cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2016)" : 15 Documents clear
PERANAN ULAMA DAN AROISTOKRAT DALAM TRADISI TULIS DAN PRODUKSI TEKS ASSIKALAIBINENG DAN TEKS KHALWATIAH DI SULASEWISI SELATAN muhlis hadrawi
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.024 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.302

Abstract

Tulisan ini membincangkan peranan ulama Khalwatiah dalam tulis dan produksi teks Assikalaibineng. Sumber data utama adalah delapan naskah Assikalaibineng yang dikaji menurut pendekatan kodikologis.. Hasil kajian menunjukkan bahwa arketif teks Assikalaibineng termasuk ajaran fiqih dan tasawuf bersumber dari  Syekh Yusuf, yang kemudian dikembangkan oleh muridnya bernama Syekh Rappang. Selaras dengan perjalanan waktu, teks-teks Assikalaibineng kemudian banyak digiatkan penulisannya oleh ulama-ulama khalwatiah dan kalangan aristokrat Bugis. Dari segi sejarahnya, penulisan teks-teks Assikalaibineng berawal abad ke-17, kemudian berlanjut hingga memasuki abad ke-20. Oleh karena bahan naskah yang tidak dapat bertahan lama hingga ratusan tahun, maka arketif Assikalaibineng tidak dapat dijumpai lagi, selain disebabkan pula karena sistem penyalinannya yang bersifat kreatif dimana setiap penyalin melakukan modifikasi teks dari sumber salinannya. Modifikasi yang menambah-nambah teks serta sering menempelkan teks-teks yang lain. Akibatnya, wujud teks Assikalaibineng yang dijumpai hari ini sangat beragam dan tidak adanya kesamaan secara utuh antara teks yang satu dengan teks yang lain. Itulah sebabnya teks-teks Assikalaibineng yang ada sekarang ini tidak dapat pula dipertautkan hubungan kekerabtan dan penyalinannya.
ARADIGMA FIQH AL-HADITS TERHADAP PERILAKU POLITIK KONTEMPORER Darsul S Puyu
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.134 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.268

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kampanye politik kontemporer di Kota Makassar dalam bingkai paradigma fiqh hadis, sebagai salah satu parameter fiqh siyasi dalam disiplin politik Islam (al-siyasat al-syar’iyyah). Dengan memanfaatkan metode kualitatif sebagai piranti, peneliti sebagai instrumen utama menggunakan teknis purposeful sampling dalam memilih informan yang qualified memberikan data terkait realitas perpolitikan saat ini, penelitian ini dikombinasikan dengan studi literatur terkait dengan nash-nash hadis yang mengafirmasi perilaku politik. Penelitian ini menemukan fakta bahwa aktivitas politik praktis saat ini masih kerap diwarnai perilaku politik yang mendistorsi fatsoen politik adiluhung, fenomena tersebut sangat vulgar baik dalam bentuk kampanye dan janji politik yang disampaikan para capres dan caleg yakni secara vulgar menyampaikan pernyataan dan meminta agar dirinya dipilih. Mereka juga menyampaikan janji-janji politik yang belum tentu sanggup direalisasikan saat berkampanye. Tidak jarang dari ajang kampanye tersebut para caleg melakukan politik uang, yang mengakibatkan terjadinya praktik KKN bila mereka telah terpilih nanti. Hadis-hadis yang diteliti dalam penelitian ini lebih banyak yang berstatus ahad, di samping ada yang mutawatir. Dari segi kualitasnya, semua hadis-hadis yang diteliti, otentik berkualitas shahih li dzatihi.
DOMINASI ‘RITUAL’ AGAMA DALAM BUKU PELAJARAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SD 01 LALEBBATA DAN SD MURANTE KOTA PALOPO SULSEL muhammad abdurrahim subair
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.618 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.290

