cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2
Core Subject : Health, Education,
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) is a national scientific journal that contains research articles in the field of nutrition and health related to aspects of clinical nutrition and dietetics, community nutrition, Maternal and Child Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, and functional food.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024): September 2024" : 12 Documents clear
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen di Warung Seblak Mamang Ndut Malang Setyaningrum, Yahmi Ira; Choirunisa, Ratnani; Nirbaya, Arindra
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.908

Abstract

Kepuasan konsumen penting untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Oleh karena itu dilakukan analisis terhadap faktor yang berpengaruh. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh faktor perilaku konsumen, penampilan makanan, cita rasa, harga makanan, kualitas pelayanan, dan lokasi terhadap kepuasan konsumen. Desain penelitian cross sectional, dengan sampel sebanyak 119 konsumen. Kriteria inklusi sampel yaitu usia 17-50 tahun, membeli hidangan dan dimakan di tempat serta dalam keadaan sehat. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil uji statistik dengan Gamma d’Somers adalah semua variabel yang diteliti berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Nilai koefisien korelasi (r) perilaku konsumen (0,365), penampilan makanan (0,580), cita rasa (0,605), harga makanan (0,472), kualitas pelayanan (0,619) dan lokasi (0,527). Dari hasil tersebut faktor yang memiliki pengaruh dominan adalah variabel kualitas pelayanan, dimana nilai (r) 0,619 (hubungan kuat) dan variabel cita rasa dengan nilai (r) 0,605 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang dominan yang mempengruhi kepuasan konsumen pada variabel kualitas pelayanan dan cita rasa.
Hubungan Body Image dan Kebiasaan Makan dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Putri di SMA Negeri 11 Yogyakarta Shalita, Alika Widya; Noviani, Nor Eka; Hariawan, Muhammad Hafizh
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1619

Abstract

Salah satu masalah gizi yang banyak dialami remaja adalah status gizi lebih, baik kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Status gizi lebih dapat diakibatkan oleh faktor jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik yang rendah, kebiasaan dan pola makan yang tidak baik, dan stres psikososial. Masalah gizi lebih pada remaja dapat mempengaruhi body image remaja atau puas tidaknya remaja terhadap bentuk tubuhnya. Body image sendiri juga dapat mengubah kebiasaan makan remaja, baik itu membatasi atau meningkatkan asupan makannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara body image dan kebiasaan makan dengan status gizi lebih pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah remaja putri usia 16-17 tahun yang duduk di kelas XI di SMA Negeri 11 Yogyakarta. Besar sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 82 responden dengan teknik purposive sampling. Data body image diambil dengan kuesioner Body Shape Questionnarie (BSQ), data kebiasaan makan diambil dengan kuesioner Adolescent Food Habits Checklist (AFHC), dan data status gizi remaja diambil dengan menggunakan indeks massa tubuh menurut usia (IMT/U). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yang digunakan untuk mengetahui karakteristik variabel. Hasil uji hubungan pada variabel body image dan status gizi lebih dengan Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan  dengan nilai p = 0,002 (<α = 0,05). Sedangkan, hasil uji hubungan pada variabel kebiasaan makan dan status gizi lebih dengan Spearman’s Correlation Rank menunjukkan adanya hubungan yang searah dengan nilai p = 0,0062. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin baik kebiasaan makan seseorang, maka akan mengarah pada status gizi yang normal.
Analisis Kepuasan Citra Tubuh dengan Pemilihan Makanan pada Remaja Mahfida, Silvi Lailatul; Nurmaulina, Siti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1635

Abstract

Perubahan pada fase remaja mulai menilai diri, dan mengubah citra diri, yang dapat mengarah pada penilaian yang positif dan negatif. Persepsi yang negatif ini dapat mempengaruhi perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan citra tubuh dengan pemilihan makanan pada remaja. Penelitian ini berupa observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 3 Kabupaten Tangerang yang berusia 15-17 tahun, sebanyak 114 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling. Data citra tubuh dikaji menggunakan Kuesioner Multidimensional Body Self Relation Questionnaire Appearance Scales (MBSRQ-AS), dan data pemilihan makan menggunakan Food Choice Quesioner (FCQ), secara online. Korelasi kedua variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebanyak 85 orang ( 74,6%) memiliki citra tubuh normal, 19 orang (16,7%) dengan citra tubuh positif, dan sebanyak 10 orang (8,8%) memiliki citra tubuh negatif. Terdapat hubungan citra tubuh dengan pemilihan makanan pada dimensi bahan alami (p=0,037; r=0,196), dimensi kesehatan (p=0,012; r=0,235) dan dimensi control berat badan (p=0,033; r=0,200). Dapat disimpulkan bahwa remaja dengan pemilihan makan yang bersifat alami, bermanfaat untuk kesehatan, serta dapat mengontrol berat badan berpotensi sebagai penentu perkembangan citra tubuh. Edukasi gizi bagi remaja sebaiknya diarahkan untuk dengan pendekatan citra tubuh untuk membentuk perilaku makan yang baik.
Hubungan Asupan (Protein, Lemak, Zat Besi, Kalsium) dan Tingkat Stress dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri Utami, Yuliani Tri; Vidyarini, Andra
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1467

