cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bimbingan Konseling
ISSN : 22526900     EISSN : 25024531     DOI : -
Core Subject : Education,
JBK publishes original manuscripts relating to the following: school counseling; career counseling; couple, marriage, and family counseling; mental health; counseling supervision; theory development; professional counseling ethics; international counseling and multicultural issues; program applications; and integrative reviews from counseling and related fields.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2012): November 2012" : 10 Documents clear
LAYANAN INFORMASI KARIER TEHNIK e-LEARNING MEMANTAPKAN PILIHAN KARIER SISWA KELAS X SMA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.657

Abstract

Era baru dalam dunia pendidikan, yaitu diperkenalkannya reformasi pendidikan yang berkaitan erat dengan system informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan, penelitian ini bertujuan 1) mengetahui kondisi pelaksanaan layanan karier di SMAN 1 Ponorogo 2) menemukan model layanan informasi karier dengan tehnik e-Learning 3) mengetahui tingkat keefektifan layanan informasi karier dengan tehnik e-Learning. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Metode yang dipakai one group pre test post test. Hasil dan simpulan penelitian ini adalah 1) mengetahui pelaksanaan layanan informasi karier di SMAN 1 Ponorogo 2)diketemukannya model layanan informasi karier dengan tehnik e-Learning untuk memantapkan arah pilih karier siswa kelas X 3) mengetahui tingkat keefektifan model layanan informasi karier dengan tehnik e-Learning untuk memantapkan arah pilih karier siswa kelas X.Seeing a new era in education, namely the introduction of educational reforms that are closely related to the information systems needed in the development of education, then developed a career information service with e-Learning techniques aimed at 1) see the condition of the implementation of career services at SMAN 1 Ponorogo 2) find the implementation models career information with e-Learning techniques 3) look at the effectiveness of career information service with e-Learning techniques. Research and development is a method used to produce a particular product, and test the effectiveness of the product. Results and conclusions of this study were 1) to know the implementation of career information service in SMAN 1 Ponorogo 2) the discovery of career information service model with e-Learning techniques for establishing the direction select careers class X 3) determine the effectiveness of career information service model with techniques of e-Learning to select a career direction establish class X
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS AJARAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.658

Abstract

Konsep diri positif, akan mengembangkan sifat kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realistis, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Tujuan Penelitian ini adalah ditemukannya model bimbingan kelompok berbasis ajaran Islam yang dapat meningkatkan konsep diri siswa, ditemukannya tingkat keefektifan model bimbingan kelompok berbasis ajaran Islam untuk meningkatkan konsep diri siswa. Model Bimbingan kelompok berbasis Ajaran Islam terbukti efektif dalam meningkatkan konsep diri siswa. Hal ini terlihat dari perubahan konsep diri siswa antara sebelum diberi perlakuan dengan setelah diberi perlakuan. Perubahan yang terjadi adalah peningkatan 50, 80%. Perhitungan uji statistik menunjukkan bahwa t = 7,753 dengan p = 0,00 (p < 0,05)  yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan konsep diri siswa antara sebelum diberi perlakuan dengan setelah diberi perlakuan. Positive self-concept will develop traits such as confidence, self esteem and the ability to see himself realistically, that will foster good social adjustment.  The purpose of this study are: to discovery of the Islamic based group guidance model can enhance students ‘self concept, discovery of the effectiveness of the guidance models based group of Islamic teaching to enhance students’ self-concept. It is seen from the change in student self-concept among treated before  after treated with. The changes is an increase of 50, 80%.Calculation results of statistical tests show that t = 7.753 with p = 0.00 (p <0.05) which means that there are significant differences between students’ self concept before given treatment and after being given the treatment.
KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.659

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan empirik yang menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bae Kudus tahun pelajaran 2011/212 mayoritas berada pada kategori sedang. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa. Faktanya pada uji hipotesis menunjukkan bahwa semua indikator kepercayaan diri siswa mengalami peningkatan yang signifikan setelah mendapatkan intervensi konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa semua indikator  kepercayaan diri  memperoleh  nilai  signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05. Dengan demikian hipotesa nol (Ho) yang berbunyi  rata-rata kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah eksperimen adalah identitik/sama ditolak. Artinya rata-rata kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah intervensi terdapat perbedaan atau mengalami peningkatan. The research was conducted based on empirical findings that showed the confidence level of grade VIII students of SMP Negeri 4 Bae Kudus academic year 2011/2012 on offair category. This research aimed to produce a model of group counseling to enhance students’ confidence. The research results showed that the model of group counseling with cognitive restructuring techniques effectively increased the confidence of the students. In fact, the hypothesis test showed that all the indicators of self-confidence of students had increased significantly after intervention a counseling group with cognitive restructuring techniques intervention. The results of processing the data showed that all indicators of the confidence gained the significance value or the probability value of <0.05. Thus the null hypothesis (Ho), which read the average confidence of students before and after the experiment was identi / as rejected. This means that on average students’ confidence before and after the intervention there is a difference or increased.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK FUN GAME UNTUK MENGURANGI KECEMASAN BERBICARA DIDEPAN KELAS
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.684