Abstract

This study focused on the search and identification of problematic use of Islamic Religious Education lesson books Elementary School by taking samples at SD 01 Lalebbata da SD Murante Palopo. The research problem is: how textbooks Islam is exploited? how the utilization of the subject matter in the book and its relevance to the purpose of education to improve students' devotion and shaping behavior that noble ?. Operationalize the descriptive qualitative research method. The results showed that the general distribution of the utilization of the book Islamic Religious Studies (PAI) curriculum, 2006 at State Elementary School (SDN) Palopo not be a critical problem because of the use of BOS funds. Problems then just look at the mechanism of utilization of PAI books, for example in the use of religious subject matter in the book PAI are not relevant to the purpose of national education to create didika participants are devoted to Allah SWT. Relevanan lack is evident from the number of materials over religious rituals (worship) as compared with the material that introduces God as a substance which should dieknali and loved by humans. Learning strategies with the dominant religion of the subject matter more to load the religious rituals can be bad for students, where they're treated early with many television shows that divert them from the love of God.
ABDUL GAFUR: KETERLIBATAN ULAMA SASAK DALAM JARINGAN ULAMA (1754-1904) Jamaluddin jamaluddin
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.806 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.307

Abstract

TGH. Abdul Gafur adalah salah seorang tuan guru yang berpengaruh pada masanya. Ia telah terlibat dalam jaringan ulama Haramain dan Nusantara pada abad ke 18 Masehi, hal ini terlihat pada hubungan antar dirinya dengan beberapa gurunya di Makkah dan murid-muridnya di tanah air. TGH. Abdul Gafur oleh pengikut dan keturunannya biasa dipanggil dengan sebutan Syekh Abdul Gafur sementara di kalangan keluarga raja Bali-Cakra ia dikenal sebagai Dukuh Gafur. Seperti halnya dengan beberapa da’i sebelumnya yang mengajarkan Islam di Lombok adalah keturunan Jawa. Ia adalah keturunan dari Jawa, orang tuanya berasal dari kota wali Demak Jawa Tengah, lahir pada pertengahan abad ke-18 tepatnya pada tahun 1754 M, dan meninggalnya pada awal abad ke-20, yaitu tahun 1904, jadi umurnya 150 tahun. Abd Gafur dimakamkan di Sumbek, samping kanan mesjid kuno Sumbek. Mesjid Kuno Sumbek adalah masjid dengan arsitektur kuno masjid Nusantara yang dibangun oleh Abdul Gafur.Beberapa pemikiran dari TGH. Abdul Gafur antara lain: menurutnya bahwa bahwa hukum Islam terdiri dari dari tiga bagian (dalam kitab yang ditulis Us}u>l al-Tah{qi>q). Kitab ini menguraikan tentang pembagian hukum, menurutnya hukum itu ada tiga yaitu, 1) hukum akal, hukum yang disandarkan kepada akal pikiran; 2) hukum syara’, hukum yang disandarkan kepada syar’i; 3) hukum adat, hukum yang didasarkan pada adat atau kebiasaan yang terjadi di masyarakat.
MELACAK AKAR DEMOKRASI DALAM SISTEM KERAJAAN MUNA MASA LAMPAU; DISCOVERING THE ROOTS OF DEMOCRACY IN THE PAST OF MUNA KINGDOM asliah zainal
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.245 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.291

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menelusuri akar-akar demokratisasi dalam kerajaam Muna di masa lampau yang dibatasi pada kurun abad ke-16 sampai dengan abad ke-20 M. Dengan perspektif antropologi-historis, studi ini memotret implikasi nilai-nilai demokratisasi di kerajaan Muna pada sistem pemerintahan dan sistem kemasyarakatan yang dipengaruhi secara signifikan oleh nilai-nilai Islam. Nilai-nilai demokratisasi dalam tata kelola pemerintahan dapat ditelusuri pada perangkat-perangkat kerajaan di Muna dibentuk sebagai alat legitimasi sekaligus kontrol bagi sistem pemerintahan, seorang raja tidak harus dari keturunan langsung raja (kaomu); c) Seorang raja bukanlah penguasa absolut, sehingga ia dapat dihukum jika melanggar sumpahnya. Sementara itu, dalam tata kelola kemasyarakatan dapat dirujuk pada sistem pembagian golongan berdasarkan pada fungsi dan tanggung jawabnya, pola hidup sang raja mencerminkan filosofi bangunan kamali (istana) yang ditempatinya, tanpa perbedaan jenis kelamin dimana setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk menjadi pemimpin. Dalam konteks sekarang, fakta ini bisa menjadi pelajaran dalam mengatur tata pemerintahan berdasarkan demokrasi yang menjunjung tinggi hak yang sama atas semua rakyat secara adil dan egaliter yang bersumber dari nilai-nilai kultur, sosial, religius masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Demokrasi, kerajaan tradisional, Islam, politik dinasti.ABSTRACTThis paper attempted to analyzes the roots of democracy in the kingdom of Muna were limited 16th-20th century AD. By using anthropology-historical perspective, this paper will capture the implications of democracy in the kingdom of Muna significantly affected by Islamic values in governance and social system. Democratization in governance can be traced on formed Kingdom base on legitimacy as well as political control; there was not automatic king for the descendant (kaomu); none an absolute ruler. Meanwhile, in social system it can be referred to division of roles accordance with functions and responsibilities; the pattern of king’s life was reflected in palace construction (kamali); regardless of sex that possess the same rights and opportunities. In nowdays context, it could be a lesson to manage governance based on democracy that upholds the right and obligation for all people in justice and egalitarian which was in fact derived from Indonesian culture, social, and religious values.Keynote: Democracy, traditional kingdom, Islam, political dynasty. 
DAMPAK SERTIFIKASI GURU TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN PADA MADRASAH ALIYAH DI KOTA PALU Badruzzaman Pat Badrun
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.635 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.276

