cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (1990)" : 15 Documents clear
AGAMA DAN KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT PENGRAJIN PERAHU DI TANAH LEMO KABUPATEN BULUKUMBA Ahmad, Abdul Kadir
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.875 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.674

Abstract

Tanah Lemo adalah suatu kelurahan dalamwilayah Kecamatan Bontobahari KabupatenBulukumba terletak di bagian paling selatanjazirah Sulawesi Selatan. Berjarak 24 Km darikota Bulukumba dan 176 Km dari UjungPandang, daerah ini termasuk kawasan pantaidengan elevasi 10 m di atas permukaan lautdan kemiringan rata-rata 2-15 %. Hujan turunrata-rata 2500 mm per tahun.Luas wilayah Kelurahan Tanah Lemo47.75 Km2, terdiri atas enam lingkungan, yaitulingkungan Tanah Beru, Pasaraya, Batummesu,Benjala, Sapalohe dan Lemo-lemo. Jumlahpenduduknyaa 11.385 jiwa, dengan komposisi5475 laki-laki dan 5910 perempuan.l) Selaindari Tanah Lemo penduduk berasal dari berbagaidaerah, seperti Selayar, Jeneponto, Gowa,Sinjai, Bone dan Bantaeng
HASIL PENELITIAN TENTANG REALITAS KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN MASYARAKAT NELAYAN (KASUS DESA MOSSO KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE) Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.43 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.665

Abstract

Sejak beberapa tahun terakhir ini, kajiantentang wilayah pantai mendapat perhatian daribanyak kalangan. Perhatian yang meningkatini terutama disebabkan oleh beberapa faktor.Pertama, Indonesia adalah negara maritimdengan wilayah laut yang luas, terutama lagidengan disepakatinya Konvensi Hukum LautInlernasional, yant telah semakin memperluaswilayah laut Indonesia. Wilayah laut yang luasini telah menyebabkan bahwa banyak kegiatanekonomi penduduk, khususnya merekayang bermukim di wilayah pantai, secaralangsung atau tidak langsung berkaitan denganpemanfaatan sumber daya laut. Kedua,ada kesan pada sementara kalangan bahwakebijaksanaan ekonomi dan pembangunanyang telah dilaksanakan selama tiga Pelita,yang diprioritaskan pada pembangunan sektorpertanian, temyata lebih banyak meneyentuhdan menguntungkan wilayah-wilayah pedalaman.Hal ini, antara lain terbukti dari kenyataanbahwa dari berbagai kelompokmasyarakat di Sulawesi Selatan, kaum nelayanyang menghuni wilayah pantai ini merupakankelompok masyararakat dengan tingkat penghasilanpaling rendah (Basri Hasanuddin,1985:106).
PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN ( STUDY TENTANG TALAK, CERAI DAN POLIGAMI DI KECAMATAN BINAMU KABUPATEN JENEPONTO ) Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.266 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.670

Abstract

Sejak tahun 1928, pergerakan kaum wanitaIndonesia membahas tentang praktek perkawinandalam masyarakat, terutama yang terjadidi kalangan penganut agama Isalm. Padazaman penjajahan Belanda sudah ada undangundangperkawinan tertulis, yaitu undangundangperdata atau Bulgelijk Wetboek OrdonansiS. 1933-74 jo S. 1936-607, yaitu undang-undang yang berlaku bagi agama Kristendi Jawa, Minahasa dan Amboina.(H Amidhan DKK, TT : 43)Bagi umat Isalm belum ada undangundangyang mengatur tentang perkawinannya.Hal inilah yang mendorong kaum wanitaIndonesia untuk membahas keburukan-keburukanyang terjadi dalam perkawinan umatislam, di antaranya perkawinan di bawah umur,kawin paksa, talak, cerai dan poligamisewenang-wenang serta akibat dari padaperkawinan tersebut. Hal ini terjadi bukankarena tidak ada peraturan dalam Islam yangmengatur hanya orang tidak mentaati aturantersebut, di sebakkan karena tidak adanyaundang-undang perkawinan yang memberisangsi terhadap mereka yang melanggarnya.(H. Amidhan DKK, TT : 43)
INDUSTRI PERTENUNAN ATBM DI KAB. WAJO ( Suatu Studi mengenai Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Pengrajin ) Abdul Kadir M
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.913 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.675

Abstract

Kabupaten Wajo merupakan suatu daerahyang sudah terkenal sebagai penghasilpertenunan, baik berupa sarung, selendang,bahan baju dan lain-lain. Pertenunan denganAlat Tenun Bukan Mesin (ATBM) adalah suatupotensi usaha yang memberikan sumbanganbesar kepada pemerintah dalam bidang pembangunan.Pelaksanaan pembangunan yangsaat ini memasuki tahun pertama Pelita keLima semakin merata sampai ke pelosokpelosok desa. Masyarakat yang menghunidaerah pedesaan dan pinggiran pinggiran kotatidak terlepas dari sasaran pembangunan.Pemerintah Orde Baru sejak awal Pelitadan dalam Pelita lima memberikan perhatianyang besar dalam pembinaan dan pengembanganindustri kecil, termasuk industri sandang(pertenunan ATBM) dengan terus memberikanbimbingan teknis, bimbingan organisasidan managemen, pembinaan wiraswasta,pemberian kredit dan latihan, bantuan peralatandan bahan baku, bantuan tenaga ahlidan sebagainya, dalam upaya peningkatan taraphidup pengusaha kecil dan pengrajin, memperluaslapangan kerja dan kesempatan berusahaserta meningkatkan ekspor, khususnyaekspor non migas
HASIL PENELITIAN KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN NELAYAN PULAU ahmad rahman
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.446 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.666

Abstract

Masyarakat nelayan seringkali digolongkansebagai masyarakat serba kekurangan,penghasilan rendah, pendapatan tidakmenentu, dan pendidikan kurang. Merekabermukim di sepanjang pantai, di atas rumahrumahsederhana dimana sarana dan lingkungannyakurang memadai. Motorisasi perahusebagai unsur modern telah merubah tradisilayar, pada mulanya membangkitkan kegairahandan menambah produksi, namun hanyadapat memberi keuntungan para ponggawa,sedangkan sawi nelayan biasa, tetap merekahidup dengan keterbatasan, terjerat denganutang. Sekalipun mereka tidak terlepas darisasaran pembangunan pedesaan, namunmereka belum banyak menikmati hasil pembangunanseperti warga pedesaan lainnya.

Page 2 of 2 | Total Record : 15