Abstract

Kecemasan berbicara di depan kelas merupakan salah satu ketakutan terbesar yang dialami oleh manusia. Seringkali siswa merasa cemas apabila harus melakukan presentasi di depan kelas. Pada umumnya kecemasan berbicara di depan kelas bukan disebabkan oleh ketidakmampuan individu, tetapi sering disebabkan oleh adanya gangguan fisik, psikologis dan behavioral. Oleh karena itu untuk membantu siswa yang mengalami kecemasan berbicara di depan kelas dapat dilakukan melalui model bimbingan kelompok dengan teknik fun game. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk menguji efektifitas model bimbingan kelompok dengan teknik fun game untuk mengurangi kecemasan berbicara di depan kelas siswa kelas VII SMP Negeri 2 Brangsong. Analisis penelitian menggunakan uji-t, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan antara sebelum diberi layanan bimbingan kelompok dengan teknik fun game dan sesudah diberi layanan bimbingan kelompok dengan teknik fun game. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik fun game efektif untuk mengurangi kecemasan berbicara di depan kelas siswa. Sehingga diharapkan model ini dapat digunakan konselor dalam pelayanan mengurangi kecemasan berbicara siswa.Anxiety about speaking in front of the class is one of the greatest fears experienced by humans. Students often feel anxious whenever they have to give a presentation to the class. In general, anxiety about speaking in front of the class is not caused by the inability of the individuals, but it is often caused by physical, psychological and behavioral problems. Therefore, helping students who experience speaking anxiety when they have to speak in front of the class can be done through group guidance using fun game techniques. The conducted study is a research and development program aimed to test the effectiveness of group guidance using fun game techniques to reduce anxiety about speaking in front of the class of Grade VII students at SMP Negeri 2 Brangsong. Analysis of the data was performed using the t-test, it can be concluded that there was a significant decrease in the level of anxiety after the guidance using fun game technique. The decline shows that group guidance using fun game techniques was effective to reduce anxiety about speaking in front of the class of among students. It is expected that this model can be used by counselors to reduce students’ speaking anxiety.
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.685

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan bimbingan kelompok  dengan teknik simulasi. Penelitian in menggunakan pendekata Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development). subjek penelitian adalah 10 siswa kelompok kontrol dan 10 siswa kelompok eksperimen yang ditentukan  dengan teknik stratified proporsional random sampling. Validasi penelitian pengembangan ini dengan para ahli bimbingan dan konseling, dan para paktisi / konselor serta teman sejawat di SMP BAE Kudus. Hasil secara umum dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok dengan teknik simulasi efektif untuk meningkatkan kecerdasan emosi sis-wa, karena ditemukan bahwa uji t = -14.930 > t table 5 % = 2,262, maka dapat dikatakan bahwa t hitung > t table.The purpose of the study is to (1) find out the implementation of group counseling services to increase students’ emotional intelligence, (2) find out the model of the group counseling with effective simulation techniques to enhance the emotional in-telligence of students, (3) determine the level of effectiveness of group counseling models with simulation techniques to enhance the emotional intelligence of students. This study used a research design development stages as follow: (1) Preliminary studies, (2) Planning, (3) The development of hypothetical models, (4) Review of the hypothetical model, (5) Revision, (6) Limited trial to the group counseling model with simulation techniques to increase emotional intelligence. The subject of the test was students of Grade VII of SMP N 2 Bae Kudus Academic Year 2010/2011. Technically, it was done as follow: descriptive analysis method, collaborative partic-ipatory methods, and Quasi-experimental methods. General results in this study indicated that the model of group counseling with the simulation techniques was effective to enhance the emotional intelligence of stu-dents, because it was found out that t test = -14 930> t table 5% = 2.262. It can be said that the t count> t table.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK FUN GAME UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF VERBAL SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.687

