cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 14 Documents clear
Sinergi Antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga Untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Murti, Kristin Ari
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1038

Abstract

Murti, Kristin Ari. 2014. Sinergi antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago. Kata Kunci : Sinergi, Pencegahan Kenakalan Remaja, Lembaga Keluarga, Lembaga Sekolah Kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Ada beberapa faktor lain yang dapat mendorong anak-anak remaja menjadi nakal dan kurang bertanggung jawab, diantaranya yang  paling  dominan  adalah  faktor  lingkungan  keluarga. Tujuan dari Penelitian ini adalah : 1.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga keluarga untuk mencegah kenakalan remaja, 2.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga sekolah untuk mencegah kenakaln remaja, 3.) Mendeskripsikan sinergi lembaga keluarga dan lembaga sekolah untuk mencegah kenakalan remaja.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang  berfokus pada pengalaman, interpretasi serta makna hidup seseorang yang mengalaminya. Penelitian dilakukan di Lingkungan RT 02 RW 03, RT 01 RW 01 Desa Bago. Alasan pemilihan lokasi tersebut karena di lingkungan tersebut subyek penelitian tinggal. SMK SORE Tulungagung. Sekolah merupakan tempat kedua yang paling dekat dengan subyek. Dalam mengumpulkan atau memperoleh data, peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara.Hasil wawancara dan observasi adalah upaya yang dilakukan oleh lembaga keluarga diantaranya adalah : 1.) Melakukan kontrol dalam pergaulan. Kontrol yang baik terjadi ketika orang tua dan anak memiliki komunikasi yang baik. 2.) Orang tua mencarikan kesibukan anak. 3.) Memberikan dukungan positif kepada anak.Upaya yang dilakukan lembaga sekolah dalam mencegah kenakalan remaja adalah :1.)Menghimbau pada siswa untuk mengikuti ekstrakulikuler.2.) Pelaksanaan program-program BK. Program yang dilalankan seperti adanya program pembentukan karakter. 3.)Sinergi lembaga sekolah dan lembaga keluarga dalam mencegah kenakalan remaja adalah sebagai berikut: 1.) Diadakan home visit bagi siswa yang sering tidak masuk atau melakukan kenakalan remaja terlalu sering maka pihak wali kelas dan guru BK akan melakukan home visit atau kunjungan ke rumah siswa tersebut. 2.) menjalin komunikasi yang baik antara guru wali kelas dan wali murid. Komunikasi antara kedua pihak tersebut sangat penting, karena dnegan terjalinnya komunikasi yang baik bisa menjadi sarana pengontrol perilaku siswa dan di sekolah. Penelitian selanjutnya diharapkan melanjutkan penelitian tentang kenakalan remaja dengan metode dan variabel yang berbeda.
Peningkatan haasil Belajar IPA Materi Pertumbuhan Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Menggunakan Media Kongkrit Siswa Kelas VI SD negeri 2 Kepatihan Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 tahun 2013/2014 Pd, miatun s.
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v1i1.38

Abstract

ABSTRAK MIATUN.S.Pd ,2012;PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERTUMBUHAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN MEDIA KONGKRIT SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 KEPATIHAN KECAMATAN TULUNGAGUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG SEMESTER 1 TAHUN 2013/2014” Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Media Kongkrit, Hasil Belajar, IPAIPA merupakan ilmu yang berhubungan konsep-konsep alam yang nyata tidak hanya pengetahuan verbalisme saja sehingga sulit dipahami siswa. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai guru kelas VISD Negeri 2 KepatihanKecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014 proses kegiatan belajar mengajar terutama mata pelajaran IPA belum menggunakan pembelajaran dan media yang menarik. Minat siswa untuk belajar IPA sangat kurang yang dapat ditunjukkan dari persentase siswa yang mempunyai nilai diatas KKM hanya 50%. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan media kongkrit dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VISD Negeri 2 Kepatihan kecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014?.Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 KepatihanKecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 KepatihanKecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014 yang berjumlah 32 siswa. Pelaksanaan tindakan dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), implementasi/tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Siklus I dilaksanakan pada bulan November 2013. Hasil belajar pada siklus I diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus I dengan ketuntasan klasikal 75% atau 24 siswa yang tuntas, meningkat pada siklus 2 yaitu ketuntasan klasikal belajar siswa mencapai 93.75% atau 30 siswa tuntas.Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas ini dapat diambil saran bahwa akan mendapatkan pengetahuan tentang peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VI melalui penggunaan media Kongkrit dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD, Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Siswa merasa tertarik dan mudah memahami materi pelajaran IPA dengan menggunakan media kongkrit dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD. Menemukan dan menjadi pengalaman menggunakan media kongkrit dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VI. Dapat digunakan untuk memotivasi guru, agar dapat memanfaatkan media pembelajaran yang ada di sekolah yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan pembelajaraan kooperatif tipe STAD.
Hubungan Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA N 1 Pakel Tahun Pelajaran 2014/2015 Rahayu, Ferina Kikih
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1037

