cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019" : 10 Documents clear
Studi Explorasi Pengalaman Perawat dalam Pengkajian Delirium Khanafi, Khamid; Ismail, Suhartini; Erawati, Meira
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.113 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.413

Abstract

Delirium di tandai dengan perubahan  status mental, tingkat kesadaran serta perhatian yang akut dan fluktuatif yang sering di jumpai pada pasien di ruang intensive care unit (ICU). Delirium dapat menyebabkan meningkatnya length of stay (LOS), meningkatkan biaya perawatan,kematian, delirium menetap serta lamanya pemulihan. Tujuan dari penelitian  ini ialah untuk mengexplorasi pengalaman perawat rumah sakit dalam mengkaji pasien delirium di ruang ICU.Penelitian  ini menggunakan metode diskriptif  kualitatif. Pengumpulan data dengan indepth interview dengan panduan semi terstruktur. Hasil wawancara pada informan di dapatkan informasi bahwa pengetahuan perawat tentang delirium ini masih kurang, sehingga perawat belum pernah melakukan pengkajian delirium, perawat sebatas mengkaji tingkat kesadaran menggunakan glascow coma scale ( GCS), dalam re evaluasi delirium sebatas mengikuti advis medis, dari rumah sakit belum ada kebijakan dalam pengkajian delirium. Dari informasi ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti untuk di adakanya peningkatan pengetahuan perawat mengenai delirium serta di adakanya alat/tool pengkajian delirium yang tepat, mudah untuk ruang ICU. Kata kunci: Delirium, pengkajian, ICU AbstractExploration Study of Nursing Experience in Delirium Assessment. Delirium is characterized by changes in mental status, level of awareness and acute and fluctuating attention that is often encountered in patients in the intensive care unit (ICU). Delirium can cause increased length of stay (LOS), increase treatment costs, death, permanent delirium and the duration of recovery. The purpose of this study was to explore the experience of hospital nurses in studying delirium patients in the ICU. This study used a qualitative descriptive method. Data collection with in-depth interviews with semi-structured guidelines. The results of interviews with informants found that nurses' knowledge about delirium was still lacking, so nurses had never doing delirium assessments, nurses were limited to assessing the level of awareness using a glascow coma scale (GCS), in re-evaluation of delirium limited to following medical advice, the hospital had not yet there is a policy in the delirium assessment. From this information, it can be used as a reference for researchers to create an increase in nurses' knowledge about delirium as well as an appropriate delirium assessment tool for the ICU room. Keywords: Delirium, Assessments, ICU
Kecemasan Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Paska Percutaneous Coronary Intervention Hastuti, Yuni Dwi; Mulyani, Evi Dwi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.554 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.427

Abstract

Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah salah satu perawatan untuk penyakit arteri koroner selain penatalaksanaan obat dan tindakan Coronary Artery Bypass Graft (CABG). PCI secara signifikan mengurangi gejala PJK, mengurangi angka kematian, dan meningkatkan kualitas hidup, tetapi beberapa pasien dapat mengalami kecemasan setelah PCI karena beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kecemasan dan faktor-faktor terkait demografi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik total sampling. Total sampel adalah 80 responden. Data dikumpulkan menggunakan Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS), kemudian dianalisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,8% responden adalah laki-laki, 52,5% berusia 56-65 tahun, 52,5% bekerja, 93,8% menikah, 42,5% berpendidikan sekolah menengah, 71,2% berpenghasilan 1,1-3 juta, 83,8% tidak pernah menjalani PCI dan 72,5% responden berada dalam tingkat kecemasan sedang. Oleh karena itu diperlukan tindakan yang tepat untuk mengurangi kecemasan pasien yang menjalani PCI seperti berbagi pengalaman, pendekatan perilaku kognitif,, teknik napas lambat, distraksi, hipnosis, serta adanya tim psikiatri yang terlibat dalam tim perawatan pasien yang menjalani PCI Kata kunci: Penyakit jantung koroner, kecemasan, PCI Abstract Anxiety of Patients With Coronary Artery Disease (CAD) After Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Percutaneous Coronary Intervention (PCI) is one of the treatments for coronary artery disease other than drug treatment and coronary artery bypass grafting surgery. PCI significantly decreases the symptoms of CHD, reduces mortality, and improves quality of life but some patients may experience anxiety after PCI because of several factors. The purpose of the research was to identify the anxiety and the demographic related factors. The research was a descriptive study with total sampling technique. Total sample were 80 respondents. Data collected using Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS), then analized by univariate analysis. The result showed that 78.8% of respondents were male, 52.5% aged 56-65 years, 52.5% were working, 93.8% were married, 42.5% have a high school education, 71.2% earn 1.1-3 million, 83.8% have never undergone PCI and 72.5% respondents were in moderate anxiety level. Therefore we need the right action to deal with the anxiety of patients undergoing PCI such as sharing experience, cognitive behavioral approaches, slow breathing techniques, distraction, hypnosis, and the presence of a psychiatric team involved in the care team of patients undergoing PCI Keywords: Coronary artery disease, anxiety, PCI
Karakteristik dan Efikasi Diri Keluarga Pasien dengan Infark Miokard Herliani, Yusshy Kurnia; Harun, Hasniatisari; Setyawati, Anita; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.796 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.423

