi yang masih labil. Remaja mulai mencari perhatian dalam lingkungannya sebagai upaya mendapatkan status dan peranan. Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Salah satu faktor determinan status gizi adalah faktor kebiasaan makan pada diri seseorang dan lingkungan sekitarnya.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji beberapa hasil penelitian dan jurnal-jurnal dengan tema hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode literature review yang menekan pada ulasan rangkuman dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka. Penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Remaja diharapkan lebih memperhatikan lagi pola makan dan aktifitas fisik supaya tidak mempengaruhi status gizi.
GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PONDOK PESANTREN AL-FATAH SINGKAWANG
Syifa Humaira;
Shelly Festilia Agusanti;
Mulyanita Mulyanita;
Rezza Dewintha
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1038
Penyelenggaran makan institusi khususnya di pondok pesantren merupakan komponen penting dalam menentukan status gizi para santri. Pendidikan pondok pesantren memiliki kurikulum yang mewajibkan santri bertempat tinggal tetap di pondok pesantren selama kegiatan pembelajaran. Artinya, para santri tinggal dan makan di pondok pesantren, dalam situasi ini pondok pesantren harus memberikan pelayanan makanan terbaik kepada santrinya, memastikan bahwa kebutuhan gizinya terpenuhi sehingga proses belajar mengajarnya berjalan dengan lancar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sistem penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren Al-Fatah Singkawang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian yaitu deskriptif yang menggunakan tehnik wawancara dengan pihak yang bersangkutan dalam penyelenggaran makanan serta observasi (pengamatan) untuk melihat gambaran sistem penyelenggaran makanan di Pondok Pesantren Al-Fatah Singkawang.Penelitian ini menunjukkan bahwa unit penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren Al-Fatah Singkawang tidak memberlakukan peraturan pemberian makanan, tidak menetapkan standar makanan dan standar porsi. Siklus menu dilakukan namun masih belum memenuhi syarat yakni tidak bervariasi, perencanaan kebutuhan telah ditetapkan sesuai anggaran namun tidak menghitung perencanaan biaya makanan. Pengadaan bahan makanan dan pemesanan serta pembelian dilakukan namun pada penerimaan bahan makanan tidak diperiksa sesuai spesifikasi bahan makanan yakni tidak tersedianya spesifikasi bahan makanan, penyimpanan bahan makanan masih belum memenuhi syarat yakni tidak adanya pengecekan suhu pada bahan makanan, persiapan dan pengolahan bahan makanan belum memenuhi syarat yakni tidak adanya pedoman menu dan distribusi makanan menerapkan sistem kombinasi.Disimpulkan penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren Al- Fatah Singkawang masih belum memenuhi standar umum penyelenggaraan makanan institusi.
PENGEMBANGAN DAN PENGAPLIKASIAN MEDIA VIDEO VISUAL DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA
Firmansyah Firmansyah;
Lutfi Nur Ratna Kusuma;
Siti Zulaekah;
Luluk Ria Rakhma
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1082
Nutrition problems that are often found in adolescents include nutritional imbalances, so they need knowledge about balanced nutrition. To increase knowledge of balanced nutrition, a tool is needed in the form of audio-visual media. This audio-visual media is considered effective in increasing knowledge. This study aimed to develop and apply audio-visual media to increase knowledge of balanced nutrition in adolescents. This study used the Research and Development (RnD) method with the analysis, planning, development, and implementation stages. In this study, the research subjects were material and media experts, and the target and object of this research were audio-visual media. Based on the media validation test, the assessments of the validators of material experts, media experts, and targets, audio-visual was included in the appropriate category with an average value of 4.3, while for CVI calculations a score of 1 means that each material expert agrees that the material in the audio-visual was relevant. The results of the application of audio-visual media obtained an average value of 6.7 pretests and 9.7 posttests so there was an increase in knowledge of 44.7%. Audio-visual media was appropriate to be used as a means of information to increase knowledge of balanced nutrition in adolescents. So that nutrition education methods with related media can be developed and applied.