cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017" : 5 Documents clear
GAMBARAN RESILIENSI KELUARGA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Halawati, Dwi Fathun Ary; Kusuma, Henni
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.863 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.42

Abstract

AbstrakTerapi hemodialisis tidak hanya memberikan masalah pada pasien, namun juga memberikan dampak pada kehidupan keluarga pasien. Tekanan yang dihadapi oleh keluarga menyebabkan stres yang cukup berat, sehingga resiliensi keluarga menjadi sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi keluarga yang meliputi system keyakinan, pola organisasi keluarga dan komunikasi antar unit keluarga dalam merawat pasien hemodialisis di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan metode indepht interview. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga pasien hemodialisis yang didapatkan dengan purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan metode analisa Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan bahwa resiliensi keluarga bergantung pada sumber-sumber daya yang ada untuk digunakan dalam menyelesaikan permasalahan pasien penyakit ginjal kronik. Keluarga dianggap resilien jika mampu beradaptasi dan mencapai keseimbangan dalam keluarga, sehingga untuk mewujudkan resiliensi keluarga dibutuhkan peran aktif setiap anggota keluarga dalam memberikan perawatan pada pasien. Dukungan perawat juga diperlukan, diharapkan perawat melakukan skrining awal dan memberikan konseling pada keluarga pasien. Kata Kunci: resiliensi, keluarga, hemodialisis AbstractDescription of family resilience which includes belief systems, family organizational patterns and communication between family units in treating hemodialysis patients. Hemodialysis therapy not only gives problems to patients, but also has an impact on the patient's family life. The pressure faced by the family causes considerable stress, so the resilience of the family becomes urgently needed. This study aims to look at description of family resilience which includes belief systems, family organizational patterns and communication between family units in treating hemodialysis patients in Semarang City. This study uses qualitative phenomenological method with indepth interview method. The informants in this study were families of hemodialysis patients who were obtained by purposive sampling. Data collected in the form of interview records and field notes were analyzed by Colaizzi analysis method. This study resulted in family resilience depending on available resources to be used in solving the problems of patients with chronic kidney disease. The family is considered resilient if it is able to adapt and achieve balance in the family, so to realize family resilience it takes an active role for each family member in providing care to patients. Nurse support is also needed, it is hoped that nurses conduct initial screening and provide counseling to the patient's family. Keywords: resilience, family, hemodialysis
PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I TERHADAP TEKANAN DARAH DAN SATURASI OKSIGEN PASIEN KRITIS DENGAN PENURUNAN KESADARAN Hartoyo, Mugi; Shobirun, Shobirun; Budiyati, Budiyati; Rachmilia, Rizqi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.785 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.3

Abstract

AbstrakPasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) merupakan pasien kritis yang dalam keadaan terancam jiwanya karena kegagalan atau disfungsi pada satu atau multipel organ yang disertai gangguan hemodinamik. Pasien kritis dalam keadaan penurunan kesadaran memiliki keterbatasan dalam mobilisasi, yang berdampak terhadap tekanan darah dan saturasi oksigen yang tidak stabil. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk menangani hal tersebut dengan mobilisasi progresif level I berupa head of bed, ROM, dan rotasi lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif level I terhadap tekanan darah dan saturasi oksigen pada pasien kritis dengan penurunan kesadaran di ruang ICU. Metode penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test one group design. Responden penelitian ditetapkan dengan non probability sampling dengan metode total sampling. Penelitian dilaksanakan di ruang ICU pada 15 responden yang terdiri dari 10 responden perempuan dan 5 responden laki-laki dan memenuhi kriteria inklusi. Uji dependent t-test menunjukkan ada pengaruh mobilisasi progresif level I terhadap tekanan darah sistolik (p = 0,024), tekanan diastolik (p = 0,002), dan saturasi oksigen (p = 0,000). Mobilisasi Progresif Level I dapat meningkatkan tekanan darah dan saturasi oksigen pada pasien kritis dengan penurunan kesadaran. Mobilisasi Progresif Level I dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatkan tekanan darah dan saturasi oksigen pasien kritis dengan penurunan kesadaran dengan tekanan darah di bawah normal. Kata kunci: Mobilisasi progresif level I, tekanan darah, saturasi oksigen, pasien kritis. AbstractThe effect of progressive level I mobilization on blood pressure and oxygen saturation in critical patients with decreased awareness. Patients who are treated in the Intensive Care Unit (ICU) are critical patients who are in danger of failure or dysfunction in one or multiple organs accompanied by hemodynamic disturbances. Critical patients in a state of reduced consciousness have limitations in mobilization, which have an impact on blood pressure and unstable oxygen saturation. One intervention that can be done to deal with this is with progressive level I mobilization in the form of head of bed, ROM, and lateral rotation. This study aims to determine the effect of progressive level I mobilization on blood pressure and oxygen saturation in critical patients with decreased awareness in the ICU. This research method uses pre-experimental design with pre-test and post-test one group design. Research respondents were determined by non-probability sampling with total sampling method. The study was conducted in the ICU room in 15 respondents consisting of 10 female respondents and 5 male respondents and met the inclusion criteria. The dependent t-test showed that there was an effect of progressive level I mobilization on systolic blood pressure (p= 0.024), diastolic pressure (p= 0.002), and oxygen saturation (p= 0.000). Level I Progressive Mobilization can increase blood pressure and oxygen saturation in critical patients with decreased consciousness. Level I Progressive Mobilization can be used as one of the nursing interventions to increase blood pressure and oxygen saturation of critical patients with decreased consciousness with below normal blood pressure. Keywords: Progressive level I mobilization, blood pressure, oxygen saturation, critical patients
STUDI EKSPLORASI PADA WANITA PEKERJA SEKS Rahayu, Tutik; Wahyuni, Sri
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.911 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.4