Abstract

Infark miokard menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan tingginya angka kematian dan kecacatan di Indonesia. Perkembangan pengobatan telah banyak terbukti menurunkan angka kematian akibat infark mioard. Dukungan keluarga diperlukan untuk mengoptimalkan penderita patuh terhadap pengobatan dan menjalankan pola hidup sehat sebagai bagian dari rehabilitasi jantung. Efikasi diri menjadi penting dalam memberi dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik dan efikasi diri keluarga pasien dengan infark miokard di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 60 anggota keluarga pasien dengan infark miokard yang dirawat di CICU dan HCCU Rumah Sakit Hasan Sadikin. Prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling dan responden diminta untuk mengisi kuesioner. Hasil penelitian ini, usia rata-rata anggota keluarga pasien adalah 45,58 tahun dan mayoritas berjenis kelamin  perempuan. Hampir setengah dari keluarga pasien memiliki tingkat pendidikan SMA dan lebih dari setengah pasien memiliki riwayat keluarga terkait dengan penyakit jantung. Mayoritas anggota keluarga pasien tidak memiliki pengalaman dalam merawat pasien penyakit jantung sebelumnya. Skor rata-rata efikasi diri anggota keluarga untuk merawat pasien adalah 6,55. Kesimpulannya, memberikan intervensi kepada pasien dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan efikasi keluarga dalam merawat pasien infark miokard pasca serangan. Kata kunci: Efikasi diri, infark miokard, karakteristik keluarga  Abstract Characteristics and Self-Efficacy of Family Care Giver of Patient with Myocardial Infarction in Indonesia. Myocardial infarction is one of the diseases that cause high mortality and disability in Indonesia. The development of treatment has been shown to reduce the incidence of death due to myocardial infarction. Family support is essential to optimize the patient's adherence to treatment and promote a healthy lifestyle as part of cardiac rehabilitation. Self-efficacy is important in providing family support. This study aimed to provide an overview of the characteristics and self-efficacy of family of patients with myocardial infarction in Indonesia. This study was a quantitative descriptive study involving 60 family members of patients with myocardial infarction hospitalized at CICU and HCCU in Hasan Sadikin Hospital. The sampling procedure in this study used convenience sampling techniques and respondents were asked to fill out a questionnaire. The average age of the patient's family members was 45.58 years and the majority was female. Nearly half of patients' families have high school education levels and more than half of patients have a family history of heart disease. The majority of patients' family members have no experience in treating heart disease patient previously. The average score for self-efficacy of family members to treat patients is 6.55. Conclusions is giving intervention to patients and families is very important to improve family efficacy in treating patients with myocardial infarction after an attack. Keywords: Self-efficacy, myocardial infarction, family characteristics
Efektifitas Metode Konseling Spiritual terhadap Motivasi Pasien Kanker dalam Menjalani Kemoterapi Sitepu, Nunung Febriany; Asrizal, Asrizal; Lufthiani, Lufthiani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.095 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.394

