cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2011)" : 16 Documents clear
PERI BAH AN INTERAKSI SOSIAL SUKU BAJO DENG AN MASYARAKAT SEKITARNYA DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Changes of Social Interaction in Bajo tribe with Surrounding Communities in Muna regency, Southeast Sulawesi Pandais Hak
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v17i2.120

Abstract

Suku Bajo, selama ini diassosiasikan dengan manusia laut, karena komunitas ini menempati berbagai kawasan pesisirpada belahan nusantara. Tak ada satupun peneliti yang telah berhasil melakukan penelusuran asal usul komunitas ini.Susahnya menyimpulkan asal-usul mereka karena berbagai peneliti yang melakukan penelitian pada komunitas ini masing-masing berbeda pandangan. Terlepas dari kontroversi tersebut, tidak ada yang membantah bahwa komunitas suku Bajotelah mendiami sebagian besar kawasan pesisir di belahan bumi nusantara telah berjalan cukup lama yakni pada erakerajaan awal di nusantara. Komunitas yang menggantungkan hidupnya dilaut, selama ini menurut Zacot menggolongkanmereka dalam kategori masyarakatyang tertutup, inferior danpola interaksiyang disassosiatifkhususnya dalam berhubungandengan masyarakat daratan. Pada sisi budaya mereka termasuk komunitas yang masih tergolong savety dari arusglobalisasi dan modernsisasi karena cenderung menutup diri dari arus perubahan dan kemajuan tekonologi. Akan tetapithesis tersebut telah terbantahkan oleh hasil penelitian ini. Meskipun sifatnya particular, dalam artian hanya menyotorotbeberapa komunitas suku Bajo yang ada di Kabupaten Muna, tentunya tidak dilakukan suatu generalisasi pada seluruhkomunitas suku Bajo, akan tetapi paling tidak hasil penelitian ini memberikan konstribusi baru tentang gambaran terkinibeberapa komunitas suku Bajo di nusantara. Bahwa apa yang di asumsikan sebelumnya tentang suku Bajo kini telahbanyak mengalamiperubahan, khususnya dari aspekpola interkasi sosial mereka dengan masyarakat sekitarnya. Perubahanini berdampakpada perubahan pola hidup dan tingkat akomodasi terhadap modernisasi dan tekonologi. Perubahan inijuga tentunya disatu sisi membawa nilaipositif namunpada sisi lain juga dapat membawa dampak negative, yang kedepanpatut menjadiperhatian oleh suku Bajo sendiri.
MAJELIS TAKLIM HID AYATULLAH DI PERUSAHAAN NON MUSLIM KUDUS Suatu Fenomena Kerukunan Umat Beragama Majlis Taklim of Hidayatullah in Non Muslim Company, Kudus a Phenomenon of Religious Harmony Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.71 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.110

Abstract

Tulisan ini merupakan ringkasan dari penelitian tentang fenomena kerukunan antar umat beragama diKudus, dengan menjadikan Majlis Taklim Hidayatullah di Perusahaan Nonmuslim sebagai sasaranpenelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada pendiri dan pengurus majlis taklim.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Majlis Taklim Hidayatullah sejak tahun 1990 telahmenjadi katalisator bagi terciptanya kerukunan umat beragama di Kudus, terutama di dalam perusahanPT. Djarum Kudus. Proses pembelajaran keagamaan di majlis lebih diorientasikanpada penguatan nalarkeagamaan para pekerja yang bersifat Islam damai. Kehadiran majlis ini diperusahaan nonmuslimmerupakan bagian dari tanggungjawab sosial dari perusahan untuk memenuhi kebutuhan spritual parakaryawan perusahaan.
PENYELENGGARAAN KEPENYULUHAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PELAYANAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT implementation of Religion Guiding as Implementation of Religious Services for The Community in Polewali Mandar Regency, Wes Abd. Kadir R
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.229 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.116

Abstract

Penelitian ini merupakan ringkasan hasil penelitian tentang penyelenggaraan kepenyuluhan sebagai^plementasi pelayanan keagamaan bagi masyarakat, dengan lokasi penelitian Kabupaten PolewaliJar. Penelitian ini berangkat dari asumsi lemahnya peran para penyuluh negeri dalam melaksanakankegaiatan kepenyuluhan. Penelitian bersifat kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara danrengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaran kepenyuluhan di masyarakat telah--:nalan dengan baik, akan tetapi belum optimalyang disebabkan oleh beberapa hal; 1) tenagapenyuluhseimbang dengan populasi masyarakat, 2) tingkat pendidikan yang relatif rendah, 3) anggarankementerian agama yang tidak memadai, 4) komitmen personal para penyuluh yang lemah, terutama-jiam menciptakan metode kepenyuluhan yang sesuai dengan situasi.
MASUKNYA ISLAM DAN MUNCULNYA BIMA SEBAGAI PUSAT KEKUASAAN ISLAM DI KAWASAN NUSA TENGGARA The entry of Islam and the emergence of BIMA as the Central Powers of Islam in Nusa Tenggara area Tawalinuddin Haris
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.956 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.121

