cover
Contact Name
Amin Fatoni
Contact Email
aminfatoni@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.molekul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno No.61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia
ISSN : 19079761     EISSN : 25030310     DOI : -
MOLEKUL is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University, Indonesia. Publishing frequency 2 issues per year, on May and November. This Journal encompasses all branches of chemistry and its sub-disciplines including Pharmaceutical, Biological activities of Synthetic Drugs, Environmental Chemistry, Biochemistry, Polymer Chemistry, Petroleum Chemistry, and Agricultural Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2012)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS (HKSA) ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN KALANON DENGAN METODE SEMI EMPIRIS PM3 (PARAMETERIZED MODEL 3) Eva Vaulina Y.D.; Mochammad Chasani; Mokhammad Abdulghani
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.658 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.115

Abstract

Kalanon adalah senyawa turunan kumarin yang diisolasi dari spesies Calophyllum teysmannii yang tumbuh di hutan tropis Kalimantan dan Malaysia. Kalanon dan beberapa senyawa turunannya mempunyai potensi sebagai antikanker, namun aktivitasnya masih relatif rendah dengan senyawa paling aktif yaitu benzoilglisin ester kalanonyang mempunyai IC50 36,48 µg/mL terhadap sel Leukimia L1210. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi molekul kalanon untuk mendapatkan senyawa turunan kalanon baru yang mempunyai aktivitas lebih baik. Modifikasi molekul suatu senyawa dapat dilakukan melalui kajian HKSA untuk mengurangi resiko trial and error di laboratorium. Penelitian ini berdasarkan metode perhitungan semi empiris PM3 melalui pendekatanMultiple Linear Regression (MLR) dengan log 1/IC50 sebagai variabel tergantung dan variabel bebasnya berupa 31 muatan bersih atom, momen dwikutub, selisih enegi orbital HOMO-LUMO (ΔΕ), koefisien partisi oktanol-air (log P),indeks Harary dan indeks Randic. Persamaan HKSA yang dihasilkan dari penelitian ini adalah log1/IC50= -1,194-0,029logP + 0,002Harary + 0,403ΔE + 53,983qC12 + 0,439qC19 dengan n= 11, r= 0,958, r2= 0,917, SE= 0,0561773, Fhitung/Ftabel = 2,19960, dan PRESS = 0,097115. Berdasarkan persamaan HKSA tersebut, didapatkan empat senyawa prediksi dengan aktivitas teoritik lebih baik dibandingkan senyawa turunan kalanon sebelumnya, yaitu senyawa prediksi 12, 22, 24, dan 25 yang masing-masing mempunyai IC50 teoritik 26,44; 25,609; 27,050; dan 23,013 µg/mL terhadap sel Leukimia L1210.
ISOLASI, IDENTIFIKASI KOMPONEN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI RIMPANG LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum Val.) Nestri Handayani; Widyo Wartono; Nirub Wijaya
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.883 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.110