Abstract

Menstruation is the discharge of blood from the uterus that occurs at a certain time. The menstrual cycle is very important in the female reproductive system because it influences circuit changes, however, many women experience menstrual cycle disorders which can have an impact on health. The research aims to analyze the relationship between intake (protein, fat, iron, calcium) and stress levels with the menstrual cycle of adolescent girls at SMA PGRI 1 Bekasi City. The method used is quantitative research with a cross-sectional design. This research involved 101 respondents using Purposive Sampling technique. Protein, fat, iron and calcium intake was obtained using the 2 x 24 hour recall method. The questionnaires and interviews used were the menstrual cycle and the DASS (Depression Anxiety Stress Scale) stress level. Analysis was carried out using the Chi-Square statistical test. Based on the research results, it can be seen that the majority of respondents have normal menstrual cycles, normal macro intake (protein, fat), low micro intake (iron, calcium) and moderate stress levels. The results of bivariate analysis showed that there was no relationship between intake (protein, fat, iron, calcium) and stress levels with the menstrual cycle (p>0.05). Conclusion There is no relationship between intake (protein, fat, iron, calcium) and stress levels with the menstrual cycle of adolescent girls at SMA PGRI 1 Bekasi City.
Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Status Gizi Lebih pada Siswa di Asrama Putri Saputro, Heru; Syagata, Anindhita Syahbi; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1522

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh yang dihasilkan dari keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan berat badan berlebih dan obesitas. Selain itu, asupan zat gizi juga perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi yang baik melalui konsumsi makanan di sekolah. Siswa SMA yang tinggal di asrama memerlukan perhatian terhadap asupan gizinya, yang dapat dipantau melalui penyelenggaraan makanan di asrama sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi lebih pada remaja putri di asrama. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional, Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 58 siswa putri kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data aktivitas fisik menggunakan formulir aktivitas fisik dan dihitung dengan nilai Physical Activity Level (PAL). Data status gizi diukur dengan antropometri (tinggi dan berat badan) dan dihitung menggunakan IMT/U. Uji hubungan dilakukan dengan Fisher exact 3x3. Hasil penelitian responden memiliki kategori aktivitas ringan (65,5%), gizi normal (72,4%), gizi lebih (22,4%), dan obesitas (5,17%). Hasil uji bivariat menunjukan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi lebih remaja putri (p <0,05)
Hubungan Antara Body Image dengan Perilaku Membaca Label Informasi Gizi pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Sefrina, Nadila; Mustikaningrung, Fitriana
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1479

Abstract

Body image adalah evaluasi pada ukurantubuh, berat tubuh, dan kepercayaan diri yang mengarah pada penampilan fisik seseorang. Perempuan cenderung memiliki pandangannegatif terhadap body image dan memperhatikan berat badan merekadibandingkan laki-laki. Kepedulian pada body image jadi alasan mahasiswa untukmenentukan makanan dan membaca label informasi nilai gizi yang tertera pada kemasanmakanan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi korelasi antara citra tubuhdengan kebiasaan membaca label informasigizi pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan desaincross sectional. Sampel yang digunakansebanyak 70 responden dari mahasiswa prodiKesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta yang diambilmenggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh menggunakan body shape questionnaire yang kemudian dianalisisdengan uji chi square. Hasil studimenunjukkan bahwa mahasiswa memilikipersepsi positif terhadap body image dan patuhdalam membaca label informasi gizi pada makanan yang mereka konsumsi, serta terdapatkorelasi signifikan antara body image denganperilaku membaca label informasi gizi pada mahasiwa jurusan kesehatan masyarakatUniversitas Muhammadiyah Surakarta, denganp-value sebesar 0,02. Mahasiswa sebaiknyamulai membiasakan membaca label informasinilai gizi untuk meningkatkan kesehatan secarakeseluruhan. Sehingga dengan peningkatankesehatan baik secara mental maupun fisik, mahasiswa dapat memiliki body image yang positif. 
Analisis Daya Terima dan Proksimat Mie Instan Tepung Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus Lineeolatus) dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita Moschata) syahwa, dinda putri; Nopriantini, Nopriantini; Agusanty, Shelly Festilia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1529

