cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Primary Education
ISSN : 22526404     EISSN : 25024515     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Primary Education publishes research articles results and conceptual studies in field of elementary mathematics education, science, Indonesian languange and social studies for primary education level. Journal of Primary Education publishes research studies employing a variety of qualitative and/or quantitative methods and approaches in the field of primary education.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN CERITA ANAK BERWAWASAN BUDI PEKERTI BAGI PENDIDIKAN KARAKTER
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.47

Abstract

Pembelajaran merupakan upaya mengembangkan kemampuan akademik dan pembentukan watak yang positif serta perilaku budi pekerti. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mengembangkan materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti. Bagaimanakah pengembangan materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti untuk pendidikan karakter siswa SD? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti untuk pendidikan karakter siswa SD. Subjek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 02 Gayamsari Semarang dan SD N 04 Kertosari Singorojo, guru SD, dan ahli. Desian penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Variabel yang diteliti adalah hasil belajar siswa dan perilaku berbudi pekerti siswa. Data diambil dengan angket, tes, dan lembar observasi. Berdasarkan analisis dan pembahasan dihasilkan materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti yang dinyatakan baik dan layak oleh ahli. Materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti memiliki aspek keberterimaan setelah dilakukan uji coba terbatas pada siswa SD N 2 Gayamsari Semarang dan SD N 4 Kertosari Singorojo, Kendal. Keberterimaan materi ajar cerita anak berwawasan budi pekerti dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa, kemampuan menceritakan kembali, dan perilaku berbudi pekerti. Teaching is the effort to develop the academic skill and positive mind and also good deed. One of the ways to do that is developing good deed story as learning material. How to develop the good deed story for characterized education at elementary school student? The purpose of this study is to describe the development good deed story for characterized education at elementary school student. The subjects of this study are the fifth graders of SD N 02 Gayamsari and SD N 04 Kertosari Singorojo, teachers and expert. This research is regarded as research and development study. The variable of this research are the students’ score and good deed. The data is taken by questionnaire, test and observation sheet. The analysis from the expert shows that the good deed story as learning material is good and appropriate. The good deed story as learning material acquired the appropriateness after the test at the students of SD N 2 Gayamsari Semarang and SD N 4 Kertosari Singorojo, Kendal. The appropriateness of good deed story as learning material is proved by the students’ test score, students’ retelling skill, and students’ good deed.
PENGEMBANGAN MEDIA BANGUN MULTIFIKSI UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS CERITA PENDEK SISWA SMP
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.48

Abstract

Dalam penelitian ini dikembangkan media alternatif pemacu ide dan pengembangan imajinasi. Penelitian dilakukan dengan tujuan menghasilkan karakteristik media bangun multifiksi dan mendeskripsikan peningkatan kompetensi menulis cerpen siswa SMP setelah melakukan pembelajaran dengan bantuan media bangun multifiksi. Peneliti dilakukan dengan menggunakan desain penelitian dan pengembangan. Uji keefektifan produk pengembangan dalam penelitian ini dilakukan di tiga SMP di kota Semarang. Karakteristik/ kekhasan media bangun multifiksi, meliputi kriteria media, prosedur pengembangan media, tahap pelaksanaan pengembangan media, dan cara penggunaan media. Penggunaan media bangun multifiksi disusun dalam sebuah buku panduan penggunaan media tersebut untuk pembelajaran menulis cerpen diselaraskan dengan tujuh langkah pembelajaran menulis cerpen. Hasilnya, media bangun multifiksi dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi menulis cerpen siswa SMP. Ujicoba di tiga lokasi menunjukkan keefektifan media berdasarkan rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa 98.31%. This research employs the development of alternative media and imagination development. The purpose of this study is to produce the characteristic multifiction shape media and to describe the improvement of short story writing skill of junior high school students after the learning activity involve the multifiction shape media. This study is regarded as research and development study. The effectiveness test of this development product is conducted at three junior high schools in Semarang. The characteristic of multifiction shape media consist of criteria of the media, the media development procedure, the implementation of media development stage, and the way to use the media. The use of multifiction shape media is compiled in a guidance book to teach short story writing along the seven way to teach short story writing. The result of this study shows that multifiction shape media can be used to improve the junior high school students’ ability to write short story. The effectiveness test of the media shows the media is effective with the students’ average score is 98.31%.
PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS ENAKTIF, IKONIK, SIMBOLIK UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIFPESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.49

