cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Journal of Mathematics Education Research
ISSN : 22526455     EISSN : 25024507     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2017): December 2017" : 30 Documents clear
Analisis Representasi Matematis Ditinjau dari Kreativitas dalam Pembelajaran Cps dengan Asesmen Diagnostik Intan Permata, Jeliana; Sukestiyarno, YL.; Hindarto, Nathan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.147 KB)

Abstract

Kemampuan representasi matematis (KRM) merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Siswa mengalami kesulitan dalam merepresentasikan permasalahan matematika. Kesulitan-kesulitan tersebut perlu diketahui agar guru mampu merencanakan pembelajaran. Pembelajaran CPS dengan asesmen diagnostik, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan representasi matematis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) menguji keefektifan pembelajaran CPS dengan asesmen diagnostik terhadap kemampuan representasi matematis siswa, 2) menganalisis representasi matematis ditinjau dari kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan concurent embedded design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran CPS dengan asesmen diagnostik efektif melalui uji ketuntasan diperoleh , uji beda rata-rata diperoleh dengan uji SPSS nilai sig dengan uji pengaruh diperoleh nilai sig dengan = 5% dan terjadi peningkatan kreativitas dan keterampilan representasi matematis pada siswa pilihan. Siswa kategori kreativitas tinggi lebih unggul pada indikatorrepresentasi bahasa dan simbol dari pada kategori kreativitas sedang dan lebih unggul dari pada kategori kreativitas rendah. Pada kategori kreativitas sedang lebih unggul pada representasi gambar dibandingkan kedua kategori lainnya. Siswa pada kategori sedang dan rendah mengalami kesulitan dalam penggunaan representasi simbol. Siswa pada kategori rendah mengalami kesulitan dalam menuliskan langkah-langkah penyelesaian dengan kata-kata. Mathematically representation skills (KRM) is an important aspect in mathematics learning. Students difficulty in mathematicaly representation problems. These difficulties need to be known teacher is able to plan the lesson. CPS learning with diagnostic assesment approach and make student improve the mathematically representation skills. The research aim to (1) test the effectiveness of CPS learning with diagnostic assesment on mathematically representation skills, (2) analyzing mathematically representation skills from the students creativity. This reasearch used mixed method with concurent embedded design. Subject of research are student of 8th grade. Result of research show CPS learning with diagnostic assesment is effective through the test of completeness to get , the average difference test with SPSS test to get sig , testregression get sig with = 5% and an increase in creativity and mathematically representation skills in the selected students. student s with high creativity category are good on= indicators of language representation and symbols more than creativity on category moderate and low. Students on category moderate have good skills mathematically representation on picture. Difficulty on use symbol representation on students moderate and low creativity. Students in the low category have difficulty writing down the settlement steps with words.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Ditinjau dari Self Efficacy Peserta Didik melalui Inductive Discovery Learning Najiha Nadia, Lana; Budi Waluyo, ST.; Isnarto, Isnarto
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.186 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menguji kualitas Inductive Discovery Learning terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik, (2) menganalisis kemampuan representasi matematis ditinjau dari self efficacy peserta didik pada Inductive Discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mixed method) tipe concurrent embedded, dimana metode penelitian kualitatif lebih ditekankan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang. Sampel penelitian adalah dua dari lima kelas yang ada pada kelas VII (dipilih kelas eksperimen dan kelas kontrol). Pada kelas eksperimen dilakukan pengkategorian ditinjau dari self efficacy masing-masing peserta didik (self efficacy tinggi, sedang, dan rendah). Setiap kategori self efficacy diambil dua peserta didik untuk dijadikan subjek penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui (1) pengumpulan data kuantitatif dengan tes dan kuesioner, (2) pengumpulan data kualitatif dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tahap perencanaan pembelajaran dinyatakan dalam kategori baik dari perolehan skor penilaian perangkat pembelajaran 3,954; tahap pelaksanaan pembelajaran dinyatakan dalam kategori baik dari perolehan rata-rata penilaian aktivitas guru 4,108; dan tahap penilaian menggunakan uji ketuntasan klasikal (lebih dari 75% dari seluruh peserta didik kelas eksperimen tuntas secara klasikal) dan uji beda rata-rata (t hitung > t tabel dinyatakan rata-rata kemampuan kelas ekspeimen lebih dari rata-rata kemampuan representasi matematis