cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Physical Education and Sports
ISSN : 2252648X     EISSN : 25024477     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Physical Education and Sports publishes articles of original researchs and conceptual studies about physical education and sports.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2017): August 2017" : 30 Documents clear
Pengaruh Metode Latihan Keseimbangan dan Daya Tahan Otot Lengan terhadap Kecepatan Mendayung Kayak 1 Jarak 200 Meter
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan pengaruh latihan keseimbangan statis dan latihan keseimbangan dinamis terhadap peningkatan kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter; (2) perbedaan pengaruh antara daya tahan otot lengan tinggi dan rendah terhadap peningkatan kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter; dan (3) interaksi antara metode latihan keseimbangan dan daya tahan otot lengan terhadap peningkatan kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter. Penelitian eksperimen dengan desain factorial 2x2. Teknik analisis data menggunakan ANAVA. Hasil penelitian: (1) tidak terdapat perbedaan pengaruh metode latihan keseimbangan statis dan dinamis yang lebih efektif dalam mempengaruhi kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter dengan nilai signifikansi sebesar 0,49 dan kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter dengan nilai signifikansi sebesar 0,49 dan nilai Fhitung (14,340) > Ftabel (3,591); (2) tidak terdapat perbedaan atlet yang memiliki daya tahan otot lengan tinggi dan rendah yang memiliki kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter dengan nilai signifikansi 0,89 dan nilai Fhitung (14,340) > Ftabel (8,656); dan (3) tidak terdapat interaksi antara latihan keseimbangan dan daya tahan otot lengan terhadap kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter dengan nilai signifikansi 0,51 dan Fhitung (14,340) > Ftabel (4,956). Simpulan: (1) Metode latihan keseimbangan dinamis lebih efektif dari pada latihan keseimbangan statis dalam meningkatkan kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter; (2) Atlet dayung yang memiliki daya tahan otot lengan tinggi lebih baik dari pada daya tahan otot lengan rendah untuk meningkatkan kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter; dan (3) Terdapat interaksi antara metode latihan keseimbangan dengan daya tahan otot lengan terhadap peningkatan kecepatan mendayung kayak 1 jarak 200 meter.This research is aimed to analyzing: (1) differences in the effects of exercise static equilibrium and balance exercises dynamically to increase speed paddle a kayak 1 distance 200 meters, (2) differences in effect between muscle endurance arms high and low to the increased speed paddle a kayak 1 distance 200 meters, (3) interaction between the method of balance training and muscle endurance arms to increase speed paddle a kayak 1 distance 200 meters. Quasi experimental research with a 2x2 factorial design. Data were analyzed using ANAVA. The results of the study (1) there is no difference in the effect of the method of static and dynamic balance exercises are more effective in influencing the speed paddle a kayak 1 distance 200 meters with a significance value of 0.49 and calculated F value (14.340)> F table (3.591). (2) there is no difference in endurance athletes who have high and low arm muscles that have a kayak paddle speed of 1 distance200 meters with a significance value of 0.89 and calculated F value (14.340)> F table (8.656). (3) there is no interaction between the balance and endurance exercise arm muscles to speed paddle a kayak 1 distance 200 meters with a significance value of 0.51 and F count (14.340)> F table (4.956). Conclusions: (1) dynamic balance training method is more effective than static balance exercises to improve speed paddle a kayak 1 distance 200 meters. (2) Athletes paddle has a high arm muscle endurance is better than the lower arm muscle endurance to improve speed paddle a kayak 1 distance 200 meters. (3) There is an interaction between method of balance training with forearm muscle endurance to the increased speed paddle a kayak 1 distance 200 meters.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SLB C Se-Kota Yogyakarta
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17389

