cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bimbingan Konseling
ISSN : 22526900     EISSN : 25024531     DOI : -
Core Subject : Education,
JBK publishes original manuscripts relating to the following: school counseling; career counseling; couple, marriage, and family counseling; mental health; counseling supervision; theory development; professional counseling ethics; international counseling and multicultural issues; program applications; and integrative reviews from counseling and related fields.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2014): June 2014" : 11 Documents clear
GUIDANCE AND COUNSELING TEACHER AND SUBJECT TEACHER COLLABORATION MODEL INCREASING THE INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILL OF SPECIAL INTELLIGENT STUDENTS
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.3618

Abstract

AbstrakDiperlukan kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal tanpa mengabaikan pelayanan akademik siswa Cerdas Istimewa, agar siswa Cerdas Istimewa mampu berkomunikasi. Masalah penelitian ini “Bagaimana model kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru Mata Pelajaran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak? Subjek penelitian ini berjumlah 10 orang terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling serta guru Mata Pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Simpulan hasil penelitian, kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru mata pelajaran untuk siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak pada kegiatan akademik melalui layanan pendidikan khusus akselerasi dan enrichment. Model kolaborasi guru BK dengan guru mata pelajaran untuk keterampilan komunikasi interpersonal siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak, meliputi : (a) rasional, (b) Visi dan Misi, (c)Pengertian, (d) Tujuan, (e) Asumsi, (f) Prinsip kolaborasi, (g) Mekanisme kolaborasi, (h) Target Pengembangan, (i)Materi Kolaborasi, (j)Kegiatan kolaborasi. Saran meliputi, Bimbingan dan Konseling harus menjadi bagian dari layanan terhadap siswaCerdas Istimewa, model ini dapat menjadi salah satu sumber acuan dalam mengembangkan ilmu Bimbingan dan Konseling berdasarkan keperluan siswa Cerdas Istimewa dan kolaborasi sekolah pelaksana layanan kelas khusus Cerdas Istimewa pada umumnya.AbstractTherefore it is needed the collaboration of  guidance and counseling  teacher with the subject teacher for the interpersonal communication, in order to enable the special intelligent students to communicate. The problem of  this research is “how is the collaboration of  guidance and counseling teacher with the subject teacher increasing the interpersonal skill of  special intelligent students at SMA Negeri  3 Pontianak? The subject of  this research is 10 people consist of  the guidance and counseling teacher and the subject teach-er.Research applied research and development methode.Research conclusion, guidance and counseling teacher with the subject teacher collaboration model to special intelligent student at SMA Negeri 3 Pon-tianak in academic activites special education through acceleration and enrichment. The collaboration model of  the guidance and counseling teacher with the subject teacher for the interpersonal comunication of  the special inteligent students at SMA Negeri 3 Pontianak, includes: a)rational, b) vision and mission, c) definition, d)objective, e) assumption, f)collaboration principle, g) collaboration mechanism, h) develop-ment target, i) collaboration material, j) collaboration activities. Research recommendation, Guidance and counseling should be the part of  service of  the special intelligent students, this model could be one of  guidance source in developing the scienceof  guidance and counceling.
PENGEMBANGAN LAYANAN INFORMASI BELAJAR BERBANTUAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.3619

