Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 1 (2016)"
:
12 Documents
clear
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN HAPPINESS PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN
Erdo Primada Akhmad Fadhillah
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara psychological well-being dengan happiness pada remaja di pondok pesantren. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdapatlah metode kuantitatif dan uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis korelasi bivariate. Sampel penelitian sebanyak 90 responden remaja di pondok pesantren di Depok. Pengambilan data dengan menggunakan skala psychological well-being, skala kebahagiaan umum, positive affect, negative affect dan satisfaction with life. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapatnya korelasi yang positif antara psychological well-being dengan kebahagiaan umum, terdapatnya korelasi yang positif antara psychological well-being dengan positive affect, terdapatnya korelasi yang negatif antara psychological well-being dengan negative affect terdapatnya korelasi yang positif antara psychological well-being dengan satisfaction with life. Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini diterima, artinya terdapat hubungan yang positif antara psychological well-being yang tinggi dan happiness yang tinggi. Kata Kunci: Psychological well-being, Happiness, Remaja di Pondok Pesantren.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA TUNARUNGU
Nurulia Septyarini Fazria
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu ketidaksempurnaan dari segi fisik yaitu ketidakmampuan dalam mendengar, yang biasa disebut dengan tunarungu.Tunarungu didefinisikan sebagai kondisi seseorang yang mengalami kehilangan kemampuan mendengar akibat dari penyakit maupun kecelakaan.Karena keterbatasannya dalam mendengar, banyak masyarakat yang masih tidak bisa menerima keberadaan remaja tunarungu, seringkali diejek dan dicemoohkan.Hal tersebut menyebabkan remaja tunarungu kerap menarik diri dari masyarakat dan merasa rendah diri.Padahal, harga diri yang positif sangat dibutuhkan pada remaja tunarungu.Sementara itu, dukungan sosial orangtua diketahui dapat menjadi solusi dalam menumbuhkan harga diri yang positif pada remaja tunarungu.Penelitian ini hendak melihat adanya hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan harga diri pada remaja tunarungu.Untuk mengetahui adanya hubungan diantara kedua variabel maka dilakukan uji hubungan.Penelitian ini melibatkan 30 subjek remaja tunarungu berusia antara 16-21 tahun yang memiliki kemampuan membaca sudah baik. Hasil penelitian ini diperoleh dengan melakukan analisa korelasi pearson (1-tailed), sehingga diketahui bahwa hipotesis diterima dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,533 dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,01). Terdapat hubungan yang positif sangat signifikan antara dukungan sosial orangtua dan harga diri pada remaja tunarungu.Kata Kunci: dukungan sosial orangtua, harga diri, tunarungu
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR YANG HAMIL DI LUAR NIKAH
Fitri Ardianti;
Muhammad Fakhrurrozi;
Aski Marissa
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehamilan di luar nikah menimbulkan permasalahan yang mengarahkan pada situasi sulit dan menekan, seperti pandangan negatif dari masyarakat dan menimbulkan konflik dalam keluarga. Dalam hal ini berpengaruh pada psychological well-being remaja yang hamil di luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta hal-hal lain yang mempengaruhi psychological well-being pada remaja akhir yang hamil di luar nikah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus dengan metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan satu orang subjek wanita yang hamil di luar nikah pada saat remaja dalam rentang waktu usia 19-21 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki psychological well-being dari beberapa aspek seperti penerimaan diri dalam menerima kondisinya ketika hamil di luar nikah, pertumbuhan pribadi yang selalu memperbaharui pengetahuannya, mempunyai hubungan positif dengan orang lain, memiliki tujuan hidup dan keterarahan dalam mempersiapkan masa depan, serta memiliki kemandirian baik dalam kehidupan berumah tangga. Hal-hal lain yang mempengaruhi psychological well-being pada remaja akhir yang hamil di luar nikah adalah evaluasi pengalaman hidup dengan menjadikan peristiwa di masa lalu sebagai pembelajaran untuk kehidupan di masa depan dan dukungan sosial seperti dukungan dalam bentuk motivasi dari keluarga. Kata Kunci:Kehamilan di luar nikah, Remaja akhir, Psychological well-being
HUBUNGAN GRATITUDE DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA
Rizky Fitria Dwinanda