Abstract

Penelitian ini untuk menghasilkan perangkat pembelajaran geometri Sekolah Dasar berbasis enakktif, ikonik, dan simbolik (EIS) yang valid, praktis dan efektif untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) peserta didik pada materi pokok luas bangun datar sederhana. Pengembangan perangkat pembelajaran geometri Sekolah Dasar ini menggunakan teori EIS dari Bruner dan juga menggunakan teori Piaget, Vigotsky, Dienes, Van Hiele, dan Orton. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan (design) dan hanya sampai tahap pengembangan (develop). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan pada penelitian ini meliputi: 1) Silabus; 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; 3) Buku Petunjuk Guru; 4) Petunjuk Peserta Didik; 5) Alat Peraga Manipulatif; 6) CD Pembelajaran; dan 7) Perangkat Penilaian Hasil Belajar. Semua perangkat pembelajaran tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan KBKM peserta didik pada materi pokok luas bangun datar sederhana. Setelah perangkat pembelajaran divalidasi oleh validator, direvisi, dan kemudian diujicobakan dalam pembelajaran dengan subjek uji coba peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri Sekaran 2 Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hasil yang didapat pada penelitian ini berupa: 1) hasil validasi perangkat pembelajaran; 2) hasil pengamatan guru dan peserta didik dalam pembelajaran; dan 3) hasil angket respon guru, respon peserta didik dan hasil angket motivasi peserta didik dalam mengukuti pembelajaran. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa skor hasil belajar lebih dari kriteria keberhasilan yang ditentukan, sehingga dapat disimpulkan perangkat pembelajaran geometri Sekolah Dasar berbasis EIS pada materi pokok luas bangun datar sederhana memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis. The purpose of this study is to create a valid, practical and effective; enactive, iconic, and symbolic based (EIS) based elementary school learning instrument to initiate the students’ mathematical creative thinking (KBKS) in the subject area of basic shape. This learning instrument development follows the EIS theory from Bruner and also involves theories from Piagiet, Vigotsky, Dienes, Van Hiele and Orton. The stages of this study consist of definition stage, design stage, and development stage. The learning instruments developed in this study are (1) Sillabus, (2) Lesson Plan, (3) Teacher Guidance Book, (4) Student Guidance Book, (5) manipulative demo tool, (6) learning compact disk and (7) student instrument assessment. Those instruments are aimed to initiate the students’ KBKM at the subject area of basic shape. After it is validated by validator and revised, the learning instruments are tested at the fifth graders students of SekolahDasarNegeriSekaran 2 KecamatanGunungpati Semarang. The result of this study shows (1) validation result of learning instrument, (2) observation report of the teacher’s and student’s activity, (3) the questionnaire result from the teacher and students and also the result of students’ motivation in learning process questionnaire. The analysis shows students’ score is greater that the given minimum passing criteria, thus I conclude the based EIS elementary school learning geometry instrument acquire the validity, practical and effective to initiate the mathematical creative thinking.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.50