Abstract

Konseling spiritual adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan fitrahnya sebagai makhluk beragama (homo religious), berperilaku sesuai dengan nilai-nilai agama (berakhlak mulia), dan mengatasi masalah-masalah kehidupan melalui pemahaman, keyakinan, dan praktik-praktik ibadah ritual agama yang dianutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh konseling terhadap motivasi pasien kanker dan menganalisa motivasi pasien kanker sebelum dan sesudah dilakukan konseling spiritual. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan 60 responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-September 2019 di Rumah Sakit Kota Medan. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani kemoterapi pada siklus ke 3, kooperatif, dapat mendengar, tidak memiliki efek samping, dan dapat berbicara dengan baik.. Analisa data penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan motivasi pasien kanker antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol sesudah diberikan intervensi konseling spiritual dengan nilai p value = 0.001 (p <0.05). Efek positif dari konseling spiritual terhadap motivasi pasien kanker dapat dikaitkan dengan penyesuaian pendekatan konseling spiritual dengan budaya dan keyakinan individu dalam menanggapi masalah mental dan mencari makna dalam kehidupan manusia. Kata kunci: Konseling; pasien kanker; spiritual Abstract The Effect of Spiritual Counseling Methods Towards Motivation of Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Hospital. Spiritual counseling is the process of providing assistance to individuals to have the ability to develop their fitrah as religious beings (homo religious), behave in accordance with religious values (noble character), and overcome life's problems through understanding, belief, and practices of worship religious rituals he adheres. The purpose of this study are: analyze the effect of counseling on the motivation of cancer patients and analyzing the motivation of cancer patients before and after spiritual counseling. The design of the research used is a quasi-experimental with 60 respondents divided two group, 30 intervention group and 30 control group.  Data collection taken from May – September 2019 at Hospital Medan. Criteria inclusion are: patient undergoing chemotherapy with 3 cycles, cooperative, can hear, no side effect, and can speak well. Data analysis by Wilcoxon rank and Mann Whitney test. The result significant difference in the value of intervention and control group   after give a intervention of counseling spiritual with a p value = 0.001 (p <0.05). The positive effect of spiritual counseling on motivation  of cancer patient can be attributed to the alignment of spiritual counseling approach with culture and the beliefs of individuals in response to mental concerns and being seeking the meaning in human life. Keywords: counseling; cancer patient;  spiritual
Pelaksanaan Perawatan Kesehatan Masyarakat dalam Rangka Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Rachma, Nurullya; Widyastuti, Rita Hadi; Andriany, Megah; Nurrahima, Artika; Hartati, Elis; Dewi, Nur Setiawati; Mui’in, Muhammad
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.138 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.417