Abstract

Perilaku agresif verbal merupakan salah satu fenomena yang menunjukkan perilaku tidak  dapat  mengontrol emosi atau bersikap  agresif, seperti  kasar  terhadap  orang  lain,  suka bertengkar mulut, memaki-maki, sering mengolok-olok dan bertemperamen tinggi. Ada 16% siswa kelas X SMK Negeri 8 Semarang yang menunjukkan berperilaku agresif verbal. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah dan berkurangnya perilaku agresif verbal siswa yang selama ini terjadi, (2) menemukan model yang efektif untuk mengurangi perilaku agresif verbal  siswa, (3) mengetahui tingkat keefektifan model bimbingan kelompok teknik fun game  untuk mengurangi perilaku agresif verbal  siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) tahap revisi model berdasarkan  hasil uji coba terbatas. Teknik analisa data yang digunakan adalah nanalisis deskreptif dan analisis statistik uji t dan uji anova. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 8 Semarang kelas X jurusan Multi Media yang berjumlah 108 siswa dan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan jumlah sebanyak 10 siswa. Model bimbingan kelompok teknik fun game efektif dan dapat mengurangi perilaku agresif verbal  siswa. Hasil tes menunjukkan menurunnya skor pre test dan post test pada skala perilaku agresif verbal  siswa mencapai 28,29% dibandingkan sebelum diberi perlakuan bimbingan kelompok. Verbal aggressive behavior is one of the phenomena that show behavioral can not emotional control or  verbal aggressive behavior, such rude to others, mouth cuarrelsome, cursing, mocking, and often temper. Theres 16% student of grade X  of SMK 8 Semarang showing verbal aggressive behavior. This behavior is one factor of the mayor factor that can influence the succses of one’s life, because of frecuent verbal aggressive behavior can lead the hostility among students. this study aims to determine (1) the real condition of the group with technical guidance Fun Game to reduce aggressive verbal behavior 8 Semarang vocational students, (2) find the model with the technical guidance of the group Fun Game to reduce aggressive verbal behavior of students SMK 8 Semarang. This study uses the methods of Research and Development (R & D), phase of model revison of the model based limited testing. This study uses observational techniques to determine which research subjects, class X / MM departemen amounting to 108 student and the sampling technique by purposive sampling, totaly  10 students . The model group guidance with techniqueFun Game to reduce aggressive behavior can reducing aggressive behaviors of students. From the results showed less change reaches 28,29%.
MASALAH ANAK TAMAN KANAK-KANAK MENURUT GURU DAN ORANG TUA SERTA IMPLEMENTASIYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan masalah yang dialami anak TK menurut guru dan orang tua berdasarkan aspek-aspek perkembangan anak, dari segi psikologi perkembangan anak, (2) mendeskripsikan implikasi masalah anak TK bagi bimbingan dan konseling, dan 3) implikasinya bagi fungsi layanan bimbingan dan konseling di TK. Populasi adalah  Guru orang dan orang tua murid TK Nanda Pahandut sebanyak 83 orang tua  dan 10 orang guru. Sampel adalah sample total (penelitian populasi). Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto  (1992) bahwa apabila jumlah subjek atau populasi kurang dari 100, maka sebaiknya diambil semua. Instrumen penelitian meliputi kuesioner dan pedoman wawancara untuk guru TK. Teknik analisa data menggunakan prosentase (%). Hasil penelitian mengungkapkan 5 (lima) kelompok masalah yang diamalami anak TK “Nanda” Palangka Raya, adalah: (1) masalah sosial, misalnya negativisme, (2) masalah emosional misalnya cemas cemas, (3) masalah moral misalnya merusak mainan teman, (4) masalah perkembangan misalnya  lambat mengerti/memahami penjelasan/keterangann dan (5) masalah bahasa misalnya keterlambahan berbicara. Implikasi dalam layanan bimbingan dan konseling, guru TK perlu memberikan layanan bimbingan dan kosenling kepada anak terutama kegiatan layanan preventif dan pengembangan.  This study aims at: (1) Describing the problems experienced by kindergarten teachers and parents on aspects of child development, from psychological view, (2) describing the implications of the kindergarten guidance and counseling issue, and (3) the implications of guidance and counseling services functions in kindergarten. The population is gathered from teachers and parents of Nanda Pahadut kindergarten as much as 83 parents and 10 teachers. The sample used is total samples (population studies). This method refers to Arikunto (1992) proposed that if the amount of subject less than 100, all subjects must be counted. Research instruments included the questionnaire and interview guideline for kindergarten teachers. Data analysis techniques used a percentage (%). The results of the study revealed that there were 5 (five) groups of problems experienced by “Nanda” Palangkaraya kindergarten students, includes (1) social issues, such as negativism, (2) emotional problems, such as anxiety, (3) moral issues such as breaking other kids’ toys, (4) developmental problems like tardiness in understanding explanation and (5) language problems like lack of spoken language. As for the implication, kindergarten teachers should give guidance and counseling services to children especially preventive and developmental services.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK RATIONAL-EMOTIF UNTUK MEMBANTU SISWA MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.691

