cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2
Core Subject : Health, Education,
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) is a national scientific journal that contains research articles in the field of nutrition and health related to aspects of clinical nutrition and dietetics, community nutrition, Maternal and Child Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, and functional food.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023): September 2023" : 10 Documents clear
Jenis dan Asupan Advanced Glycation EProducts (AGEs) dengan Obesitas Abdominal pada Remaja di Kota Jambi Putra, Egy Sunanda; Sofiyetti, Sofiyetti; Muhaimin, Al
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1230

Abstract

Masalah ganda gizi salah satunya obesitas perlu menjadi perhatian karena dampak jangka panjang yang akan meningkatkan kematian dini pada usia dewasa. Salah satu yang menjadi faktor penyebab obesitas ialah jenis dan asupan Advanced Glycation End Products (AGEs), akan tetap masih belum banyak dilakukan dan masih ada  perdebatan asupan AGEs dengan obesitas abdomonial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan  menganalisis jenis dan asupan AGEs dengan obesitas abdominal pada remaja di Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode descriptive quantitative correlation dengan pendekatan crossectional dengan penelitian ini adalah remaja usia 15 – 18 tahun sebanyak 90 orang yang dipilih secara purposive sampling. Analisis bivariat dengan uji chi-square dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel bebas, karakteristis umum subjek dengan obesitas abdominal. Hasil penelitian yakni  jenis kelamin (p=0,04; CI 95%= 1,014 – 5,895), jenis AGEs (p=0,004; CI 95%= 1,506 – 10,402), dan asupan AGEs (p=0,003; CI 95%= 1,516 – 8,694) berhubungan dengan obesitas abdominal. Kesimpulan: Asupan AGEs merupakan risiko paling kuat dengan obesitas abdominal rermaja
Hubungan Praktik Pemberian Makan dan Hygiene Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Ningsih, Setia; Puspitasari, Dyah Intan; Isnaeni, Farida Nur; Setiyaningrum, Zulia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1165

Abstract

Pendahuluan: Di antara beberapa penyebab stunting pada balita, salah satunya adalah pola asuh. Pola asuh pada balita antara lain praktik pemberian makan serta praktik kebersihan dan sanitasi lingkungan yang berdampak pada stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebiasaan makan, kebersihan lingkungan, dan sanitasi dengan prevalensi stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kabupaten Sukoharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik cross-sectional. Ukuran sampel adalah 250 individu, dan proses pengambilan sampel adalah multistage random sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang pola makan, kebersihan, dan sanitasi, dan microtoise digunakan untuk mengukur tinggi badan balita untuk memperoleh data tentang stunting. Uji chi-square digunakan untuk menguji hubungan antara pola makan, kebersihan dan sanitasi lingkungan, dan stunting. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34% balita mengalami stunting. Balita stunting dengan praktik pemberian makan yang kurang sebanyak 26% dan 16% balita stunting dengan praktik hygiene dan sanitasi lingkungan yang kurang. Berdasarkan uji chi-square antara praktik pemberian makan dan kejadian stunting didapatkan (P=0,000) serta antara hygiene dan sanitasi lingkungan dan kejadian stunting didapatkan (P=0,000) Simpulan: Ada hubungan yang cukup besar antara kebiasaan makan, hygiene dan sanitasi lingkungan, dan prevalensi stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kabupaten Sukoharjo. Dalam penelitian ini, para ibu balita harus fokus untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah stunting pada balita.
Pengaruh Nugget Ikan Tenggiri Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Asupan Gizi Dan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil suaebah suaebah; Widyana Lakshmi Puspita; Iman Jaladri
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1229

