cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2017)" : 16 Documents clear
INOVASI PENDIDIKAN AGAMA DI SMP FRATER BINAAN YAYASAN TAMAN TUNAS KOTA KENDARI Amiruddin amiruddin
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.535 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi dan inovasi pembelajaran pendidikan agama di SMP Frater Kendari yang merupakan sekolah Katolik, binaan Yayasan Taman Tunas yang memiliki latar belakang peserta didik yang multi agama. Rumusan Masalah yang ada dalam penelitian ini adalah:  Bagaimana Inovasi Pendidikan Agama yang diimplementasikan serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses  Inovasi Pendidikan Agama di SMP Frater Kendari?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasidan inovasi pembelajaran pendidikan agama yang diterapkan adalah pembelajaran Pendidikan agama Katolik untuk semua siswa tanpa melihat dari latar belakang siswa yang multi agama sesuai dengan ciri khas sekolah Katolik. Adapun materi pendidikan agama Katolik bersifat umum (universal) yang pembahasannya sedapat mungkin bisa dipahami oleh siswa yang beragama non Katolik.
POLEMIK TENTANG PIDANA MATI DI INDONESIA: Suatu Tinjauan Qur’ani Bunyamin bunyamin
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.315 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.406

Abstract

Dalam perundang-undangan di Indonesia, terdapat beberapa kejahatan yang diancam pidana mati, misalnya mengganggu keamanan negara, pembunuhan berencana, kejahatan dalam pelayaran/penerbangan, narkotika, terorisme, dan korupsi. Meski demikian, penerapannya diperdebatkan oleh kalangan pakar hukum. Sebagian di antara mereka tetap mempertahankan pemberlakuannya dengan argumentasi, antara lain, pidana mati tetap dibutuhkan dalam kejahatan yang serius, terutama yang membahayakan keamanan negara dan kepentingan masyarakat, pidana mati merupakan alat negara yang ampuh untuk memberantas kejahatan, dan pidana mati tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Namun, sebagian pula menolak penerapannya dengan argumentasi, antara lain, tidak bisa diperbaiki jika keputusan hukum mengandung kesalahan, bertentangan dengan perikemanusiaan, tertutup upaya untuk memperbaiki moral terpidana, dan  pidana mati tidak mampu mencegah terjadinya kejahatan. Al-Qur’an memandang pidana mati sebagai balasan yang setimpal terhadap pelaku kejahatan yang membahayakan kestabilan masyarakat. Di antara hikmahnya adalah memberikan pelajaran pada manusia agar tidak melakukan kejahatan terhadap orang lain, membuat manusia takut dan jera berbuat jahat terhadap orang lain, mendatangkan rasa aman dan tentram dalam jiwa manusia, sehingga semua orang tidak merasa was-was atas keselamatan jiwa raganya, dan dapat melindungi jiwa raga manusia dari kejahatan orang lain
DISKURSUS ISLAM DAN KARAKTER POLITIK NEGARA DI KESULTANAN BIMA Muslimin AR Effendy
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.632 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.429

Abstract

Seiring dengan berlangsungnya proses islamisasi di sebagian besar kerajaan di Pulau Sumbawa pada awal ke-17, maka muncul gagasan politik baru dari para penguasa negara untuk mengintegrasikan tradisi Islam agar mereka dipandang sebagai “bagian dari dunia Islam” (dar-al Islam). Modus integrasi dan klaim sebagai negara yang berbasis pada ideologi Islam ini mendorong para raja bertindak lebih ambisius lewat kebijakan politik kenegaraan yang ofensif. Selama proses “pengislaman” ini berlangsung, terjadi pula aktivitas perdagangan, politik dan budaya yang sejak awal  memang menjadi bagian dari sistem kekuasaan kerajaan. Di abad ke-17 Islam di Pulau Sumbawa mengalami perkembangan sangat berarti. Kerajaan-kerajaan seperti Bima, Dompu, Sumbawa, Tambora, Sanggar, dan Pekat tumbuh dan bersaing menjadi negara baru. Bima dan Sumbawa misalnya, sering mengklaim dirinya sebagai pusat kekuasaan yang kemudian menjadi basis perkembangan intelektual dan budaya muslim di Nusa Tenggara. 
THE CHANGING OF SANTRI’s PREFERENCE TOWARDS STUDIES AND PROFESSIONS: A Case Study at Pondok Pesantren Alhikmah 2 Brebes, Central Java Hayyadin Ode
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.929 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.423

Abstract

This research aimed to figure out the santri’s preference toward studies and professions in which conduct study at pesantren. Common perceived and stated also at Government Ordinancenumber 55, 2007, that pesantren purposes was to reproduce Islamic scholar (ulama). However, through this study, it proved that not all santri wanted to be ulama, most of them wanted to be a scientist. This study was a case study, conducted in 2015 at Pesantren Alhikmah2 Brebes. Data collected using questionnaire, interview, and document. Those all derived from santris, Kyais, and teachers (asatidz). The research concluded as showed from questionnaire that santri’s  preferences toward study has gotten  changing to general subject matters instead of religious subject matters; and the santri’s professions and jobspreference has gotten changing to the jobs and professions that based on general subject matter, instead of choose to be ulama (Islamic scholar) most of santri wanted to be scientists, or researchers, or doctors as well as athlete.
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MANUSKRIP KEAGAMAAN (Analisis Heremeunetik Subyektif Terhadap Serat Panitiboyo ) AM Wibowo
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.331 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.414