Abstract

Isolasi, identifikasi dan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) telah dilakukan. Minyak atsiri diisolasi dengan metode destilasi Stahl dan dianalisis dengan GC-MS. Kadar minyak atsiri yang dihasilkan 0,6% (v/b). Identifikasi komponen dilakukan dengan membandingkan spektrum massa masing-masing senyawa dengan spektrum massa senyawa standar dari literatur Wiley 7. LIB. Hasil analisis menunjukkan 27 senyawa teridentifikasi yaitu α – pinen (0.36%), Z – β ocimen (2.70%), Champhen (10.91%), Sabinen (0.07%), β – pinen (0.18%), β – myrcen (0.29%),(Z)-α-osimen (0.51)%, allo-osimen (0.08)%, p – cimen (0.50%), 1,8 cineol (2.75%), β – trans ocimen (0.05%), γ – terpinen (0.14%), α – terpinolen (27.19%),  champor (2.71%), Isobornyl alcohol (1.51%), Terpinen 4-ol (1.11%), 3-cycloheksan 1 metanol (0.25%), Isobornyl acetat (0.29%), Trans caryophilen (0.47%), α-humulen (7.53%), α-kurkumen (0.13)%, farnesol (0.11%), (-)-kariofilen oksida (2.07%), patchulana (0.25%), Zerumbon (31.05%).Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) telah dilakukan terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Salmonella typhi dengan metode difusi agar menggunakan metode difusi dengan membuat sumuran. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) memiliki aktivitas antibakteri terhadap semua bakteri uji dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) 0,25% untuk Pseudomonas aeruginosa,  dan 0,075%  untuk Salmonella typhi. Dibandingkan dengan amoksisilin, potensi antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) pada kedua bakteri uji adalah 0,001% dari potensi amoksisilin.
PENGARUH ION LOGAM Cd(II) DAN pH LARUTAN TERHADAP EFEKTIVITAS FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL BLACK B MENGGUNAKAN KATALIS TiO2 Nor Basid Adiwibawa Prasetya; Abdul Haris; Gunawan Gunawan
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.542 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.116

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh ion logam Cd(II) dan pH larutan terhadap efektivitas fotodegradasi zat warnaRemazol Black B menggunakan katalis TiO2. Serbuk TiO2 yang digunakan dikarakterisasi dengan menggunakan XRD. Proses fotokatalisis dilakukan secara simultan menggunakan katalis TiO2 dalam suatu reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV-C. Kosentrasi Remazol Black B dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan AAS. Hasil karakterisasi serbuk TiO2 menunjukkan bahwa TiO2 yang digunakan mempunyai struktur kristal anatase dengan harga d yaitu 3,5; 2,42; 2,37; 2,32; 1,9; 1,7 dan mempunyai ukuran kristal 46,696 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ion logam Cd(II) meningkatkan efektivitas fotodegradasi Remazol Black B dan secara simultan mereduksi ion logam Cd(II) menjadi Cd(s). Pada proses fotodegradasi Remazol Black B 40 ppm dengan TiO2 50 mg, penambahan ion logam Cd(II) paling optimum adalah pada konsentrasi 4,5 ppm yang menghasilkan fotodegradasi Remazol Black B sebesar 85,83% dengan fotoreduksi ion Cd(II) sebesar 97,78%. Proses fotodegradasi Remazol Black B dengan adanya penambahan ion logam Cd(II) paling efektif adalah pada pH 4, dengan efektivitas fotodegradasi sebesar 97,62%.
SCREENING DAN ANALISIS KADAR OMEGA-3 DARI RUMPUT LAUT PULAU LOMBOK NTB Erin Ryantin Gunawan; Dedy Suhendra
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.683 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.111

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi jenis rumput laut yang mengandung omega-3 dan mengetahui kadar omega-3 dari rumput laut yang terdapat di pantai Pulau Lombok NTB. Minyak yang terdapat dalam rumput laut diekstraksi dengan metoda soxhletasi. Identifikasi dan kadar asam lemak dalam rumput laut ditentukan dengan alat GC-MS. Sembilan jenis rumput laut telah dianalisa dengan kadar air berkisar antara 42% -86,5%. Minyak hasil ekstraksi mempunyai kadar antara 0,63%-4,39%. Dari ke sembilan jenis dipilih 4 jenis rumput laut yang mempunyai kadar minyak yang paling tinggi. Dua jenis rumput laut yang biasa dikonsumsi (Eucheuma Spinosum dan Eucheuma Cottoni) dan dua jenis lagi yang tidak biasa dikonsumsi (Gracilaria salicorniadan Ulva sp). Asam-asam lemak omega-3 yang dapat teridentifikasi dari keempat jenis rumput laut adalah asam linolenat, Eikosatrienoat (ETE), eikosapentaenoat (EPA) dan (dokosaheksaenoat) DHA dalam jumlah yang bervariasi. Kadar asam lemak dalam keempat jenis rumput laut berkisar antara 26,8%-52,26% dan kandungan omega-3 antara 1,86%-5,46%.
PENGGUNAAN SPEKTROSKOPI 31P NMR DAN FT-IR UNTUK KARAKTERISASI SENYAWA POLIOKSOMETALAT TIPE DAWSON (NH4)6[b-P2W18O62] DAN (NH4)6[a-P2W18O62] Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi; Nurlisa Hidayati
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.191 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.112