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu hamil yang merupakan indikator ke-5 dalam Millenium DevelopmentGoals (MDG) yang dicanangkan oleh WHO belum tercapai karena masih terdapat 37,1% ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018, prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9 % mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebanyak 11,8%. Dengan demikian, keadaan ini mengindikasi bahwa anemia gizi besi masih menjadi masalah kesehatan.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksprimen, dengan design onegroup pre-post tes design. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Parit Mayor, denganjumlah sampel sebanyak 35 ibu hamil dengan penambahan 10% droup out. Pengambilan sampeldilakukan dengan cara purposive sampling artinya sampel diambil apabila sesuai dengan kriteria ebagaiberikut : bersedia mengikuti penelitian sampai selesai, tidak alergi ikan, dan berdomisili di Wlayah Puskesmas Parit Mayor. Tahap pelaksanaan penelitian : ijin lokasi dengan kepala puskesmas dan koordinasi dengan kader Posyandu setempat, tahap awal skrining sampel, kemudian pre test : recall asupan zat gizi dan pemeriksaan kadar Hb selanjutnya intervensi nugget dilakukan selama 8 kali selama 3 bulan.Hasil : ada perbedaan kadar haemoglobin ibu hamil sebelum dan setelah diberikan nugget ikan tenggiri dengan P-value 0,000 ada perbedaan asupan protein, asupan Fe dan asupan vitamin C sebelum dan setelah diberikan nugget ikan tenggiri.
Edukasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) Melalui Media Sosial dapat Meningkatkan Kadar Hemoglobin dan Pengetahuan pada Remaja Putri Sopiyandi, Sopiyandi; Sari, Endah Mayang; Chintia, Windy
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1233

Abstract

Kekurangan zat gizi mikro masih merupakan masalah di negara berkembang, salah satunya adalah anemia. Kurangnya pengetahuan tentang gizi merupakan faktor yang mempengaruhi keadaan gizi seseorang yang selanjutnya akan mengurangi kemampuan seseorang untuk menerapkan informasi gizi dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi chat WhatsApp merupakan aplikasi mobile terpopuler dengan pengguna terbanyak di Indonesia yaitu sekitar 35,8 juta pengguna yang dapat digunakan sebagai media edukasi mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) bagi remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh WhatsApp sebagai media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pedoman Gizi Seimbang terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan pengetahuan pada remaja putri di Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimental study dilakukan di SMA N 1 Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok intervensi dan SMA N 1 Sei Kakap Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok kontrol dengan jumlah sampel 23 sampel untuk setiap kelompok yang diambil secara simple random sampling. Paparan yang diberikan kepada kelompok intervensi adalah edukasi Pedoman Gizi Seimbang melalui aplikasi WhatsApp pada smartphone selama satu bulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa Tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, namun ada perbedaan peningkatan hemoglobin pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Pengembangan Formulasi Bubur Instan Berbasis Pangan Lokal di Tinjau dari Daya Terima, Sifat Fisikokimia dan Kandungan Gizi Ayu Rafiony; Mulyanita Mulyanita; Ismi Trihardiani; Nopriantini Nopriantini; Wiwik Sundari
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1239

Abstract

Bubur bayi instan merupakan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berbentuk bubuk dan bersifat instan sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Beranekaragam pangan lokal sumber karbohidrat seperti sagu, pisang dan umbi-umbian dapat dimanfaatkan sebagai pangan alternatif yang relatif lebih aman dalam penyediaan energi dalam pembuatan bubur instant. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi bubur instant berbasis pangan lokal ditinjau dari citarasa, sifat fisikokimia dan kandungan gizi. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan 3 jenis formula. Cita rasa bubur instant dilakukan dengan uji organoleptiuk dan dianalisis dengan uji friedman. Penetapan kandungan gizi dilakukan dengan analisis proksimat dan kandungan antioksidan dengan metode DPPH. Hasil uji freidman menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata penambahan tepung ubi jalar ungu, tepung pisang dan tepung kacang kedelai terhadap daya terima warna, aroma dan rasa bubur instant. Namun penambahan tepung ubi jalar ungu, tepung pisang dan tepung kacang kedelai memberikan pengaruh yang nyata terhadap daya terima tekstur bubur instant.
Analisis HACCP pada Proses Pembuata Snack Pasien Kue Marmer Niken Pratiwi; Yasir Farhat; Mahpola Mahpola
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1189

