cover
Contact Name
Pendidikan Sosiologi
Contact Email
sosiologi@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yustikairfani@untirta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika
ISSN : 24773514     EISSN : 26140055     DOI : -
Core Subject : Social,
“Hermeneutika”memuat hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang sosiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
Respek Siswa terhadap Guru Lola Utama Sitompul
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.904 KB) | DOI: 10.30870/hermeneutika.v3i2.3087

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai bagaimana gambaran respek siswa-siswa terhadap guru-guru yang meliputi cara siswa respek dan tidak respek terhadap guru dan karakter guru yang menyebabkan para siswa respek dan tidak respek terhadap guru. Dengan menggunakan teori “habitus” Bourdieu, yang digunakan untuk fokus pada cara-cara dimana orang-orang yang secara sosial diuntungkan atau tidak diuntungkan menunjukkan sikap-sikap yang tertanam dalam habitus mereka dalam interaksi sehari-hari. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi di kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung dan studi dokumen. Lokasi penelitian dilakukan di SMA SPK Jakarta Utara. Informan yang terdapat dalam penelitian ini sebanyak 8 orang siswa kelas 10 yang dibagi ke dalam dua kategori yaitu 4 orang siswa yang paling respek terhadap guru dan 4 orang siswa yang paling tidak respek terhadap guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa respek terhadap gurunya dengan cara mendengarkan penjelasan guru, tidak keluar dari kelas selama pelajaran berlangsung, mau berbicara kepada guru, memberi salam ketika berjumpa dengan guru, dan tidak kasar terhadap guru. Siswa tidak respek terhadap guru ditunjukkan dengan cara telat datang ke kelas, tidak memperdulikan pelajaran, nyolotin guru, menyahuti guru, berteriak di kelas, berbicara ketika guru sedang menjelaskan, tidur di kelas, tidak mengikuti doa pagi, berbicara tidak sopan kepada guru, membicarakan guru di belakang, marah-marah ke guru hingga kabur dari kelas.Kata kunci : Respek, Habitus, Guru, SiswaAbstractThis study aims to obtain data about how the description of the students' respect for teachers, this includes the way students respect and disrespect the teacher and teacher characters that cause the students respect or disrespect the teacher. Bourdieu's "habitus" theory is used to focus on the ways in which people who are socially advantaged or disadvantaged show attitudes internalized in their habitus in day-to-day interactions. This study uses a qualitative approach with case study method. The data collection was taken from interview, observation, and document studies. The location of the research was conducted in SPK Senior High School, North Jakarta. The informants included in this study were 8 students of 10th grade and are divided into two categories: 4 students who show most respect to the teachers and 4 students who show less respect to the teachers. The results showed that the students respect the teacher by listening to the teacher's explanation, staying in the class during the lesson, willing to talk to the teacher, greeting the teacher when students meet the teacher, and not being rude to the teacher. Students who are disrespectful to the teachers indicated by coming late to the class, ignoring lessons, being offensive, talking back, shouting in class, talking while the teacher is explaining, sleeping in class, not following the morning prayer, speaking impolite to the teacher, talking about the teacher at the back, being angry to the teacher and skipping the class. Keywords : Respect, Habitus, Students, Teachers.
Globalisasi dan Migrasi Tenaga Kerja Indonesia (Studi Deskriptif Sosiologi Kependudukan) Haryono Haryono
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.634 KB) | DOI: 10.30870/hermeneutika.v3i2.3084