Abstract

Ferina Kikih Rahayu. 2015, Hubungan Komunikasi Interpersonal Dengan Teman Sebaya Dengan Prestasi Belajar PKN Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pakel Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci:Komunikasi interpersonal dengan teman sebaya, Prestasi Belajar PKn        Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan dengan adanya pendidikan manusia mampu bertahan hidup.Pendidikan di sekolah yang baik tercermin dari prestasi belajar.Prestasi belajar dipengaruhi oleh factor eksternal salah satunya yang dominan adalah komunikasi interpersonal dengan teman sebaya. Siswa usia remaja sangat tergantung dengan teman sebaya maka dari pada itu peneliti tertarik untuk meneliti masalah ini.Tujuan penelitiam ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal teman sebaya dengan prestasi belajar PKn siswa kelas XI IPS SMA N 1 Pakel Tahun pelajaran 2014/2015.       Metode pengambilan data utama yang digunakan adalah metode tes dan angket. Variabel penelitian ada dua macam yaitu komunikasi interpersonal dengan teman sebaya (X) dan variabel  prestasi belajarPKn (Y). Data penelitian yang diperoleh berupa skor komunikasi interpersonal dengan teman sebaya (X) dan skor prestasi belajarPKn (Y).selanjutnya untuk  mengetahui hubungan antara variabel komunikasi interpersonal dengan teman sebaya (X) dengan variabel prestasi belajar PKn (Y) digunakan teknik analisis statistik dengan rumus korelasi product moment dengan bantuan Microsoft excel dan SPSS 16 for Windows.         Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (rH) dengan r tabel (rt) dan dengan membandingkan p value.  Jika nilai r hitung (rH) lebih besar daripada r tabel (rt) maka hipotesis (Ha) diterima. Berdasarkan analisis data melalui rumus korelasi  product  moment   diperoleh nilai r hitung  sebesar = 0,876 ,  Nilai ini lebih besar daripada r tabel (rt) 1%sebesar 0,422 dan Ts 5% = 0,344, atau dapat dirumuskan rH= 0,876> rt = 0,304.  Dengan demikian hipotesis penelitian ini diterima, yang berarti Ada  hubungan  yang  positif dan signifikan  antara   komunikasi interpersonal dengan teman sebaya dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA N 1Pakel tahun pelajaran 2014/2015.       Kesimpulan dari penelitian ini yaitu “ada hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi interpersonal teman sebaya dengan prestasi belajar PKn kelas XI IPS SMA N 1 Pakel tahun pelajaran 2014/2015 diterima.Dari hasil analisis data dapat di interpretasikan bahwa semakin tinggi komunikasi interpersonal teman sebaya kelas XI IPS SMA N 1 Pakel tahun pelajaran 2014/2015 maka prestasi belajar PKn semakin tinggi pula, begitu pula sebaliknya.       Saran yang diajukan yaitu: 1.Bagi sekolah Dengan hasil penelitian ini sekolah, hendaknya memfasilitasi dan memberi contoh yang positif mengenai tata cara berkomunikasi interpersonal yang baik, sehingga iklim belajar menjadi nyaman dan prestasi belajar  PKn peserta didik menjadi baik pula. 2. Bagi guru Guru hendaknya lebih memperhatikan pola-pola komunikasi yang terjadi di kalangan peserta didik sehingga guru dapat berperan serta dalam penciptaan keharmonisan antara peserta didik sehingga prestasi belajar peserta didik baik. 3. Bagi siswa Dengan mengetahui hasil penelitian siswa diharapkan mampu memilih komunikasi secara efektif dengan teman sebayanya sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar PKn. 4. Bagi pembaca Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran bagi pembaca dan menambah ilmu pengetahuan. 5. Bagi peneliti Penelitian ini dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan peneliti 6. Bagi perkembangan penelitian prodi PKn Penelitian ini dapat digunakan sebagai pijakan baru dalam perkembangan penelitian berikutnya sehingga khasanah ilmu PKn semakin bertambah.
Penguatan Kecerdasan Moral Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Anak (Studi kasus Pada Penguatan Kecerdasan Moral Anak Oleh Orang Tua di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Tahun 2015 Arifin, Mohamad
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1039

