cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat
ISSN : 20859767     EISSN : 25809237     DOI : -
Core Subject : Art,
Journal of Papua is published twice a year in June and November by the Balai Arkeologi Papua. The Papua Journal contains the results of research, conceptual ideas, studies and the application of theory relating to archeology.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015" : 7 Documents clear
JEJAK BUDAYA PENUTUR AUSTRONESIA PADA SITUS KAMPUNG FORIR, FAKFAK (The Last Vestiges of The Austronesian Culture in Kampung Forir Site, Fakfak) Sri Chiirullia Sukandar
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.121 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.33

Abstract

Research on Sosoraweru cave site and Kampung Forir site, shows a number of issues Austronesian context. There are two issue to be discussed in this article, namely: (1) Traces of Austronesian speakers in Kampung Furir; (2) Function Sosoraweru cave site in the past. To explore both of these issues used the method of observation, excavation, and literature and analyzed based on contextual analysis. The baseline data obtained and analyzed in the form of artifacts and ekofak the influence of Austronesian culture in the southwestern coast of Papua. Based on the data and the context concluded that traces the influence of Austronesian in Sosoraweru cave include: red slip pottery fragments, the system of burial niches and frescoes which show the influence of Austronesian cultures. In addition, based on the context of the locus is known that the Sosoraweru cave site and Kampung Forir site serve as a residential in the past.AbstrakPenelitian di Situs Kampung Forir dan Gua Sosoraweru memperlihatkan sejumlah konteks isu Austronesia. Ada dua masalah yang akan dibahas dalam artikel ini, yaitu: (1) Jejak penutur Austronesia di Kampung Furir; (2) Fungsi situs Gua Sosoraweru di masa lalu. Untuk mendalami kedua masalah tersebut, digunakan metode observasi, ekskavasi, dan studi pustaka. Data-data pokok yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis kontekstual, berupa artefak dan ekofak untuk melihat adanya pengaruh budaya Austronesia di kawasan pesisir baratdaya Papua. Berdasarkan data dan konteksnya disimpulkan bahwa jejak pengaruh Austronesia di Gua Sosoraweru meliputi: fragmen gerabah berslip merah, sistem penguburan ceruk dan lukisan dinding yang menunjukkan adanya pengaruh budaya Austronesia. Selain itu, berdasarkan konteks lokus temuan diketahui bahwa Gua Sosoraweru dan kawasan Kampung Forir berfungsi sebagai hunian di masa lalu
KEHIDUPAN MASA PROTOSEJARAH DI SITUS MOSANDUREI, NABIRE (Protohistory Life in the Mosandurei Site, Nabire) Hari Suroto
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1596.902 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.34

Abstract

The survey results Mosandurei ground level at the site shows potential archaeological remains are diverse, but it can not be interpreted broadly associated with human use of the site by supporters. So we need systematic research with excavation. This paper aims to determine the pattern of human use of the site by supporters; knowing the character of human culture supporter Mosandurei site and to know the culture process Mosandurei sites. This paper aims to determine human life ever Mosandurei activity on the site in the past. Data collection is done in several ways, namely literature, surveying the ground, excavation. Data analysis was performed with artefaktual analysis, contextual analysis, and stratigraphic analysis. The survey and excavation at ground level Mosandurei site managed to find shells of mollusks, bone fragments, teeth, fragments of pottery, fragments of Chinese ceramics, European ceramics fragments, fragments of European bottles, beads, and stone tools. Based on the analysis of the data it is concluded that the site Mosandurei a prehistoric dwelling sites that continued until past history.AbstrakHasil survei permukaan tanah di situs Mosandurei menunjukkan potensi tinggalan arkeologi yang beragam, namun hal ini belum dapat menginterpretasikan secara luas terkait dengan pemanfaatan situs oleh manusia pendukungnya. Oleh karena itu, penelitian yang sistematis dengan ekskavasi perlu dilakukan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan manusia yang pernah beraktivitas di situs Mosandurei pada masa lampau. Kajian tulisan ini dilakukan dengan pengumpulan data dan analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara, yaitu studi pustaka, survei permukaan tanah, ekskavasi. Analisis data dilakukan dengan analisis artefaktual, analisis kontekstual, dan analisis stratigrafis. Hasil survei permukaan tanah dan ekskavasi di situs Mosandurei berhasil menemukan cangkang moluska, fragmen tulang, gigi, fragmen gerabah, fragmen keramik Cina, fragmen keramik Eropa, fragmen botol Eropa, manik-manik, dan alat batu. Berdasarkan analisis data maka diinterpretasikan bahwa situs Mosandurei merupakan situs hunian prasejarah yang berlanjut hingga masa sejarah.
KERAMIK CINA BAGI ORANG BIAK-NUMFOR DI TELUK CENDERAWASIH: PENGGUNAAN DAN MAKNANYA (The Chinese Ceramics of Biaknese Numfor in Gulf of Cenderawasih: It’s Use and Meaning) Klementin Fairyo
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1988.44 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.35