Abstract

Telah disintesis senyawa polioksometalat tipe Dawson (NH4)6[b-P2W18O62] dan (NH4)6[a-P2W18O62] yang dilanjutkan dengan karakterisasi menggunakan spektrometer 31P NMR dan FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa polioksometalat tipe Dawson memberikan sinyal 31P NMR yang berbeda untuk struktur b dan a. Struktur b pada (NH4)6[b-P2W18O62] menghasilkan dua puncak pada pergeseran kimia -10,90 dan -11,68 ppm sedangkan struktur a memberikan satu puncak pada pergeseran kimia -12,39 ppm yang mengindikasikan adanya rotasi unit W3O13 pada struktur b sebagai penyusun struktur Dawson. Hal ini diperkuat oleh perbedaan spektra FT-IR pada stuktur b yang memiliki vibrasi pada bilangan gelombang 1164 cm-1 sedangkan struktur a tidak. Secara umum spektra FT-IR untuk polioksometalat tipe Dawson (NH4)6[b-P2W18O62] dan (NH4)6[a-P2W18O62] tidak menunjukkan adanya pebedaan yang signifikan terutama pada bilangan gelombang disekitar 1090 cm-1 yang menunjukkan vibrasi P-O.
KADAR GLUKOSA DARI HIDROLISIS SELULOSA PADA ECENG GONDOK MENGGUNAKAN Trichoderma viride DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU FERMENTASI Purbowatiningrum R Sarjono; Nies S Mulyani; Wirnia S Setyani
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.612 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.118

Abstract

Telah kita ketahui bahwa eceng gondok merupakan salah satu sumber selulosa yang melimpah di alam dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon bagi jamur Trichoderma viride. Eceng gondok memiliki bobot kering selulosa 21,5%, hemiselulosa 33,9% dan lignin 7,01%. Trichoderma viride adalah jamur saprofit yang berpotensi memproduksi selulase yang mampu mendegradasi ikatan β-1,4-glikosida pada rantai selulosa untuk menghasilkan glukosa. Glukosa dapat dimanfaatkan dalam produksi sirup gula, asam organik dan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Trichoderma viride yang mampu tumbuh pada media pertumbuhan hasil modifikasi eceng gondok serta memperoleh temperatur optimum aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis eceng gondok dan waktu fermentasi terbaik dalam menghasilkan glukosa.Proses pertama adalah persiapan sampel enceng gondok meliputi delignifikasi, kurva pertumbuhan Trichoderma viride dibuat dalam media modifikasi eceng gondok untuk mengetahui waktu optimum pertumbuhan Trichoderma viride. Penentuan temperatur optimum dan waktu fermentasi terbaik dari aktivitas Trichoderma viride didasarkan pada glukosa yang dihasilkan dari hidrolisis selulosa pada eceng gondok menggunakan metode Nelson Somogyi.Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa Trichoderma viride mampu tumbuh pada media modifikasi eceng gondok. Temperatur optimum aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis selulosa pada eceng gondok adalah 35oC dan waktu fermentasi terbaik dihasilkannya glukosa pada jam ke-96 yaitu sebesar 1,3864 mg/L.
KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN TERCELUP KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA Intan Permatasari; Dina Kartika Maharani
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.315 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.113

