cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Innovative Science Education
ISSN : 22526412     EISSN : 25024523     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Innovative Science Education p-ISSN (Print) 2252-6412 | e-ISSN (Online) 2502-4523, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles, short communications from contributors, and the novel technology news related to Innovative Science Education research. Published by Science Education Study Programe, Postgraduate Programe, Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 8 Documents clear
CAPAIAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN REDOKS BILINGUAL MELALUI PENDEKATAN SETS BERORIENTASI CET DENGAN CD INTERAKTIF DI R-SMA-BI JEPARA
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMAN 1 Jepara yang telah ditetapkan sebagai sekolah RSBI, menghadapi berbagai masalah pembelajaran akibat penggunaan bahasa bilingual Indonesia-Inggris. Dari kenyataan tersebut, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran redoks bilingual melalui pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) berorientasi CET (Chemo-Edutainment) dengan CD interaktif, dengan tujuan perangkat yang dikembangkan efektif meningkatkan capaian kompetensi belajar siswa, serta rumusan masalah seberapa besar tingkat kevalidan dan efektifitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil pembelajaran redoks di kelas X SMAN 1 Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian R & D, dengan populasi seluruh siswa kelas X SMAN 1 Jepara. Sampling dilakukan dengan simple cluster random sampling terpilih 4 kelas sebagai sampel penelitian, dengan perlakuan bilingual-SETS-CET, bilingual-CET, bilingual-SETS dan X-9 bilingual. Dari uji beda diperoleh hasil capaian kompetensi untuk kelas yang menggunakan perangkat pembelajaran bilingual-SETS-CET lebih baik dibandingkan kelas lainnya dengan rata-rata 71 dan N-gain 0,5. Ketuntasan klasikal belum mencapai nilai 75 pada semua kelas. Pada keempat kelas eksperimen tidak ada beda rerata kreativitas maupun aktivitasnya. Rerata skor respons siswa pada kelas bilingual-SETS-CET berbeda dengan ketiga kelas lainnya dan skor respons siswa pada kelas ini sebesar 81%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan perangkat pembelajaran redoks bilingual-SETS-CET paling efektif dibanding ketiga kelas lainnya.SMAN 1 Jepara which has been included to RSBI, is facing some problems in giving learning through bilingual Indonesia-Inggris. From the reason, the researcher tries to develop bilingual redoks learning instrument using SETS approach (Science, Environment, Technology, Society) oriented to CET (Chemo-Edutainment) with interactive CD that is aimed to develop students’ competence effectively, also to prve the validity and effectiveness of learning instrument to increase the result of redoks learning at X grade SMAN 1 Jepara. This research is a R & D research, with whole students of X grade SMAN 1 Jepara as population. The sample is done by doing simple cluster random sampling which choosing 4 classes as samples, with bilingual-SETS-CET, bilingual-CET, bilingual-SETS dan X-9 bilingual treatment. From difference test it is gained bilingual-SETS-CET is better than another class with the scores 71 for N-gain 0,5. Minimum standard which is 75 hasn’t been achieved by all classes. In those four experiment classes there’s no different average of the creativity and activity The average scores of students’ response in bilingual-SETS-CET is different with other classes and 81% is the average of all classes. From the result it can be concluded that redoks learning bilingual-SETS-CET is the most effective of the three activities
PEMBELAJARAN FLUIDA MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DENGAN PEER ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, SIKAP ILMIAH, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan dari teacher center menjadi student center membawa konsekuensi siswa perlu diberi kesempatan belajar langsung dan terlibat dalam penilaian sehingga dapat membentuk sikap ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan menguji keefektifan dari penerapan peer assessment pada siswa SMA kelas XI IPA serta peningkatan prestasi belajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Teknik sampling penelitian dilakukan secara random. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil penilaian aktivitas dan sikap ilmiah serta nilai tes pengusaan konsep. Pengumpulan data diperoleh menggunakan angket siswa dan guru, tes kognitif, serta metode observasi. Peningkatan aktivitas dianalisis dengan analisis deskriptif. Keefektifan penerapan peer assessment dianalisis melalui validitas dan reliabilitas. Validitas peer assessment dianalisis dengan rumus korelasi product moment, dan reliabilitasnya dengan hasil rating. Peningkatan prestasi belajar dianalisis dengan N-Gain. Hasil analisis dari 3 kali pertemuan untuk persentase aktivitas siswa pada kelompok A1 yang menggunakan Jigsaw dengan peer assessment dan A2 menggunakan Jigsaw tanpa peer assessment lebih tinggi dibanding kelompok A3 dan A4. Kelompok A3 menggunakan konvensional dengan peer assessment dan A4 sebagai kelompok kontrol tanpa Jigsaw dan peer assessment. Hasil analisis untuk persentase keefektifan penerapan peer assessment setiap item yaitu rasa ingin tahu, menunjukkan kepedulian, bekerja sama, tanggung jawab dan keterbukaan berada pada kategori tinggi. Rata-rata koefisien reliabilitas berada pada kategori tinggi. Koefisien validitas lebih dari 0,811. Dari data tersebut disimpulkan bahwa peer assessment efektif diterapkan pada kegiatan pembelajaran Jigsaw untuk menilai sikap ilmiah siswa SMA kelas XI IPA. Berdasarkan uji analisis varian (anava) pada tes penguasaan konsep yang dilakukan oleh kelompok A1, A2, A3 dan A4 menggunakan perbandingan nilai pretes, postes dan N-Gain menunjukkan bahwa keempat kelompok dengan perlakuan yang berbeda mempunyai kemampuan penerimaan penguasaan konsep yang sama. Educational paradigm shift from teacher to student center student center carries consequences need to be given the opportunity to study abroad and involved in the assessment so as to form a scientific attitude. This study aims to determine the increase in activity and test the effectiveness of the implementation of peer assessment in high school science class XI and improving learning achievement. The research method used is the quasi-experiment. Engineering studies conducted in random sampling. The variables in this study is the assessment of activity and the scientific attitude and value overs test the concept. The collection of data obtained using student and teacher questionnaires, cognitive tests, as well as methods of observation. Increased activity was analyzed with descriptive analysis. The effectiveness of the implementation of peer assessment are analyzed through the validity and reliability. The validity of peer assessment formula were analyzed by product moment correlation, and reliability with the rating. Improved learning achievement was analyzed by N-Gain. The analysis of three meetings for the percentage of students activity in group A1 who uses Jigsaw to peer assessment and A2 use the Jigsaw without peer assessment is higher than the A3 and A4. Group using a conventional A3 and A4 with the peer assessment as a control group without Jigsaw and peer assessment. Analytical results for the effectiveness of the implementation of peer assessment percentage of each item that is curious, showing concern, cooperation, responsibility and transparency are at the high category. Average reliability coefficient is in the high category. Validity coefficients over 0.811. From these data concluded that the peer assessment effectively applied to the Jigsaw learning activities to assess the scientific attitudes of high school students class XI science. Based on analysis of variance test (ANAVA) in tests conducted by the mastery of the concept of group A1, A2, A3 and A4 uses the comparison value of the pretest, postes and N-Gain showed that the four groups with different treatments have the ability of the control concept is the same reception.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK BERGAMBAR MATERI SISTEM SARAF UNTUK PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN STRATEGI PQ4R
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pada penelitian ini bagaimana mengembangkan media pembelajaran komik bergambar pada materi sistem saraf untuk pembelajaran yang menggunakan strategi PQ4R agar dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas, dan minat siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran komik bergambar materi sistem saraf manusia untuk pembelajaran menggunakan strategi PQ4R yang valid, efektif dan praktis. Penelitian ini merupakan R&D. Sumber data tiga guru biologi, enam siswa simulasi dan 40 siswa kelas besar. Validasi penelitian pengembangan melibatkan validator materi dan validator media. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran komik bergambar dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar peserta didik dilihat dari gain score termasuk kriteria sedang, meningkatkan keaktifan peserta didik, meningkatkan minat peserta didik, dan mendapat respon positif dari peserta didik serta guru. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran dengan sumber belajar media komik bergambar sistem saraf manusia untuk pembelajaran yang menggunakan strategi PQ4R di SMA Negeri I Bojong yang valid efektif dan praktis.The problem of this research is how to develop learning media using comic in the nerve system material for the learning which using PQ4R strategy to increase the result, activity, and students’ interest. The purpose of the research is to develop learning media using comic in nerve system for learning which using valid, effective and simple P4QR strategy. The kind of research is R&D. There are three sources, three teachers, six simulation students and 40 students from a big class. The validity of research development involves material validator and media validator. The result shows that comic media can increase the result which can bee seen in gaining score which includes average criteria, improvement of affective, interest, and positive response from teacher and students. This research creates learning device using comic in human nerve system which uses valid, effective, and simple PQ4R strategy in SMA N 1 Bojong.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN KOLOID
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan proses belajar mengajar di lapangan menunjukkan bahwa guru dalam mengajarkan konsep dan teori kimia melalui kegiatan yang hanya perpusat pada guru, siswa tidak dilibatkan dalam kegiatan secara aktif dan kurang membuka kesempatan untuk mengembangkan proses berpikir siswa. Model pembelajaran advance organizer digunakan untuk memberdayakan seluruh potensi siswa yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, namun keefektifannya dalam meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar belum pernah diteliti. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan test tertulis tentang hasil belajar siswa, observasi untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kelas, angket yang dirancang berisi tanggapan siswa terhadap proses belajar mengajar dengan menggunakan pembelajaran advance organizer dan wawancara untuk mengetahui tanggapan guru terhadap penggunaan pembelajaran advance organizer. Kesahihan data diuji dengan uji normalitas dan homogenitas sampel, uji beda dua rerata menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar kelas eksperimen memiliki rerata lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, hasil belajar kelas eksperimen lebih besar dari KKM yaitu 79,05 sedangkan hasil belajar kelas kontrol dibawah KKM yaitu 68,52. Hasil data angket yang diperoleh menunjukkan hampir 90% siswa menyukai model pembelajaran advance organizer.The observation of teaching and learning process shows that teachers in teaching concept and theory of the chemistry is teacher centered, Students are not involved in the process and rare opportunity to develop students’ critical thought. Advance organizer model is used to optimize students’ potency for the next lesson. However, its effectiveness hasn’t been observed before. The data are collected by doing writing test about the study of the students, the observation is aimed to find out teacher skills in managing the class, The questionnaire is for the response of the students after applying advance organizer and interview reveal teachers’ response after using advance organizer. The validity is examined by doing normality test and homogeneity sampling with two average different test using Mann-Whitney test. The result shows that the learning development which is observed in the research can increase affective aspects and also the result. The result in experiment class is bigger than minimum standard, that is 79,05 whereas in control class is only got 68,52. The result also shows almost 905 students enjoy advance organizer learning.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONSEP METABOLISME PADA ORGANISME SISWA KELAS XII MELALUI LESSON STUDY
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesson Study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson study dilaksanakan dengan tahap-tahap Plan, do dan see. Permasalahan yang dirumuskan adalah bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran pembelajaran konsep metabolisme pada organisme siswa kelas XII dan seberapa efektivitasnya?. Efektivitas perangkat yang digunakan ditandai dengan peningkatan kompetensi pedogogik, sosial, kepribadian dan profesiona guru dan aktivitas siswa. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran konsep metabolisme pada organisme siswa kelas XII melalui lesson study. Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaan lesson study pada pembelajaran biologi sebagai upaya pengembangan kompetensi guru, mengembangkan perangkat pembelajaran Biologi melalui pelaksanaan lesson study dan mengembangkan panduan pelaksanaan kegiatan lesson study. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan langkah-langkah dalam Lesson study, yaitu Plan, do dan see. Penelitian dilaksanakan di SMA 16 Semarang, dengan ujicoba di kelas XII IPA 2 danb Uji coba 2 di kelas XII IPA1. Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas perangkat yang dihasilkan ditandai dengan peningkatan kompetensi pegagogik , sosial, kepribadian dan profesional guru serta aktivitas siswa. Respon siswa menunjuk rasa senang terhadap proses pembelajaran. Respon guru juga merasa senang dengan pelaksanaan lesson study karena dapat mengkaji pembelajaran dan dapat berinteraksi dengan rekan guru yang lain, kepala sekolah, pakar dan peserta lesson study untuk mengembangkan pembelajaran. Disarankan untuk mengembangkan perangkat-perangkat dan model–model pembelajaran biologi inovatif untuk meningkatkan minat siswa mempelajari biologi dengan nilai kepercayaan yang lebih baik. Lesson Study is a model for development of profession for the teachers through the examination of learning collaboratively and continuously based on collegiality and mutual learning to build community learning. Lesson study is run by doing Planning, doing and seeing. The problem is how to develop learning device with metabolism grade and how far its effectiveness. The effectiveness is marked by the improvement of pedagogic competence, social, individual, teacher professionalism and students activity. This research is aimed to develop metabolism learning device for XII grade through lesson study. The particular purpose of this research is to describe the lesson study in biology as a teacher competence development, device learning development through lesson study and developing the guidance for lesson study. This research is the development using Lesson study steps, Plan, do and see. The research is held in SMA N 16 Semarang, first experiment is in XII IPA 2 and second experiment is in XII IPA1. The result shows the effectiveness of device which is produced and marked by the improvement of pedagogic competence, social, individual, teacher professionalism, and students’ activity. Students’ response shows pleasure in learning process. Teacher’s response also shows a pleasure to lesson study because it observes learning and interact with another teacher, head master, expert and members of lesson study to develop the learning. It is suggested to develop innovative biology devices and models to increase students’ interest in learning biology with a better.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI KINGDOM ANIMALIA DI SMA DENGAN INTERACTIVE SKILL STATION SUPPORTED BY INFORMATION TECHNOLOGY (ISS-IT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi Kingdom Animalia di kelas X semester 2 cakupannya sangat luas, alokasi waktu yang tersedia 6 jam pelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan selama ini adalah diskusi informasi berbantuan power point sehingga peran guru mendominasi pembelajaran, aktivitas, hasil belajar dan motivasi siswa kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut model perangkat pembelajaran biologi yang selama ini digunakan di sekolah, khususnya di SMA N 3 Semarang, mengembangkan perangkat pembelajaran dengan metode ISS-IT dan mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran biologi dalam upaya meningkatkan aktivitas, hasil belajar dan motivasi siswa. Jenis penelitian merupakan penelitian R&D, riset dilakukan untuk mengetahui keadaan awal pembelajaran Kingdom Animalia yang dilakukan selama ini di sekolah. Pengembangan dilakukan untuk merencanakan, menyususn, menguji coba dan memvalidasi perangkat pembelajaran. Validasi dilakukan oleh dua validator. Tahap uji coba terdiri atas uji coba skala kecil di kelas akselerasi dan uji coba skala besar. Uji coba skala besar menggunakan dua kelas X SMAN 3 Semarang, tahun pelajaran 2010/2011. Keefektifan ditentukan berdasarkan aktivitas, hasil belajar, dan motivasi siswa sedangkan kepraktisan ditentukan berdasarkan respon siswa. Hasil penelitian dan pengembangan diperoleh perangkat pembelajaran yang valid, efektif dan praktis. Perangkat dinyatakan valid dengan kriteria baik, efektif sebab hasil belajar, aktivitas dan motivasi siswa meningkat dan praktis.The coverage of kingdom Animalia material in X grade semester 2 is too broad, with only 6 hours time allocation. Recently the method which is used in class is information discussion with the help of power point so the role of teacher is needed to dominate the learning; activity, result