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan instrumen matematika yang baik belajar dalam bentuk kurva tepi volume pada siswa kelas sembilan. Prosedur dikembangkan meliputi tahap analisis pra, panggung perancah analisis, pelaksanaan (konstruksi) tahap, tahap tes, evaluasi, revisi dan implementasi. Subyek penelitian ini adalah 36 siswa kelas sembilan mahasiswa IX.6 Kelas SMP 1 Wonokerto Pekalongan pada tahun 2011/2012. Instrumen untuk mengumpulkan penilaian validator data terdiri dari RPP, buku siswa, LKPD, Uji yang bertujuan untuk mengukur kemampuan komunikatif matematika; lembar observasi RPP pelaksanaan; kuesioner terhadap kuesioner, guru kepada siswa, dan siswa lembar kegiatan penilaian; ini analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan hasil penelitian. Skor perkembangan hasil instrumen penelitian menunjukkan skor rata-rata rencana pembelajaran (RPP) adalah 3,74; siswa ‘buku rata-rata adalah 3,80; siswa lembar kerja rata-rata adalah 3,80, dan rata-rata skor tes adalah 3,85, dengan kata lain belajar instrumen valid. Kegiatan belajar menggunakan ‘dua tinggal dua nyasar’ pembelajaran kooperatif tipe oleh konstruktivisme praktis, hal itu dibuktikan oleh beberapa bukti yaitu (1) lebih dari 80% RPP diimplementasikan dalam kegiatan belajar (2) guru memberikan respon yang baik untuk kegiatan pembelajaran dan ( 3) respon positif siswa untuk lebih dari 80%. Efektivitas kegiatan belajar diperoleh oleh bukti yaitu (1) siswa rata-rata aktivitas lebih dari 75, (2) siswa skor lulus KKM dengan nilai kelulusan klasik selama lebih dari 75 skor (3) Rata-rata dari kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol (4) kegiatan pembelajaran memiliki pengaruh kemampuan komunikasi matematika siswa untuk 56,2%. Titik rata-rata pengembangan komunikasi matematika kelas eksperimen ‘adalah 0,71. The purpose of this study is to create a good mathematics learning instrument in the curve edge volume shape at ninth graders. The development procedure consists of pre analysis stage, scaffolding analysis stage, implementation (construction) stage, test stage, evaluation, revision and implementation. The subjects of this study are 36 ninth graders students of IX.6 Class of SMP 1 Wonokerto Pekalongan at the year 2011/2012. Instruments to collect the assessment validator data consists of RPP, students’ books, LKPD, Test which has purpose to measure the mathematical communicative proficiency; observation RPP implementation sheet; questionnaire to the teacher, questionnaire to the students; and students activity assessment sheet; The data analysis employs descriptive and qualitative approach to the result of research. The score of development of instrument research result shows the average score of lesson plan (RPP) is 3.74; the students’ books average score is 3.80; students’ worksheet average score is 3.80; and the test average score is 3.85; in other words the learning instrument is valid. Learning activities using cooperative learning ‘two stay two stray’ type by the practical constructivism, it is proved by some evidences namely (1) more than 80% RPP implemented in learning activities (2) teacher give a good response to the learning activities and (3) students’ positive response for more than 80%. The effectiveness of learning activities is acquired by the evidence namely (1) the students’ activity average is more than 75; (2) the students’ score pass the KKM by the classical passing grade for more than 75 (3) The average score of experimental class is greater than control class (4) Learning activities has the influence of the students’ mathematical communication proficiency for 56.2%. The average point of the development of experimental class’ mathematical communication is 0.71.
SUPERVISI PENGAJARAN DENGAN TINDAK LANJUT PEMBINAAN DIALOGIS KOLEGIAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN IPA DI SMP
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.51

Abstract

Pengawasan Pengajaran didefinisikan sebagai proses memberikan bantuan profesional kepada guru untuk meningkatkan kemampuan guru mengelola proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses belajar subjek sains di SMP mengajar instrumen SMA mempekerjakan pengawasan dengan diskusi rekan yang sesuai dengan metode pengajaran guru dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan. Kendala penelitian tindakan adalah peningkatan subjek pengajaran sains di sekolah rekan pengawasan melalui SMP diskusi mengajar. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan evaluasi untuk kegiatan mengajar subjek ilmu di Semarang SMP Negeri 29 Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal itu dapat meningkatkan proses ilmu subjek belajar. Bukti adalah bahwa ada peningkatan kinerja guru dari siklus pertama sampai siklus kedua. Saya sarankan mengajar instrumen pengawasan dengan diskusi rekan untuk secara rutin dilakukan setidaknya pada awal semester karena dapat memperbarui proses pengajaran di sepanjang kondisi, situasi tertentu dan masalah guru. Teaching supervision is defined as the process of giving professional help to the teacher to improve teacher’s ability to manage effective and efficient learning process. The purpose of this study is to improve the learning process quality of science subject at junior high school employing teaching supervision instrument with colleague discussion which is appropriate with the teachers’ teaching method in science subject. The constraint this action research is the improvement of teaching science subject at junior high school trough colleague discussion teaching supervision. The data collection method employs observation and evaluation to the teaching activity of science subject at SMP Negeri 29 Kota Semarang. The result shows that it can improve the learning science subject process. The evidence is that there is an improvement of teacher performance from first cycle to the second cycle. I suggest teaching supervision instrument with colleague discussion to be routinely conducted at least at beginning of semester because it can update the teaching process along the certain situation, condition and problem of the teacher.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL KOOPERATIF DENGAN STRATEGI TTW (THINK- TALK- WRITE) PADA MATERI VOLUME BANGUN RUANG SISI DATAR
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.52