Abstract

Profesionalitas guru dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru MA, Kementerian Agama RI telah menyertifikasi guru madrasah  sesuai Daftar Urut Prioritas (Long List) Calon Peserta Sertifikasi Bagi Guru RA/Madrasah Dalam Jabatan Untuk Mata Pelajaran Keagamaan. Namun penyelenggaraan sertifikasi guru yang dilakukan sejak tahun 2007 tersebut membutuhkan evaluasi untuk mengetahui tingkat ketercapaian program, khususnya dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. Oleh karena itu, evaluasi tentang sumbangsi guru sertifikasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah, sebagai dampak penyelenggaraan sertifikasi guru madrasah urgen dilakukan. Hasil penelitian diharapkan memberikan input akurat kepada pemerintah tentang keberhasilan sertifikasi guru di madrasah Informasi akurat ini, nantinya dapat dijadikan bahan pertimbangan teknis dalam melanjutkan kegiatan sertifikasi guru.Penelitian evaluatif terhadap kebijakan sertifikasi guru madrasah dilakukan dengan metode survey menggunakan teknik analisis deskriptif statistik. Sampel ditarik secara multi stage sampling: proporsif sampling (propinsi dan kabupaten/kota), purposive sampling (kota/desa dan madrasah),  random sampling (guru sertifikasi sebagai unit analisis). Besaran sampel ditentukan dengan menggunakan perhitungan Formula Nomogram Herry King pada signifikansi 5% Untuk mengantisipasi sampling error maka jumlah sample ditambah  30 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dampak sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas pendidikan di MA di Sulawesi Tengah terkategori “tinggi”. Meskipun demikian tingkat keterlibatan atau sumbangsi responden terhadap peningkatan yang dimaksud masih variatif yaitu “sangat rendah” sampai “sangat tinggi”. Hal ini dapat dicermati pada aspek dan indikator dampak, yaitu dampaknya terhadap peningkatan kualitas perencanaan terkategori “sangat tinggi”, kualitas pelaksanaan program “tinggi”, kualitas proses pembelajaran “sangat tinggi”, dan kompetensi sesama guru “sangat tinggi”. Guru sertifikasi masih dominan memanfaatkan tunjangan sertifikasinya pada pemenuhan kebutuhan dasarnya (kepentingan pribadi dan keluarga) dibanding pada peningkatan kualitas profesi, sehingga terkategori “sangat rendah”. Penelitian juga menemukan keragaman tingkat dampak sertifikasi guru pada peningkatan kualitas pendidikan madrasah berdasarkan perbedaan usia saat disertifikasi, lama mengajar, jalur sertifikasi, penyelenggara sertifikasi, status madrasah, dan status keguruan dan kepangkatan. 
ARABIC AMIYAH FOR PILGRIMS (Study 8 KBIH in District / City of Pekalongan 2015) Moch Lukluil Maknun
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.65 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.254