Abstract

Arifin, Mohamad. 2015. Penguatan Kecerdasan Moral Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Anak (Studi kasus Pada Penguatan Kecerdasan Moral Anak Oleh Orang Tua di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Tahun 2015).Kata Kunci: Kecerdasan Moral, Preventif, Kenakalan AnakAkhir-akhir ini, telah muncul gejala-gejala kurang baik yang menimbulkan masalah dalam kehidupan keluarga, salah satunya adalah kenakalan anak. Banyak ditemui masalah-masalah anak yang melenceng dari nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bahkan mendekati tindakan kriminal, antara lain berupa pergaulan  bebas, maraknya kekerasan anak-anak, kejahatan terhadap teman, pencurian, tawuran, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pornografi, dan perusakan milik orang lain. Kemrosotan moral yang menerpa anak tersebut merupakan gejala umum yang berlaku dimana-mana, termasuk di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Banyak anak yang mengalami krisis moral dan etika, maka sebagai orang tua kita harus mencari dan mengetahui sejauhmana mereka jatuh kedalam dunia kenakalan anak. Orang tua bertanggung jawab sepenuhnya terhadap diri anak. Perilaku anak merupakan implementasi dari moral yang dimiliki orang tua, baik-buruknya prilaku atau etika tersebut dipengaruhi faktor pemahaman moral juga karena faktor pengetahuan moral orang tua.Fokus dalam penelitian ini adalah Bagaimana penguatan kecerdasan moral yang dilakukan orang tua sebagai upaya preventif kenakalan anak usia sekolah di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presepsi dan upaya yang dilakukan orang tua terhadap penguatan kecerdasan moral anak usia sekolah di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis model interaktif yang menggunakan tiga komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperoleh data dengan tingkat validitas yang tinggi digunakan metode triangulasi data dengan sumber. Sedangkan informan kunci dalam penelitian ini adalah orang tua di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung.Secara ringkas hasil penelitian ini dapat disimpulkan persepsi orang tua berkaitan dengan penguatan kecerdasan moral anak usia sekolah sebagai berikut: bahwa penguatan kecerdasan moral sangat penting dan perlu dilakukan sejak usia dini. Karena moral merupakan fundasi awal dalam kehidupan sosial anak. Dengan penguatan kecerdasan moral, orang tua menganggap seorang anak akan memiliki keyakinan etika, budi pekerti, sopan santun, dan mampu memahami hal yang benar dan yang salah. Upaya yang dilakukan orang tua dalam menguatkan kecerdasan moral dalam mencegah kenakalan anak usia sekolah yaitu, melalui perhatian, melalui motivasi, dan melalui pembiasaan.Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa keluarga terutama orang tua sangat penting dalam proses pendidikan dan perkembangan moral anak. Melalui didikan yang diterapkan orang tua dirumah maka akan sangat mempengaruhi kecerdasan moral anaknya kelak.
Penggunaan Tunjangan Profesi Pendidik Dalam Peningkatan Kinerja Guru di SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun Akademik 2014/2015 Syamsudin, Agus
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1036

Abstract

Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Maka program sertifikasi guru dapat berfungsi ganda, yakni sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru.Kata kunci: Tunjangan profesi Pendidik, Kinerja, Guru
PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS V MENERAPKAN MODEL BELAJAR PROBLEM SOLVING PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI 7 SD BINAAN UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN BOYOLANGU TULUNGAGUNG TAHUN 2014/2015 SEMESTER II M.Pd, Dra Datiriningsih
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v1i1.40