Abstract

Pembuatan kue marmer sebagai makanan selingan pasien kanker merupakan salah satu usaha untuk memenuhi kecukupan zat gizi dengan jenis diet ETPT dengan pengawasan mutu yang maksimal, sehingga kontaminasi dari bahan mentah hingga menjadi makanan dapat dikendalikan dan dapat memenuhi jaminan mutu berdasarkan HACCP. Kue marmer memiliki potensi bahaya biologi, fisik maupun kimia. Adapun analisis yang dilakukan meliputi observasi secara langsung dan wawancara kepada petugas pembuat kue marmer. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan  di RS X Jakarta, pada bulan November 2022 dengan objek penelitian adalah analisis penerapan HACCP pada proses pembuatan snack kue marmer di RS X Jakarta. Hasil analisis HACCP diperoleh titik kritis dari mulai penerimaan hingga produk terbuat dapat dikendalikan. Pada telur dilakukan pencucian dengan chlorin 50 ppm selama 2-3 menit, pada tepung terigu, bubuk coklat, dan gula halus pada proses penyimpanan, serta proses penyimpanan pada mentega untuk menghindari potensi bahaya mikroba lipolitik. Pada pembutan marmer cake berpotensi terjadinya kontaminasi pada proses pengemasan setelah proses pengolan. Penggunaan APD dengan baik serta proses penyajian mempengaruhi potensi bahaya pada marmer cake.  Kegiatan ini menghasilkan temuan bahwa terdapat dua jenis potensi bahaya yang ditinjau dari segibiologi, fisik, dan kimia terhadap aspek produksi pada pembuatan kue marmer.
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Formulasi Flakes Tepung Umbi Kribang, Kacang Hijau dan Kulit Pisang Mulyanita, Mulyanita; Rafiony, Ayu; Trihardiani, Ismi; Ginting, Martinus; Agusanty, Shelly Festilia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1238

Abstract

Kekurangan gizi pada ibu hamil masih menjadi masalah utama di Indonesia, salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronik. Upaya untuk mengatasi kekurangan energi kronik dapat dilakukan dengan Pemberian Makanan Tambahan. Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah dengan menggali potensi pangan lokal sebagai upaya diversifikasi olahan pangan yaitu memanfaatkan umbi kribang yang di substitusi tepung kacang hijau dan tepung kulit pisang sebagai bahan baku untuk pembuatan flakes. Kribang merupakan jenis umbi-umbian yang dapat menjadi alternatif makanan pokok dengan nilai gizi yang tinggi namun rendah kadar gula yang dapat di substitusi dengan menggunakan kacang hijau dan memanfaatkan kulit pisang yang memiliki kandungan serat yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Formula produk terdiri atas tiga taraf (P) yaitu tepung umbi kribang dengan penambahan tepung kacang hijau dan tepung kulit pisang kepok (30%:70% ; 50%:50% ; 70%:30%). Perlakuan terbaik dalam pengujian organoleptik ada pada P2, dilanjutkan dengan analisis fisikokimia warna: L 34,38, a* 8,83 dan b* 16,94, waktu ketahanan kerenyahan dalam susu selama 4 menit 25 detik, daya serap air sebesar 161,57 % dan daya rehidrasi sebesar 17,04 %. Hasil analisis proksimat : kadar air 5,03%, kadar abu 4,11%, kadar lemak 9,07%, protein 7,72%, karbohidrat 64,90% dan serat kasar 9,16%.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Pemberian MPASI Dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Balita Zogara, Asweros Umbu; Pantaleon, Maria Goreti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1205