Abstract

Chinese ceramics is a thing that comes from outside Papua. existence is possible because of the trading relationship either directly or indirectly, with ceramic producer countries. Ceramic exchange (barter) to produce Papua, especially the Bird of Paradise, Pala, Masohi, and aloes. Chinese ceramics for the Biak-Noemfoor in cenderawasih an important valuables. The past, the Biak-Noemfoor have a lot of Chinese ceramics is regarded as a hero (mambri). This paper will discuss the shape and type of ceramics used in the Biak cultural activities, as well as the use and meaning of Chinese ceramics for the Biak-Noemfoor. The method used is descriptive qualitative, with data collection through literature study, observation and interviews. Chinese ceramics found on archaeological sites in the area that is the site Biak Wariaba 5 and websites Snerbab b. Utilization of Chinese ceramics in the traditional ceremonies of Biak-Noemfoor the tradition continues.AbstrakKeramik Cina merupakan benda yang berasal dari luar Papua. Keberadaannya dimungkinkan karena adanya hubungan dagang dengan negara-negara produsen keramik, baik secara langsung maupun tidak. Keramik ditukar (barter) dengan hasil bumi Papua, khususnya burung cenderawasih, pala, masohi, dan gaharu. Keramik Cina bagi orang Biak-Numfor di Teluk cenderawasih merupakan barang berharga yang penting. Masa lalu, orang Biak-Numfor memiliki banyak keramik Cina dianggap sebagai pahlawan (Mambri). Tulisan ini akan membahas bentuk dan jenis keramik yang digunakan dalam aktivitas budaya orang Biak, serta penggunaan dan makna keramik Cina bagi orang Biak-Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Keramik Cina yang ditemukan di situs arkeologi di wilayah Biak yaitu situs Wariaba 5 dan situs Snerbab b. Pemanfaatan keramik Cina dalam upacara adat orang Biak-Numfor merupakan tradisi berlanjut
FENOMENA BATU AKIK DI PAPUA DAN ANCAMAN KEPUNAHAN ARTEFAK KAPAK BATU LONJONG (Gemstone Phenomenon in Papua and Threat of Extinction Stone Axe Artifact) Adi Dian Setiawan
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1673.468 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.36

Abstract

Papua is a region that has so much natural wealth, ranging from gold, copper, silver, and other minerals. In addition, the cultural wealth of Papua is also an original and unique cultural richness that is believed to have existed since man began to inhabit the island of Papua and survive until now. It can be seen from the tradition of making stone axes that use mineral stone Papuans. Starting from this type of mineral oval stone axe attracted collectors and lovers of gemstones or agate hunting to get this kind of stone. To determine the extent of the impact of these phenomena, this study will be done by studying the literature of the stone axe along with tradition, field observation, and interviews with open interview method. Agate phenomena have a negative impact on the environment as well as the negative impact on the culture and people of Papua order itself.AbstrakPapua merupakan wilayah yang mempunyai kekayaan alam yang sangat banyak, mulai dari emas, tembaga, perak, dan mineral lainnya. Selain itu, kekayaan budaya Papua juga merupakan kekayaan budaya asli dan unik yang dipercaya telah ada sejak orang mulai menghuni Pulau Papua dan bertahan hingga sekarang. Hal ini dapat kita lihat dari tradisi pembuatan kapak batu yang menggunakan bahan batu mineral asli Papua. Berawal dari sinilah jenis bahan mineral batu kapak lonjong ini menarik para kolektor dan pencinta batu permata atau akik berburu untuk mendapatkan batu jenis ini. Untuk mengetahui sejauh mana imbas dari fenomena kapak batu beserta tradisinya, maka penelitian ini akan dilakukan dengan studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara terbuka. Fenomena batu akik berdampak negatif bagi lingkungan serta tatanan budaya dan masyarakat Papua itu sendiri.
PERALATAN DAPUR TRADISIONAL SEBAGAI WARISAN KEKAYAAN BUDAYA BANGSA INDONESIA (Traditional of Kitchen Equipment as Cultural Heritage Richness of Indonesia Nation) Lilyk Eka Suranny
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2332.685 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.37