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan instrumen matematika melalui strategi TTW pembelajaran dalam metode pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan representasi matematis siswa kemampuan untuk membuat instrumen pembelajaran yang valid, efektif dan praktis. Instrumen pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari sillabus, rencana pembelajaran (RPP), ‘buku, lembar kerja siswa (LPKD) dan uji tes kemampuan matematika siswa representasi. Saya memilih model Thiagarajan oleh Semmel dan Smmel sebagai model pembangunan dengan modifikasi. Instrumen pembelajaran divalidasi oleh ahli sebelum saya menerapkan di VIII-A kelas. Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen pembelajaran yang dikembangkan berlaku sebagai efidence menunjukkan rentang yang valid dari skor rata-rata penilaian validitas dan sehingga dapat digunakan dengan beberapa revisi. Efektivitas belajar instrumen diperoleh karena siswa lulus uji kemampuan representasi matematika, intens aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, dan peningkatan siswa representasi matematis tes kemampuan setelah perawatan menggunakan strategi TTW. Instrumen pembelajaran yang dikembangkan adalah praktis sebagai bukti menunjukkan skor rata-rata belajar implementasi adalah 4,4 yang berarti titik yang baik pada kategori pelaksanaan, guru dan respon positif siswa untuk instrumen belajar dan kegiatan belajar. Saya berharap guru mampu mengembangkan instrumen pembelajaran dalam mata pelajaran lain di sekolah. The purpose of this study is developing the mathematics learning instrument trough TTW strategy in cooperative learning method to improve the students’ mathematical representation ability to create valid, effective and practical learning instrument. The learning instrument which are developed consist of sillabus, lesson plan (RPP), students’ book, students’ worksheet (LPKD) and test of students’ mathematical representation ability test. I choose Thiagarajan model by Semmel and Smmel as the development model with modification. The learning instrument is validated by expert before I implemented in VIII-A class. The data analysis employs descriptive statistical method. The result of the study shows that the developed learning instrument is valid as the efidence shows valid range of the average score of validity assessment and so it is able to be used with some revision. The effectiveness of learning instrument is acquired because students’ pass the mathematical representation ability test, the intense of students activity in learning process, and the improvement of students’ mathematical representation ability test after the treatment using TTW strategy. The developed learning instrument is practical as the evidence shows the average score of learning implementation is 4.4 which means good point at implementation cathegory, the teacher’s and student’s positive response to the learning instrument and learning activities. I hope teachers are able to develop learning instrument in the other subject at school.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA FISIKA DENGAN PENDEKATAN PHYSICS-EDUTAINMENT BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.54