Abstract

Kecemasan merupakan suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan perasaan tegang secara subjektif, keprihatinan, dan kekhawatiran disertai dengan getaran susunan syaraf otonom dengan derajat yang berbeda-beda. Beberapa faktor pemicu timbulnya kecemasan pada siswa di sekolah; (1) faktor kurikulum, (2) faktor guru, (3) faktor manajemen sekolah, (4) faktor masa depan, dan (5) faktor persaingan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pelaksanaan konseling rasional emotif dan tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian praktik, (2) menemukan model yang efektif untuk membantu mengatasi kecemasan siswa, (3) mengetahui tingkat keefektifan model konseling kelompok rasional emotif untuk membantu mengatasi kecemasan siswa. Metode penelitian ini mengunakan penelitian dan pengembangan (research and development). Tahapan pengembangan model : (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan model hipotetik, (4) penelaan model hipotetik, (5) revisi, (6) uji coba terbatas. Dan mengunakan metode mixed methode design sequence. Hasil akhir penelitian ini adalah model konseling kelompok  rasional emotif yang dikembangkan ialah efektif untuk membantu mengentaskan kecemasan siswaAnxiety is an unpleasant emotional state characterized by feelings of tension subjectively, concern, and fear accompanied by autonomic nervous vibrations with different degrees. Some of the factors triggering the onset of anxiety in students at the school: (1) factor of the curriculum, (2) the teacher factor, (3) factors of school management, (4) factor of the future, and (5) competitive factors. The purpose of this study was (1) the implementation of rational emotive counseling and the anxiety level of students in the exam practice, (2) finding effective models to help students overcome anxiety, (3) determine the effectiveness of the model of rational emotive group counseling to help students overcome anxiety . This research method uses research and development (research and development). Stages of development of the model: (1) a preliminary study, (2) planning, (3) a hypothetical model development, (4) penelaan hypothetical models, (5) revision, (6) limited trial. And using mixed methods design method sequence. The end result of this research is a model of rational emotive counseling group developed is effective to help alleviate student anxiety.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI-NILAI BUDAYA HIBUA LAMO UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.761

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Hibua Lamo yang  efektif  untuk  meningkatkan kecerdasan sosial siswa. Penelitian ini desain penelitian  Educational Research and Development, dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa dipilih secara purposive sampling. Model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Hibua Lamo yang dikembangkan merupakan proses pemberian bantuan oleh konselor kepada individu melalui suasana kelompok dengan berlandaskan pada nilai-nilai budaya Hibua Lamo, yang dapat membantu anggota kelompok untuk saling bersosialisasi dan berinteraksi secara bertanggung jawab yang dapat menumbuhkan perasaan, pikiran, wawasan, dan perilaku yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Hibua Lamo terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan sosial siswa. Tingkat kecerdasan sosial sebelum bimbingan kelompok adalah  23,6% dan setelah bimbingan kelompok meningkat menjadi 35.8%. Terjadi peningkatan sebesar 12.2 %. Peningkatan tersebut terjadi pada semua aspek kecerdasan sosial. Hasil uji statistik t-test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed)/asymptotic significance untuk uji dua sisi adalah 0,000, artinya bahwa bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Hibua Lamo efektif untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa.The purpose of the study was to generate an effective guidance group model based on cultural values of Hibua Lamo in order to enhance students’ social intelligence. This research of the study utilized Educational Research and Development design, where the total of sample is 10 students who are selected based on the purposive sampling. Culture Values Hibua Lamo-based Guidance Group – Based Model developed is the development process of providing assistance to individuals through group atmosphere based on the cultural values of Hibua Lamo by counselor, who helps the group members socialize and interact from one to another in responsive way by fostering sense, thoughts, view, and good behavior. The results of the study showed that the cultural values of Hibua Lamo-based group guidance model is proven to be effective in enhancing students’ social intelligence. Level of students’ social intelligence in the prior of the group guidance was 23.6%; after taking the group guidance, it was increased to 35.8%. There is increase of 12.2% which existed in all aspects of social intelligence. Thus, the results of the statistic t-test showed Asymp value. Sig. (2-tailed) / asymptotic significance for two-sided test is 0.000, which meant that cultural values of Hibua Lamo-based guidance group model is effective in enhancing students’ social intelligence
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR`AN DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v1i2.853

