cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2010)" : 5 Documents clear
Analisis Sosial-Ekonomi Penghuni Perumahan Setiabudhi Regency, Graha Puspa, Triniti Iskandar Muda Purwaamijaya
Jurnal Permukiman Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.67-77

Abstract

Pembangunan perumahan di kawasan pinggiran metropolitan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena kondisi alam yang masih bersih dan faktor ekologis yang nyaman. Kawasan yang seharusnya digunakan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), sekarang beralih fungsi menjadi perumahan. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya perkembangan sosial-ekonomi. Bukan hanya lahan hijau saja yang telah beralih fungsi, tetapi mobilitas penduduk di sekitar kawasan tersebut meningkat pula.  Hal tersebut mengakibatkan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung yang akan berdampak pada penurunan kemampuan pemulihan pencemaran udara dan penurunan kualitas lingkungan Kota Bandung.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial-ekonomi penghuni perumahan Setiabudhi Regency, Graha Puspa dan Triniti terkait dengan pembangunan perumahan berwawasan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif klasifikasi, yaitu penelitian yang didasarkan atas data deskripsi suatu status, keadaan, sikap, hubungan atau suatu sistem pemikiran yang menjadi objek penelitian. Metode deskriptif penelitian adalah studi kasus, yaitu penelitian yang tidak ditandai oleh penelitian pada satu unit atau kasus saja tetapi lebih mendetail atau mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun lebih dari setengah penghuni perumahan berpendidikan dan berkecukupan secara finansial tetapi tidak memiliki wawasan cukup tentang pembangunan perumahan berwawasan lingkungan. Sebagian besar penghuni perumahan tinggal di perumahan karena alasan fisik lingkungan yang nyaman dan infrastruktur sesuai harapan saja tetapi tidak mengetahui dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Pengaruh Izin Mendirikan Bangunan terhadap Penataan Permukiman di Kampung Muara Lia Yulia Iriani
Jurnal Permukiman Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.85-91

Abstract

Pembangunan perumahan di kawasan pinggiran metropolitan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena kondisi alam yang masih bersih dan faktor ekologis yang nyaman. Kawasan yang seharusnya digunakan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), sekarang beralih fungsi menjadi perumahan. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya perkembangan sosial-ekonomi. Bukan hanya lahan hijau saja yang telah beralih fungsi, tetapi mobilitas penduduk di sekitar kawasan tersebut meningkat pula.  Hal tersebut mengakibatkan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung yang akan berdampak pada penurunan kemampuan pemulihan pencemaran udara dan penurunan kualitas lingkungan Kota Bandung.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial-ekonomi penghuni perumahan Setiabudhi Regency, Graha Puspa dan Triniti terkait dengan pembangunan perumahan berwawasan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif klasifikasi, yaitu penelitian yang didasarkan atas data deskripsi suatu status, keadaan, sikap, hubungan atau suatu sistem pemikiran yang menjadi objek penelitian. Metode deskriptif penelitian adalah studi kasus, yaitu penelitian yang tidak ditandai oleh penelitian pada satu unit atau kasus saja tetapi lebih mendetail atau mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun lebih dari setengah penghuni perumahan berpendidikan dan berkecukupan secara finansial tetapi tidak memiliki wawasan cukup tentang pembangunan perumahan berwawasan lingkungan. Sebagian besar penghuni perumahan tinggal di perumahan karena alasan fisik lingkungan yang nyaman dan infrastruktur sesuai harapan saja tetapi tidak mengetahui dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Pengendalian Kerusakan Lingkungan Permukiman Kawasan Pantai Pulau Miangas dengan Pencegahan Erosi dan Abrasi Sarbidi Sarbidi
Jurnal Permukiman Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.58-66

