cover
Contact Name
Arum Siwiendrayanti
Contact Email
a_shiwi@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
a_shiwi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Journal of Public Health
ISSN : 22526781     EISSN : 25487604     DOI : -
Core Subject : Health,
Unnes Journal of Public Health (UJPH) is an open access and peer-reviewed journal. It publishes original papers and short reports on all aspects of the science, philosophy, and practice of public health.
Arjuna Subject : -
Articles 635 Documents
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE BALITA DI SEKITAR TPS BANARAN KAMPUS UNNES
Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v1i2.3050

Abstract

Balita rata-rata terkena diare 3–4 kali per tahun dan dapat meninggal bila disertai dehidrasi tanpa penangananyang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadiandiare pada balita yang tinggal di sekitar TPS Banaran-UNNES. Penelitian ini menggunakan pendekatancase control. Populasi penelitian meliputi seluruh balita di wilayah sasaran berjumlah 51 anak. Sampel penelitianterdiri atas sampel kasus dan sampel kontrol dengan perbandingan 1:1. Instrumen penelitian yangdigunakan berupa kuesioner, fly grill, dan roll meter. Hasil analisis hubungan tiap variabel bebas dengankejadian diare sebagai berikut: (1) Tingkat pengetahuan ibu (p=0,001, OR=16); (2) Jenis pekerjaan ibu(p=0,451); (3) Umur ibu (p=0,091); (4) Riwayat pemberian ASI (p= 0,001, OR=28,5); (5) Kebiasaan ibumencuci tangan (p=0,001, OR=16); (6) Jenis SAB (p=1); (7) Jarak SAB ke TPS (p=1); (8) Jenis jamban (p<0,001, OR=9,33); (9) Jenis lantai rumah (p=0,340); (10) Kepadatan lalat (p=0,004, OR=9,33). Simpulandari penelitian ini, faktor risiko diare balita di wilayah sasaran meliputi variabel tingkat pengetahuan ibu, riwayatpemberian ASI, kebiasaan ibu mencuci tangan, jenis jamban, dan kepadatan lalat. Faktor yang bukanmerupakan risiko diare adalah jenis pekerjaan ibu, umur ibu, jenis SAB, jarak SAB ke TPS, dan jenis lantairumah. Saran kepada pihak masyarakat sasaran, Puskesmas Sekaran, dan pihak UNNES agar berpartisipasiaktif dalam upaya menurunkan kejadian diare balita di wilayah Kelurahan Sekaran Kota Semarang
EFEKTIVITAS METODE SURVEILANS BERBASIS KELUARGA TERHADAP PENEMUAN PENDERITA KUSTA DI DESA SAMBONGANYAR KABUPATEN BLORA
Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sambonganyar merupakan desa endemik tinggi kusta. Penemuan penderita aktif yangtelah dilakukan adalah RVS, tetapi RVS belum maksimal. Tujuan penelitian adalah mengetahuiefektifitas metode surveilans berbasis keluarga terhadap penemuan penderita kusta.Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimen Designs dengan rancangan One GroupPretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 49 kepala keluarga yang dipilih secaraPurposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah check list tanda-tandasuspek kusta, lembar karakteristik kepala keluarga dan daftar hadir. Analisisdata dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji Mc Nemar)Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode surveilans berbasis keluarga efektifterhadap penemuan penderita kusta baru karena terdapat perbedaan antara jumlah penderitakusta baru sebelum dan sesudah metode surveilans berbasis keluarga p value 0,03 (p<0,05).Saran yang dapat diberikan adalah masyarakat hendaknya tetap melanjutkan metodesurveilans berbasis keluarga. Bagi petugas kusta Puskesmas Rowobungkulhendaknya setiap tahun melakukan penemuan penderita kusta secara aktif.
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP TOTAL PLATE COUNT DAN SIFAT ORGANOLEPTIK BAKSO DAGING SAPI
Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v1i2.3052