and motivation are also not optimum. This research is aimed to understand more in biology learning device which is used in schools, especially in SMA N 3 Semarang with developing learning device using ISS-IT method and knowing effectiveness of biology learning device in increasing activity, result, and motivation of the students. This research is R&D, research which is done to understand the beginning of Animalia Kingdom learning which is used in schools. The development is done to plan, arrange, examine, and validate learning device. Validity is done by two validators. The experiments consist of small and big scale experiment in acceleration class and two classes of X grades of SMAN 3 Semarang, 2010/2011. The effectiveness is determined by the activity, result and motivation whereas the simplicity is determined by students’ response, . The result and development of the research are able to gain the valid, effective, and simple learning device. The device is categorized good and effective because the result, activity and motivation of the students are increasing and simple.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI NILAI KARAKTER MELALUI INKUIRI TERBIMBING MATERI CAHAYA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berpendekatan karakter pada materi cahaya melalui inkuiri terbimbing, mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang dapat diungkap melalui eksperimen inkuiri terbimbing, menentukan penguasaan konsep cahaya melalui inkuiri terbimbing. Perangkat yang dikembangkan berupa RPP, Silabus dan LKS. Alat pengumpul data berupa lembar validasi RPP, Silabus dan LKS. Lembar observasi untuk mengamati nilai karakter dan lembar angket untuk mengumpulkan data kepraktisan perangkat pembelajaran. Lembar tes untuk mengumpulkan data tentang penguasaan konsep IPA. Analisis data tahap awal untuk melihat kevalidan dan keefektifan perangkat pembelajaran. Analisis data tahap akhir berupa uji normalitas, gain ternormalisasi, uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis deskriptif untuk data angket respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa validitas untuk perangkat pembelajaran berpendekatan karakter oleh para pakar 3,74 yang tergolong valid, serta 84.3% siswa memberi respon positif sehingga perangkat pembelajaran berpendekatan karakter dikatakan praktis. Karakter yang dapat diamati pada saat inkuiri terbimbing adalah kerjasama, ingin tahu, mandiri dan disiplin. Data hasil penguasaan konsep diperoleh dengan tes kemampuan kognitif dan diperoleh hasil untuk kelas ekperimen persentase keberhasilan 78.38% dan kelas kontrol 72.75%, sedangkan untuk data efektifitas kelas eksperimen digunakan uji t-tes diperoleh nilai di atas KKM sehingga dikatakan uji t-tes signifikan dan dari nilai N-gain diperoleh nilai 0.37 dalam kategori sedang. Berdasarkan penelitian dapat dikatakan pengembangan perangkat inkuiri terbimbing dapat menumbuhkan nilai karakter siswa dan penguasaan konsep IPA. The research is aimed to develop learning device with character approach in light material throgh structurized inquiry, decribe the value which is conveyed from iquiry experiment, and determine the mastery concept of light through supervised inquiry. The device which is developed consists of lesson plan, syllabus, and worksheet. The data collection uses the validity of lesson plan, syllabus and worksheet and the observation is for observing character value and questionnaire is for collecting the simplicity data in learning device whereaswork sheet is for collecting data about science mastery. The beginning analysis is to see validity and effectiveness of learning device. The last step analysis is to test the normality, to gain ternormalization, and t-test is to find out the difference of result in experiment group and control group. Descriptive analysis is used for the questionnaire of students’ response for inquiry learning. The result shows that the validity for character approach is 3.74% also 83.4% students give positive response so it can be said as a simple one. The characters which can be observed are teamwork, inquisitiveness, autonomy and discipline. From the mastery of the concept shows the percentage of success in experiment class is 78.38%, 72.75% for control class, whereas for effectiveness of the class using t-test shows the score is above the minimum standard so it can be concluded that t-test is significant. In addition, N-gain gets 0.37 in average category. Based on the research, it can be concluded that the development of supervised inquiry is able to increase students’ character and mastery of science.