cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2017)" : 14 Documents clear
Kajian Fenomenologi Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) Dalam Mewujudkan Minat Belajar Dan Kemandirian Siswa Kelas Xi Di Sman 1 Campurdarat Tulungagung Candra Dewi Cahya Saputri
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.979

Abstract

Fokus dalam Penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimana kajian fenomenologi Peran guru pendidikan kewarganegaraan (PKn) dalam mewujudkankan minat belajar dan kemandirian siswa kelas XI di SMAN 1 Campurdarat Tulungagung adalah guru sangat mempengaruhi hasil belajar siswa, dan guru harus menciptakan pembelajaran yang santai tapi tetap serius agar siswa mendapatkan kenyamanan dan bisa lebih memahami materi yang di berikan oleh guru. Dan untuk mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa selalu di berikan tugas mandiri,ataupun kelompok. Peran guru pkn dalam mewujudkan minat belajar siswa itu sangatlah penting dan guru juga harus mempunyai inovasi dalam pembelajaran agar siswa lebih tertarik dan tidak bosan untuk mengikuti pembelajaran. Guru juga harus mempunyai langkah-langkah dan sumber belajar yang paling lengkap dan guru juga harus bisa menyesuaikan metode pembelajaran dengan tema yang sesuai, dengan proses seperti itu dapat untuk mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa. 2) Makna Kajian fenomenologi peran guru Pkn dalam mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa kelas XI di SMAN 1 Campurdarat Tulungagung untuk mengetahui pengalaman siswa, mengeksplorasi menjadi bentuk tingkah laku yang bermakna dan membantu siswa untuk menggali atau mengeksplorasi pengalaman siswa untuk membentuk perilaku yang baik termasuk membangkitkan minat belajar siswa. Guru Pkn harus bisa mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa dengan melihat berbagai Fenomena yang terjadi Guru harus punya cara yang cocok.
Keteladanan Guru Dalam Membentuk Jiwa Nasionalsisme Pada Siswa Di Smk Sore Tulungagung Fanny Prawira Tubagus Sucipto
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.984

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ntuk mengetahui bentuk model keteladanan dalam membentuk jiwa nasionalisme siswa di SMK PGRI 1 Tulungagung, untuk mengetahui pelaksanaan penanaman nilai nasionalisme yang dilakukan guru di  SMK PGRI 1 Tulungagung, untuk mengetahui  guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam membentuk  jiwa nasionalisme di SMK PGRI 1 Tulungagung. Keteladanan guru dalam membentuk jiwa nasionalisme merupakan usaha guru dalam memberikan pemahaman kepada siswa terkait rasa cinta terhadap tanah air. Guru menanamkan pemahaman tentang jiwa nasionalisme agar siswa dapat memahami makna dari jiwa nasionalisme. Dengan memahaminya, siswa dapat mengerti akan pentingnya jiwa nasionalisme saat ini. Dikarenakan di jaman sekarang siswa dan masyarakat kurang peka terhadap pentingnya nilai nilai nasionalisme.  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana peran guru dalam meningkatkan jiwa nasionalisme bagi siswa SMK PGRI 1 Tulungagung pada tahun ajaran 2016-2017”. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Secara umum dapat disimpulkan bahwa keteladanan guru dalam membentuk jiwa nasionalisme pada siswa di SMK PGRI 1 Tulungagung tahun ajaran 2016-2017  adalah baik, atau dengan kata lain bahwa guru telah mengaplikasikan sikap keteladanannya dengan baik dalam meningkatkan jiwa nasionalisme pada siswa SMK PGRI 1 Tulungagung tahun ajaran 2016-2017
Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian Di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Nadea Yoan Aprilian
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.980

Abstract

Tujuan penelitian Menggambarkan Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Mengetahui peranan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Dengan instrument adalah dokumen, wawancara. Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Menekan Tingginya Angka Perceraian di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung tercermin pada upaya LSM “Melati” mengontrol, mencegah, dan membendung dominasi dan manipulasi pemerintah terhadap masyarakat. Peranan ini umumnya dilakukan dengan advokasi kebijakan lewat lobi, pernyataan politik, petisi, dan aksi demonstrasi. Sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan lewat aksi pengembangan kapasitas kelembagaan, produktivitas, dan kemandirian kelompok-kelompok masyarakat, termasuk mengembangkan kesadaran masyarakat untuk membangun keswadayaan, kemandirian, dan partisipasi. Perlindungan lembaga swadaya masyarakat desa Sumberjo Kulon kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung dilakukan lebih banyak di fokuskan pada perlindungan terhadap perempuan dan anak. Lembaga Swadaya Masyarakat yang merupakan lembaga sosial yang terdapat di desa diharapkan mampu memberikan konseling dalam menekan tingginya perceraian yang terjadi dimasyarakat baik secara langsung ataupun menggunakan media yang terdapat di masyarakat.
Penerapan Pendidikan Moral Dalam Membentuk Perilaku Siswa (Studi Kasus Smk Sore Tulungagung) Lalilatul Mufidah
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui bentuk pendidikan moral dalam membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung, (2) untuk mengetahui sikap dan partisipasi guru dalam pembentukan moral membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung, (3) untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan moral dalam membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang digunakan berasal dari para informan,hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian membawa perolehan kesimpulan bahwa (1) Bentuk pendidikan moral dalam membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung terdiri dari berbagi bentuk kegiatan yang dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: dalam belajar mengajar guru menyisipkan untuk mebentuk sikap atau perilaku yang baik seperti siswa diajak untuk disiplin, tanggung jawab, bekerja keras, tolong-menolong dan sebagainya, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan pada mata pelajaran pkn saja tetapi untuk semua mata pelajaran. Kegitan-kegiatan non formal seperti OSIS, PKS, hari-hari besar keagamaan, rutinan istighosah pada hari jumat. Hal tersebut dapat membentuk perilaku siswa yang baik. (2) Sikap dan partisipasi siswa sangat antusias hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang sangat mendapat dukungan oleh para guru untuk menerapkan pendidikan moral SMK Sore Tulungagung, antara lain upacara bendera, kegiatan osis, pks, dan pada setiap mata pelajaranya siswa selalu disisipkan karakter yang membangun sikap dan nilai karakter minimal harus baik (3) Penerapan dalam Membentuk Perilaku Siswa di SMK Sore Tulungagung dilakukan berbagai macam kegiatan baik secara formal dan non formal.

Page 2 of 2 | Total Record : 14