Abstract

Mie merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar tepung terigu dan telah dikenal berbagai kalangan masyarakat. Mie instan sangat diminati oleh masyarakat, Untuk meningkatkan nilai gizi pada mie instan maka diperlukannya bahan alternatif dalam pengolahan mie seperti tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning. Tujuan penelitian: mengetahui daya terima mie terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur mie instan tepung tulang ikan tenggiri dengan penambahan labu kuning dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian: penelitian ini mengunakan desain penelitian eksperimen yaitu pembuatan mie instan tepun tulang ikan untuk mengetahui daya terima panelis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian: dari hasil uji organoleptik menyatakan ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur mie instan. produk mie instan yang paling diterima baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur terdapat pada perlakuan F1 (5 : 15) dengan hasil uji proksimat kadar protein (9,65%), kadar lemak (21,13%), karbohidrat (57,05%), kadar air (6,71%), kadar abu (3,38%), kalsium (6,45%). Kesimpulan: formulasi mie yang paling diterima adalah F1, ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur pada mie instan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNEE HEIGHT, ULNA LENGTH, AND ARM SPAN WITH BODY HEIGHT AS AN APPLICATION OF NUTRITIONAL STATUS ASSESSMENT IN CEREBRAL PALSY CHILDREN Nur Lathifah Mardiyati; Norma Diena Amalia; Niken Asih Pangastuti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1451

Abstract

In children with Cerebral Palsy (CP), measuring height (H) will be difficult to do in an optimal position. When measuring height in a standing position cannot be done, segmental measurements can be used, one of which is measuring knee height (KH), arm span (AS) and ulna length (UL). Based on this study, the proposer wants to research the relationship between knee height, ulna length and arm span with actual body height in healthy children so that it can then be applied to children with CP in Indonesia. This research uses an observational method with a cross-sectional design. The research subjects were 32 healthy children aged 6-12 years. The inclusion criteria are that the child has good nutritional status and is not sick. This research will use primary data which includes data on date of birth, age, gender, height, body length, knee height, ulna length and arm span. The tools used include respondents' personal data questionnaires, stadiometers, tape measure and calipers. Statistical analysis used the Shapiro-Wilk normality test. For the difference test with one-way ANOVA, it is said to be significant if p<0.05. After testing the differences between each H estimation formula from KH, AS and UL measurements and the actual H measurement results, it was discovered that these three H estimation formulas were significantly different from the actual H measurement results (p<0.000). Further research is needed to find an estimation formula that is more suitable for a larger number of subjects and considers other factors such as race, age, gender and body weight. Preparing measurement guidelines and designing special tools to measure height and/or other anthropometry in children with CP also needs to be carried out.
Efektivitas Program Sehati Terhadap Perbaikan Status Gizi Balita Program Csr PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar Ula Saswini, Andi Ade; Pramudikta, Sandya; Muh, Dwi Jarwanto; Haris, Haris
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1552

Abstract

Gizi kurang merupakan gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidak seimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Upaya yang dilakukan agar kebutuhan balita gizi kurang tercukupi diwilayah ring 1 PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar yaitu dengan melaksanakan program SEHATI, pada program ini dilakukan pemberian paket intervensi  pemulihan dan edukasi kepada orang tua balita terkait kesehatan dan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah program SEHATI PT Pertamina Patra Niaga efektif terhadap perubahan status gizi  balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimen dengan desain penelitian one group pre dan post-test design. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah kerja puskesmas Tabaringan ditiga kelurahan yakni di Kelurahan Gusung, Kelurahan Tamalabba, dan Kelurahan Ujung Tanah yang juga merupakan wilayah ring 1 PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang bermasalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Tabaringan sebanyak 21 orang, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Program SEHATI PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar terhadap perubahan status gizi balita yang berarti bahwa program SEHATI PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar efektif terhadap perbaikan status gizi balita.
Modifikasi Pancake Mocaf dengan Penambahan Kacang Merah dan Hati Ayam untuk Pencegahan Anemia Syefani, Tarisa Azzajela; Nuraeni, Ani
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1515

Abstract

Permasalahan gizi remaja di Indonesia salah satunya adalah anemia yang disebabkan oleh pola makan tidak bergizi seimbang dan siklus menstruasi. Bahan makanan yang mengandung sumber zat besi antara lain tepung mocaf, hati ayam, dan kacang merah. Pengembangan produk pancake mocaf dengan penambahan kacang merah dan hati ayam diharapkan mampu menjadi alternatif makanan selingan yang mengandung zat besi untuk mencegah anemia. Penelitian menggunakan 3 formula dengan proporsi kacang merah dan hati yang berbeda yaitu F1(50:50), F2(75:25), dan F3(25:75). Uji organoleptik dilakukan kepada panelis tidak terlatih usia remaja. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan kacang merah dan hati ayam berpengaruh terhadap karakteristik penampilan dan warna produk. Berdasarkan uji organoleptik, F3 ditetapkan sebagai formula terpilih dengan kandungan gizi per takaran saji 294 Kal energi, 14,1 g protein, 13,2 g lemak, 30,4 g karbohidrat, dan 1,2 mg zat besi. Kontribusi gizi pancake mocaf terhadap ALG berupa energi sebesar 14%, protein 23% dan zat besi 5%.

Page 1 of 2 | Total Record : 12