Abstract

ABSTRAK  Dra. Datiriningsih, M.Pd. Penerapan Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kinerja Guru kelas V Menerapkan Model Belajar problem Slving Pada Bidang Studi matematika Di 7 SD Binaan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Boyolangu Tulungagung Tahun 2014/2015 Semester II Kata kunci: Supervisi Akademik, Matematika, pendekatan  Konstruktivisme. Wilayah kecamatan Boyolangu merupakan salah satu barometer pendidikan di kabupaten Tulungagung.nyak sekolah berprestasi mulai dari pendidikan sekolah dasar hingga menengah berada di lokasi ini. Untuk  itu guru dipacu untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerjanya. Supervisor sebagai pengawas utama, pengontrol utama mempunyai andil yang besar dalam menjaga dan meningkatkan kinerja guru di wilayah Boyolangu. Supervisor atau pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah.Dari uraian pada latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut “Bagaimana peningkatan kinerja guru di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dengan dierapkannya supervisi pendidikan oleh supervisor sekolah?Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kinerja guru di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dengan dierapkannya supervisi pendidikan oleh supervisor sekolahPenelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di sekolah binaan peneliti sebagai supervisor sekolah, yaitu di 7 SD di Kecamatan BoyolanguKabupaten Tulungagung. Sedangkan subyek penelitian adalah 1 orang guru kelas V dari masing-masing sekolah, sehingga jumlahnya sebanyak 7 orang.Sesudah memperhatikan yang dilakukan oleh supervisor sekolah untuk membina dan memotivasi guru dalam menerapkan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran Matematika dan peningkatan prestasi siswa, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa peranan tugas supervisor sekolah dalam membina dan memotivasi guru, mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan Pembelajaran dengan Pendekatan konstruktivisme.Dari hipotesis yang menyatakan :“Jika supervisor mampu membimbing dan melatih guru untuk menerapkan problem solving melalui kegiatan supervisi pendidikan maka prestasi belajar siswa kelas V pada bidang studi Matematika di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/2015Semester II akan mengalami peningkatan”, adalah benar dan dapat diterima.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PENGGOLONGAN TUMBUHAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS III SEMESTER I SD NEGERI DOMASAN KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015 HADI, SUYONO SUYONO
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v1i1.42

Abstract

Pembelajaran IPA sekolah dasar selama ini masih menggunakan metode pembelajaran yang kurang relevan. Hanya mengacu pada hafalan dan mengerjakan lembar kerja siswa saja. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA tergolong rendah. Oleh karena itu, sangat perlu untuk dilakukan inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pembelajaran IPA adalah metode pembelajaran jingsaw. Tujuan dilaksanakannya penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi penggolongan tumbuhanpada siswa kelas III semester I SD Negeri Domasan Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015.Penelitian tindakan ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari beberapa siklus pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Domasan Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III semester I yang berjumlah 20 siswa. pelaksanaan penelitian tindakan ini pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/ 2015.Berdasarkan hasil penelitian selama 2 siklus pembelajaran, maka dapat disimpulkan bahwa Penggunaan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas III semester I SD Negeri Domasan Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015. Peningkatan tersebut terjadi pada setiap siklus pembelajaran yang dilakukan baik untuk nilai rata- rata ataupun tingkat ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I, nilai rata- rata 73, dan tingkat ketuntasan belajar 70%. Hasil ini kemudian mengalami peningkatan kembali pada siklus II yaitu  nilai rata- rata 80 dengan tingkat ketuntasan belajar 85%. Bertumpu pada kesimpulan diatas disampaikan saran agar guru terus mengembangkan dan menginovasi model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal.
PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS V MENERAPKAN MODEL BELAJAR PROBLEM SOLVING PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI 7 SD BINAAN UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN BOYOLANGU TULUNGAGUNG TAHUN 2014/2015 SEMESTER II Dra Datiriningsih M.Pd
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v1i1.40

Abstract

ABSTRAK  Dra. Datiriningsih, M.Pd. Penerapan Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kinerja Guru kelas V Menerapkan Model Belajar problem Slving Pada Bidang Studi matematika Di 7 SD Binaan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Boyolangu Tulungagung Tahun 2014/2015 Semester II Kata kunci: Supervisi Akademik, Matematika, pendekatan  Konstruktivisme. Wilayah kecamatan Boyolangu merupakan salah satu barometer pendidikan di kabupaten Tulungagung.nyak sekolah berprestasi mulai dari pendidikan sekolah dasar hingga menengah berada di lokasi ini. Untuk  itu guru dipacu untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerjanya. Supervisor sebagai pengawas utama, pengontrol utama mempunyai andil yang besar dalam menjaga dan meningkatkan kinerja guru di wilayah Boyolangu. Supervisor atau pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah.Dari uraian pada latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut “Bagaimana peningkatan kinerja guru di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dengan dierapkannya supervisi pendidikan oleh supervisor sekolah?Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kinerja guru di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dengan dierapkannya supervisi pendidikan oleh supervisor sekolahPenelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di sekolah binaan peneliti sebagai supervisor sekolah, yaitu di 7 SD di Kecamatan BoyolanguKabupaten Tulungagung. Sedangkan subyek penelitian adalah 1 orang guru kelas V dari masing-masing sekolah, sehingga jumlahnya sebanyak 7 orang.Sesudah memperhatikan yang dilakukan oleh supervisor sekolah untuk membina dan memotivasi guru dalam menerapkan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran Matematika dan peningkatan prestasi siswa, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa peranan tugas supervisor sekolah dalam membina dan memotivasi guru, mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan Pembelajaran dengan Pendekatan konstruktivisme.Dari hipotesis yang menyatakan :“Jika supervisor mampu membimbing dan melatih guru untuk menerapkan problem solving melalui kegiatan supervisi pendidikan maka prestasi belajar siswa kelas V pada bidang studi Matematika di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/2015Semester II akan mengalami peningkatan”, adalah benar dan dapat diterima.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PENGGOLONGAN TUMBUHAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS III SEMESTER I SD NEGERI DOMASAN KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015 SUYONO SUYONO HADI
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v1i1.42