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui alternatif pengganti boraks pada bahan pangan yang dapat diaplikasikan produsen bakso. Penelitian eksperimen dengan populasi 4 bakso berbagai perlakuan dan 10 panelis menggunakan instrumen alat uji mikrobiologi dan formulir penilaian sifat organoleptik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Repeated Anova). Hasil penelitian menunjukkan bakso paling disukai adalah bakso tambahan karagenan yang direndam ekstrak bawang putih 30%. Nilai Total Plate Count bakso jam ke-24 yang dibawah 1×105 adalah bakso menggunakan tambahan karagenan dan bakso menggunakan boraks. Ada pengaruh perendaman ekstrak bawang putih terhadap tekstur (0,013), warna (0,022), aroma (0,001). Saran bagi pemerintah hendaknya mensosialisasikan penggunaan bahan tambahan pangan yang lebih aman. BPOM bekerjasama dengan instansi lainnya menyelenggarakan program produk pangan bebas boraks di Indonesia dan mengharuskan produsen bakso mengirimkan sampel bakso ke Laboratorium pengujian makanan untuk diuji keamanan pangannya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan meneliti perbedaan nilai Total Plate Count dan sifat organoleptik bakso pada suhu ruang, suhu dingin, dan suhu beku. Serta menambahkan perlakuan bakso dengan penambahan Sodium Tri Poly Phospat (STPP)
FAKTOR RISIKO YANG BERKAITAN DENGAN KEJADIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI PENYEMPROT TANAMAN BAWANG MERAH DI DESA SENGON KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN BREBES
Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v1i2.3053

Abstract

Latar belakang: Pestisida,merupakan obat-obatan atau senyawa kimia yang umumnya bersifat racun, digunakanuntuk membasmi jasad pengganggu tanaman, baik hama, penyakit maupun gulma. Penggunaanpestisida yang tidak sesuai anjuran dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.Keracunan pestisida dapat diketahui dengan tes kolinesterase. Hasil pemeriksaan pada petani Desa SengonKecamatan Tanjung Kabupaten Brebes didapat hasil 65,28% mengalami keracunan pestisida. Metode:Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi kasus adalahseluruh petani yang menderita keracunan ringan yang berada di Desa Sengon Kabupaten Brebes dantercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes tahun 2011 yaitu 40 kasus. Populasi kontrol adalah semuapetani yang tidak menderita keracunan dan bertempat tinggal di Desa Sengon Kabupaten Brebes. Sampelseluruh berjumlah 52 petani yang terdiri dari sampel kasus berjumlah 26 dan sampel kontrol berjumlah 26.Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat denganmenggunakan uji chi square. Hasil: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara masa kerja(p-value 0,035), arah semprot terhadap arah angin (p-value 0,005) dan pencampuran jenis pestisida (pvalue0,020) dengan keracunan pestisida, dan tidak ada hubungan antara frekuensi penyemprotan (p-value0,685), dosis pestisida (p-value 0,244), hygiene petani setelah penyemprotan (p-value 1,00) dan penggunaanalat pelindung diri (p-value 0,139) dengan keracunan pestisida. Saran: Saran yang diberikan kepada DinasKesehatan dan Pertanian Kabupaten Brebes adalah melakukan penyuluhan, khususnya petani yang mempunyaimasa kerja >10 tahun tentang penggunaan pestisida yang aman seperti teknik penyemprotan danpencampuran pestisida yang benar, melakukan tes kolinesterase dan memberikan fasilitas misalnya penyediaanAPD berupa masker dan sarung tangan, aliran air dan sabun di sekitar area persawahan. Bagi petaniyang keracunan sebaiknya untuk tidak menggunakan pestisida terlebih dahulu sampai kolinesterasenyakembali normal, mengikuti penyuluhan dan menggunakan pestisida dengan aman
UJI LAPANGAN IKAN SEBAGAI PREDATOR ALAMI LARVA Aedesaegypti DI MASYARAKAT(Studi Kasus di Daerah Endemis DBD Kelurahan Gajahmungkur Kota Semarang)
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v2i4.3054

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada tahun 2011 Kelurahan Gajahmungkur menempati peringkat pertama dari 57 kasus dengan IR penyakit DBD 400,51 per 100.000 penduduk. Ikan merupakan pengendali larva Aedes aegypti yang aman untuk digunakan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari tiga ikan dalam memangsa larva Aedes aegypti di bak penampung air warga(Studi Kasus di Kelurahan Gajahmungkur Kota Semarang). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh warga RW 2 Kelurahan Gajahmungkur Kota Semarang, sampel berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Annova.  Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan prosentase jumlah larva Aedesaegypti yang dimakan oleh ketiga ikan (ikanNila, ikan Mas, dan ikan Cetul) pada hari pertama dimana p (p value) = 0,032 (< 0,05) yang berarti terdapat perbedaan kemampuan dalam memangsa larva Aedesaegypti di masyarakat oleh ketiga ikan pada hari pertama. Saran yang diajukan adalah penggunaan ikan sebagai pengendali biologi larva Aedesaegypti yang aman perlu disosialisasikan agar masyarakat mengetahui dan mempraktekkan secara langsung.
HUBUNGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN IKLIM DI KOTA SEMARANG TAHUN 2006-2011
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v2i4.3055