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bentuk tubuh yang ideal merupakan dambaan semua orang, baik pria maupun wanita khususnya kaum remaja.Fase remaja merupakan fase dimana individu mengalami perubahan pada proporsi dan bentuk tubuh.Akibat perubahan yang dialami, banyak remaja yang tidak percaya diri dengan penampilannya.Pada masa sekarang, cara untuk mencapai citra tubuh agar dapat sesuai dengan keinginan dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik itu berolahraga, melakukan diet, sampai dengan melakukan cara yang ekstrim seperti operasi plastik. Hal ini terkait dengan citra tubuh.Citra tubuh adalah sikap yang dimiliki individu terhadap tubuhnya. Salah satu cara yang dapat mengurangi rasa ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh adalah dengan meningkatkan emosi positif melalui gratitude. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara empirik adanya hubungan antara gratitude dengan citra tubuh pada remaja.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 80 responden, yakni remaja laki-laki dan perempuan di Depok dengan usia 15-21 tahun. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson yang digunakan untuk menguji hubungan gratitude dan citra tubuh.Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gratitude dengan citra tubuh pada remaja, artinya semakin tinggi gratitude responden, maka citra tubuh yang dimiliki semakin positif.Kata Kunci :citra tubuh, gratitude, remaja
HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA
Dini Amalia Ulfah
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mulai mengenal lawan jenis dan jatuh cinta. Berbicara mengenai jatuh cinta pasti juga akan berbicara mengenai putus cinta. Menurut data statistic ditemukan factor utama yang menjadi alasan remaja bunuh diri adalah masalah percintaan. Oleh karena itu para remaja perlu memiliki kematangan emosi yang baik sebelum memutuskan untuk berpacaran karena dengan kematangan emosi yang baik remaja akan mampu mengendalikan segala bentuk emosi negatif yang muncul setelah berpisah dari mantan pacar dan mengedepankan emosi positif yang mampu memicu timbulnya kebahagiaan. Populasi dalam penelitian ini merupakan remaja dengan kategori usia 17-21 tahun yang pernah putus cinta maksimal 2 tahun yang lalu dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dengan koefesien sebesar 0.721 dan P= 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan dengan arah hubungan positif antara kematangan emosi dan kebahagiaan pada remaja yang mengalami putus cinta, bahwa semakin tinggi kematangan emosi maka akan semakin tinggi pula kebahagiaan dan semakin rendah kematangan emosi maka akan semakin rendah kebahagiaan pada remaja yang mengalami putuscinta. Kata Kunci: Kematangan Emosi, Kebahagiaan, Remaja, Putus Cinta.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN PERILAKU MENYONTEK (CHEATING) PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS X
Siti Shara
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin hari persaingan antar individu dengan individu lainnya semakin ketat sehingga penting bagi seorang individu itu memiliki kualitas dan kuantitas agar bisa bersaing dengan individu lainnya. Oleh karena itu, pendidikan yang baik sangat penting agar setelah lulus mampu bersaing di era globalisasi. Namun hal ini mendorong sebagian oknum mahasiswa untuk menggunakan cara tidak bertanggung jawab demi mengejar prestasi di dunia pendidikan, seperti dengan mencontek. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self efficacy dengan perilaku menyontek (cheating) pada mahasiswa fakultas psikologi universitas X. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah self-efficacy dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku menyontek (cheating). Sampel penelitian berjumlah 100 responden, yakni mahasiswa laki-laki dan perempuan fakultas psikologi universitas X dengan usia 18-23 tahun. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson yang digunakan untuk menguji hubungan self efficacy dan perilaku menyontek.Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan nilai koefisien sebesar -0,198 dengan hasil signifikansi 0,024 (p < 0,5).Hal ini menunjukan ada hubungan negatif yang signifikan antara self efficacy dan perilaku menyontek pada mahasiswa fakultas psikologi universitas X.Kata Kunci :Self efficacy, perilaku menyontek (cheating)
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KEBAHAGIAAN PADA PASIEN HEMODIALISA DI KLINIK HEMODIALISA MUSLIMAT NU CIPTA HUSADA
Ayu Khairunnisa
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan religiusitas dengan kebahagiaan pada pasien hemodialisa di Klinik Hemodialisa Muslimat NU Cipta Husada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 41 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang merupakan pasien hemodialisa di Klinik Hemodialisa Muslimat NU Cipta Husada. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang disusun berdasarkan skala religiusitas dan kebahagiaan, yang berbentuk skala Likert. Pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah incidental sampling dan purposive sampling. Incidental sampling adalah teknik pengambilan sampel yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dan secara kebetulan bertemu dengan peneliti, sedangkan purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian mendapatkan koefisien korelasi antara religiusitas dengan kebahagiaan pada pasien hemodialisa sebesar 0,813 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa hipotesis diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara religiusitas dengan kebahagiaan pasien hemodialisa di Klinik Hemodialisa Muslimat NU Cipta Husada. Kata Kunci: kebahagiaan, pasien hemodialisa, religiusitas
HUBUNGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN BURNOUT PADA KARYAWAN DIVISI IT
Farid Hikmatullah
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan employee engagement dan burnout pada karyawan divisi IT. Di zaman globalisasi dan persaingan global yang ada, khususnya dalam suatu perusahaan, maka munculah persaingan keras antara karyawan. Dalam suatu pekerjaan tertentu, para karyawan ingin berusaha sebisa mungkin untuk melakukan suatu pekerjaan lebih banyak dibanding karyawan lain guna mendapatkan posisi ataupun terhindar dari PHK. Namun, seseorang tidak dapat mengeluarkan energinya pada tingkat tertinggi sepanjang waktu, ada kebutuhan guna melanjutkan kesejahteraan karyawan. Keadaan konstan akan keterlibatan mungkin memiliki efek negatif dan konsekuensi didalam organisasi dalam hal kelelahan dan kehilangan kreativitas karyawan tersebut dan salah satu fenomena burnout yang dialami karyawan adalah dengan meningkatnya keterlibatan karyawan di suatu perusahaan. Penelitian ini melibatkan 70 responden yang berusia 21-35 tahun dengan lama bekerja 3-10 tahun. Responden diminta mengisi kuesioner skala employee engagement berdasarkan dimensi milik Schaufeli dan Bakker yaitu dedication, vigor dan absorption dan skala burnout berdasarkan dimensi Maslach yaitu emotional exhaustion, depersonalization, reduced personal accomplishment. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis data menggunakan teknik Korelasi Pearson Product. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara employee engagement dengan burnout pada pegawai divisi IT di Jakarta. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis dengan teknik korelasi Pearson’s product moment yang menghasilkan nilai korelasi Pearson F=0,029 dengan signifikan 0,406 (ρ>0,05) sehingga hipotesis alternatif penelitian ditolak dan yang diterima adalah hipotesis nol. Hubungan antar variabel bersifat tidak erat karena koefisien korelasi Pearson F<0,700. Kata Kunci: Burnout, Employee engagement.
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN PERILAKU KONSUMTIF PRODUK BERMEREK PADA REMAJA PUTRI
Roro Silvia Yolanda
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja putri mempertahankan kecantikan dan daya tarik fisiknya dengan cara berbelanja barang-barang yang dapat menunjang penampilan fisiknya. Remaja putri akan menjadi lebih boros untuk membelanjakan uang sakunya dalam membeli barang-barang yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan akan kecantikan dan penampilan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara body image dan perilaku konsumtif produk bermerek pada remaja putri. Hipotesis dalam penelitian ini adanya hubungan positif antara body image dan perilaku konsumtif produk bermerek pada remaja putri. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, kemudian alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala body image dan alat ukur skala perilaku konsumtif produk bermerek. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 100 remaja putri yang bersekolah di salah satu SMA Negeri kota Bogor dan berusia antara 15 sampai 18 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,410 dengan taraf signifikansi 0,000 (p < 0,01) yaitu adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara body image dan perilaku konsumtif produk bermerek pada remaja putri. Arah korelasinya adalah positif, yang menunjukan bahwa semakin tinggi body image maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif produk bermerek pada remaja putri.Kata Kunci: Body image, perilaku konsumtif produk bermerek, remaja putri
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN WORK FAMILY CONFLICT PADA PEGAWAI NEGERI WANITA DI KEMDIKBUD
Alicia Citra Lyana
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Zaman era globalisasi seperti saat ini terlihat adanya pergeseran komposisi keluarga dimana wanita yang dahulu memiliki peran utama sebagai ibu rumah tangga dapat menjadi wanita karir atau pekerja. Ada beberapa motif pendorong mengapa semakin banyak wanita bekerja, yaitu dapat disebabkan tuntutan ekonomi keluarga dan mencari eksistensi diri.Dimungkinkan terjadinya konflik kepentingan antara kewajibannya di keluarga dengan kewajibannya sebagai wanita karir.Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara komitmen organisasi dengan work family conflict pada pegawai negeri wanita di DITJEN PAUD DIKMAS, yang berstatus menikah dan mempunyai anak.Metode penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan skala komitmen organisasi dan skala work family conflict.Responden penelitian ini berjumlah 85 orang pegawai wanita di DITJEN PAUD DIKMAS. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan positif antara komitmen organisasi dengan work family conflict, digunakan korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,220 dengan taraf signifikasi 0,019 (p<0,05). Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu semakin tinggi komitmen organisasi seseorang semakin tinggi work family conflict.Kata Kunci :Komitmen organisasi, work family conflict, pegawai negeri wanita