Abstract

Kesulitan siswa dalam mempelajari Fisika dapat terjadi karena cara guru menyampaikan pelajaran. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa senang adalah physics-edutainment berbantuan CD pembelajaran interaktif. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Four-D, yang meliputi tahap definition (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Pengumpulan data dengan tes, observasi dan angket. Hasil belajar kelas eksperimen mengalami peningkatan dari 59,84 menjadi 72,04. Uji signifikansi hasil belajar kognitif kelas eksperimen diperoleh nilai thitung = 10,14 dan harga ttabel = 1,68; dapat dikatakan hasil belajar kognitif mengalami peningkatan yang signifikan. Analisis uji kesamaan rata-rata nilai kognitif kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh thitung=3,911 dan ttabel = 1,67; dapat dikatakan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Minat siswa mengalami peningkatan dari 56,2 dengan kategori berminat menjadi 66,1 dengan kategori sangat berminat. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan physics-edutainment berbantuan CD pembelajaran interaktif mampu meningkatkan hasil belajar dan minat siswa. The way teacher to conduct the lesson can cause the students’ difficulties in learning Physics. I expect physics-edutainment with interactive learning compact disk can initiate the happy feeling. The Four-D learning development instrument consists of definition stage, design stage, development stage, and disseminate stage. The data collection employs test, observation and questionnaire. There is an improvement of experimental class score from 59.84 to 72.04. The experimental class’ score significance test has value tcount = 10.14 and the value of ttable = 1.68; in other words, there is a significant improvement of cognitive score. Analysis of the experimental class’ and control class’ average cognitive score similarity is tcount = 3.911 and ttable = 1.67; in conclusion, the experimental class is better than control class. The students’ attentiveness improve from score 56.2 of interested category to score 66.1 of very interested category. From the analysis result of this study we can conclude that learning instrument using physics-edutainment with k is able to improve the students’ score and interest.
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEPEKAAN LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS AWAL
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.55

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran model tematik kontekstual terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran serta mengetahui kepekaan siswa terhadap lingkungan. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Karaban 04, selama dua bulan. Penelitian ini menggunakan observasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian ini adalah : Pertama, efektivitas pembelajaran model tematik kontekstual dengan persentase hasil sebesar 93.135%. model tematik kontekstual ini didukung oleh perangkat pembelajaran model tematik kontekstual dengan nilai validasi sebesar 92,95%. Kedua, aktivitas siswa lebih dominan dengan persentase amatan sebesar 86,875%. Ketiga, aktivitas guru lebih banyak pada kegiatan pembimbingan dengan persentase amatan sebesar 87,5 %. Keempat, kepekaan siswa terhadap lingkungan meningkat, dengan persentase hasil amatan sebesar 91,25%. Kesimpulan hasil penelitian adalah semakin baik pengelolaan pembelajaran model tematik kontekstual, semakin meningkat kepekaan siswa terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan para guru kelas awal agar mengelola pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa kelas awal. Pembelajaran tematik diharapkan menggunakan sumber belajar yang kontekstual, agar meningkatkan kepekaan siswa terhadap lingkungan. The purpose if this study is to know the effectiveness of contextual thematic teaching model to the student’s and teacher’s activity in the learning process and also to know the student environmental awareness. The research was conducted at SD Negeri Karaban 04 for two months. This study employs observation as a medium to collect the data. The result of this study namely; (1) The percentage score of effectiveness of contextual thematic teaching model is 93.135%. This is supported by the 92.95% validation score of contextual thematic teaching model learning instrument. (2) The percentage of the dominant students’ activity is 86.875%. (3) The percentage of the teacher guidance is 87.5%. (4) The percentage of students’ environmental awareness is increase to the 91.25%. I conclude that the better organization of contextual thematic teaching model will improve the students’ environmental awareness. I suggest that early class teacher organize the teaching considering early class student’s characteristic. I hope thematic teaching employs contextual learning resource to improve the students’ environmental awareness.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.57