Abstract

abstrakMasalah penelitian ini adalah bagaimana layanan informasi belajar berbantuan multimedia untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pemberian layanan informasi yang ada di SMP N 1 Sawoo terkait dengan pengembangan kebiasaan siswa, (2) Dihasilkannya layanan informasi belajar untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa yang nantinya dapat digunakan secara praktis, mudah, dan menarik, (3) Mengetahui keefektifan layanan informasi belajar berbantuan multimedia terhadap peningkatan kebiasaan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan Pendidikan (Educational Research and Development). Simpulan akhir dari penelitian ini layanan informasi belajar berbantuan multimedia belum efektif  untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa. Hal ini terbukti dari uji beda yang menunjukan Sig. (2-tailed) sebesar 0.012. Artinya hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa kebiasaan belajar siswa mengalami perubahan sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi belajar. Saran yang dapat diberikan untuk peneliti selanjutnya yaitu sebaiknya mencoba menggunakan metode lain dalam melakukan eksperimen uji coba keefektifan produk.abstractThe problem in this research is how the multimedia assisted learning information service can improve students’ study habits. The aims of  this research are (1) to describe relation of  the implementation in applying information service in SMP N 1 Sawoo with the development of  students’ habit, (2) to improve students’ study habit which later can be used practically, easily, and in an interesting way by information of  learning service, (3) To find out the effectiveness of  multimedia assisted learning information service to the improvement of  students’ study habit. This research used Educational Research and Development. The conclusion of  this research is that multimedia assisted learning information service is not effective to improve students’ study habit. It was proven by t-test result that showed Sig. (2-tailed) is 0.012. From this result, we could find out that students’ study habit changed after learning information service was given to them. The suggestion for the next researchers is that it should be better to use another method in doing experiment of  product effectiveness.
CAREER INFORMATION SERVICE MODEL MULTIMEDIA-ASSISTED FOR INCREASING STUDENTS CAREER MATURITY
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.3620

Abstract

abstrakPenelitian ini dilakukan berdasarkan temuan empirik yang menunjukkan bahwa tingkat kematangan karir siswa kelas XI SMAN 1 Paguyangan  tahun pelajaran 2012/2013 mayoritas berada pada kategori sedang. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model layanan informasi karir untuk meningkatkan kematangan karir siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model layanan informasi karir berbantuan multimedia efektif  meningkatkan kematangan karir siswa. Faktanya pada uji hipotesis menunjukkan bahwa semua indikator kematangan karir siswa mengalami peningkatan signifikan setelah mendapatkan intervensi layanan informasi karir berbantuan multimedia.  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa semua indikator kematangan karir  memperoleh  nilai  signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05. Artinya rata-rata kematangan karir siswa sebelum dan sesudah intervensi terdapat perbedaan atau mengalami peningkatan.abstractThe research was conducted based on empirical findings that showed the career maturity level of  XI grade students of  SMAN 1 Paguyangan  academic year 2012/2013 had not been sufficiently high. This re-search aimed to produce a model of  career information service to increase students learning. The research results showed that the model of  career information service multimedia-assisted effectively increased the career maturity of  the students. In fact, the hypothesis test showed that all the indicators of  students’ career maturity had increased significantly after intervention a career information service multimedia-assisted intervention. The results of  processing the data showed that all indicators of  the career maturity gained the significance value or the probability value of  < 0.05. It means that between the mean of  students’ career maturity before and after the intervention there is a difference or in other words, the career maturity increased.
PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) BERBASIS TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.3621