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara hukum ilmu belajar mengajar di SMP harus disediakan secara terpadu (Permendiknas. Nomor 22 tahun 2006). Bahkan, ilmu belajar mengajar di SMP tidak diajarkan secara terpadu. Identifikasi diperoleh dari wawancara MGMP guru ilmu Kabupaten Kendal. Berdasarkan latar belakang masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Mengembangkan ilmu pengetahuan Terpadu belajar dengan tema Pencemaran Lingkungan 2) Tentukan kemampuan dari setiap kemampuan dapat dikembangkan melalui Science Terpadu Belajar 3) Mengetahui efektivitas Ilmu Terpadu Belajar untuk meningkatkan penguasaan konsep ilmu pengetahuan bagi siswa. Penelitian ini adalah R & D untuk mengembangkan Set Pembelajaran Sains Terpadu. Sebelum Set Pembelajaran Sains Terpadu diuji untuk kelas eksperimen, instrumen berkonsultasi dan disahkan oleh penasihat. Kemudian dilakukan revisi dan diuji untuk kelas terbatas (sekitar 10 orang), dan kemudian menganalisis efektivitas untuk refleksi dan revisi lagi. Hasil implementasi dari himpunan diuji N-keuntungan dari tes pra-dan pasca-tes, kemudian dilakukan uji-t untuk menentukan apakah Set Pembelajaran Sains Terpadu dapat seefektif Set Sebelumnya untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap konsep, untuk mengetahui kemampuan kinerja siswa apa yang dapat dikembangkan secara optimal. Berdasarkan hasil belajar (penilaian kognitif siswa) dalam penelitian ini diketahui bahwa Sains Terpadu Belajar seefektif Set sebelumnya belajar mengajar. Hasil uji-t dimana t hitung = 0.343318 dan t tabel = 1,674 sehingga Ho diterima, berarti efektivitas penguasaan konsep Sains Terpadu Belajar dari siswa yang sama dengan penguasaan konsep belajar mengajar Set Sebelumnya. Siswa kemampuan untuk mengembangkan fleksibilitas optimal dalam memecahkan masalah, memberikan seluruh ide dan mengembangkan imajinasi dalam merancang alat eksperimental. Mengatur Pembelajaran Sains Terpadu berbasis lingkungan yang telah dikembangkan terdiri dari Silabus, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, Mahasiswa Lembar Penilaian Kemampuan, Lembar Kerja Penilaian Kinerja, dan Hasil Tes Belajar, dan dapat digunakan dengan hasil yang baik. Mengatur Pembelajaran Sains Terpadu yang telah dikembangkan untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap konsep-konsep secara efektif.Legally science teaching learning in junior high should be provided in an integrated ( Permendiknas. Number 22 in 2006). In fact, science teaching learning in junior high school is not taught in an integrated manner. The identification obtained from interviews MGMP science teacher Kendal regency. Based on the background of the problem, then the purpose of this research is as follows: 1) Develop the science Integrated learning with the theme of Pollution Environmental 2) Determining the ability of any abilities can be developed through the Science Integrated Learning 3) Knowing the effectiveness of the Science Integrated Learning to improve mastery of science concepts for students. This research is R & D to develop the Set of Integrated Science Learning. Before the Set of Integrated Science Learning tested to experiment class, the instrument consulted and validated by advisor. Then it conducted revision and tested to limited class (about 10 persons), and then analyzed the effectiveness for reflection and revision anymore. The results of the implementation of the set tested the N-gain of the pre- test and post-test, then performed t-test to determine if the Set of Integrated Science Learning can be as effective as Previous Set for improving students’ mastery of concepts, to determine the performance ability of the students what can be developed optimally. Based on learning outcomes (cognitive assessment of students) in this research note that the Integrated Science Learning as effective as the Previous Set of teaching learning. Results of t-test where t count = 0.343318 and t table = 1.674 that Ho is received, it means the effectiveness of mastery Integrated Science Learning concept of students same with mastery of the concept of Previous Set teaching learning. Student’s ability to develop optimal flexibility in problems solving, giving the whole idea and develop imagination in designing experimental tools. Set of Integrated Science Learning based on environment that has been developed consists of Syllabus, Lesson Plan, Student Sheet Activities, Student Ability Assessment Worksheet, Performance Assessment Worksheet, and Tests Learning Outcomes, and can be used with good results. Set of Integrated Science Learning that has been developed to increase students’ mastery of concepts effectively.

Page 1 of 1 | Total Record : 8