cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 3 (2019)" : 12 Documents clear
PERJUANGAN TANPA REVOLUSI: PERSPEKTIF BARU DALAM MEMAHAMI KEKERASAN PERIODE REVOLUSI DI INDONESIA TIMUR 1945-1950 Burhaman Djunedding
Al-Qalam Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v25i3.790

Abstract

Kajian ini menunjukkan pengalaman masa revolusi di Indonesia Timur yang sangat berbeda dengan pengalaman daerah-daerah lainnya di Indonesia, terutama Jawa dan Sumatera. Di kedua wilayah tersebut, pola perjuangan melawan Belanda adalah perjuangan heroik dengan menggunakan senjata, sebaliknya di Indonesia Timur pola perjuangannya memakai sarana politik yaitu pola perjuangan tanpa revolusi, bahkan karena kondisi sosial, politik dan keamanan yang berbeda maka di kalangan para “pejuang revolusi” di Indonesia Timur akhirnya juga memiliki perbedaan strategi. Meskipun sama-sama merasa republiken, kaum gerilya berjuang dengan bergerilya di pedalaman, sedangkan para politisi yang berada di kota berjuang melalui parlemen di Negara Indonesia Timur (NIT). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dalam memahami revolusi di Indonesia Timur. Tahapan pertama yang dilakukan adalah penelusuran pustaka guna menelusuri literatur-literatur yang berkaitan dengan kajian ini. Penelusuran literatur dilakukan di perpustakaan-perpustakaan di Yogyakarta. Penelusuran sumber pustaka juga dilakukan di Kota Makassar. Dari berbagai sumber pustaka yang menjadi rujukan, ditemukan keberagaman sifat dan karakteristik revolusi di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk mendapatkan satu definisi seragam yang bisa merepresentasikan masa revolusi di Indonesia. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menempatkan kerangka berparlemen atau pola perjuangan politik di parlemen Negara Indonesia Timur sebagai bagian dari gambaran besar revolusi Indonesia yaitu revolusi yang tidak menggunakan senjata. Dengan kata lain, kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru tentang masa revolusi di Indonesia. Seperti kita ketahui, selama ini historiografi revolusi nasional Indonesia periode 1945-1949 merupakan masa dimana seluruh rangkaian cerita menggambarkan kisah heroik perjuangan bersenjata melawan Belanda.
MENGIKIS SENTIMEN ANTI-CHINA MELALUI LITERASI MULTIKULTURAL Latifah Latifah; Ary Budianto; Hery Yanto The
Al-Qalam Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v25i3.788

Abstract

Masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia masih sering mendapatkan perlakuan diskriminatif, menjadi sasaran ujaran kebencian, dan didegradasi peran sosial politiknya. Sentimen dan persepsi negatif terhadap etnis Tionghoa Indonesia berkembang sejalan dengan tumbuhnya citra negatif terhadap masyarakat China. Citra negatif ini begitu nyata dihembuskan sebagai mekanisme untuk mencegah China tumbuh melampaui posisi negara-negara maju. Penghembusan citra negatif dilakukan dengan cara konvensional, yakni mempertentangkan nilai-nilai demokrasi dengan nilai-nilai sosialis, namun dijalankan dengan strategi model baru. Cara ini juga digunakan oleh kelompok anti-China di Indonesia untuk menciptakan gesekan horizontal di masyarakat sipil pada Pilkada Jakarta dan Pemilu nasional. Perkembangan sosial media yang begitu pesat menjadi pilar utama menjalankan hoax. Hoax digunakan untuk menggiring opini publik mendisposisikan ketangguhan perkembangan ekonomi dan politik China di skala global. Sementara akibat adanya perbedaan bahasa membuat informasi dan pengetahuan dari daratan China tidak tersampaikan secepat penyebaran hoaks. Tulisan ini mencoba mengidentifikasi pengetahuan masyarakat Indonesia yang diwakili oleh mahasiwa Jurusan Sastra China tentang negara dan masyarakat China. Rendahnya kemampuan memahami teks asli bertulisan mandarin dan kurangnya jumlah buku terjemahan tentang China yang berkualitas merupakan faktor utama yang menyebabkan belum diketahuinya perkembangan sosial politik dan budaya populer China oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap topik-topik kajian utama mengenai negara dan masyarakat China. Analisis kuisioner tes awal menunjukkan bahwa penguasaan mahasiswa sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki bidang peminatan pada kajian Sastra China masih memiliki pengetahuan yang tidak memadai mengenai aspek sosial, politik, dan budaya China yang sangat mendasar. Namun, pengetahuan mereka tentang masyarakat dan budaya China meningkat secara signifikan pada tes akhir, yaitu setelah mengikuti perkuliahan Negara dan Masyarakat China. Dengan demikian, pengetahuan tentang masyarakat dan budaya China sudah seharusnya terintegrasi dalam semua matakuliah dan menjadi kompetensi utama, tidak hanya mengejar keahlian berbahasa.

Page 2 of 2 | Total Record : 12