Abstract

abstrakPenelitian ini bertujuan (1) mengetahui program BK dan pelaksanaannya di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Mumtaz Pontianak; (2) menghasilkan program BK berbasis tugas-tugas perkembangan yang sesuai di TKIT Al-Mumtaz Pontianak. Metode penelitian: Research and Development (R&D). Subjek penelitian 75 anak kelompok A. Teknik dan instrumen pengumpulan data: (1) Studi dokumenter (2) Wawancara, dan  (3) angket. Analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif.  anak sebagai acuan pengembangan program BK berbasis tugas-tugas perkembangan. Hasil penelitian: Perencanaan dan perumusan program BK tidak berdasarkan needs assessment. Peran personel sekolah kurang maksimal. TKTP anak kelompok A termasuk kategori tinggi, rata-rata mencapai 35,97 dan persentase mencapai 74,92%. Kesimpulan penelitian: (1) program BK di TKIT Al-Mumtaz Pontianak tidak melalui needs assessment. Pelaksanaan program BK kurang memaksimalkan peran personel sekolah. (2) program BK berbasis tugas perkembangan yang sesuai digunakan pada anak kelompok A TKIT Al-Mumtaz Pontianak adalah program yang dikembangkan brerdasarkan asesmen kebutuhan anak, kondisi sekolah dan kebutuhan lingkungan (harapan personil sekolah dan orang tua). Saran Penelitian: perlu diadakannya  needs assesment  berdasarkan  tugas perkembangan anak dalam perumusan program, dan perlu  adanya sosialisasi program untuk membangun komitmen dalam pembagian peran  penyelenggaraan bimbingan.abstractThe research goals are  (1) identifying guidance and counseling program and it’s implementation at certain kindergarten, that is Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Mumtaz Pontianak; (2) producing suitable developmental tasks based guidance and counseling program for TKIT Al-Mumtaz Pontianak. Methods used is Research and Development (R & D). Research subject is a population of  75 children in group A. Data collection technique and instrument: Documentary study,  interview, Question-aire. Data is analyzed with descriptive technique.  Achievement Level  (TKTP) as the guidance for devel-oping suitable developmental tasks based guidance and counseling program. Result of  Research: The pro-gram’s planning and designing were not based on needs assessment. The TKTP for group A students was in the high cathegory, with average of  35,97 and percentage of  74,92%. Research conclusion: (1) guidance and counseling program at TKIT Al-Mumtaz Pontianak was not made through needs assessment. The implementing of  guidance and counseling program still did not maximize the roles of  school personnel and stakeholders. (2) suitable developmental tasks based guidance and counseling program for students in group A TKIT Al-Mumtaz Pontianak is a program that needs assessment . Research suggestion: needs assessment should be conducted based on children’s developmental tasks during program designing.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.3622

Abstract

abstrakKematangan karir merupakan gambaran sikap dan kompetensi yang dimiliki siswa dalam menentukan pilihan karirnya. Siswa yang memiliki kematangan karir yang tinggi akan mampu mengambil keputusan pilihan karirnya. Tujuan penelitian ini menghasilkan model layanan bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai  entrepreneurship yang efektif  meningkatkan kematangan karir siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  Research and Development dengan langkah-langkah penelitian sebagai berikut: (1) Tahap studi pendahuluan; (2) Perencanaan; (3) Tahap pengembangan model hipotetik; (4) penelaahan model hipotetik, (5) uji lapangan, (6) uji akhir produk. Sampel 10 orang siswa dipilih secara purposif  sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rata-rata evaluasi awal 160,2 poin dan skor evaluasi akhir 217,7 poin atau meningkat sebesar 56,6 poin sama dengan 20,21%. Hal ini menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai entrepreneurship yang di kembangkan terbukti efektif  meningkatkan kematangan karir siswa. Saran: model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai  entrepreneurship  dapat digunakan sebagai solusi memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kematangan karir siswa.abstractCareer maturity is an overview of  attitude and competency of  students in determining career choice. Students who have high career maturity will be able to take decision of  their career choice. The purpose of  this study is to create an effective group guidance service model through entrepreneurship values-based to improve the students’ career maturity. This study uses Research and Development method with the research steps as follows: (1) the preliminary study, (2) the planning, (3) the development of  hypotheti-cal model, (4) the review of  hypothetical model, (5) the field test, (6) the final test of  product. This study used 10 students as sample which were selected by purposive sampling. The result showed that there was an increase in the average score of  initial evaluation. It was 160.2 points and the final evaluation score was 217.7 points. The increase was 56.6 points or equal to 20.21 %. It means that this entrepreneurship values-based group guidance model is effective to improve the students’ career maturity. The suggestion is this entrepreneurship values-based group guidance model can be used as a solution to solve the problems related to students’ career maturity.
PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI KOMIK EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.3623

