cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2013)" : 12 Documents clear
Pengolahan Air Leachate Sampah dengan Teknologi Aerasi dan Filtrasi Prayudi, Tibin Ruby
Jurnal Permukiman Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.39-44

Abstract

Masalah utama tempat pembuangan akhir sampah adalah terjadinya infiltrasi leachate yang akan mencemari tanah dan lapisan air tanah. Pengolahan leachate sampah dilakukan secara kimia atau biologi tergantung pada karakteristik leachate. Kurangnya kandungan oksigen terlarut akan menghambat proses biodegradasi sehingga kandungan zat organik leachate akan meningkat. Dari latar belakang di atas maka akan dilakukan uji coba pengolahan air leachate dengan teknologi aerasi. Uji coba dilakukan dengan tiga model yaitu proses aerasi dengan satu kali kebutuhan oksigen, proses aerasi dengan dua kali kebutuhan oksigen dan proses aerasi satu kali kebutuhan oksigen dilengkapi dengan penyaringan media pasir saringan pasir lambat. Dari ketiga uji coba ini akan dibandingkan hasil pengolahannya terhadap kandungan pH, warna dan COD leachate. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan penurunan yang bermakna antara pH, warna dan COD sebelum dan sesudah pengolahan dilakukan uji t sampel berpasangan dengan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Dari ketiga cara pengujian, pengolahan secara aerasi dengan dua kali konsumsi oksigen meningkatkan kandungan pH paling kecil yaitu 4,05 % dan pengolahan secara aerasi dengan satu kali konsumsi oksigen dan penyaringan, merupakan cara pengolahan paling tertinggi dalam persentase menurunkan kandungan warna yaitu 61,54 % dan menurunkan COD sebanyak 31,22 %. Melalui uji t sampel diperoleh hubungan yang kuat antara pH, warna dan COD sebelum dan sesudah pengolahan karena signifikasi perhitungan p> the signifikasi pada tabel α
Potensi Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik pada Kawasan Perkantoran Setyawati, Lia Meilany
Jurnal Permukiman Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.45-52

Abstract

Di dalam Undang-undang RI No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolan Sampah dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 81 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga mengamanatkan seluruh kawasan perkotaan salah satunya adalah kawasan perkantoran diwajibkan penyelenggaraan pengurangan sampah dan penanganan sampah, sehingga dipandang perlu mengembangkan model pengelolaan sampah. Pada umumnya kawasan perkantoran mempunyai luas yang cukup besar dan berlokasi cukup jauh dari Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA S), sehingga umumnya belum terlayani, maka konsep pengurangan sampah di sumber sangat cocok untuk diaplikasikan terutama sampah organik yang berpotensi cukup besar untuk dijadikan pupuk organik dengan konsep kawasan kantor mandiri. Kajian ini dilakukan di Kantor Pusat Litbang Permukiman di Cileunyi Kabupaten Bandung, proses pemilahan: reuse, reduce, recycle (3R) perlu dioperasionalkan secara optimal di sumber, sehingga residu sampah diusahakan seminimal mungkin yang harus diangkut ke TPA sampah. Metode yang digunakan deskriptif dan eksperimental. Deskriptif untuk pengukuran dan penghitungan timbulan dan komposisi sampah dari berbagai sumber dalam 2 musim, yang dihasilkan dari luas lahan terbuka hijau 76.974 m2 dan luas bangunan terbangun 8.384 m2 serta jumlah pegawai 293 orang. Eksperimental untuk menguji model pengelolaan sampah serta potensi sampah organik di perkantoran menjadi pupuk organik. Kajian ini menghasilkan timbulan sampah organik dari berbagai sumber sebesar 34.071,86 kg/tahun, pola yang direncanakan yakni sistem pengomposan (komposter, sistem windraw skala kawasan, bekas cacing/kascing) akan menghasilkan kompos sebesar 15.660 kg/tahun yaitu 46,4% dari sampah organik yang dihasilkan,  dengan C/N 15 - 20 telah memenuhi standard. Pola pengelolaan terpadu berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) dan potensi daur ulang sampah organik menjadi pupuk organik dapat terjamin keberlanjutannya perlu didukung dengan keberadaan operator dan partisipasi para pegawai dalam melakukan pemilahan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12