Abstract

Kapan agama Islam masuk dan berkembang di Bima belum dapat ditentukan secara pasti, namun dariberbagai informasi dalam historigrafi tradisional sumber asing bahwa islamisasi berlangsung secara damaimelalui kontak dagang, dakwah dan perkawinan,maupun dengan kekuatan senjata atau peperangan.Bima muncul dan berkembang sebagai pusat kekuasan Islam sekitar abad ke-17, ketika raja Bimayang ke-15 memeluk agama Islam yaitu Sultan Abdul Kahir. Sebagai pusat kekuasaan Islam, Bima kemudian tumbuhdan berkembang, mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin danSultan Nurudin. Ketika itu datang atau didatangkan ulama-ulama dari berbagai pelosok Nusantara untukmenyebarkan dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat Bima.
PESANTREN SALAFIYAH AL-HUSNA KOTA SAMARINDA Pesantren of Salafiyah Al-Husnah in Samarinda City Mujisatullah Mujisatullah
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.89 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.111

Abstract

Tulisan ini adalah ringkasan hasilpenelitian tint "Penyelenggaraan Pesantren Salafiyah di Kawasan Timur Indonesia".Penelitian ini dilakukan di Kota Samarinda dengan menjadikan Pesantren Salafiyah Al-Husna sebagai sasaran penelitian.Penelitian ini menggunakan metode knalitatif dengan wawancara sebagai alat utama yang digunakan untukpengumpulandata. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren Salafiyah Al-Husna di Samarinda, mendapatrespon positif dari masyarakat di sekitarnya. Ini terkait dengan visi dan mist pesantren yang bertujuan untuk menciptakansantri yang bertaqwa, beri/mu. dan berakhlak: menjawab kemajuan zaman yangpenuh tantangan dengan mengedepankanilmu agama dan amal yang nyata, yangmulia, serta eksis dalam segala bidang. 2) Pengasuh yang yang terdiri dari seorangkiyai dan beberapa orangguru, santri yang berasal dari luar Kola Samarinda. Masjidyang dipakai untuk ibadah dan kegiatanbelajar mengajar. 3) Melaksanakan pembelajaran kitab Alquran dan tajwid, nahwu dan sharof membaca maulid Habsyi,Hajab, Saraful Anam, dan Barzanji Adapun di luarpondok (di rumah dewan gurupondokpesantren), belajar kitab RisalatulOusairiyah dan Ta 'Urn Muta 'alim kitab Durratun Nasihin. 4) Metode penilaian yang digunakan merujuk berdasarkan padanilai hasil ujian baik secara lisan maupun tulisan. yang diberikan sebagai soal ujian berupa 10 soal pilihan ganda, 10 soalmenjodohkan, dan 10 soal essay. 5) Kurikulum mata pelajaran untuk Wajib Belajar Dikdas dan paket C berdasarkankurikulum dari Diknas dan tekhnis pelaksanaannya disesuaikan dengan Pondok Pesantren Al-Husna.
PENDAMPINGAN PEMBERDAYAAN SANTRTWATI Women (Santriwati) Mentoring And Empowrmen Farida Hanun
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.32 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.117

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pendampingan santriwati padapesantren. Dalam jangka panjang ini akan menghasilkan suatu jaringan pada pesantren dalammengembangkan keterampilan tersebut. Hasil dari kegiatan pendampingan jaringan menghasilkan tigamodel: Model 1, Melakukan replikasi, Pesanteran mereplikasi kegiatan jaringan. Model 2,independensi pesantren, Mereka telah menjalankan jaringan dan telah menghasilkan produk yang adapada jaringan, Model 3, selain telah melampaui kegiatan replikasi poroduk-produk jaringan juga telahmanehasilkan produk jaringan sendiri. Pesantren juga telah melakukan alih keterampilan padapesantren lain serta pada masyarakat yang ada di sekitar mereka

Page 2 of 2 | Total Record : 16