Abstract

This research tries to analyze the Serat Panitiboyo in compiling the Islamic education curriculum in school. The Serat Panitiboyo is one of thousands of manuscripts in Indonesia that still exists in an effort to build the character and personality of society in order to have a strong and wise character. The focus of this research is (1) to know the values of religious education that exist in the script of Serat Panitiboyo, (2) to see whether the value of religious education available in Serat Panitiboyo is appropriate in preparing the curiculum of Islamic religious education especially in preparation of Islamic religious studies with the curriculum 2013. Using the subjective Hermineutic analysis, this study had founds two findings; (1) Manuscript of Serat Panitiboyo contains religious education guidance in marriage, ethics, cultivating an honest, simple life, modeling, building relationships with gods and people, building relationships with the natural environment, laws, immoral life restrictions, dependencies etc. (2) the value of religious education in the script of Serat Panitiboyo can be added in the preparation of Islamic Religious Education materials and the curriculum of 2013 Key words: Serat Panitiboyo, Islamic education curriculum, heremeunetic subjective analysis.
PENDIDIKAN AGAMA PADA SEKOLAH LUAR BIASA (Studi pada SDLB-C Kertha Wiweka Kota Denpsar) Alba, Wahab
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.607 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.412

Abstract

AbstrakRealitas empirik hingga kini terkait dengan pelaksanaan pendidikan di Sekolah Luar Biassa (SLB) khususnya pada Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) masih lebih cenderung pada pembelajaran pembekalan kognisi dan motorik peserta didik. Sedangkan pembelajaran yang sifatnya untuk pembekalan kerohanian (keagamaan) kurang mendapatkan perhatian yang seimbang dengan materi pembelajaran lainnya (Ciptono, 13 Mei 2008 : Materi Pembekalan Menjelang Penelitian SDLB). Berdasarkan realitas empirik tersbut maka penelitian ini bertujuaan menggali secara mendalam bagaimana implementasi pendidikan agama pada Sekolah Dasar Luar Biasa-C, profil guru pendidikan agama pada Sekolah Dasar Luar Biasa-C, dan faktor yang mendukung maupun menghambat untuk impelemntasi pendidikan agama pada Sekolah Dasar Luar Biasa-C.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelakasanaan pendidikan agama Islam berjalan kurang sitematis dan terstruktur sebagaimana panduan kurikulum, terutama terkait dengan struktur standar kompetensi maupun kompetensi dasar untuk peserta didik tunagraita (SDLB). Sedangkan pelakssanaan pendidikan agama Hindu ternyata sedikit lebih sistematis dan terstruktur. Oleh karena pendidik pendidikan agama Hindu pada SDLB-C Kertha Wiweka Kota Denpasar lebih banyak mempunyai waktu untuk menyusun program pembelajaran, silabus maupun RPP. Mengingat kondisi keterbatasan kemampuan intelegensi peserta didik tunagrahita itulah maka pendidik lebih cenderung pada upaya pembentukan sikap, perilaku, dan berbudi pekerti luhur.  Faktor pendukung pelaksanaan pendidikan agama pada SDLB-C Kertha Wiweka Kota Denpasar adalah adanya perhatian dan dorongan pihak yayasan dan Kepala Sekolah. Di samping itu loyalitas, dedikasi, dan kesabaran para pendidik khususnya pendidikan agama, toleransiyang tinggi antara sesama pendidik maupun peserta didik yang berbeda-beda agama. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum tersedianya sarana kegiatan rituan maupun seremonial untuk semua agama, kurangnya pendidik pendidikan agama yang betul-betul berlatar belakang pendidikan agama, keterbatasanya dana, dan kodisi riil kemampuan intelegensia peserta didik.
IDENTIFIKASI SENI BUDAYA BERNUANSA KEAGAMAAN DI PALU DAN POSO SULAWESI TENGAH Nurman Kholis
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.198 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.433

Abstract

tidak ada abstrak
KONTRIBUSI KEBIJAKAN DESENTRALISASI PENDIDIKAN TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA PALOPO Hisban hisban
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.53 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.431