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jumlah proses pencelupan kain menggunakan komposit kitosan-silika terhadap aktvitas antibakteri kain kitosan-silika. Proses pelapisan kitosan-silika pada kain dilakukan dengan metode pencelupan atau dip-coating dengan teknik pengeringan pad-dry-cure pada temperatur dry 80 oC dan temperatur curing 140 oC. Uji aktivitas antibakteri kain kitosan-silika terhadap bakteri S.aureus dilakukan dengan metode Shake flask turbidimetry. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah proses pencelupan kain dalam larutan kitosan-silika terhadap persentase aktivitas antibakterinya. Persentase aktivitas antibakteri setelah 24 jam pada kain tercelup komposit kitosan-silika dengan variasi pencelupan 5 kali adalah sebesar 18,52%, kain dengan 10 kali pencelupan adalah sebesar 22,06%, kain dengan 15 kali pencelupan adalah sebesar 32,87% dan dengan variasi pencelupan sebanyak 30 kali diperoleh persentase aktivitas antibakteri sebesar 39,32%.
KAJIAN IKATAN HIDROGEN DAN KRISTALINITAS KITOSAN DALAM PROSES ADSORBSI ION LOGAM PERAK (Ag) C. Purnawan. C. Purnawan.; A.H. Wibowo A.H. Wibowo; Samiyatun Samiyatun
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.508 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.114

Abstract

Telah dilakukan kajian tentang ikatan hidrogen inter dan intramolekuler kitosan yang dapat menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan akibat masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan dapat mempengaruhi mempengaruhi ikatan hidrogen inter dan intramolekuler sehingga menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan. Kristalinitas kitosan meningkat hingga perbandingan Ag/kitosan = 0.25/100 (b/b). Setelah perbandingan Ag/kitosan lebih besar dari 0.25/100 (b/b), kristalinitas kitosan menurun.
DEGRADASI ZAT WARNA AZO TARTRAZIN PADA LIMBAH CAIR MIE DENGAN METODE AOPs (Advanced Oxidation Processes) Tien Setyaningtyas; Dian Windy Dwiasi
Molekul Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.124 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2012.7.2.117

Abstract

Penggunaan metode untuk mendegradasi zat warna dari limbah industri dengan proses AOPs (Advanced Oxidation Processes) atau proses oksidasi lanjut saat ini banyak dikembangkan terutama untuk limbah cair zat warna yang sulit terdegradasi. Salah satu industri makanan yang menggunakan bahan aditif zat warna pada proses produksinya adalah industri mie yaitu menggunakan zat warna tartrazin. Dampak negatif perkembangan industri mie adalah timbulnya pencemaran lingkungan dari limbah cair industri mie yang masih mengandung zat warna tartrazin. Penurunan kadar zat warna tartrazin dalam limbah cair mie dapat diupayakan dengan cara mendegradasi zat warna tartrazin melalui metode AOPs.Proses AOPs untuk mendegradasi tartrazin dalam limbah cair mie pada penelitan ini menggunakan kombinasi H2O2dengan sinar matahari sebagai sumber sinar UV (H2O2/UV-Vis). Paramaeter yang dilakukan antara lain variasi konsentrasi H2O2 yaitu 0,01 M ; 0,02 M dan 0,03 M dengan variasi waktu kontak 0; 0,5 ; 1 ; 1,5 ; 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4 jam. Pengaruh pH terhadap degradasi tartrazin dengan variasi 2, 5, 7, 9 dan 12.Hasil yang diperoleh bahwa degradasi tartrazin tidak dipengaruhi oleh konsentrasi H2O2 tetapi konsentrasi H2O2mempengaruhi waktu kesetimbangan. Waktu kesetimbangan paling cepat dicapai 30 menit pada konsentrasi H2O20,03 M, sedangkan untuk H2O2 0,01M dan 0,02 M waktu kesetimbangan tercapai pada 2,5 jam dengan penurunan tartrazin sebesar 45%. Proses AOPs pada degradasi tartrazin dipengaruhi oleh harga pH. Pada pH rendah penurunan tartrazin semakin besar. Pernurunan tartrazin paling besar pada pH 2 yaitu sebesar 65%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9