Abstract

Permasalahan dalam pembelajaran matematika adalah rendahnya nilai hasil belajar siswa, guru kurang menguasai cara menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa, pendekatan yang kurang tepat dalam penyampaian materi. Penelitian ini untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran matematika materi prisma dan limas kelas VIII, dan mendeskripsikan pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan model kooperatif tipe jigsaw pada materi prisma dan limas yang valid, praktis, dan efektif. Subjek penelitian adalah kelas VIII SMP 3 Boja Kabupaten Kendal yang tahun pelajaran 2010/2011. Data penelitian diperoleh melalui instrumen: lembar validasi; pengamatan; tes prestasi belajar; dan angket respons guru dan peserta didik. Hasil dari penilaian oleh validator pada perangkat pembelajaran dan penelitian dihasilkan: perangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, RPP, LKS, SBS dan TPB dengan kriteria baik; dan perangkat pembelajaran efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan praktis, ditunjukkan dengan: hasil penilaian keterlaksanaan pembelajaran dengan RPP dikembangkan dalam kategori baik. Keefektifan diukur melalui ketuntasan keterampilan proses dan keaktifan, ketuntasan prestasi belajar, besarnya pengaruh keterampilan proses dan keaktifan siswa terhadap prestasi belajar, dan adanya perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol; dan kepraktisan keterlaksanaan RPP. Dari hasil penilaian keefektifan, pembelajaran dengan perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa: prestasi belajar memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan sekolah; keterampilan proses dan keaktifan siswa berpengaruh pada prestasi belajar siswa; dan terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelas yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan konvensional. There are several problems in learning mathematics process namely the insufficient score of the students. The other problem is the teacher insufficient skill to deliver the material to the students. Many junior high school mathematics teachers employ the less appropriate method in delivering material. The purpose of this study is to create valid, practical and effective prism and pyramid learning material of eight graders and describe the mathematics learning instrument using cooperative learning jigsaw type at the prism and pyramid subject mater. The learning instruments developed in this study are syllabus, lesson plan, students’ worksheet (LKS), students’ text book (SBS) and students’ test (TPB). The subject of this study is eighth grade class of SMP 3 Boja Kendal Resort in the academic year 2010/2011. The data collection is taken from validation sheet, observation, students test, students’ and teacher questionnaire. Those data is used to know the validity, effectiveness and practicality. The result of validator assessment of the learning instrument and research given here namely; good criteria of learning instrument including syllabus, lesson plan, students’ worksheet, SBS and TPB; the learning instruments are effective. Learning instrument is developed practically as the evidence shows good category of lesson plan implementation in learning process assessment. The effectiveness is measured trough the passing process skill, students’ activeness, passing students’ minimum score requirement, the significant effect of process skill along the students’ activeness to the learning achievement, the difference of learning achievement of experimental class toward control class, and also the lesson plan practicality. In terms of effectiveness assessment, the result of this study shows that the learning and learning instrument are effective. The result of the study also shows that learning achievement acquire the minimum passing grade, students’ process skill and activeness have impact in the students learning achievement, and there is a difference learning achievement of the which is class taught by cooperative learning method jigsaw type with the conventional one.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v1i1.58

Abstract

Pembelajaran IPA dengan pendekatan keterampilan proses inkuiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa. Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan menggunakan proses inkuiri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa karena model ini menekankan pada pemecahan masalah. Pengembangan model pembelajaran IPA berbasis masalah dengan model Four-D, yang meliputi tahap definition (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan) dan disseminate (penyebaran) untuk meningkatkan motivasi belajar dan berpikir kritis. Pengumpulan data dengan tes kemampuan berpikir kritis, observasi dan angket motivasi. Hasil belajar kemampuan berpikir kritis kelas uji coba mengalami peningkatan dari 61,53 menjadi 80,24. Uji signifikansi hasil belajar kognitif kelas uji coba diperoleh nilai thitung = 11,76 dan harga ttabel = 1,69; dapat dikatakan hasil belajar tes kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan yang signifikan. Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari pre-test ke post-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran IPA Berbasis Masalah yang telah dikembangkan mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kritis siswa. Approach to learning science process skills of inquiry can enhance critical thinking skills and student motivation. Problem Based Learning Model with proceedings expected to enhance critical thinking skills and students’ motivation for this model emphasizes on problem solving. Development of problem-based learning model IPA with Four-D models, which include phase definition (definition), design (design), development (development) and disseminate (spread) to increase the motivation to learn and think critically. The collection of data with the test of critical thinking skills, observation and questionnaires motivation. Learning outcomes of critical thinking skills test class has increased from 61.53 to 80.24. Significance test of cognitive learning outcomes trial class values obtained tcount = 11.76 and the price TTable = 1.69; can be said to learn the results of tests of critical thinking skills has increased significantly. Students’ motivation in learning has increased from pre-test to post-test. The results of data analysis showed that the IPA-based learning problem that has been developed to increase motivation and critical thinking skills of students.

Page 1 of 1 | Total Record : 10