cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan
ISSN : 0854526x     EISSN : 25030272     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Eknomi Pembangunan merupakan salah satu jurnal Pusat Penelitian Ekonomi - LIPI dengan versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jurnal ini membahas permasalahan di bidang ekonomi dan pembangunan dalam arti menyeluruh, tidak hanya terbatas pada ilmu ekonomi pembangunan. Namun meliputi juga ekonomi Islam, ekonomi lingkungan, ekonomi perusahaan, pembangunan daerah, kemiskinan, ketimpangan dan bidang yang terkait ilmu ekonomi dan pembangunan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 26, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PEMETAAN PROSPEK KUNJUNGAN WISATAWAN ASAL TIONGKOK DI PASAR GLOBAL Maulana, Addin
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 26, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.26.2.2018.117-130

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk melihat potensi pasar wisatawan Tiongkok yang melakukan kunjungan wisata ke mancanegara. Studi ini menganalisis dua aspek penting di dalam pemetaan prospek wisatawan. Pertama, porsi dari perjalanan wisata penduduk keluar negeri yang dapat membantu mengidentifikasi potensi kunjungan wisatawan yang dihasilkan. Kedua, gross domestic product (GDP) per kapita yang merepresentasikan tingkat kesejahteraan penduduk disuatu wilayah dalam hal ini provinsi. Studi ini mencakup 31 provinsi yang terdapat di Tiongkok. Dengan memodifikasi Boston Consulting Group (BCG) Growth-Share Matrix, maka didapat delapan provinsi di Tiongkok yang memiliki prospek pasar paling unggul yaitu: Shanghai, Beijing, Guangdong, Jiangsu, Liaoning, Zhejiang, Shandong dan Hubei. Provinsi-provinsi tersebut umumnya terdapat di wilayah timur Tiongkok. Studi ini memberikan saran pada pemerintah agar lebih intensif untuk melakukan promosi pariwisata Indonesia di kedelapan provinsi tersebut. 
PERAN PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PERIKANAN TANGKAP STUDI KASUS: BITUNG Rahmayanti, Atika Zahra
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 26, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.26.2.2018.131-141

Abstract

Peran Infrastruktur memainkan peran penting dalam pembangunan suatu wilayah. Tidak dipungkiri keberadaan infrastruktur menjadi tulang punggung dalam meningkatkan perekonomian suatu kawasan. Bagi sektor perikanan tangkap, infrastruktur merupakan motor penggerak produksi perikanan. Pengadaan infrastruktur pelabuhan menjadi barometer penting bagi proses penangkapan hingga pengolahan bagi sektor perikanan tangkap.Dilihat dari segi ketersediaan infrastruktur, pelabuhan Kota Bitung sebetulnya telah memenuhi persyaratan kepelabuhan perikanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Peningkatan skala pelabuhan menuntut pihak PPS Bitung untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur dalam menunjang kegiatan kepelabuhanan. Perluasan lahan menjadi fokus utama yang sedang dilakukan di samping dengan penambahan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya seperti ketersediaan air bersih, daya listrik, pengolahan limbah, pengadaan mess ABK, gudang, dan pengerukan kedalaman dermaga bagi Pelabuhan Bitung. Sedangkan bagi pelabuhan dengan skala PPN seperti pada PPN Pelabuhan Ratu, kebutuhan infrastruktur relatif lebih sedikit dan lebih mengarah kepada kebutuhan pengembangan industri pengolahan di sekitar pelabuhan dan asuransi nelayan.Partisipasi swasta dalam pengadaan infrastruktur dapat dikatakan belum terelisasi penuh. Kebanyakan bentuk peran swasta lebih mengarah pada investasi dan CSR kepada masyarakat. Infrastruktur yang mereka bangun hanya diperuntukkan bagi kepentingan usaha seperti terminal untuk kepentingan sendiri (TUPKS). Untuk itu, agar ketersediaan infrastruktur bisa dipenuhi perlu ada skema pemerintah dan swasta dalam kerjasama pengadaan infrastruktur bagi kepentingan bersama. Hal ini dikarenakan anggaran pemerintah bersifat terbatas. Bagi kasus Bitung, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah dalam membuat BUMD lokal sebagai mitra kerjasama bagi para investor yang hendak berinvestasi di Bitung.  
STRATEGI PENGEMBANGAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BIMA, NUSA TENGGARA BARAT setiani, rima _
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 26, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.26.2.2018.143-152