Abstract

AbstrakGlobalisasi telah menghilangkan batas-batas negara dan juga menghilangkan rintangan antara yang berupa biaya pindah yang tinggi, topografi daerah dan juga transportasi. Hilangnya hambatan antara itu mendorong orang untuk melakukan migrasi internasional. Dengan kata lain globalisasi telah menghilangkan hambatan orang untuk melakukan migrasi antar negara bahkan antar benua. Migrasi internasional tenaga kerja didefinisikan sebagai pergerakan orang dari satu negara ke negara lain dengan tujuan mendapatkan pekerjaan. Saat ini, diperkirakan sekitar 105 juta orang bekerja di negara selain negara kelahirannya. Namun, walaupun ada banyak upaya dilakukan untuk melindungi para tenaga kerja migran tersebut, banyak di antara mereka mengalami kerentanan dan menghadapi risiko yang serius selama menjalani proses migrasi. Migrasi antar negara di era globalisasi merupakan suatu hal yang tidak dapat dicegah atau dihindari. Motif yang mendasari perpindahan tenaga kerja antar negara atau migrasi internasional. Motif yang pertama, mereka bekerja ke luar negeri dengan tujuan untuk menjual tenaga, keterampilan atau kepandaian mereka. Biasanya arus utama aliran tenaga kerja motif ini berasal dari negara-negara berkembang ke negara-negara maju, atau dari negara-negara miskin ke negara-negara kaya, atau dari negara-negara surplus tenaga kerja ke negara-negara yang mengalami kekurangan tenaga kerja. Motif yang kedua, mereka bekerja ke luar negeri sehubungan dengan penjualan teknologi ataupun penanaman modal. Arus utama dari motif kedua ini umumnya adalah dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang. Globalisasi membuka orang untuk melakukan perpindahan dengan berbagai alasan yang dimilikinya. Permasalahan migrasi ini juga bukan menjadi permasalahan negara penerima saja, tetapi juga negara pengirim dimana setelah migran ini kembali ke negara asal akan menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Penyempurnaan dan perbaikan sistem pendidikan dan pelatihan calon tenaga migran menjadi prioritas agar mereka memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi serta mengetahui hak-haknya sebagai pekerja migran. Sebagai warga dunia, pekerja migran Indonesia diharapkan dapat memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan dan kesejahteraan pada tingkat nasional dan global. Kata Kunci: globalisasi, tenaga kerja migran Indonesia. AbstractGlobalization has eliminated state boundaries and also removes barriers between high moving costs, regional topography and transportation. The loss of barriers between them encourages people to do international migration. In other words, globalization has removed the barriers of people to migrate between countries and even between continents. International labor migration is defined as the movement of people from one country to another with the aim of gaining employment. Currently, an estimated 105 million people work in countries other than their home countries. However, despite many attempts to protect these migrant workers, many of them are vulnerable and face serious risks during the migration process. Migration between countries in the era of globalization is something that can not be prevented or avoided. Motives underlying labor migration between countries or international migration. The first motive, they work abroad with the aim to sell their energy, skills or intelligence. Usually the mainstream of the labor flow of this motive originates from developing countries to developed countries, or from poor countries to rich countries, or from labor surplus countries to labor-less countries. The second motive, they work abroad in connection with the sale of technology or investment. The mainstream of this second motive is generally from developed countries to developing countries.Globalization opens people to make moves with a variety of reasons it has. This migration issue is not only a recipient country's problem, but also the sending country where after the migrant returns to the country of origin will be a matter to be solved. The improvement and improvement of the migrant worker education and training system is a priority for them to have high quality and competitiveness and to know their rights as migrant workers. As a world citizen, Indonesian migrant workers are expected to contribute to progress and prosperity at national and global levels. Keywords: globalization, Indonesian migrant worker
Relasi Sosial dan Gender Siswa dan Guru SMA N CMBBS Musahwi Musahwi; Rizki Setiawan
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.812 KB) | DOI: 10.30870/hermeneutika.v3i2.3011