Abstract

Pembangunan di bidang kesehatan, diupayakan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), yang diaplikasikan dalam kegiatan perawatan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengidentifiaksi pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat yang bersinergi terhadap PIS PK. Rancangan penelitian menggunakan metode mixed method. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan sampel sebesar 110 dan diambil secara cluster sampling. Instrumen menggunakan format pelaksanaan perkesmas yang terdiri dari kunjungan untuk pendataan, promosi kesehatan, dan tindak lanjut.  Penelitian kualitatif untuk memperoleh gambaran pelaksanaan PIS PK yang diintegrasikan dengan perawatan kesehatan masyarakat, melalui Focus Group Discussion. Partisipan adalah masyarakat (kader), staf puskesmas, dan staf dinas kesehatan. Pelaksanaan kunjungan rumah oleh petugas kesehatan (puskesmas) yang paling banyak menunjukkan 65.5% keluarga pernah dikunjungi. Kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan saat kunjungan rumah meliputi: pendataan keluarga 32.7%, pemeriksaan kesehatan 40%, penyuluhan kesehatan 10.9%, pemberantasan sarang nyamuk 17 15.5%, dan kesehatan ibu anak 2 1.8%. Kegiatan tindak lanjut terhadap kunjungan rumah yang sudah dilakukan lebih banyak tidak dilakukan 69.1%.Hasil FGD dengan kader didapatkan 4 tema: kegiatan perawatan kesehatan masyarakat oleh puskemas, peran kader kesehatan dalam perawatan kesehatan masyarakat, masalah dalam pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat, harapan terhadapan pelayanan kesehatan di masyarakat. Pelaksanaan perkesmas dalam rangka PIS PK, berdasarkan hasil FGD dengan pelaksana perkesmas di puskesmas dan staf bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang didapatkan 2 tema: pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat dalam rangka PIS PK dan kendala pelaksanaan perkesmas dalam rangka PIS PK. Diperlukan evaluasi bersama pelaksanaan PIS PK antara pelaksana dan penanggung jawab program PIS PK agar indikator keberhasilan PIS PK dapat tercapai maksimal. Kata kunci: Pelaksanaan perkesmas, program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga Abstract The Implementation Community Health Care of The Healthy Indonesia Program With The Family Approach. Development in the health sector, is pursued through the Healthy Indonesia Program with the Family Approach, which is applied in community health care activities. The research objective was to identify the implementation of community health care that synergizes with Healthy Indonesia Program. The research design uses the mixed method. Quantitative research with cross sectional design, using a sample of 110 and taken by cluster sampling. The instrument uses the format of the implementation of the social security program consisting of visits for data collection, health promotion, and follow-up. Qualitative research to obtain an overview of the implementation of Healthy Indonesia Program integrated with community health care, through a Focus Group Discussion. Participants are the community (cadres), puskesmas staff, and health service staff. Conducting home visits by health workers which showed the most 65.5% of families had been visited. Activities undertaken by health workers during home visits included: family data collection 32.7%, health checks 40%, health education 10.9%, eradication of mosquito nests 17 15.5%, and maternal health of children 2 1.8%. More follow-up activities on home visits were not carried out 69.1%. FGD results with cadres found 4 themes: community health care activities by the health center, the role of health cadres in community health care, problems in the implementation of public health care, expectations towards health services in society. The implementation of community health care in the framework of program, based on the results of the FGD with the implementation of community health care in the health center and the health service staff in the Semarang City Health Office, obtained two themes: the implementation of community health care in the framework of the program and the constraints in implementing the community health care in the framework of the program. A joint evaluation of the program implementation is needed between the implementer and the person responsible for the program so that the indicators can be achieved optimally. Keywords: Implementation of community health care, healthy Indonesia program with family approach
Gambaran Tingkat Depresi Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan Menjelang Bebas Safitri, Arintan Nur; Andriany, Megah
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.776 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.353

Abstract

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) perempuan menjelang bebas rentan mengalami depresi karena kecemasan terhadap stigma dan perilaku masyarakat setelah bebas. Penelitian tentang tingkat depresi WBP perempuan menjelang bebas sangat terbatas ditemukan, namun penelitian tentang depresi pada WBP perempuan pernah dilakukan dan menunjukkan adanya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat depresi WBP perempuan menjelang bebas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif survei, menggunakan metode kuantitatif, dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 34 WBP perempuan menjelang bebas secara total sampling dan memenuhi kriteria inklusi berupa WBP perempuan yang bersedia menjadi responden dengan komunikasi baik dan kooperatif, serta menjalani sisa masa pidana hingga tiga bulan, kemudian diukur menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden terbanyak adalah usia 18-40 tahun (64,7%), tingkat pendidikan menengah (55,9%), status menikah (50,0%), sisa masa pidana 0-1 bulan (38,2%), beberapa kali kunjungan keluarga dalam setahun (35,3%), lama pidana 4-6 tahun (38,2%), dan pidana karena tindakan yang berkaitan dengan obat terkontrol atau zat psikoaktif lainnya (44,1%). Survei tingkat depresi menunjukkan bahwa 32,4% tidak depresi, 14,7% depresi ringan, 44,1% depresi sedang, dan 8,8% depresi berat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas WBP perempuan mengalami depresi saat menjelang bebas. Perawat correctional perlu lebih memperhatikan aspek psikososial dalam perencanaan pulang. Kata kunci: Depresi, menjelang bebas, WBP perempuan Abstract Female Inmates’ Depression Before Prison Release in Indonesia]Female inmates before releasing are vulnerable to depression due to anxiety’s to public’s stigma and behavior after releasing. Study about female inmates’ depression before prison release was limited to be found, but study on female inmates’ depression has been done and showed depression. The purpose of this study was to measure the percentage and the level of depression among female inmates before being released. This quantitative study was performed using a descriptive survey and cross-sectional approach. There were 34 female inmates who fulfilled the inclusion criteria such as cooperative, agree to become respondents, and remains of prison days less than three months, and all of them were recruited as subjects of this study. The level of depression was measured using Beck Depression Inventory II questionnaire. The characteristic findings: 64,7% were between 18-40 years of age, 55,9% has middle level of education, 50,0% were married, 38,2% has less than 0-1 month prison days, 35,3% had several family visits yearly, 38,2% was sentenced 4-6 years, and 44,1% was jailed in relation for drug related crime. The study showed that 32,4% were not depressed, while 14,7% had mild depression, 44,1% had moderate depression, and 8,8% had severe depression. This study showed that the correctional nurses should play a role to prevent depression among female inmates before being released. Keywords: Depression, before being released, female inmates
Pengaruh Intervensi Psikoedukasi Berbasis Spiritual terhadap Kecemasan Anak Presirkumsisi Estria, Suci Ratna; Trihadi, Dayat
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.604 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.433