Abstract

AbstrakFenomena wanita bekerja bukan merupakan hal baru, dengan peran ganda yang dimilikinya wanita mampu menjalankan perannya sebagai wanita pekerja. Wanita pekerja mempunyai berbagai macam alasan untuk bekerja, salah satu pekerjaan yang riskan terpilih adalah sebagai pekerja seks. Penelitian memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alasan perempuan dalam memilih pekerjaan sebagai pekerja seks di wilayah kota Semarang. Penelitian ini merupakan qualitative study dengan pendekatan fenomenologi dan pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dan menggunakan pertanyaan semi terstruktur. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah menurut langkah-langkah dari Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan 4 alasan yang mengakibatkan wanita bekerja sebagai pekerja seks, antara lain karena himpitan ekonomi, masalah dalam keluarga, korban perdagangan manusia, dan korban pelecehan seksual. Beberapa partisipan menyampaikan bahwa alasan yang memicu sehingga mereka memilih bekerja sebagai pekerja seks adalah karena adanya himpitan ekonomi, terjebak dalam perdagangan manusia serta pernah memiliki pengalaman pelecehan seksualitas. Kata Kunci: wanita, pekerja seks, studi eksplorasi AbstractExploration study in women sex workers. The phenomenon of women working is not a new thing, with the dual role she has in being able to carry out her role as a woman worker. Women workers have various reasons for work, one of the risky jobs chosen is as a sex worker. The study gained a deep understanding of the reasons for women in choosing jobs as sex workers in the city of Semarang. This research is a qualitative study with phenomenological approach and participant taking using purposive sampling technique. The number of participants in this study was 8 people. Data collection uses in-depth interview techniques and uses semi-structured questions. Data analysis carried out in this study was according to the steps of Colaizzi. This study resulted in 4 reasons that resulted in women working as sex workers, among others due to economic crush, problems in families, victims of trafficking in persons, and victims of sexual abuse. Some participants said that the reason that triggered them to choose to work as sex workers was due to economic crush, trapped in human trafficking and had experience of sexuality abuse. Keywords: women, sex workers, exploration studies.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PENDAPATAN TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Yuniar, Isma; Lestari, Susi Dwi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.488 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.5