Abstract

Pulau Miangas adalah pulau kecil terluar di wilayah bagian utara Negara Indonesia berbatasan denganwilayah Negara Filipina. Oleh karena itu, setiap meter pengikisan pantai Pulau Miangas akan menggeserpula wilayah laut beserta seluruh kekayaan yang terkandung di dalamnya dari klaim penguasaanteritorial Negara Indonesia. Penelitian menyoroti kerusakan pantai Pulau Miangas yang diakibatkan oleherosi dan abrasi. Kajian mencakup identifikasi permasalahan, pengumpulan data batimetri, data pasangsurut, peta Miangas dari citra satelit, peramalan gelombang signifikan dari data angin lima tahunan danobservasi kawasan pantai secara langsung. Gelombang signifikan dianalisis dengan metode SverdrupMunkBretschneider. Kerusakan pantai menggunakan gambar jaring elemen yang disimulasikan denganprogram Surface Water Modeling System dan pembacaan peta citra satelit.  Kajian menyimpulkan pantaiPulau Miangas sebelah Utara, sebelah Barat-Barat Laut, sebelah Selatan ke arah Barat dan Selatan kearah Timur sudah mengalami kerusakan akibat erosi dan abrasi. Lahan pantai bagian Barat-Barat Lautdikikis sekitar 3 m per tahun. Kerusakan pantai bagian Utara, Barat-Barat Laut dan Selatan ke arahBarat dan bagian sebelah kanan dermaga dapat dikendalikan dengan penerapan beberapa pemecahgelombang sejajar pantai dan penanaman pohon bakau; bagian Selatan ke arah Timur, khususnya disebelah kiri dermaga dapat menerapkan konstruksi tembok laut atau revetmen di sepanjang pantai yangmengalami kerusakan.
Penelitian Pengaruh Larutan Garam Sulfat terhadap Kualitas Beton Ringan Andriati Amir Husin
Jurnal Permukiman Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.78-84

Abstract

Beton ringan adalah beton yang memakai agregat ringan atau cam puran agregat kasar ringan dan pasir sebagai pengganti agregat halus ringan dengan ketentuan tidak boleh melampaui berat isi maksimum beton 1.850 kg/m3. Dalam percobaan ini agregat yang digunakan berasal dari limbah industri yang berupa fly ash dan bottom ash serta limbah katalis dari proses Residium Catalytic Cracking (RCC). Komposisi campuran yang digunakan adalah satu bagian berat semen berbanding dua bagian berat agregat. Agregat yang digunakan merupakan agregat gabungan yaitu: 75 % fly ash dan 25 % pasir, 75 % pasir dan 25 % limbah katalis RCC dan 100 % bottom ash. Dari hasil percobaan ternyata fly ash, bottom ash dan limbah katalis RCC dapat berfungsi ganda yaitu dapat sebagai bahan pozolan buatan dan sebagai agregat ringan. Untuk komposisi campuran 1 bagian semen: 2 bagian agregat (75 % fly ash, 25 % pasir) dengan penambahan foam agent sebesar 0,8 %, dapat digunakan untuk paparan lingkungan sulfat berat dan sangat berat.
Standar Pelayanan Minimal untuk Biaya Satuan Program Bidang Air Minum Nurhasanah Sutjahjo
Jurnal Permukiman Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.92-101

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan prasarana dan sarana (P&S) permukiman, termasuk diantaranya penyediaan air minum telah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Tingkat II (kota maupun kabupaten). Untuk menjamin penyelenggaraan penyediaan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas dan kontinuitas, maka diperlukan suatu standar pelayanan. Sampai akhir Pelita VI, prasarana dan sarana permukiman (PSP) yang dibangun, belum mencapai standar pelayanan minimal yang ditetapkan., sehingga banyak yang sudah tidak berfungsi sebelum umur ekonomisnya berakhir. Oleh karena itu dilaksanakan suatu kajian standar pelayanan minimal dengan suatu metodologi penelusuran pustaka dan informasi ilmiah dari buku, jurnal, laporan penelitian dan internet. Komponen materi standar pelayanan bidang air minum  mencakup 3 bagian utama, yaitu yang berhubungan dengan bidang pemrograman, pelaksanaan oleh operator dan pemanfaatan oleh masyarakat. Ketiga bidang tersebut pada dasarnya mempunyai kaitan yang erat satu sama lain. Dalam  pembahasan ketiga materi standar ini dibagi dalam klasifikasi tipikal perkotaan, yaitu kota kecil, kota sedang, kota besar dan kota metropolitan. Untuk  penyelenggaraan pelayanan dan penyusunan standar daerah disesuaikan dengan kondisi spesifik daerah masing-masing, namun masih dalam kriteria-kriteria yang distandarkan. Materi teknis dengan hasil berupa  komponen biaya satuan program dan biaya operasional. Penetapan standar pelayanan minimal PSP dapat digunakan  sebagai acuan perencanaan, pemrograman, pelaksanaan,  monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pengembangannya

Page 1 of 1 | Total Record : 5