Abstract

abstrakPenelitian bertujuan menghasilkan media bimbingan dan konseling berupa komik edukasi untuk siswa Sekolah Dasar. Desain penelitian menggunakan  Research and Development. Hasil penelitian: (1) program Bimbingan dan Konseling belum ada, (2) layanan bimbingan dan konseling bersifat insidental, (3) guru Bimbingan dan Konseling belum ada, (4) media bimbingan dan konseling hanya sebatas papan informasi. Untuk kondisi motivasi belajar siswa: 55 % taraf  sedang 45 % taraf  tinggi, 0 % taraf  kurang dan 0 % taraf  rendah. Simpulan penelitian: (1) pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di MI Ma’arif  Grabag I Magelang sudah berjalan tetapi tanpa program atau perencanaan yang jelas dan tanpa bantuan media bimbingan dan konseling, (2) kondisi motivasi belajar siswa diantaranya 55 % siswa berada pada taraf  sedang, 45 % siswa berada pada taraftinggi, 0% siswa berada pada taraf  kurang, dan 0% siswa berada pada taraf  rendah, (3) Ditemukan media bimbingan dan konseling melalui komik edukasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar (SD) dengan sistematis dan tervalidasi pakar/ahli dan praktisi melalui FGD (4) Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik edukasi efektif  untuk meningkatkan motivasi belajar dengan kelas rendah di MI Ma’arif  Grabag menunjukkan angka 0,003 < 0,05. Saran agar menyelenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling dengan memanfaatkan media yang telah dikembangkan.abstractThe research aims to produce media guidance and counseling in the form of  comics education for elemen-tarys chool students. Design research is the Research and Development. (1) guidance and counseling pro-gram does not exist, (2) guidance and counseling incidentalservices, (3) guidance and counseling teacher does not exist, (4) the media only limited guidance and counseling by information boards. Conditions: (1) 55 % of  students are at moderate level, (2) 45 % of  students are at a high level, (3) 0 % of  students are less extent, and (4) 0 % of  students are at low level. Conclusions: (1) guidance and counselingservices without the help of  media, (2) motivation to study conditions 55 %, 45% of  students are at a high level, 0 % of  students are less extent, and 0 % of  students are at low level, (3) media guidance and counseling through educational comics to improve motivation, (4) the effective educational comics for improving learning motivation with low grade show 0,003 < 0.05 and there is a difference and high grade students showed the 0.002 < 0.05 there is a difference. Suggestions; order to organize guidance and counseling services by utilizing the media has been developed.
BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS PENDEKATAN HUMANISTIK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.3625

Abstract

abstrakPenelitian ini dilakukan berdasarkan temuan empirik yang menunjukkan bahwa motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 8 Pontianak tahun pelajaran 2012/2013 tergolong rendah untuk aspek-aspek tertentu, untuk itu perlu diberikan tindakan dari model yang telah dirancang. Penelitian ini menghasilkan model bimbingan kelompok berbasis pendekatan humanistik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dari uji efektifitasyang dilakukan bahwa model bimbingan kelompok berbasis pendekatan humanistik efektif  untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hipotesis menunjukkan bahwa semua indikator motivasi belajar siswa mengalami peningkatan yangberarti setelah diberikan bimbingan kelompok berbasis pendekatan humanistik.abstractMotivation learning student is a classsic problem, if  left unchecked willbe bad forthe successand achieve-ment. Lowstudent motivationis a formofbehaviorthat don’t haveself-awarenessandsense ofresponsibilityas student.Success oflearningis strongly influencedby themotivation learning.Researchproblemishow to model group guidance based on humanistictoincreaselearning motivation student. Purpose this research is made a model group guidance based on humanistic to increase motivation learning student.Research use methodresearchand developmentwith stepsasfollows:1) Phasepreliminary study,2) planning,3) hypotheti-cal model, 4) review of  model, 5) testfield, 6) finaltest. Sampleselected bypurposive sampling. Modelgroup guidance based on humanisticthatdevelopedprocess ofassistance providedbycounselorsto studentsthrough-group dynamicstoimprovelearning motivationto eachmember ofthe throughthe utilization experienceof  groupmembers. Results showedthatthere’san increase initialevaluation ofthe final evaluationscore of164.9points. This indicatesthat the modeldevelopedproven effective in improvingstudent motivation. Suggestion: model groups guidance based on humanisticcan beusedasa solutionto solvethe problems mo-tivation learning.
MODEL PENGEMBANGAN INSTRUMEN SUPERVISI BIMBINGAN DAN KONSELING
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.4606