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor pendukung kemampuan santri dalam menghafal Al Qur’an di pondok pesantren Raudhatul Qur’an Kauman, Kota Semarang. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif induktif. Sebagai informan adalah ustadz dan santri pondok pesantren Raudhatul Qur’an Kauman, Kota Semarang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, dokumentasi, wawancara mendalam (in-dept interview). Untuk menguji keabsahan digunakan triangulási data. Teknik analisa data menggunakan model analisa interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi santri untuk menghafal Al Qur’an berasal dari keluarga khususnya orang tua, teman-teman sekolah atau sesama santri, guru, serta kyai pondok pesantren, (2) Pengetahuan dan pemahaman arti atau makna Al-Qur’an oleh santri pada umumnya mereka merasa kurang, sebagai sikap rendah hati agar tidak disebut sombong; (3) Cara belajar: pengaturan dalam menghafal Al Qur’an yaitu mengaji 3 kali sehari, menambah hafalan setiap hari 1-2 halaman, muroja’ah, dan sema’an, musabahah. Target dalam menghafal Al Qur’an yaitu khatam dalam waktu 3 tahun; yang meliputi: memasukkan dalam memori ingatan, mengungkapkan ingatan dalam bentuk bacaan secara tepat, mengulang kembali pada saat itu maupun pada saat yang lain; (4) Fasilitas yang mendukung kemampuan menghafal Al Qur’an antara lain asrama pondok, aula, ruang belajar untuk setoran hafalan, mushola, dan masjid agung Kauman Semarang, (5) Aplikasi mengahafal Al Qur’an dalam bimbingan dan konseling yaitu pada kegiatan layanan bimbingan belajar.  This study aims to describe supporting factors to memorize Al Qur’an at pondok pesantren Raudhatul Qur’an  Kauman, Semarang City. This research employs qualitative approach, that is inductive descriptive. Informants are ustadz and santri of pondok pesantren Raudhatul Qur’an Kauman, Semarang City. Data was collected by using a direct observation, documentation, in-depth interview. To test out the validity, this study uses data triangulation. Data were analysed by using interactive analysis model developed by Miles and Huberman. It reveals that: (1) The motivation of santri to memorize Al Qur’an come from their family especially parents, peers, teachers, and the kyai of pondok pesantren, (2) Santri’s knowledge and understanding or meanings about Al-Qur’an is low, as trying to be modest; (3) Learning style: managing the memorization of Al Qur’an that is 3 times a day, adding lines every 1-2 pages, muroja’ah, and dictation, musabahah. Targets in memorizing Al Qur’an is to finish in 3 years; include: internationalizing, expressing memory in perfect pronunciation, repeating all over again; (4) Supporting facilities to memorize Al Qur’an are pondok dormitory, hall, learning center, mushola, and masjid agung Kauman Semarang, (5) The implementation of memorizing Al Qur`an in guidance and counselling is in teaching and learning process.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2024): Regular Issue Vol 12 No 3 (2023): Special Issue Vol 12 No 2 (2023): Regular Issue Vol 12 No 1 (2023): Regular Issue Vol 11 No 4 (2022): Special Issue Vol 11 No 3 (2022): Special Issue Vol 11 No 2 (2022): Regular Issue Vol 11 No 1 (2022): Regular Issue Vol 10 No 2 (2021): August 2021 Vol 10 No 1 (2021): April 2021 2021: Article In Press (August 2021) Vol 10 No 3 (2021): Special Issue Article In Press 2021 Vol 9 No 2 (2020): April 2020 Vol 9 No 2 (2020): Articles in press April 2020 Vol 9 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 1 (2020): June 2020 Articles ASAP (As Soon As Published) Vol 9 No 3 (2020): August Vol 8 No 4 (2019): October 2019 Vol 8 No 3 (2019): July 2019 Vol 8 No 2 (2019): April 2019 Vol 8 No 2 (2019): December 2019 Articles ASAP (As Soon As Published) Vol 8 No 1 (2019): January 2019 Vol 8 No 1 (2019): June 2019 Articles ASAP (As Soon As Published) Vol 7 No 2 (2018): December 2018 Vol 7 No 2 (2018): December 2018 Vol 7 No 1 (2018): June 2018 Vol 7 No 1 (2018): June 2018 Vol 6 No 2 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 2 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017 Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 1 (2016): June 2016 Vol 5 No 1 (2016): June 2016 Vol 4 No 2 (2015): November 2015 Vol 4 No 1 (2015): June 2015 Vol 3 No 2 (2014): November 2014 Vol 3 No 1 (2014): June 2014 Vol 2 No 2 (2013): November 2013 Vol 2 No 1 (2013): June 2013 Vol 1 No 2 (2012): November 2012 Vol 1 No 1 (2012): June 2012 Articles in Press Articles in Press More Issue