Abstract

AbstractDiperkirakan sekitar 2,7 juta jiwa meninggal karena tuberkolusis paru setiap tahunnya di seluruh dunia. adalah masalah kesehatan dimana Indonesia cukup memberikan kontribusi ke tingkat dunia. Dibuktikan dengan saat ini berada pada peringkat empat dengan beban tuberkolusis tertinggi dunia, yaitu setelah China, India, dan Afrika Selatan. Status gizi adalah salah satu faktor terpenting dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi tuberkolusis. Pada keadaan gizi yang buruk, maka reaksi kekebalan tubuh akan melemah sehingga kemampuan dalam mempertahankan diri terhadap infeksi menjadi menurun. faktor lain yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah status sosial ekonomi. Pendapatan per kapita pasien Tuberkulosis Paru menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan status gizi pada pasien Tuberkulosis Paru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan, status nutrisi terhadap kejadian tuberkolusis paru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan case control. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian Tuberkulosis paru dengan nilai OR= 3,484 (CI= 1,246 – 9, 747) yang berarti status gizi kurang beresiko menderita Tuberkulosis paru sebesar 3,4 kali dibandingkan dengan status gizi cukup. Terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan kejadian Tuberkulosis paru dengan nilai OR= 4,421 (CI= 1,638 – 11, 930) yang berarti responden dengan pendapatan rendah beresiko menderita Tuberkulosis paru sebesar 4,4 kali dibandingkan dengan responden yang pendapatannya tinggi. Kata kunci: Status gizi, pendapatan, kejadian TB AbstractThe relationship between income, nutritional status on the incidence of pulmonary tuberculosis. It is estimated that around 2.7 million people die from pulmonary tuberculosis every year throughout the world. is a health problem where Indonesia contributes enough to the world level. It is proven that currently it is ranked fourth with the world's highest tuberculosis burden, namely after China, India and South Africa. Nutritional status is one of the most important factors in the body's defense against tuberculus infections. In poor nutrition, the immune reaction will weaken so that the ability to defend against infection decreases. Other factors that affect a person's nutritional status are socioeconomic status. Per capita income of patients with pulmonary tuberculosis is one of the factors related to nutritional status in patients with pulmonary tuberculosis. The purpose of the study was to determine the relationship between income, nutritional status on the incidence of pulmonary tuberculosis. This research is a quantitative study that uses analytical survey methods with a case control approach. The results showed a significant relationship between nutritional status with the incidence of pulmonary tuberculosis with an OR = 3.484 (CI = 1.246-9,747) which means less nutritional status at risk of suffering from pulmonary tuberculosis by 3.4 times compared to adequate nutritional status. There is a significant relationship between income with the incidence of pulmonary tuberculosis with OR = 4.421 (CI = 1.638 - 11,930) which means that respondents with low income are at risk of suffering from pulmonary tuberculosis by 4.4 times compared to respondents with high income. Keywords: Nutritional status, income, incidence of TB
EFEKTIFITAS LOGOTERAPI DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI DAN KEMAMPUAN MEMAKNAI HIDUP PADA LANSIA Rahcmawati, Dwi Heppy; Febriana, Betie
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.775 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.6

Abstract

AbstrakProses hidup lansia telah menghadapi berbagai masalah yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologi lansia. Studi terdahulu menemukan bahwa konsep diri dan makna hidup merupakan hal yang paling terpengaruh pada usia lanjut. Jika tidak diatasi, hal ini akan memicu depresi pada lansia. Oleh karena itu, dibutuhkan terapi untuk meningkatkan konsep diri dan kemampuan memaknai hidup lansia. Penelitian ini bertujuan melihat efektifitas logoterapi terhadap peningkatan konsep diri dan kemampuan memaknai hidup lansia di panti. Desain pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan Quasi Experimental Pre-Post Test Without Control Group Design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan secara bermakna pada konsep diri (nilai p= 0,000) dan makna hidup (nilai p=0,000) lansia sebelum dan sesudah terapi. Logoterapi merupakan salah satu intervensi yang dapat digunakan pada lansia atau masalah psikososial. Pemberian logoterapi pada lansia berdampak pada peningkatan harga diri lansia dari rendah ke tinggi yaitu sebesar 22 responden artinya73% terjadi peningkatan harga diri-konsep diri dan ini merupakan angka yang cukup tinggi dan bermakna. Kesimpulan logoterapi efektif untuk meningkatkan konsep diri dan makna hidup lansia di Panti Pelayanan lansia di Panti pelayanan sosial pucang gading Semarang. Kata kunci: konsep diri, makna hidup, logoterapi, lansia AbstractThe effectiveness of logotherapy on improving self-concept and the ability to interpret the life of the elderly. The life process of the elderly has faced various problems that can affect the psychological development of the elderly. Previous studies have found that self-concept and the meaning of life are the most affected in old age. If not overcome, this will trigger depression in the elderly. Therefore, therapy is needed to improve self-concept and the ability to interpret the life of the elderly. This study aims to see the effectiveness of logotherapy on improving self-concept and the ability to interpret the life of the elderly in the institution. The design in this study is quantitative with Quasi Experimental Pre-Post Test Without Control Group Design. The number of samples was 30 respondents with simple random sampling technique. The results of this study indicate that there are significant differences in self-concept (p value = 0,000) and the meaning of life (p value = 0,000) the elderly before and after therapy. Logotherapy is one intervention that can be used in the elderly or psychosocial problems. The provision of logotherapy in the elderly has an impact on increasing the self-esteem of the elderly from low to high, which is 22 respondents, meaning that 73% of the increase in the price of self-concept is self and this is a fairly high and meaningful number. Conclusion Effective logotherapy to improve self-concept and the meaning of elderly life in Panti Elderly services at the social service center of Semarang ivory. Keywords: self-concept, meaning of life, logotherapy, elderly

Page 1 of 1 | Total Record : 5