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) memberikan gambaran model instrumen supervisi BK yangditerapkan selama ini, (2) menghasilkan model instrumen supervisi BK yang handal yangdapat menggali lebih dalam unjuk kerja profesional guru BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen supervisi BK yang dikembangkan mampu menggali semua komponen unjuk kerja profesional guru BK sebagaimana yang diatur dalam Permendiknas Nomor 27Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Kompetensi Konselor yang penjabaranlayanannya merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81.ATahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum, khususnya pada lampiran IV bagian VIII, memanifestasikan komponen arah pelayanan program BK pada lima komponen pelayanan.AbstractThis reaserch is purposed to: (1) to depict the model of  the supervision instrument of  guidance and counsellingteacherswhichis currentlyimplemented, (2) tocreatethesmartermodel of the supervision instrumentof guidance and counselling which is able to dig up deeper skill and more profesional guidance andcounseliing teachers. Result of  the research describes that the developed supervision instrument of  the jobof  professional guidance and counselling teacher which is related to the regulation of  the Natural Ministryof Education (Permendiknas) number 27, 2008 on the subject of  the standard of  academic qualificationof the counsellor competence, which its implementation related to the regulation of  the Ministry of Education and Culture number 81A, 2013 on the subject of  the curriculum implementation, especially onthe attachment IV article VIII to conclude the componence aimed to service programme on guidance and counselling which contains of  five components.
MODEL PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (STUDI PADA SMP NEGERI 6 REMBANG)
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.4607

Abstract

AbstrakLayanan bimbingan dan konseling di sekolah bertujuan memberikan dukungan peserta didikpada pencapaian kematangan kepribadian, ketrampilan sosial, kemampuan akademik, danbermuara pada terbentuknya kematangan karir individual yang dapat bermanfaat di masa yangakan datang. Amanat Permendiknas No.27 Tahun 2008 bahawa konselor diarahkan memilikikompetensi dalam menyusun program bimbingan dan konseling yang komprehensif, namunsebagian guru BK belum memahami secara utuh bagaimana merancang program BK yangkomprehensif. Subjek penelitian ini  terdiri dari siswa, guru, orang tua dan komite. Tujuanpenelitian ini: menemukan model program BK Komprehensif, dengan menggunakan metodeResearch and Development (R&D). Teknik pengumpulan data langsung melalui wawancara,studi dokumentasi dan skala penilaian.  Simpulan hasil penelitian yang  dikembangkang disesuaikan  kondisi sekolah di indonesia agar pelaksanaan layanan  efektif   Model ini menjadiacuan untuk dikembangkan dalam beberapa penelitian lanjutan.AbstractGuidance and counseling services in schools is to support students in achieving the maturity of  personality,social skills,academic skills,and leads to the formationof individual career maturity that can beuseful in the future. Amanat Permendiknas 27 tahun 2008 is directed that counselor has competencein developing comprehensive guidance and counseling program, but  some  counselors do to design acomprehensive  program, Subjects of  this study consist of  students, teachers, subject teachers, parents andcommittee. This study use the Research and Development (R & D) methode. Direct technique of  data collectionthroughinterviews,documentationandassessment scalestudies.Theresultsof the research, guidanceand counseling teachersdo not understandthe concept of comprehensive guidance and counseling.Conclusion the results of  the study, model of  comprehensive guidance and counseling conditions of  schoolin Indonesia development, of  the effective before preparing guidance and counseling programs, guidanceand counseling teachers This model is become a reference it will be developed in several advanced research such as testing the effectiveness of  the program model.
THE DEVELOPMENT OF EVALUATION PROGRAM MODEL GUIDANCE AND COUNSELING SERVICE BASED ON CSE-UCLA OF JUNIRO HIGH SCHOOL IN KUDUS
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v3i1.4608