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan penyakit endemis di Indonesia dan meningkatnya kejadian demam berdarah dengue dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor iklim. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kejadian demam berdarah dengue dengan iklim (suhu, curah hujan, kelembaban, kecepatan angin) di Kota Semarang tahun 2006-2011.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi korelasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder selama 6 tahun (2006-2011). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Pruduct Moment dengan α (0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna sedang dengan arah negatif antara suhu udara dengan kejadian demam berdarah dengue, hubungan yang sedang dengan arah positif antara curah hujan dan kelembaban dengan kejadian demam berdarah dengue, serta hubungan yang tidak bermakna antara kecepatan angin dengan kejadian demam berdarah dengue.Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa suhu udara, curah hujan, dan kelembaban mempunyai hubungan yang bermakna terhadap kejadian demam berdarah dengue. Saran yang diajukan kepada: (1) DKK Semarang, hendaknya mempertimbangkan program pencegahan dan penanggulangan dengan bekerjasama dengan BMKG Kota Semarang; (2) Masyarakat, serta dalam pencegahan dan penanggulangan demam berdarah dengue dengan melaksanakan gerakan 3M khususnya pada bulan basah.(3) Peneliti Selanjutnya; memperluas variabel dan rentang waktu data yang lebih panjang.
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT KEPADATAN LALAT DI PEMUKIMAN SEKITAR RUMAH PEMOTONGAN UNGGAS (RPU) PENGGARON KELURAHAN PENGGARON KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v2i4.3056

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah tingkat kepadatan lalat di pemukiman sekitar RPU Penggaron. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepadatan lalat di pemukiman sekitar RPU Penggaron. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Rancangan penelitian yaitu deskriptif surveidengan menggunakan lembar observasi, fly grill, dan roll meter. Teknik pengumpulan data yaitu observasidan dokumentasi. Datadianalisis secarakuantitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tingkat kepadatan lalat di pemukiman sekitar RPU Penggaron termasuk kategori Rendah (38%). Pemukiman di Zona I (0-≤ 1000 m) terdapat tingkat kepadatan lalat kategori tinggi sebesar 65,6%, sedangkan pemukiman di Zona II (> 1000-≤ 2000 m) terdapat tingkat kepadatan lalat kategori tinggi sebesar 11,6%. Pemukiman yang tidak memenuhi syarat sanitasi sarana pemukiman terdapat tingkat kepadatan lalat kategori tinggi sebesar 36,8%, sedangkan pemukiman yang memenuhi syarat sanitasi sarana pemukiman terdapat tingkat kepadatan lalat kategori tinggi sebesar 0%. Pemukiman yang memiliki ternak terdapat tingkat kepadatan lalat kategori tinggi sebesar 31,1%, sedangkan pemukiman yang tidak memiliki ternak tingkat kepadatan lalat kategori tinggi sebesar 29,8%. Saran kepada pihak masyarakat di Zona I dan Zona II untuk memenuhi persyaratan sanitasi sarana pemukiman. Bagi pihak-pihak terkait agar berpartisipasi aktif dalam upaya menurunkan populasi lalat dan mengelola sampah di Penggaron Kidul, Semarang.
HUBUNGAN ANTARA ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM PHBS RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE DI KECAMATAN KARANGREJA TAHUN 2012
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v2i4.3058

Abstract

Diare merupakan permasalahan besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kasusdiare di Puskesmas Karangreja meningkat sebesar 300% dari Bulan Januari hingga Februari 2012. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara aspek kesehatan lingkungan dalam PHBS (perilaku hidup bersih dansehat) rumahtangga,mencakupvariabelpenggunaan air bersih, penggunaanjamban sehat, perilaku membuang sampah dan penggunaan lantai rumah kedap air, dengan kejadian penyakit diare di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2012. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode survei analitik. Rancangan penelitian ini berupa cross sectional study. Sampel diambil dari populasi 11783 keluarga, menggunakan non-random sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 77 responden. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan check list. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian disimpulkan bahwa tiga variable berhubungan dengan kejadian penyakit diare, yaitu: penggunaan air bersih (p=0,019, r=0,286), penggunaan jamban sehat (p=0,019, r=0,287) dan perilaku membuang sampah (p=0,045, r=0,250). Satu variable tidak ada hubungan, yaitu penggunaan lantai rumah kedap air (p=0,158, r=0,193). Saran bagi masyarakat diharapkan dapat lebih memahami penyebab kejadian diare, agar lebih memerhatikan kebersihan lingkungan, terutama dalam lingkup rumah tangga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan apabila akan dilakukan penelitian berikutnya yang sejenis.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN STREPTOCOCCUS DI UDARA PADA RUMAH SUSUN KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG TAHUN 2013
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v2i4.3059

