cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KEK (Kajian Ekonomi dan Keuangan)
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 14103249     EISSN : 25409999     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK henceforth)was first published in 1996 as an initiative of researchers of Ministry of Finance. In the earlier years of its publication, KEK was also known as Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan (KIEK). Since then KEK has been published regularly as one of the prominent sources of reference for public policy evaluation as well as a recommendation, in particular on Indonesian state budgets and finance topics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 20, No 3 (2016)" : 5 Documents clear
Analisis Implementasi Spending Review pada Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2013-2015 Parhusip, Bilmar
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i3.193

Abstract

Kajian ini menganalisis implementasi technical spending review pada Kementerian Negara/Lembaga (K/L) tahun 2013-2015 di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini menemukan bahwa spending review di Indonesia dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Perbendaharaan) dengan keterlibatan yang terbatas dari K/L. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendekatan penyusunan spending review topdown tidak efektif dalam proses dan penggunaan laporan spending review dalam pengambilan keputusan penganggaran dan implementasi penganggaran berbasis kinerja. Isu kontekstual dan implementasi ditemukan menjadi hambatan utama dari implementasi spending review K/L.
Oil Price, Government Revenue, Export Value, and Economic Growth: Indonesia’s Case Abimanyu, Yoopi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i3.194

Abstract

Oil has been one of the main sources of Indonesia’s revenue, either from government budget or balance of payments point of views. Due to supply and demand of oil in the world market, prices of oil, either ICP, Brent UK, or WTI, had been decline lately. There are three hypotheses in this paper. The first hypothesis, oil prices change has a positive relationship with the government revenue. Using correlation coefficient, it is found that prices of oil are positively correlated with government revenue in terms of income tax and non-tax revenue with relatively small value. The second hypothesis, oil prices have a positive correlation with export value. Correlation coefficient indicates that they are positively correlated with a somewhat higher value relative to the first finding. The third hypothesis is oil prices are positively correlated with economic growth in terms of GDP constant price. Using Johansen cointegration, it is found that oil prices are not cointegrated with economic growth. This implies that oil is correlated with government revenue and export value. However, it seems that for the whole economic growth, oil is not correlated to the economy, or the reduction of oil price would not necessarily translate into a decline in the economic output.
CAUSALITY ANALYSIS BETWEEN FINANCIAL PERFORMANCE AND HUMAN DEVELOPMENT INDEX: A CASE STUDY OF PROVINCES IN EASTERN INDONESIA Sofia Arie Damayanty, Singgih Riphat, Hadi Setiawan,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i3.195

Abstract

This research aims to examine the causal relationship between the provincial financial performance and the Human Development Index (HDI). The results of this research are important since it can be used as a guidance to make a sound policy of local government’s revenue and budget allocation which can improve the welfare or quality of the society. The methodology of this paper is a quantitative approach by using the Granger causality test. Several provinces in Eastern Indonesia are used as the object of research since those areas are underdeveloped compared to western Indonesia. Several financial ratios are used as the proxies of local financial performance. The results show that most of the financial performances do not have a causal relationship with HDI, except for several proxies in some provinces.
Penerapan Earmarking Cukai Hasil Tembakau di Indonesia: Regulasi dan Konsep Ideal Sitepu, Eddy Mayor Putra
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i3.200

Abstract

Konsumsi rokok telah menyebabkan kematian atas setengah dari konsumennya (WHO, 2016), sehingga perlu tindakan dalam skala luas untuk melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Di Indonesia, kebijakan earmarking telah diterapkan sejak 2008, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: tujuan kebijakan earmarking melalui DBH CHT; proporsi alokasi DBH CHT untuk pemerintah daerah; dan dasar alokasi DBH CHT yang tepat. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis komparatif dengan membandingkan berbagai alternatif dasar alokasi yang dapat digunakan untuk pengalokasian DBH CHT. Berdasarkan hasil penelitian, tujuan dari kebijakan DBH CHT harus dirancang ulang untuk mengakomodasi langkah-langkah yang diperlukan dalam mengatasi eksternalitas negatif akibat merokok. Selanjutnya, tingkat redistribusi harus diubah dari tingkat kabupaten/kota menjadi tingkat provinsi untuk meningkatkan lingkup kebijakan dan ruang lingkup tindakan. Terakhir, dasar alokasi harus didesain ulang karena dasar alokasi saat ini akan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi rokok daripada mengendalikannya.
Transmisi BI Rate sebagai Instrumen untuk Mencapai Sasaran Kebijakan Moneter Syahrir Ika, Suparman Zen Kemu,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i3.208

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat lebih rinci transmisi penetapan BI rate terhadap perubahan SBI, PUAB, bunga deposito, bunga kredit, jumlah M1 & M2 dan kondisi ekonomi makro yakni inflasi, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan keseimbangan neraca pembayaran. Pemahaman terhadap transmisi ini akan memberikan gambaran keseluruhan dari kebijakan moneter yang bersifat makro dan kebijakan mikro, di tatanan perbankan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif, analisis menggunakan tabel, grafik, gambar serta Eviews sebagai perangkat kuantitatif. Kerangka berfikir tulisan ini adalah transmisi kebijakan moneter mulai dari BI rate menjadi Sertifikat BI (SBI), PUAB, Bunga Deposito, Bunga Kredit, spread (interest margin) perbankan, inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter berupa penetapan BI rate oleh Bank Indonesia merupakan kebijakan dengan sasaran berjenjang mulai dari sasaran operasional, sasaran antara dan sasaran akhir. Hasil dari kebijakan memerlukan lag yang lamanya sesuai dengan kategori sasaran, untuk itu perlu dilihat sasaran BI rate sesuai dengan jenjangnya. Kalau tidak, maka akan terjadi misleading penilaian terhadap keberhasilan penetapan BIrate yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5