Abstract

Sirkumsisi merupakan intervensi medis yang diwajibkan oleh sebagian ulama khususnya untuk muslim laki-laki. Di Indonesia sirkumsisi biasanya dilakukan ketika anak berusia 5-12 tahun. Prosedur sirkumsisi dengan cara pemotongan kulit penis, sering kali menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak sehingga mempengaruhi kesehatan jiwa seperti kecemasan. Kecemasan pada anak dapat diatasi dengan berbagai metode, salah satunya adalah dengan intervensi psikoedukasi yang berbasis spiritual. Tujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi psikoedukasi berbasis spiritual terhadap kecemasan anak presirkumsisi. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan menggunakan dua kelompok, responden sebanyak 32 anak, alat ukur menggunakan kuesioner SCARED. Skor kecemasan sebelum dilakukan intervensi pada kelompok kontrol adalah 63,14 dan kelompok intervensi 65,94 dan skor kecemasan setelah dilakukan intervensi pada kelompok control 66,03 dan kelompok intervensi 57,58. Hasil uji t-independent didapatkan p value 0,0001, maknanya terdapat pengaruh intervensi psikoedukasi berbasis spiritual terhadap kecemasan responden. Kecemasan  pada anak yang akan dilakukan tindakan medis jika tidak diatasi dapat menyebabkan masalah psikologis yang berkepanjangan, salah satu untuk mengatasi kecemasan tersebut adalah dengan intervensi psikoedukasi berbasis spiritual, hal tersebut merupakan koping yang adaptif karena responden mampu memahami dan menerima rasa sakitnya dengan mindset secara spiritual. Psikoedukasi berbasis spiritual dapat menurunkan skor kecemasan responden. Kata kunci: Psikoedukasi, sirkumsisi, spiritual. Abstract The effect of spiritually based psychoeducation interventions on preschool-related children's anxiety. Circumcision is a medical intervention that is required by some Ulama especially for male Muslims. In Indonesia circumcision is usually done when children are 5-12 years old. The procedure of circumcision by cutting the skin of the penis, often becomes a frightening thing for children that affects mental health such as anxiety. Anxiety in children can be overcome by various methods, one of which is psychoeducation based on spiritual intervention. Objective to determine the effect of spiritually based psychoeducation interventions on preschool-related children's anxiety. The design of the study was quasi-experimental using two groups, respondents are 32 children, measuring instruments using the SCARED questionnaire. Anxiety score before intervention in the control group was 63.14 and the intervention group 65.94 and anxiety scores after intervention in the 66.03 control group and intervention group 57.58. The independent t-test results obtained p value 0,0001, meaning there is an effect of spiritual-based psychoeducation intervention on respondents' anxiety. Anxiety in children can cause prolonged psychological problems, one of which is to handle these anxiety with a spiritually based psychoeducation intervention, this is adaptive coping because respondents are able to understand and accept the pain with a mindset spiritual. Conclusion: Spiritual based psychoeducation can reduce respondents' anxiety scores. Keywords: circumcision, psychoeducation, spiritual.
Studi Eksplorasi Manajemen Nyeri pada Pasien Post Operasi dengan Ventilasi Mekanik Haq, Rosma Karinna; Ismail, Suhartini; Erawati, Meira
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.179 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.307