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana relasi sosial dan relasi gender dalam proses pembelajaran di kelas maupun aktifitas dan interaksi sosial antara siswa dengan guru mata pelajaran sosiologi maupun dengan keseluruhan masyarakat SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (SMA N CMBBS). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA N CMBBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seleksi SMA N CMBBS yang cukup ketat membuat latar belakang siswa-siswi beragam seperti tidak memiliki kedekatan kekeluargaan maupun kemampuan finasial. Relasi sosial antar siswa yang tinggal di satu asrama lebih kuat dibandingkan dengan yang lain. Kelas sosial tidak mempengaruhi proses pembelajaran dan penggunaan fasilitas. Terjadi persaingan positif diantara siswa seperti persaingan prestasi, pemilihan Osis, dan pemilihan ketua organisasi lainnya di lingkungan sekolah. Selain itu dalam kesetaraan gender, secara diskursus telah dipahami secara baik oleh sebagian guru dan juga siswa SMA N CMBBS, meski nilai-nilai islami yang menjadi dasar dalam setiap aktifitas baik siswa maupun sekolah membuat terjadinya perbedaan antara siswa laki-laki dengan perempuan, terutama dalam kepemimpinan.Kata Kunci: relasi gender, relasi sosial, kurikulum tersembunyi.AbstractThis study aims to describe how social relations and gender relations in the process of learning in the classroom as well as social activities and interactions between students with sociology subject teachers and with the whole community SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (SMA N CMBBS). The research method used is qualitative with research location in SMA N CMBBS. The results showed that the selection of SMA N CMBBS is quite strict to make the background of students as diverse as not having closeness kinship and financial ability. Social relationships among students living in one dormitory are stronger than others. Social class does not affect the learning process and the use of facilities. There is a positive competition among students such as achievement competition, Osis election, and election of other organizations in the school. In addition, in gender equality, the discourse has been well understood by some teachers and high school students of N CMBBS, although the Islamic values that form the basis of every activity both students and schools make the difference between male and female students, especially in leadership. Keywords: gender relations, social relations, hidden curriculum.
Penelitian Tindakan Kelas : Upaya Meningkatkan Kemampuan Menanya Siswa melalui Literasi Informasi Mata Pelajaran IPS Otih Yulie Susanti
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.823 KB) | DOI: 10.30870/hermeneutika.v3i2.3085

Abstract

AbstrakUpaya Meningkatkan Kemampuan Menanya Siswa Melalui Literasi Informasi Pada Mata Pelajaran IPS. Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menanya siswa melalui penggunaan literasi informasi pada mata pelajaran IPS. Kegiatan pembelajaran tahap pra siklus membuktikan bahwa kualitas menanya siswa masih rendah. Berdasarkan latar belakang masalah pada pra siklus 1 maka dilakukan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh data kemampuan menanya siswa tingkat tinggi 40%, tingkat sedang 40%, dan tingkat rendah 20%. Keaktifan siswa dalam mengembangkan pertanyaan, berdiskusi, dan melakukan refleksi masih rendah. Keaktifan siswa dalam berinteraksi dengan sumber belajar dan melakukan inkuiri dengan tingkat sedang. Hasil penelitian siklus II diperoleh data kemampuan menanya siswa, tingkat tinggi 56%, tingkat sedang 38% dan tingkat rendah 6%. Keaktifan siswa dalam berinteraksi dengan sumber belajar, melakukan inkuiri dan refleksi dalam kategori sedang, untuk kemampuan siswa dalam mengembangkan pertanyaan dan berdiskusi tingkat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan penggunaan literasi infomasi dapat meningkatkan kemampuan menanya siswa pada mata pelajaran IPS di SMPN 1 Cikande. Kata Kunci: Kemampuan Menanya, Literasi Informasi AbstractEfforts to Increase Student Requirement through Information Literacy in IPS Subject. This research is to know the improvement of students' questioning ability through the use of information literacy on social studies subjects. Pre-cycle learning activities prove that the quality of student inquires is still low. Based on the background of the problem on pre cycle 1 then done classroom action research. The results of the research in the first cycle of data obtained the ability to ask high-level students 40%, moderate 40%, and low level 20%. Students' activeness in developing questions, discussions, and reflections is still low. Activity of students in interacting with learning resources and do inquiri with medium level. The results of the second cycle of research obtained data students' ability to ask, high level 56%, moderate 38% and low level 6%. Activity of students in interacting with learning resources, inquiry and reflection in the medium category, for students' ability to develop questions and discuss high-level. Based on the result of the research, it can be concluded that the use of information literacy can improve students' ability to question students in IPS subjects in SMPN 1 Cikande. Keywords: Lending Capability, Information Literation
Dampak Keberadaan Industri terhadap Perubahan Struktur Sosial Masyarakat (Studi Masyarakat Desa Bojong, Cikupa, Kabupaten Tangerang) Subhan Widiansyah
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.793 KB) | DOI: 10.30870/hermeneutika.v3i2.3086

