cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkep.anak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
ISSN : 23382074     EISSN : 2621296X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak (JIKA) was published by Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Ilmu Keperawatan Anak (JIKA)is published twice in a year. JIKA publishes research results, research-based community service results, literature reviews, and case studies in the field of child nursing written by lecturers, nursing students, and clinic nurses in hospitals or health centers. JIKA is a continuation of Jurnal Keperawatan Anak with ISSN 2338-2074 published by the PPNI Jawa Tengah journal development team. JIKA is an online version of the journal with e-ISSN 2621-296X with the latest edition, the Jurnal Keperawatan Anak is no longer published.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020" : 5 Documents clear
FAMILY EDUCATION STRATEGIES IN CARING FOR CHILDREN WITH CONGENITAL ADRENAL HYPERPLASIA (CAH): A LITERATURE REVIEW Meira Erawati; Maya Ajeng Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v3i2.623

Abstract

Families having children with congenital adrenal hyperplasia (CAH) may have low knowledge and awareness in some aspects of  CAH management. Information and education regarding caring for children with CAH is essential for families so that they can provide proper care and treatment to their children. This study aims to describe the strategy of family education about caring for children with CAH from the existing literature. A literature review was performed by investigating relevant studies from online databases of Google Scholar, Science Direct, PubMed, and BioMed Central. Keywords of “education” and “children” and “congenital adrenal hyperplasia” and “family or parents” were used in searching the data. The results of the review showed various strategies that can be applied to provide education to families, especially parents. These strategies include providing detailed care instructions about adrenal crisis management, encouraging families/ parents to use positive and useful coping strategies, increasing knowledge and awareness on the use of medical alert IDs, providing Psychosocial Education Program (PEP), increasing nurses’ knowledge and comfort in providing education to families, and suggestions for improving the provision of family education. The provision of education to families or parents having children with CAH should consider some individual aspects such as emotional states, health literacy, learning styles, the amount of information, and knowledge assessment of each family/parent.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA ANAK TUNAGRAHITA : KAJIAN LITERATUR Ahid Nur Aini; Meira Erawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v3i2.650

Abstract

Anak penyandang tunagrahita memiliki tingkat intelegensi yang rendah ≤ 70 dan sering mengalami berbagai permasalahan seperti diskriminasi atau pengucilan, penolakan dari lingkungan, dan sering dianggap rendah oleh orang lain. Anak tunagrahita sering mengalami ketidakpercayaan diri dan kadang menarik diri dari lingkungan sehingga anak tunagrahita rentan memiliki tingkat kualitas hidup yang lebih rendah. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada anak tunagrahita melalui analisis berbagai literatur. Penelitian ini merupakan studi kajian literatur. Artikel diperoleh dari beberapa database meliputi Proquest, Pubmed, Google Scholar, Science Direct dan Springer Link dengan kata kunci quality of life/ intellectual disability/ mental retardation/ down syndrom didapatkan 4009 artikel, kemudian dilakukan penapisan terpublikasi 2010-2020 didapatkan 1887 artikel, kemudian dipersempit sesuai dengan kriteria inklusi yaitu judul, fullteks, serta berbahasa inggris didapatkan 61 artikel, dilakukan penapisan kembali sesuai topik serta responden didapatkan 10 artikel yang relevan. Hasil analisis pada 10 literatur didapatkan bahwa tingkat kualitas hidup anak tunagrahita dalam kategori rendah sampai normal. Intelegensi yang rendah berdampak pada penurunan daya ingat, sehingga anak mengalami kesulitan dalam memberikan respon dalam berkomunikasi yang menyebabkan timbulnya hambatan dalam membangun hubungan sosial. Perlu adanya dukungan kepada anak tunagrahita agar memiliki gambaran kualitas hidup yang lebih baik.  
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING Niken Ayu Merna Eka Sari; Komang Ayu Resiyanthi
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v3i2.773