Abstract

Nyeri sebagai salah satu respon yang muncul pada pasien post operasi dapat menimbulkan dampak yang tidak adekuat pada pasien seperti  penyembuhan luka yang lama, ketidakpuasan pasien, rawat inap yang lebih lama, dan meningkatnya biaya perawatan. Pasien post operasi dengan indikasi perawatan di ruang ICU seringkali mendapatkan bantuan pernafasan dengan ventilasi mekanik karena masih dalam pengaruh obat anestesi atau terjadi distres pernafasan. Pasien dengan ventilasi mekanik rentan terhadap faktor-faktor yang menimbulkan stres, karena pasien tidak dapat menyesuaikan pernafasan dengan ventilasi mekanik. Kondisi post operasi juga dapat menimbulkan reaksi emosional sehingga menyebabkan perubahan secara fisik dan psikologis, serta mencetuskan ketidaknyamanan pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi manajemen nyeri pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik di ICU, yang dilakukan pada perawat ICU dengan indepth interview. Tema yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu : (1) Komponen pengkajian nyeri yang adekuat dilakukan perawat pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik, (2) Tindakan yang dilakukan perawat dalam manajemen nyeri pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik, (3) Evaluasi dan re-evaluasi nyeri yang dilakukan perawat pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah manajemen nyeri pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik dilakukan dengan melakukan pengkajian sesuai dengan standar, intervensi manajemen nyeri lebih dominan dilakukan dengan pemberian terapi farmakologi, evaluasi dan re-evaluasi dilakukan setelah pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi. Kata kunci: Nyeri; manajemen nyeri; post operasi; ventilasi mekanik, unit perawatan intensif Abstract Explore study pain management in postoperative patients with mechanical ventilation. Pain as one of the responses that appears in postoperative patients can cause inadequate effects on patients such as long wound healing, patient dissatisfaction, longer hospitalizations, and increased maintenance costs. Postoperative patients with indications of treatment in the ICU often get respiratory assistance with mechanical ventilation because they are still under the influence of anesthesia or respiratory distress. Patients with mechanical ventilation are susceptible to stressful factors, because patients cannot adjust breathing with mechanical ventilation. Postoperative conditions can also cause emotional reactions that cause physical and psychological changes, and trigger discomfort in patients. The purpose of this study was to explore pain management in postoperative patients with mechanical ventilation in the ICU, which was performed on ICU nurses by indepth interview. The themes produced in this study are: (1) Adequate pain assessment components are carried out by nurses in postoperative patients with mechanical ventilation, (2) Actions taken by nurses in pain management in postoperative patients with mechanical ventilation, (3) Evaluation and re evaluation of pain performed by nurses in postoperative patients with mechanical ventilation. The conclusion obtained in this study is pain management in postoperative patients with mechanical ventilation is carried out by conducting studies in accordance with the standards, pain management interventions are more predominantly carried out by pharmacological therapy, evaluation and re-evaluation are carried out after administration of pharmacological and non-pharmacological therapies. Keywords: pain; pain management; post operation; mechanical ventilation, intensive care unit
Hubungan Praktek Menyuntik Aman dengan Kejadian Cedera Tertusuk Jarum Alifariki, La Ode; Kusnan, Adius
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.635 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.315