kelas kontrol). Dari ketiga tahap tersebut dapat diperoleh kesimpulan kualitas pembelajaran melalui IDL terhadap kemampuan representasi peserta didik termasuk kategori baik, (2) Peserta didik dengan self efficacy tinggi dapat menggunakan semua indikator representasi matematis dengan maksimal dibandingkan dengan peserta didik dengan self efficacy sedang dan rendah. The purpose of this study are (1) Inductive Discovery Learning quality of voice to the ability of mathematical representation of learners, (2) the ability to represent themselves from self-learning. This research is a combination research (mixed method) type of concurent embedded, where qualitative research method is more emphasized. The population in this research is all students of class VII Islamic Junior High School Sultan Agung 4 Semarang. The study sample is two of the five classes that exist in class VII (selected experimental class and control class). In the experimental class, categorization is done in terms of self efficacy of each learner (self efficacy is high, medium, and low). Each category of self-efficacy is taken by two students to be the subject of qualitative research. Data collection was conducted by (1) completion of quantitative data with tests and questionnaires, (2) completion of qualitative data with interviews and documentation. The results showed: (1) learning planning stage in good category of score assessment appraisal tool 3.954; Stage of learning implementation in the category of both average work average 4,108; And the assessment stage uses classical exhaustiveness test (more than 75% of all classical experiments class experiments are classical) and average difference test (t count = 15.92> t table = 1.675 average ability of expeimen class higher than average The ability of the mathematical representation of the control class). From the three stages can be obtained through the quality of learning through IDL to the ability of student representation including good category, (2) learners with high self efficacy can use all indicators of mathematical representation with the maximum compared with learners with moderate and low self efficacy.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Self-Efficacy Siswa pada Model Pembelajaran Mea Juhrani, Juhrani; Suyitno, Hardi; Khumaedi, Khumaedi
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.567 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji ketuntasan kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran MEA, (2) mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis berdasarkan self efficacy siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mix method) tipe concurred embedded, dimana metode penelitian kualitatif lebih ditekankan. Pengumpulan data dilakukan melalui (1) pengumpulan data kuantitatif dengan tes dan kuesioner, (2) pengumpulan data kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ungaran yang terdiri dari enam orang (masing-masing 2 subjek dengan self efficacy tinggi, sedang dan rendah). Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang memilih 2 siswa dalam setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penilaian menggunakan uji ketuntasan klasikal (lebih dari 75% dari seluruh siswa kelas eksperimen tuntas secara klasikal), uji ketuntasan rata-rata (rata-rata kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen lebih dari KKM). Dari tahapan uji tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi siswa pada model pembelajaran MEA mencapai ketuntasan, (2) Siswa dengan self efficacy tinggi dapat menggunakan semua indikator komunikasi matematis dengan maksimal. Sedangkan siswa dengan self efficacy sedang dan rendah belum bisa mengungkapkan ide-ide matematis secara maksimal. The purpose of this research is (1) to examine the exhaustiveness ability of students 'mathematical communication in MEA learning model, (2) to describe the ability of mathematical communication in terms of self efficacy. This research is a combination research (mix method) type concurred embedded, where qualitative research method is more emphasized. Data collection is done through (1) quantitative data collection with tests and questionnaires, (2) qualitative data collection with interview, observation, and documentation. The subjects of this research were students of class VIII of SMP Negeri 3 Ungaran consisting of six people (2 subjects each with high, medium and low self efficacy). Determination of subjects use purposive sampling technique with selected 2 students in each group. The results showed: (1) assessment using classical exhaustiveness test (more than 75% of all experiment class students are classical completeness), average exhaustiveness test (average ability of students 'mathematical communication in experimental class more than KKM). From the test phase can be concluded that the students' mathematical communication in the learning model MEA were completeness, (2) Students with high self efficacy can use all indicators of mathematical communication with the maximum. While students with moderate and low self efficacy have not been able to express mathematical ideas with the maximum.
Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Self-Efficacy Siswa dalam Implementasi Model Pembelajaran Arias Berpendekatan Saintifik Suci Fajariah, Eka; Karomah Dwidayati, Nur; Cahyono, Edy
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.546 KB)

Abstract

Lima standar kemampuan matematis yang harus dimiliki siswa salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah. Salah satu pendukung peningkatan kemampuan pemecahan masalah adalah adanya self-efficacy pada diri siswa. Penerapan model pembelajaran ARIAS berpendekatan saintifik diharapkan efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran ARIAS berpendekatan saintifik yang telah ditetapkan dan menganalisis kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari self-efficacy siswa dalam model pembelajaran ARIAS dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mixed methods) dengan tipe strategi konkuren embedded. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Semarang dengan subjek penelitian diambil dari kelas eksperimen yang terdiri dari enam orang, yaitu masing-masing ada dua subjek dengan self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS berpendekatan saintifik efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah berdasarkan uji keefektifan yaitu uji ketuntasan rata-rata dengan , uji proporsi dengan zhitung = 2,61 > ztabel = 1,65, uji perbedaan rata-rata dengan thitung = 2,309 > ttabel = 1,67, dan uji beda proporsi dengan zhitung = 1,87 > ztabel = 1,65. Selain itu, siswa dengan self-efficacy tinggi sudah mampu mencapai keempat aspek dari kemampuan pemecahan masalah, sedangkan self-efficacy sedang dan rendah belum mencapai secara maksimal keempat aspek dari kemampuan pemecahan masalah One of my five standards of mathematical ability that must be owned is solving ability. One of the supporters to increase Problem-Solving Ability is self-efficacy in students. The application of ARIAS approach model of scientific approach is expected to solve the problem that happened. This study aims to determine the effectiveness of ARIAS model of with scientific approach that has been established and analyze the problem-solving abilities in terms of student self-efficacy in the ARIAS learning model with scientific approach. This research is a combination research (mixed methods) with embedded concurrent strategy type. The population in this study is the students of class VIII SMP Negeri 15 Semarang with research subjects taken from the experimental class consisting of six people, each of which there are two subjects with high, medium, and low self-efficacy. The results show that ARIAS Learning model with scientific approach is effective to improve problem solving ability based on the effectiveness test that is the average mastery test with , the proportion test with zhitung = 2,61 > ztabel = 1,65, test Average difference with thitung = 2,309 > ttabel = 1,67, and test the difference of proportion with zhitung = 1,87 > ztabel = 1,65. In addition, high self-efficacy students are able to achieve the four aspects of problem-solving ability, while moderate and low self-efficacy have not reached the maximum of four aspects of problem-solving abilities.
Bahan Ajar Aljabar Linear Berbasis Kemampuan Pemahaman Matematis Dwi Rosita, Cita; Nopriana, Tri; Liliana Kusuma Dewi, Irmawati
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.977 KB)

Abstract

Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mendesain bahan ajar Aljabar Linear yang dapat memfasilitasi berkembangnya kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Metode Penelitian yang digunakan adalah Pengembangan (Research and Development) yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Agar diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan harapan penelitian maka skema penelitian kali ini hanya sampai pada tahapan pengembangan. Pada tahapan pendahuluan dilakukan analisis profil mahasiswa meliputi analisis kemampuan awal matematis (KAM) mahasiswa dan motivasi belajar mahasiswa. Pada tahapan pengembangan dilakukan kegiatan validasi ahli dan uji praktikalitas terhadap bahan ajar. Hasil yang diperoleh pada tahap pengembangan adalah penilaian para ahli (validator) terhadap bahan ajar yang telah dirancang berada pada kategori valid dengan revisi kecil pada bagian soal-soal latihan. Hasil uji praktikalitas bahan ajar diperoleh persentase sebesar 87,81% dengan interpretasi sangat praktis. Sementara itu, hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan dapat menuntaskan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa baik secara klasikal maupun individual. This research specifically aims to design a Linear Algebra courseware that can facilitate the development of students' mathematical understanding skills. Research Methods used are the Research and Development which consists of three stages are the preliminary stage, development stage, and the stage of dissemination. In order to obtain the material that is in accordance with the expectations of research, the research scheme this time only to the stage of development. In the preliminary stage, student profile analysis includes analysis of students' prior mathematical knowledge (PMK) and student achievement motivation. At the stage of development carried out expert validation activities and practicality test of courseware. The results showing that the development stage is the assessment of the experts (validator) that have been designed to be in a valid category with a small revision on the part of the exercise. The result of the experimental test of the courseware obtained the percentage of 87.81% with very practical interpretation. Meanwhile, the results of limited trials indicate that the courseware that have been developed to complete the skill of students' mathematical understanding both in classical and individual.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Ditinjau dari Kecerdasan Emosional Pada Pembelajaran Cps Berbantuan Hands On Activity