Abstract

           Penelitian ini membahas tentang  pelaksanaan kebijakan desentralisasi dalam bidang pendidikan di Kota Palopo, dan mencoba untuk mengungkap bagaimana kontribusi kebijakan tersebut pada lembaga pendidikan Islam di Kota Palopo. Penelitian ini bersifat diskriptif kualitatif, menggunakan beberapa jenis  pendekatan, yaitu: teologis, pedagogis, historis, sosiologis.  Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data,  yaitu  bersifat data primer dan  sekunder, yaitu : (1) data kepustakaan  (2) data dokumentasi, (3) data lapangan.  Adapun pengumpulan data menggunakan empat macam teknik, yaitu : : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. (4) Triangulasi.  Adapun teknik analisis data melalui proses tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) Pengumpulan data (data interactive), (2) Reduksi data (data reduction), (3) Penyajian data (data display), dan (4) Penarikan kesimpulan ( conclusion drawing and verification). Untuk menguji validitas data, digunakan empat tahapan kegiatan, yaitu: perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analasis kasus negatif,  dan  melakukan member check.               Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, desentralisasi pendidikan di Kota Palopo telah berlangsung sesuai prosedur dan mekanisme yang ada. Kebijakan ini memberikan  pengaruh yang cukup besar bagi peningkatan layanan dan mutu pendidikan dalam berbagai aspeknya.  Desentralisasi  pendidikan memberikan kontribusi yang positif dan berarti bagi lembaga pendidikan Islam formal di Kota Palopo.  Dalam beberapa hal masih ditemukan kebijakan yang terkesan diskriminatif terhadap lembaga pendidikan Islam terutama dalam kaitannya dengan subsidi sarana-prasarana, distribusi ketenagaan dan kesejahteraan.          Implikasi penelitian ini mengindikasikan agar supaya desentralisasi pendidikan sebagai  suatu strategi kebijakan pembangunan di bidang pendidikan di Kota Palopo tetap dipertahankan dan dilanjutkan,  sistem pengelolaan dan pelaksanaannya diharapkan lebih ditingkatkan dalam rangka akselerasi  pencapaian mutu  yang lebih maksimal.  Demikian juga, penelitian ini mengindikasikan bahwa untuk mendapatkan apresiasi  yang sama dengan lembaga pendidikan umum, maka dalam konteks desentralisasi pendidikan, seyogyanya lembaga pendidikan Islam formal mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian format dan afiliasi kelembangaan  dengan satuan pendidikan umum.
PUANG KALI TAHERONG: BIOGRAFI DAN KARAMAHNYA Abu Muslim
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.421 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.417

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penulisan Biografi Ulama yang memilih secara purposive seorang ulama lokal yang memiliki kharisma, kemampuan membaca dan mentramisi kitab kuning, serta mempunyai lembaga pendidikan yang menjadi pusat pengajaran Islam di daerahnya. Penelusurannya kemudian dilakukan melalui pendekatan kualitatif, dengan observasi dan wawancara sebagai alat pencarian datanya. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sinjai ini selanjutnya memilih sosok KH. Muhammad Tahir atau yang lebih dikenal dengan sebutan Puang Kali Taherong. Pemaknaan hidup keberagamaan yang dipunyai oleh Puang Kali membuat masyarakat sinjai sangat menghormati dan memposisikannya sebagai pelopor Panrita Kittak yang belakangan menjadi slogan penyebutan Sinjai, sebagai patron pengajaran kitab-kitab kuning dan pencetak ulama pada zamannya. Puang Kali Taherong, oleh kerabat dikenal juga sebagai tokoh yang sangat MANINI (wara) dalam kehidupan kesehariannya. Puang Kali Taherong juga dikisahkan banyak memiliki Qaramah dalam perjalanan hidupnya, sehingga oleh masyarakat Sinjai ada yang mengasosiasikannya sebagai seorang wali Allah. Kontribusinya dalam pengajaran Kitab Kuning juga telah melahirkan banyak murid yang kemudian dikenal sebagai panrita baik di Kabupaten Sinjai, maupun di luar kabupaten Sinjai. Beliau sangat memerhatikan arti penting pengajaran dan pengamalan keislaman dalam kehidupannya. Sehingga dalam keteguhannya itulah, kemudian mempelopori berdirinya lembaga pendidikan agama Islam yang dikenal dengan Madrasah Islamiyah Al Watoniyah
MENGELOLA KEBERAGAMAN AGAMA DI SEKOLAH MANADO (Studi Kasus: SMK Kristen YPKM dan SMA Tridharma) Irfan Syuhudi
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.638 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.415

Abstract

Tulisan ini ingin mendeskripsikan bagaimana pihak sekolah mempraktikkan perbedaan agama di kalangan peserta didik beragama non Kristen dan non Buddha di SMK YPKM dan SMA Tridharma Manado, serta bagaimana peserta didik yang jumlahnya sedikit di sekolah itu, merayakan ekspresi keagamaan mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan penentuan informan secara purposif, yaitu kepala sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelusuran di internet.Hasil penelitian menunjukkan, relasi sosial antara peserta didik non Kristen dan non Buddha di SMK YPKM dan Tridharma dengan peserta didik agama lain, tergolong bagus. Demikian pula, tenaga pendidik memperlakukan semua peserta didik tanpa memandang latar belakang agama dan etnis. Di samping itu, pihak sekolah juga tetap memberikan memberikan ruang bagi peserta didik non Kristen dan non Buddha untuk melaksanakan ibadahnya masing-masing.

Page 1 of 2 | Total Record : 16