Abstract

Every pilgrims hope to getting Hajj Mabrur. One effort to commercialize the Hajj Mabrur is able to run all the pilgrimage circuit and perfect in it, while also maintaining a good relationship with others, or in terms of the law called hablun minallah and hablun minannas. One effort to be able to maintain good relations with others is to understand and interact with a language that can be understood by both sides, in this case is Arabic language. With naturalisik methods, and qualitative analysis, the core of this paper would like to state that the Arabic Amiyah still used and continues to grow until now; learning Arabic Amiyah for pilgrims can be regarded as complementary needs; there are various constraints experienced in learning Arabic Amiyah by KBIH for pilgrims; and the state of Arabic language books for pilgrims are still rare and that there is still very simple.
RELASI SOSIAL MAJELIS MUJAHIDIN DALAM KONSTELASI KEBANGSAAN Rosidin Rosidin
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.217 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.281

Abstract

Pasca reformasi 1998 di Indonesia, banyak bermunculan gerakan maupun pemikiran keagamaan yang memainkan peran dominan dalam isu-isu nasional, baik yang bercorak liberal, moderat  sampai bercorak radikal.  Salah satu gerakan yang muncul adalah Majelis Mujahidin. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana latar belakang berdiri, (2) relasi dengan masyarakat dan (3) sikap dan pandangan Majelis Mujahidin dalam konstelasi kebangsaan. Hasil penelitian ini adalah: pertama, Majelis Mujahidin di deklarasikan pada penutupan konggres Mujahidin tanggal 7 Agustus 2000 di Yogyakarta. Majelis Mujahidin bersifat aliansi menginginkan penerapan syariat Islam pada lembaga negara Kedua, Majelis Mujahidin terbuka bekerja sama dengan kelompok agama ataupun tokoh-tokoh lain. Ketiga, Majelis Mujahidin memandang kontitusi yang benar adalah seperti dirumuskan pendiri bangsa dengan piagam jakarta di dalamnya. Menyikapi hal ini Majelis Mujahidin membuka cara-cara dialog dalam perjuangannya dengan menawarkan solusi pemecahannya.
PEMETAAN KAPASITAS PESANTREN DI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN ros diana
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.903 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.295

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk memetakan persebaran pesantren, kapasitas yang dimiliki pesantren serta pengembangan pemberdayaan yang diprogramkan pesantren di Kabupaten Maros. Penelitian merupakan penelitian pemetaan untuk melihat kondisi real pesantren dengan mendeskripsikan, menggambar peta dari kapasitas pesantren di Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 pesantren di Kabupaten Maros yang tersebar di sebelas kecamatan. Kapasaitas pesantren diukur berdasarkan lima komponen pesantren seperti ketersediaan kiai, asrama, masjid, dan pembelajaran kitab serta pemberdayaan. Kelima komponen tersebut belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian pesantren, namun eksistensi dari pesantren tersebut tetap menampakkan diri dalam hal turut serta mencerdaskan santri dengan ciri yang melekat pada masing-masing pesantren. Program pemberdayaan santri yang ditetapkan oleh pesantren terlihat dari keberlanjutan sebagian tidak berjalan dan pengelolaannya belum begitu terfokus terutama dalam melibatkan santri dalam pengelolaannya. Kata Kunci: kapasitas, pesantren, santri, pemberdayaan
THE ROLES OF STATE RELIGIOUS CONSELORS IN PROMOTING PEACE AND HARMONY IN AMBON CITY muhammad rais
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.107 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.280

Abstract

AbstractThe aim of this research was to describe about the performances of religion counselor, a counselor who has a strategic role and position as State Civil Servant, who is on the front guard in giving religious services to the general public. A religion counselor is a representative of Indonesia Ministry of Religious Affairs that got the constitutional mandate to deliberate society’s needs related to development in the religious field, especially in the field of counseling that uses ‘religion language’. For the context of Ambon City, the characteristics were relatively specific as this region was in the category of high level conflict potential; so it was necessary that there be Civil Servants who had the performances and capabilities in portraying the public socio-cultural condition. Therefore, what became the priority for the context of Ambon was the reinforcement of each religion counselor’s capacity to carry out his counseling activities and to be proactive in the process of managing the living harmony among religion believers. Through the qualitative method used in this research, the social realities concerning religion counselor’s performance and contribution in managing the living harmony among religion believers in Ambon City could be described effectively.

Page 1 of 2 | Total Record : 15