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan penghasil bawang merah terbesar nomor empat di Indonesia, setelah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat dengan produksi rata-rata bawang merah adalah 10.22 ton/ha. Salah satu daerah potensial penghasil bawang merah di NTB adalah Kabupaten Bima, dengan potensi lahan pengembangan bawang merah seluas 18.075 Ha, namun baru termanfaatkan sekitar 50%. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan bawang merah di Kabupaten Bima dan strategi pengembangan bawang merah yang tepat untuk dilaksanakan di Kabupaten Bima. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bima, pada bulan Januari-Desember 2016. Pemilihan lokasi dan responden dilakukan secara purposive  sebanyak 34 orang.  Metode analisis secara deskriptif dan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengembangan bawang merah di Kabupaten Bima berada pada kuadran II, dimana terdapat potensi mendukung pengembangan bawang merah di Kabupaten Bima namun ancamannya juga tinggi, sehingga diperlukan strategi untuk merubah ancaman menjadi kekuatan.  Strategi tersebut ialah mengatur pola tanam dengan menggunakan varietas lokal, meningkatkan peran kelembagaan pemasaran serta keterlibatan pemerintah dalam menyerap produksi
Pengaruh Konsumsi Listrik dan Industrialisasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Buhaerah, Pihri
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 26, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.26.2.2018.93-103

Abstract

AbstractThe structure of GDP nowadays is still dominated by households. As a result, economic growth stands at 5 percent. To boost economic growth performance, industrialization should be taken into account. In the process, energy availability particularly electricity becomes one of the main components. For this reason, the main purpose of this study is to measure the effect of electricity and industrialization on economic growth. To do so, this study employs ARDL model and uses secondary data with sample period from 1987 to 2016. Regression result analysis shows that electricity consumption, manufacturing, workers in the industrial sector, household consumption, and trading volume empirically significant both in the short-run and long-run. Interestingly, the value of the electricity consumption coefficient, the added value of processing industries, and the proportion of workers in the industrial sector are positive indicating that those variables contribute positively to economic growth. Meanwhile, the value of household consumption coefficient and trading volume is negative. This indicates that those variables contribute negatively to economic growth. Interestingly, among the five explanatory variables, electricity consumption is the strongest variable in boosting economic growth both in the short-run and the long-run. In addition, bounds cointegration test shows that all explanatory variables involved in this study have a long-term relationship with economic growth.  
Determinants of Household’s’ Food and Nutrition Security in Indonesia Lestari, Esta
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 26, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.26.2.2018.105-115

Abstract

Indonesia has experienced a significant improvement in its status of food security, yet it is not followed by improvement in nutritional security. Number of regions with food insecurity decreased significantly however problems of malnutrition among children such as stunting rate peaked for above 37% and obesity rate for just below 20%; known as double-burden malnutrition. This study aimed to examine factors affecting the nutritional security for households in Indonesia by incorporating food and non-food data. Cross sectional regression model is employed from SUSENAS 2013 in which households’ food security is proxy by calorie intakes as a function of households’ expenditures, mother’s age, mother’s education, dummy of closet types, number of member in households, and dummy of access to clean water. The results showed that several variables are positively affects households’ dietary intake namely expenditure, mother’s age, and mother’s education. Moreover, the other variables are negatively and significantly affect food consumptions namely type of closet, number of family member and type of clean water. The result implies that the government need to take significant strategies and program to address problems of nutrition by conducting two strategies, 1) changes in households food consumption pattern through shifted mindset and perception of parents’ from knowledge (especially mothers’) in healthy food consumption, 2) improving infrastructure and access for clean water, sanitation, and social security to broaden access of poor for better health status. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5