Abstract

Salah satu ruangan yang berpotensi tinggi untuk mengalami masalah polusi udara dalam ruang adalah rumah susun. Penyebab timbulnya masalah kualitas udara dalam ruangan adalah adanya mikroba. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah keberadaan Streptococcus di udara pada rumah susun Kelurahan Bandarharjo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui factor apa saja yang berhubungan dengan keberadaan Streptococcus di udara pada rumah susun Kelurahan Bandarharjo. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakan Lux meter, Thermo Hygrometer, media Blood Plate Agar, dan kuesioner. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: keberadaan Streptococcus di udara pada rumah susun Kelurahan Bandarharjo sebanyak 43,75%. Unit hunian yang suhunya tidak memenuhi syarat (65,62%), pencahayaannya tidak memenuhi syarat (25%), kelembabannya tidak memenuhi syarat (21,87%), kepadatan huniannya tidak memenuhi syarat (3,12%), dan sanitasi ruangannya tidak memenuhi syarat (40,62%). Saran kepada penghuni rumah susunya itu agar rutin membersihkan rumah dan usahakan selalu membukajendela setiap hari pada pagi hari. Bagi pihak-pihak terkait agar senantiasa berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan perbaikan lingkungan fisik rumah susun mengenai kualitas udara dalam ruang.
TINJAUAN IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG SMK3 DI PT MARIMAS PUTERA KENCANA SEMARANG
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v2i4.3060

Abstract

Tujuan inti dari suatu penerapan SMK3 adalah member perlindungan kepada pekerja. Bagaimana pun, pekerja adalah asset perusahaan yang harus dipelihara dan dijaga keselamatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tinjauan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang SMK3 di PT Marimas Putera Kencana Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus. Obyek penelitian ini adalah SMK3 di PT Marimas Putera Kencana Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SMK3 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 oleh PT Marimas Putera Kencana Kota Semarang sebesar 75%. Permasalahan yang dialami oleh PT Marimas Putera Kencana dalam implementasi SMK3 secara garis besar antara lain: Belum adanya P2K3, dijumpai indicator kinerja yang tidak dapat diukur, peraturan bersifat normatif, dokumen tentang K3 yang tersedia belum mencukupi serta, belum mempunyai sirine tanda bahaya kebakaran di departemen produksi. Disarankan kepada PT Marimas Putera Kencana untuk meningkatkan implementasi SMK3 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 dengan segera membentuk P2K3 di perusahaan, pembuatan prosedur SMK3 yang masih belum ada, perlengkapan seperti sirine tanda bahaya segera di pasang di semua unit kerja, prosedur yang sudah ada hendaknya dijalankan sesuai peraturan dan tidak normative saja, informasi mengenai K3 perusahaan diberikan juga kepada pihak eksternal (pemasok dan pelanggan).

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2024): Unnes Journal of Public Health Vol 12 No 2 (2023): Unnes Journal of Public Health Vol 12 No 1 (2023): Unnes Journal of Public Health Vol 11 No 2 (2022): Unnes Journal of Public Health Vol 11 No 1 (2022): Unnes Journal of Public Health Vol 11 No 1 (2022): Articles in Press Vol 10 No 2 (2021): Unnes Journal of Public Health Vol 10 No 1 (2021): Unnes Journal of Public Health Vol 9 No 2 (2020): Unnes Journal of Public Health Vol 9 No 1 (2020): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 2 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 2 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 1 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 1 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 4 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 4 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 3 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 3 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 1 (2017): Unnes Journal Of Public Health Vol 6 No 1 (2017): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 4 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 4 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 3 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 3 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 2 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 1 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 1 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 4 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 4 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 2 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 1 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 1 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 3 No 4 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 4 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 3 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 3 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 2 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 2 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 1 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 1 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 1 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 1 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Public Health Articles in Press More Issue