Abstract

Perawat dapat memiliki risiko pada saat berinteraksi dengan pasien salah satunya yaitu tertular atau menularkan infeksi. Infeksi adalah masuk dan berkembangnya mikroorganisme dalam tubuh yang menyebabkan sakit yang disertai dengan gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Cedera akibat tusukan jarum pada petugas kesehatan merupakan masalah yang signifikan dalam institusi pelayanan kesehatan dewasa ini diperkirakan lebih dari satu juta jarum digunakan setiap tahun oleh tenaga perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan praktik menyuntik aman dengan kejadian cedera tertusuk jarum di RSUD Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 45 orang yang diambil secara proportional random sampling dengan menggunakan uji chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan praktik menyuntik aman (X2hit= 7,487, p value = 0,006) dengan kejadian cedera tertusuk jarum di RSUD Kota Kendari. Kesimpulan penelitian adalah semakin rendah penerapan praktik menyuntik aman maka peluang kejadian cedera tertusuk jarum akan lebih tinggi. Disarankan agar pihak Rumah Sakit dapat memberikan sosialisasi tentang menyuntik aman pada perawat pelaksana dan melakukan tindakan sesuai SPO dan adanya pelatihan serta supervisi dari atasan secara berkesinambungan. Kata kunci: Praktik menyuntik aman, kejadian cedera tertusuk jarum Abstract The Relationship Between the Practice of Safe Injections and The Incidence of Needle Stick Injuries. Nurses can have a risk when interacting with patients, one of which is contracting or transmitting an infection. Infection is the entry and development of microorganisms in the body that cause pain accompanied by clinical symptoms both locally and systemically. Injury from needle puncture to health workers is a significant problem in institutions of health care today estimated at more than one million needles used every year by nurses. The purpose of this study was to analyze the relationship between the practice of safe injections and the incidence of needle stick injuries in Kendari City Hospital. This study used observational analytic with cross sectional approach with a sample of 45 people taken by proportional random sampling using the chi square test. The results showed that there was a correlation between the practice of safe injections (X2hit = 7.487, p value = 0.006) with the incidence of needle stick injuries in Kendari City Hospital. The conclusion of the study is that the lower the application of safe injecting practices, the higher the chance of the occurrence of needle puncture injuries. It is recommended that the Hospital can provide socialization about safe injections to the implementing nurses and take action according to the SPO and the existence of training and supervision from superiors on an ongoing basis. Keywords: Practical safe injection, needle-injured incidence
Persepsi Keluarga terhadap Partisipasi Keluarga dalam Merawat Pasien di Ruang ICU: Studi Kualitatif Makmun, Muhamad; Ismail, Suhartini; Utami, Reni Sulung
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.604 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.232

Abstract

Pasien di Intensive Care Unit (ICU) memberikan dampak kecemasan dan depresi pada pasien dan keluarga. Keluarga tidak dapat menemani selama pasien di ICU salah satu faktor pemicu, disisi lain keluarga mempunyai peran untuk merawat pasien. Partisipasi keluarga dalam perawatan memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi keluarga terkait partisipasi dalam perawatan di ICU. Penelitian studi kualitatif ini dilaksankan dengan cara indepth interview dengan 5 subjek anggota keluarga terdekat yang menunggu pasien selama menjalani perawatan di ICU. Tema penelitian ini adalah keluarga membutuhkan kedekatan dengan pasien sehingga mampu membantu untuk memenuhi kebutuhan pasien. Hasil penenilitian ini adalah keluarga untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan petugas. Penelitian ini bermanfaat bagi keluarga untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan petugas sehingga dapat berpartisipasi dalam perawatan. Kata kunci: ICU, keluarga, partisipasi, persepsi Abstract Family Perception Of Family Participation Caring For Patients In ICU Room: Qualitative Study. Patients in the Intensive Care Unit (ICU) have an impact on anxiety and depression in patients and families. Families cannot accompany as long as the patient in the ICU is one of the trigger factors, on the other hand the family has a role to care for the patient. Family participation in care provides psychological and emotional support to patients. This study aims to determine family perceptions regarding participation in ICU care. This qualitative study was conducted by way of in-depth interviews with 5 closest family member participants who waited for patients during ICU care. The theme of this research is that families need closeness to patients so they can help meet patients' needs. The results of this research are families to always establish good relationships with officers. This research is beneficial for families to always have good relationships with officers so they can participate in care Keywords: ICU, family, participation, perception

Page 1 of 1 | Total Record : 10