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen dengan cara ujicoba dalam bentuk model dan instrumen, berdasarkan pertimbangan pakar dan penilaian daripraktisi/pengguna yang dilakukan melalui FGD dapat menggambarkan keterpenuhan validitaskonstruk, tingkat reliabilitas, dan kriteria fit model yang pengukurannya dapat disimpulkantelah memenuhi syarat sebagai salah satu model dan instrumen yang dapat digunakan dalamevaluasi program bimbingan dan konseling SMP Kab. Kudus sehingga dapat menjadi acuandalam guru bimbingan dan konseling/ konselor sekolah dalam meningkatkan keefektifankinerjanya.  Dengan ujicoba instrumen sebanyak 50 guru bimbingan dan konseling SMP seKabupaten Kudus meliputi 9 kecamatan diperoleh hasil  reliabitas 0,952. Dengan demikian,model CSE-UCLA dapat digunakan untuk mengevaluasi program layanan bimbingan dankonseling dan dapat menjadi alat ukur efektivitas kinerja guru bimbingan dan konseling. Saranyang dapat diberikan kepada peneliti lain yang akan meneliti tentang evaluasi CSE-UCLA atau yang akan melanjutkan penelitian tentang evaluasi CSE-UCLA  yang penulis lakukan,alangkah lebih baiknya apabila melakukan uji coba dengan kawasan yang lebih besar denganmengujikan uji efektivitasnya sehingga dapat terlihat dengan jelas efektivitas modelnya.AbstractThis development research aims to build instrument by counducting an experiment using models andinstruments under consideration of  experts and the assessment from the practicioners/users. Such instrumentas conductedthroughan FGD so the resultfulfill the requirementsof constructions validity, reliabilitylevelsarequalifiedasoneof the model and instruments can be used as evaluation of  guidance andcounseling program at junior high school in Kudus. Hopefully, these model and instruments can be usedasa areference by wich the guidance and counseling he guidance and counseling teachers of  Junior HighSchool in Kudus can improve their performance effectiveness. The sample are 50 junior high school guidanceand counseling teachersform9kecamatan(districts) of Kudus within reliability 0,952. Not onlythe CSE-UCLA models is an appropriate model for evaluating the guidance and counseling service andbecome the measurement in measuring performance effectiveness of  the guidance and counseling teachers.Forthose whowont toconduct aresearchon CSE-UCLA evaluation or continue thisresearch,itwill be much better if  it is conducted in wider area so that tehe effectiveness of  the model will be more vivid.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2024): Regular Issue Vol 12 No 3 (2023): Special Issue Vol 12 No 2 (2023): Regular Issue Vol 12 No 1 (2023): Regular Issue Vol 11 No 4 (2022): Special Issue Vol 11 No 3 (2022): Special Issue Vol 11 No 2 (2022): Regular Issue Vol 11 No 1 (2022): Regular Issue Vol 10 No 2 (2021): August 2021 Vol 10 No 1 (2021): April 2021 2021: Article In Press (August 2021) Vol 10 No 3 (2021): Special Issue Article In Press 2021 Vol 9 No 2 (2020): Articles in press April 2020 Vol 9 No 2 (2020): April 2020 Vol 9 No 1 (2020): June 2020 Articles ASAP (As Soon As Published) Vol 9 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 3 (2020): August Vol 8 No 4 (2019): October 2019 Vol 8 No 3 (2019): July 2019 Vol 8 No 2 (2019): December 2019 Articles ASAP (As Soon As Published) Vol 8 No 2 (2019): April 2019 Vol 8 No 1 (2019): January 2019 Vol 8 No 1 (2019): June 2019 Articles ASAP (As Soon As Published) Vol 7 No 2 (2018): December 2018 Vol 7 No 2 (2018): December 2018 Vol 7 No 1 (2018): June 2018 Vol 7 No 1 (2018): June 2018 Vol 6 No 2 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 2 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017 Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 1 (2016): June 2016 Vol 5 No 1 (2016): June 2016 Vol 4 No 2 (2015): November 2015 Vol 4 No 1 (2015): June 2015 Vol 3 No 2 (2014): November 2014 Vol 3 No 1 (2014): June 2014 Vol 2 No 2 (2013): November 2013 Vol 2 No 1 (2013): June 2013 Vol 1 No 2 (2012): November 2012 Vol 1 No 1 (2012): June 2012 Articles in Press Articles in Press More Issue