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui kualitas pembelajaran matematika pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity; (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari kecerdasan emosional setelah diajar dengan model pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity; dan (3) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari keterampilan Hands on Activity setelah diajar dengan model pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods model concurrent embedded. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan inventori kecerdasan emosional, Tes Kemampuan Literasi Matematika (TKLM) dan lembar observasi. Data akhir dianalisis dengan uji rata-rata, uji proporsi, uji beda proporsi dan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity berkualitas baik secara kualitatif dan kuantitatif; (2) siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dan sedang belum menguasai ketujuh komponen literasi matematika sedangkan siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sudah menguasai tujuh komponen literasi matematika dan (3) siswa yang memiliki keterampilan Hands on Activity rendah dan sedang belum menguasai ketujuh komponen literasi matematika sedangkan siswa yang memiliki keterampilan Hands on Activity tinggi sudah menguasai tujuh komponen literasi matematika. Guru perlu memberikan penekanan pada komponen literasi matematika yang belum dikuasai siswa dengan menjadikannya sebagai soal-soal untuk tugas atau PR. _______________________________________________________________ _ The purposes of this research are: (1) to know the quality of mathematics learning resulted from the class which applies CPS learning supported by Hands on Activity; (2) to describe mathematical literacy ability of students regarded from emotional intelligence after applying CPS learning model supported by Hands on Activity; and (3) to describe mathematical literacy ability of students regarded from Hands on Activity skill after applying CPS learning model supported by Hands on Activity. This research uses mixed method type of research using concurrent embedded model with quantitative method as the primary method. The data in this research were obtained by using emotional intelligence inventory, TKLM and observation sheets. Final data analysis using mean test, proportional test, proportional differentiation test, and mean differentiation test. Results of the research proved that: (1) CPS learning supported by Hands on Activity resulted in good learning quality viewed from both qualitative and quantitative aspects; (2) student with low and average emotional intelligence cannot thoroughly comprehend seventh components of mathematical literacy while student with high emotional intelligence were able to comprehend seven components of mathematical literacy. Student with low and average Hands on Activity skill cannot thoroughly comprehend seventh components of mathematical literacy, while student with high Hands on Activity skill were able to comprehend seven components of mathematical literacy. The teacher needs to give emphasis on mathematical literacy component which had not been mastered by students by using it as a task or homework.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Berdasarkan Gaya Belajar Siswa pada Model Pembelajaran Vak dengan Self Assessment
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koneksi matematis adalah interrelasi antara situasi, masalah, dan ide-ide matematis dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam menyelesaikan masalah yang satu dengan masalah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kualitas pembelajaran VAK dengan self assessment terhadap kemampuan koneksi matematis, (2) mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa berdasarkan gaya belajar pada model pembelajaran VAK dengan self assessment. Penelitian ini menggunakan jenis mixed method dengan desain concurent embedded. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 9 Semarang. Pengambilan data gaya belajar menggunakan kuesioner, pengambilan data kemampuan koneksi matematis menggunakan tes dan pengambilan data self assessment menggunakan lembar penilaian. Kualitas pembelajaran secara kualitatif dinilai dari tahap perencanaan, pelakasanaan, dan penilaian. Hasil tes kemampuan koneksi matematis dianalisis secara kuantitatif dengan uji rata-rata, uji kutantasan, uji beda rata-rata, dan uji beda proporsi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran VAK dengan self assessment berkualitas baik secara kualitatif dan kuantitatif. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan koneksi matematis yang paling tinggi, siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan koneksi matematis sedang, dan siswa dengan gaya belajar auditori memiliki kemampuan koneksi matematis paling rendah. _______________________________________________________________ _ Mathematical connection is the interrelation amongst situation, problem, and mathematical ideas and to apply acquired knowledge in solving one problem to other ones The aims of this research are: (1) to determine the quality of VAK learning with self assessment toward mathematical connection ability; (2) to describe mathematical connection ability in students based on learning style on VAK learning model with self assessment. This research applied mixed method with concurrent embedded design. Subject of this research is 8th grade students of State Junior High School 9 Semarang. Learning style data was collected through questionnaires, while mathematical connection ability data was collected through test usage, and self assessment data was collected through assessment sheets. The quality of learning was qualitatively valued from planning stage, performing stage, and assessment stage. The result of mathematical connection ability test was analyzed qualitatively using mean test, comprehensive test, mean deviation test, and deviation proportion test. Result of this research shows learning quality of VAK learning model with self assessment is considered well both qualitatively and quantitatively. Students who applied visual learning style have the highest mathematical connection ability, Students who applied kinesthetic learning style have the medium mathematical connection ability, and Students who applied auditory learning style have the lowest mathematical connection ability.
Kecemasan Matematik Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Pemecahan Masalah
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan matematik yang dialami siswa kelas XI IPA-2 dan XI IPS-2 SMA Negeri 12 Semarang, bagaimana tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI IPA-2 dan XI IPS-2 SMA Negeri 12 Semarang berdasarkan kecemasan matematiknya, dan bagaimana pengaruh kecemasan matematik terhadap kemampun pemecahan masalah matematik siswa kelas XI IPA-2 dan XI IPS-2 SMA Negeri 12 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan terhadap 35 siswa kelas XI IPA-2 dan 35 siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 12 Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian adalah 1) siswa XI IPA SMA Negeri 12 Semarang yang memiliki kecemasan matematik sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah berdasarkan rata-rata kecemasan matematiknya berturut-turut adalah 0%, 2,86%, 97,14%, dan 0%, sedangkan siswa XI IPS-2 SMA Negeri 12 Semarang 0%, 17,14%, 71,43%, dan 11,43%, 2) rata-rata kecemasan matematik siswa XI IPS-2 SMA Negeri 12 Semarang lebih tinggi dibandingkan rata-rata kecemasan matematik siswa XI IPA-2 SMA Negeri 12 Semarang, 3) pada siswa XI IPA-2 SMA Negeri 12 Semarang kecemasan matematik mempunyai hubungan yang linear dan berkorelasi negatif dengan kemampuan pemecahan masalah, sedangkan siswa XI IPS-2 SMA Negeri 12 Semarang kecemasan matematik dan kemampuan pemecahan masalah memiliki hubungan yang tidak linear. Guru hendaknya mampu menginspirasi siswa akan betapa pentingnya matematika dan pemecahan masalah matematik dalam kehidupan sehari-hari. The objective of this research is how is the level of mathematic anxiety, the level of students capability in mathematic problem solving, and how does mathematic anxiety affect the capability of mathematic problem solving experience by the students of eleventh grade in science and social programs of Twelfth State Senior High School Semarang. This research use qualitative and quantitative method. The research was done in 35 students in science program and 35 students in social program of eleventh grade. The data collection techniques are questionnaire, observation, interview, and test. The results of the research are 1) the mathematic anxiety of students of science program in eleventh grade on the Twelfth State Senior High School are very high, high, low and very low based on the average of mathematic anxiety 0%, 2,86%, 97, 14%, and 0%, in social program are 0%, 17,14%, 71,43%, and 11,43%, 2) the average of mathematic anxiety in social program is higher than science program students 3) in students of science program, the mathematic anxiety has a linear relationship and have negative correlation toward mathematic problem solving. Whereas students in social program, their mathematic anxiety and the problems solving are not linear. The teachers should able to give inspiration to their students about how important mathematic learning and mathematic problems solving in their daily activities.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika dan Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa pada Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Schoology