Abstract

AbstrakPenelitian  ini  bertujuan  untuk  mengungkap  dampak  keberadaan  industri  terhadap  perubahan  struktur sosial masyarakat. Keberadaan dari industri sangat berdampak pada kehidupan masyarakat  baik  secara  positif  maupun  negatif.  Penelitian  menggunakan  metode  penelitian  deskriptif  dengan  pendekatan  penelitian  kombinasi  (mix  method).  Sampel  menggunakan  teknik  sampel probability  sampling dengan  Simple  random  sampling untuk  pengambilan  sampel  yang  dilakukan  di  Desa  Bojong  Kecamatan  Cikupa  Kabupaten  Tangerang.  Instrumen  yang  digunakan  berbentuk  angket  dengan  menggunakan  skala  politomi  1-5,  dengan  analisis  instrumen  validitas  dan  reliabilitas  serta  instrument  pedoman  wawancara,  observasi  dan  dokumentasi.  Hasil  penelitian  kuantitatif  menggunakan  analisis  uji  asumsi  stastistik  mencakup  uji  normalitas,  uji  multikolinieritas  dan  uji  homogenitas.  Hipotesis  menggunakan  uji  analisis  regresi.  Hasil  penelitian  kualitatif  menggunakan  analisis  reduksi  data,  display  data  dan  verifikasi  data.  Berdasarkan  hasil  penelitian  ditemukan  bahwa: (1) Keberadaan industri berpengaruh pada masyarakat Desa Bojong (2) Perubahan struktur  sosial  masyarakat  terjadi  di  Desa  Bojong.  (3)  Keberadaan  industri  berpengaruh  secara  signifikan  terhadap  perubahan  struktur  sosial  masyarakat  di  Desa  Bojong  Kecamatan  Cikupa  Kabupaten  Tangerang.Kata Kunci: Keberadaan Industri, Struktur Sosial Masyarakat.AbstractThis study aims to reveal the impact of industrial existence on changes in social structure of society.  The  existence  of  the  industry  greatly  affects  people's  lives  both  positively  and  negatively.  The  research used descriptive research method with combination research approach (mix method). The  sample  used  sampling  probability  sampling  technique  with  Simple  random  sampling  for  sampling  conducted  in  Bojong  Village,  Cikupa  Sub-district,  Tangerang  District.  The  instrument  used  in  the  form of a questionnaire using the scale of politomy 1-5, with the analysis of validity and reliability  instruments  and  instrument  guidelines  interview,  observation  and  documentation.  The  result  of  quantitative  research  using  analysis  of  stastistic  assumption  test  include  normality  test,  multicollinearity  test  and  homogeneity  test.  Hypothesis  using  regression  analysis  test.  Qualitative  research  results  using  data  reduction  analysis,  data  display  and  data  verification.  Based  on  the  result of the research, it is found that: (1) The existence of industry has influence to Bojong Village  community  (2)  the  change  of  social  structure  of  society  happened  in  Bojong  Village.  (3)  The  existence  of  industry  has  significant  effect  to  the  change  of  social  structure  of  society  in  Bojong  Village, Cikupa Sub-district, Tangerang Regency. Keywords: Industrial Presence, Social Structure of Society.

Page 1 of 1 | Total Record : 5