Abstract

Traditional kitchen equipment has existed since prehistoric people began to recognize the farming. Along with the development of science and technology, the use of traditional kitchen equipment is being abandoned by the community. Therefore it is necessary to attempt for preserve this traditional kitchen equipment as one of the nations rich heritage. This paper will describe some traditional kitchen equipment, its benefits and the existence in community. Data was collected using observation, interviews and literature study. This study used a qualitative descriptive method. Some traditional kitchen equipment that was found in this study, among others furnace, cormorant, cauldron, wajan, jugs, coconut grated, crock, irus, centong, as well as pestle and mortar. The benefits derived from the use of traditional kitchen equipment is to have a distinctive flavor, safer and environmentally friendly, more economical and preserve the traditions of the ancestors.AbstrakPeralatan dapur tradisional sudah ada sejak manusia prasejarah mulai mengenal bercocok tanam. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemakaian peralatan dapur tradisional ini semakin ditinggalkan oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk melestarikan peralatan dapur tradisional tersebut sebagai salah satu warisan kekayaan bangsa. Tulisan ini akan membahas beberapa peralatan dapur tradisional, manfaat penggunaannya serta keberadaan di dalam masyarakat saat ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Beberapa peralatan dapur tradisional yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain tungku, dandang, belanga, wajan, kendi, parutan kelapa, tempayan, irus, centong, serta cobek dan ulekan. Manfaat yang diperoleh dari penggunaan peralatan dapur tradisional adalah memiliki cita rasa yang khas, lebih aman dan ramah lingkungan, lebih ekonomis serta melestarikan tradisi nenek moyang.
Indeks, Ketentuan Naskah dan Biodata Penulis Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.245 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.143

Abstract

Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi dan Abstrak Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.008 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.145

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2021): November 2021 Vol. 13 No. 1 (2021): Juni 2021 Vol. 12 No. 2 (2020): November 2020 Vol. 12 No. 1 (2020): Juni 2020 Vol. 11 No. 2 (2019): November 2019 Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019 Vol. 10 No. 2 (2018): November 2018 Vol. 10 No. 1 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): November 2017 Vol. 9 No. 2 (2017): November 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol. 9 No. 1 (2017): Juni 2017 Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016 Vol 8, No 2 (2016): November 2016 Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016 Vol. 8 No. 1 (2016): Juni 2016 Vol. 7 No. 2 (2015): November 2015 Vol 7, No 2 (2015): November 2015 Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015 Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015 Vol 6, No 2 (2014): November 2014 Vol. 6 No. 2 (2014): November 2014 Vol. 6 No. 1 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 5, No 2 (2013): November 2013 Vol. 5 No. 2 (2013): November 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol. 5 No. 1 (2013): Juni 2013 Vol. 4 No. 2 (2012): November 2012 Vol 4, No 2 (2012): November 2012 Vol 4, No 1 (2012): Juni 2012 Vol. 4 No. 1 (2012): Juni 2012 Vol 3, No 2 (2011): November 2011 Vol. 3 No. 2 (2011): November 2011 Vol 3, No 2 (2011): November 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol. 3 No. 1 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): November 2010 Vol. 2 No. 2 (2010): November 2010 Vol. 2 No. 1 (2010): Juni 2010 Vol 2, No 1 (2010): Juni 2010 Vol. 1 No. 2 (2009): November 2009 Vol 1, No 2 (2009): November 2009 Vol. 1 No. 1 (2009): Juni 2009 Vol 1, No 1 (2009): Juni 2009 More Issue