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi matematika merupakan kemampuan untuk memformulasikan, menerapkan dan menginterpretasikan matematika ke dalam berbagai konteks, meliputi kemampuan untuk bernalar secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, dan fakta untuk mendeskripsikan, menjelaskan, atau memprediksikan suatu fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kriteria kualitas pembelajaran PjBL berbantuan Schoology, dan (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika dan karakter rasa ingin tahu epistemik siswa kelas XI IPA SMA Karangturi Semarang pada pembelajaran PjBL berbantuan Schoology pada materi turunan fungsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan concurrent embedded design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPA SMA Karangturi Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa pada pembelajaran berbasis proyek berbantuan Schoology berkualitas baik. Kemampuan – kemampuan yang memperoleh pengaruh dari peningkatan karakter rasa ingin tahu peistemik tersebut diantaranya adalah communicating, mathematizing, representation, reasoning, using symbolic formal and technical operation dan using mathematics tools. Mathematics Literacy is the ability to formulate, apply and interpret mathematics in various contexts, including the ability to do mathematical reasoning and use concepts, procedures, and facts to describe, explain or predict phenomena of events. This study aims to (1) get the information of the learning quality of PjBL with Schoology, and (2) to describe the ability of mathematical literacy and the students epistemic curiosity of grade XI in SMA Karangturi Semarang on PjBL with Schoology on the derivative. This research uses mixed method research with concurrent embedded design. The results showed that students' mathematical literacy skills on project based learning with Schoology get the good quality. The capabilities such influenced by the gaining of epistemic curiosity include communicating, mathematizing, representation, reasoning, using formal symbolic and technical operations and using mathematics tools.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika melalui Model Missouri Mathematics Project dengan Pendekatan Open-Ended
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui kualitas pembelajaran model Missouri Mathematics Project (MMP) dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp, (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa pada pembelajaran model MMP dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp di tinjau dari kemampuan awal matematika siswa, dan (3) mendeskripsikan kemandirian belajar siswa pada pembelajaran model MMP dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp. Jenis penelitian ini adalah mixed methods menggunakan model concurrent embedded dengan sampel penelitian terpilih kelas X MIPA 8 kelas eksperimen dan kelas X MIPA 7 kelas kontrol. Cara pengumpulan data menggunakan metode pemberian tes, angket respon siswa, observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran model MMP dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp memenuhi kategori minimal baik, kemampuan literasi matematika siswa kelompok atas sangat baik, kemampuan literasi matematika siswa kelompok tengah kategori baik, dan kemampuan literasi matematika siswa kelompok bawah kategori cukup baik. Kemandirian belajar siswa melalui pembelajaran model Missouri Mathematics Project dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp mencapai kategori baik dengan peningkatan sedang dan respon siswa mencapai kategori baik. Melalui grup diskusi belajar pada whatsapp dapat membantu siswa menyelesaikan tugas yang di berikan guru. This study aims (1) to determine the quality of learning model of Missouri Mathematics Project (MMP) with open-ended approach assisted by whatsapp, (2) to describe students' mathematical literacy skills in learning MMP model with open-ended approach of whatsapp in review of students' early mathemathic skills, and (3) to describe learning independence students on learning MMP model with open-ended approach assisted by whatsapp. The type of research is mixed methods by using concurrent embedded model with selected research sample class X MIPA 8 as an experimental class and class X MIPA 7 as a control class. Methods of data collection use giving tests, questionnaire student response, observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use quantitative and qualitative. The result of the research shows that the quality of learning of MMP model with open-ended approach assisted by whatsapp meets the good minimum category, the extremely good of the ability students' mathematical literacy of the upper class, the good of the students' mathematics literacy ability of the middle category, and the good enough of the students' mathematics literacy ability of the lower class. Student learning independence through learning model of Missouri Mathematics Project with whatsapped aid-oriented open-ended approach achieved good category with moderate improvement and students' response achieved good category. Through the discussion group learning on whatsapp, it can help students to finish the tasks that teachers give.

Page 2 of 3 | Total Record : 30