Abstract

Konsumsi sayur dan buah memberikan banyak manfaat bagi balita. Tetapi kebanyakan balita tidak mencapai konsumsi yang cukup dalam sehari. Hal ini dipengaruhi oleh pola asuh karena orang tua masih mengatur makanan yang dikonsumsi balita. Faktor lainnya adalah umur pemberian MPASI dan umur pengenalan sayur dan buah. Balita seharusnya mendapatkan makanan pada umur 6 bulan dan sebaiknya segera dikenalkan dengan sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh, umur pemberian MPASI, dan umur pengenalan sayur dan buah dengan konsumsi sayur dan buah pada balita. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kupang pada bulan Maret sampai Juni 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berumur 24-59 bulan berjumlah 366 orang. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara prompting and encouragement to eat (p-value=0,001), control over eating (p-value=0,023), umur pemberian MPASI (p-value=0,033), dan umur pengenalan sayur (p-value=0,041) dengan konsumsi sayur pada balita. Pola asuh emotional feeding (p-value=0,035), prompting and encouragement to eat dan control over eating (p-value=0,041), umur pemberian MPASI (p-value=0,000) dan umur pengenalan buah (p-value=0,029) berhubungan dengan konsumsi buah pada balita. Orang tua sebaiknya memilih pola asuh yang mendukung konsumsi sayur dan buah pada balita
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Balita Terkait MP-ASI Astuti, Puji; Yanti, Syarifah Nurul; Zakiah, Mistika; Rahmayanti, Sari
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1243

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Stunting dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Ibu sebagai penyedia makan dalam keluarga berperan penting dalam kecukupan gizi anak. Pengetahuan ibu yang baik dapat membuat perubahan perilaku sehingga mencegah stunting pada anak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan stunting setelah diberikan penyuluhan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan responden berupa pilihan ganda. Sampel berjumlah 59 responden. Mayoritas ibu berusia 17-25 tahun dengan Pendidikan SMP dan sebagai ibu rumah tangga. Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan “baik” sebanyak 28.81%, “cukup” sebanyak 67.8%, dan “kurang” 3.39%. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 72.88% untuk “baik”, 23.73 untuk “cukup” dan 3.39% untuk kurang. Uji statistik menunjukkan perbedaan pengetahuan bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan (p< 0.00). Kesimpulan: Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting secara signifikan pada ibu dengan balita di Desa Sungai Batu Kabupaten Mempawaah, Kalimantan Barat.
Pengaruh Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn) Terhadap Kadar Glukosa Darah Milviniva, Lia Risiska; Widhi, Anisa Sekar
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1202

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah jenis yang paling banyak terjadi dan selalu meningkat setiap tahunnya. Penatalaksanaan secara non farmakologi dapat memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi risiko komplikasi salah satunya dengan jus jambu biji merah. Pada 100 gram jambu biji merah terkandung 87 mg vitamin C, 80,38 mg flavonoid, dan 5,2 gram serat. Kandungan antioksidan tersebut dapat menangkal radikal bebas, anti-diabetes dan anti-inflamasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kartasura dengan rancangan penelitian one group pretest postest design terhadap 15 sampel. Jenis glukosa darah yang diuji adalah glukosa darah puasa 10 jam dengan metode GOP-PAP. Intervensi diberikan jus jambu biji merah sebanyak 300 mL/hari selama 12 hari. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Rata-rata nilai glukosa darah puasa pretest 178,67 mg/dL dan postest 168 mg/dL. Hasil uji statistik terdapat pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai P= 0,030 (<0,05). Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat mengendalikan faktor lain yang dapat meningkatkan  resiko diabates melitus.Type 2 diabetes mellitus is the most common type and always increases every year. Non-pharmacological management can improve quality of life and reduce the risk of complications, one of which is with red guava juice. In 100 grams of red guava contained 87 mg of vitamin C, 80.38 mg of flavonoids, and 5.2 grams of fiber. The content of these antioxidants can ward off free radicals, anti-diabetic and anti-inflammatory. The purpose of the study was to determine the effect of giving red guava juice on fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The study was conducted in the working area of the Kartasura Health Center with a research design of one group pretest postest design on 15 samples. The type of blood glucose tested was 10-hour fasting blood glucose by the GOP-PAP method. The intervention was given red guava juice as much as 300 mL/day for 12 days. Statistical analysis using the Wilcoxon test. The average fasting blood glucose value of pretest 178.67 mg/dL and postest 168 mg/dL. The results of statistical tests showed the effect of giving red guava juice on fasting blood glucose levels with a value of P = 0.030 (<0.05). It is recommended that researchers can further control other factors that can increase the risk of diabetes mellitus.

Page 1 of 1 | Total Record : 10