Abstract

World Health Organization (WHO) (2014) dalam Global NutritionTargets 2025, stunting dianggap sebagai suatu gangguan pertumbuhan irreversibel yang sebagian besar dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat dan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kehidupan. Insiden stuntingsecara global diperkirakan sekitar 171 juta sampai 314 juta yang terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun dan 90% diantaranya berada di negara-negara di benua Afrika dan Asia (Fenskeet et al, 2013). Stunting di Indonesia terbesar ke dua di kawasan Asia Tenggara yang mencapai 43,8%. Berdasarkan data Riskesdas (2018) prevalensi stunting balita mencapai 30,86%. Sedangkan kejadian stunting di Bali mencapai 21.9%. Kasus tertinggi di lima Kabupaten di Bali mencapai taraf memprihatinkan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, rata-rata diatas 20% sampai 25%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku merokok orang tua dengan kejadian stunting. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,011 (p<0,05) sehingga ini menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku merokok orangtua dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun, dengan nilai kekuatan korelasi sebesar 0,33 dapat diartikan bahwa variabel perilaku merokok orangtua dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun memiliki kekuatan korelasi atau hubungan yang rendah. Kesimpulannya adalah perilaku merokok pada orangtua akan menimbulkan dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap proses pertumbuhan anak.
THE EFFECT OF STUNTING ON COGNITIVE AND MOTOR DEVELOPMENT IN TODDLER CHILDREN : LITERATURE REVIEW Eva Supriatin; Diwa Agus Sudrajat; Firda Annisa R; Linlin Lindayani
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v3i2.782

Abstract

Stunting is a condition in which toddlers have less length or height compared to age. Stunting can affect physical growth, motor development, and motor activity. Children who experience motor skills are caused by obstacles to the muscle maturity process so that muscle ability is reduced. Many studies say there is a link between cognitive and motor development. Objective: To study the effect of stunting against cognitive and motor development in children toddlers. This study is a systematic review of the literature. The inclusion criteria for search studies were quantitative research, free full text, Indonesian, or English. Selection of published articles with a range of 2015-2020 and free full text, after reading the title of the article and looking at the inclusion criteria, then it is re-selected by looking at the sample criteria based on age and development, and an assessment is carried out using the JBI format. There is a stunning effect on the cognitive and motor development of children ages toddler. The results of the study stated that children who were stunted had an 11.98 times greater chance of having motor development below average. As well as the mild stunting category with cognitive development suspect there is a delay in toddlers, namely not being able to mention the type of color, differentiating the size of the object, mentioning gender, pairing known images. While the moderate stunting category with cognitive development suspect or experiencing delays can result in reduced brain cells by 15-20 percent. Toddlers who experience the severe stunting category with cognitive development suspect there is a delay, marked by slow maturity of nerve cells, slow motor movements, lack of intelligence, and slow social response. Stunting affects cognitive and motor development in children toddlers. Some of the impacts that arise are memory decline, inaccuracy in storing objects, delays in verbal and non-verbal, and delays in thinking.
DETEKSI DAN STIMULASI PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK PRASEKOLAH: LITERATUR REVIEW Ikeu Nurhidayah; Ranti Gilar Gunani; Gusgus Gharaha Ramdhanie; Nuroktavia Hidayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v3i2.786

Abstract

Perkembangan sosial pada anak usia prasekolah termasuk kedalam golden period dimana masa tersebut tidak bisa diulangi lagi. Faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan sosial pada anak adalah deteksi dini dan pemberian stimulasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mensintesis penelitian mengenai deteksi dini perkembangan sosial dan strategi pemberian stimulasi perkembangan sosial pada anak prasekolah. Metode studi literatur ini adalah descriptive review. Artikel dikumpulkan dari data base Google Scholar, PubMed, ProQuest dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan yaitu Screning Social Developmental Tools/ Deteksi dini perkembangan sosial, Stimulation/ Stimulasi, Social Development/ Perkembangan sosial, Prescholer, Preschool/ anak usia prasekolah dengan menggunakan Boolean “OR” dan “AND”. Kriteria artikel yang digunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris, diterbitkan dalam periode 10 tahun teakhir (2010-2020). Hasil studi literatur menemukan 15 artikel untuk deteksi dini perkembangan sosial dapat menggunakan instrumen Denver developmetal screening test (DDST), Kuisioner pra skrining perkembangan (KPSP), Preschool Pediatric Symtom Cheklist (PPSC), Dortmund Developmental Screening Preschool (DDSK), The Ages & Stages Quistionnaries (ASQ:SE), Vineland Social Maturity Scale (VSMS). Sementara itu, stimulasi perkembangan sosial dapat dilakukan dengan stimulasi bermain, stimulasi visual art,dan stimulasi senam rhythmic. Terdapat berbagai jenis instrumen untuk mendeteksi perkembangan sosial dan strategi pemberian stimulasi perkembangan sosial pada anak prasekolah. Stimulasi perkembangan sosial tersebut dapat dilakukan oleh orang tua, guru dan perawat. Penggunaan instrument untuk deteksi perkembangan sosial dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Stimulasi perkembangan sosial yang paling efektif adalah dengan stimulasi bermain. Orangtua, perawat dan guru perlu mengintegrasikan stimulasi perkembangan sosial dalam aktivitas bermain anak.             

Page 1 of 1 | Total Record : 5