Abstract

Pembelajaran IPA sekolah dasar selama ini masih menggunakan metode pembelajaran yang kurang relevan. Hanya mengacu pada hafalan dan mengerjakan lembar kerja siswa saja. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA tergolong rendah. Oleh karena itu, sangat perlu untuk dilakukan inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pembelajaran IPA adalah metode pembelajaran jingsaw. Tujuan dilaksanakannya penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi penggolongan tumbuhanpada siswa kelas III semester I SD Negeri Domasan Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015.Penelitian tindakan ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari beberapa siklus pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Domasan Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III semester I yang berjumlah 20 siswa. pelaksanaan penelitian tindakan ini pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/ 2015.Berdasarkan hasil penelitian selama 2 siklus pembelajaran, maka dapat disimpulkan bahwa Penggunaan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas III semester I SD Negeri Domasan Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015. Peningkatan tersebut terjadi pada setiap siklus pembelajaran yang dilakukan baik untuk nilai rata- rata ataupun tingkat ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I, nilai rata- rata 73, dan tingkat ketuntasan belajar 70%. Hasil ini kemudian mengalami peningkatan kembali pada siklus II yaitu  nilai rata- rata 80 dengan tingkat ketuntasan belajar 85%. Bertumpu pada kesimpulan diatas disampaikan saran agar guru terus mengembangkan dan menginovasi model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal.
Sinergi Antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga Untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Kristin Ari Murti
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1038

Abstract

Murti, Kristin Ari. 2014. Sinergi antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago. Kata Kunci : Sinergi, Pencegahan Kenakalan Remaja, Lembaga Keluarga, Lembaga Sekolah Kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Ada beberapa faktor lain yang dapat mendorong anak-anak remaja menjadi nakal dan kurang bertanggung jawab, diantaranya yang  paling  dominan  adalah  faktor  lingkungan  keluarga. Tujuan dari Penelitian ini adalah : 1.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga keluarga untuk mencegah kenakalan remaja, 2.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga sekolah untuk mencegah kenakaln remaja, 3.) Mendeskripsikan sinergi lembaga keluarga dan lembaga sekolah untuk mencegah kenakalan remaja.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang  berfokus pada pengalaman, interpretasi serta makna hidup seseorang yang mengalaminya. Penelitian dilakukan di Lingkungan RT 02 RW 03, RT 01 RW 01 Desa Bago. Alasan pemilihan lokasi tersebut karena di lingkungan tersebut subyek penelitian tinggal. SMK SORE Tulungagung. Sekolah merupakan tempat kedua yang paling dekat dengan subyek. Dalam mengumpulkan atau memperoleh data, peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara.Hasil wawancara dan observasi adalah upaya yang dilakukan oleh lembaga keluarga diantaranya adalah : 1.) Melakukan kontrol dalam pergaulan. Kontrol yang baik terjadi ketika orang tua dan anak memiliki komunikasi yang baik. 2.) Orang tua mencarikan kesibukan anak. 3.) Memberikan dukungan positif kepada anak.Upaya yang dilakukan lembaga sekolah dalam mencegah kenakalan remaja adalah :1.)Menghimbau pada siswa untuk mengikuti ekstrakulikuler.2.) Pelaksanaan program-program BK. Program yang dilalankan seperti adanya program pembentukan karakter. 3.)Sinergi lembaga sekolah dan lembaga keluarga dalam mencegah kenakalan remaja adalah sebagai berikut: 1.) Diadakan home visit bagi siswa yang sering tidak masuk atau melakukan kenakalan remaja terlalu sering maka pihak wali kelas dan guru BK akan melakukan home visit atau kunjungan ke rumah siswa tersebut. 2.) menjalin komunikasi yang baik antara guru wali kelas dan wali murid. Komunikasi antara kedua pihak tersebut sangat penting, karena dnegan terjalinnya komunikasi yang baik bisa menjadi sarana pengontrol perilaku siswa dan di sekolah. Penelitian selanjutnya diharapkan melanjutkan penelitian tentang kenakalan remaja dengan metode dan variabel yang berbeda.

Page 1 of 2 | Total Record : 14