Abstract

Setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya, baik yang normal ataupun yang berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis secara langsung mengenai evaluasi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SLB C se-Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi. Data dianalisis menggunakan Countenance Stake Model. Hasil penelitian: (1) Antecedents, pembelajaran penjasorkes memiliki perencanaan pembelajaran yang baik, karena perencanaan pembelajaran dibuat mengacu pada kurikulum disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa, serta kondisi sekolah, dengan melakukan penilaian awal terlebih dahulu. (2) Transaction merupakan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang masuk kategori cukup. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara memodifikasi RPP dan tak jarang tidak sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang sudah dibuat. Guru tidak menggunakan alat peraga/media pembelajaran, minimnya guru yang memodifikasi alat pembelajaran agar sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, serta pengalokasian waktu pembelajaran dilaksanakan tidak sesuai dengan jadwal pembelajaran. (3) Outcomes adalah penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran penjasorkes masuk dalam kategori cukup, karena belum sepenuhnya menggambarkan rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang ada. Penilaian pembelajaran yang dilakukan cenderung dilihat dari pengamatan saat proses pembelajaran, belum dilakukan secara komprehensif untuk menilai dari masukan, proses dan keluaran/hasil, dengan memadukan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh.Every human being has a right to get an equal opportunity to improve their lives’ quality, for both normal people and for those who have special needs. The aim of this research is to directly analyze the evaluation of physical sports and health education learning process in Special Schools C in the City of Yogyakarta. This research used the evaluation research method. The data were analyzed using Countenance Stake Model. The research show that: (1) Antecedents, physical sports and health learning has already a good learning plan because the designed learning plan was designed according the curricula which is adapted to students’ ability and needs, also to the condition of the school by conducting an initial assessment beforehand. (2) Transaction is the implementation of learning activities which can be included in sufficient category. The implementation of learning activities was done by modifying the learning implementation plan and is, quite often, not in line with the designed learning plan. The teachers not using teaching devices/learning media, the lack of teachers who modify the learning devices to meet the subject material and students’ characteristics, also learning time allocation which doesn’t follow the learning schedule. (3) Outcomes is the learning assessment done by teachers on physical sport and health learning result is categorized as sufficient because it has not historically depicted the learning implementation plan and the current learning activities implementation. The conducted learning assessment tends to be viewed from the observation during the learning process, and has not been done comprehensively to score from input, process and outcomes/results, by combining the behavior, knowledge and creativity assessment in a whole.
Manajemen Pelaksanaan POPDA SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2015
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perencanaan; (2) menganalisis pengorganisasian; (3) menganalisis pelaksanaan; (4) menganalisis pengawasan; (5) menganalisis penilaian POPDA SMP/MTs dan SMA/SMK/MA tingkat Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Langkah yang dilakukan meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan cara triangulasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) perencanaan POPDA terdapat 13 cabang yang dipertandingkan; (2) pengorganisasian POPDA tidak sesuai dengan tugas masing-masing panitia; (3) pelaksanaan POPDA dilakukan sesuai dengan tugas penitia pelaksana masing-masing cabang; (4) pengawasan dilakukan panitia penyelenggara; (5) penilaian tidak melibatkan panitia khusus. Simpulan penelitian: (1) perencanaan kurang baik; (2) pengorganisasian kurang baik; (3) pelaksanaan cukup baik; (4) pengawasan kurang baik; (5) dan penilaian kurang baik.This study aimed to determine: (1) the analysis planning; (2) the analysis organizing; (3) the analysis actuating; (4) the analysis controling; (5) and the analysis evaluating. This study used qualitative nature. The steps taken including observasion, interviews, questionnaires and documentation. In the editing process, the existing data were completed and refined, future they were verivied or proved by means of triangulation. The result of this study are: (1) planning they is 13 sport brances competed; (2) planning they were two committes in the letter of assigment. The drawback was the lack of coordination between the committe; (3) actuaitng each committe already had their respective duties; (4) controling were orginated from the organizing committe; (5) and Evaluation does not involve sepecial committee. Conclusion study: (1) planning was not good; (2) organizing was not good; (3) actuating was good enough; (4) controling was not good; (5) and evaluating was not good.
Pengaruh Latihan Senam dan Daya Tahan Tubuh terhadap Respon Nyeri Haid (Dysmenorrhea)
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17391

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara senam pilates dan yoga terhadap respon nyeri haid (dysmenorrhea); (2) perbedaan pengaruh antara daya tahan tubuh tinggi dan daya tahan tubuh rendah terhadap respon nyeri haid (dysmenorrhea); (3) interaksi antara senam dan daya tahan tubuh terhadap respon nyeri haid (dysmenorrheal). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam rancangan faktorial 2x2. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 20 orang dari total populasi 27 orang siswa kelas X. Teknik analisis data digunakan uji ANOVA dua jalur dengan program SPSS 20 dan taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil analisis data diperoleh jawaban hipotesis 1 yaitu terdapat perbedaan pengaruh antara senam pilates dan yoga terhadap respon nyeri haid dengan keterangan nilai Fhitung > Ftabel atau 74,462 > 4,20 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hipotesis 2 yaitu terdapat perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki daya tahan tubuh tinggi dan rendah terhadap respon nyeri haid dengan keterangan Fhitung>Ftabel atau 138,462 > 4,20 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hipotesis 3 yaitu terdapat interaksi antara senam dan daya tahan tubuh terhadap respon nyeri haid dengan keterangan Fhitung > Ftabel atau 5,538 > 4,20 dan nilai signifikansi 0,032 < 0,05. Uji tukey untuk perbandingan antar variabel dan diperoleh hanya 2 yang tidak memiliki perbedaan yaitu kelompok senam pilates dan tingkat daya tahan tubuh tinggi dengan senam yoga dan tingkat daya tahan tubuh tinggi dengan keterangan qhitung (1,520) < qtabel (2,27), dan untuk senam yoga pada daya tahan tubuh tinggi dengan senam pilates pada daya tahan tubuh rendah dengan keterangan qhitung (0,760) < qtabel (2,27).This study aims to determine: (1) the difference between the influence of gymnastics pilates and yoga on the response of painful menstruation (dysmenorrhea); (2) the difference between the effect of high endurance and low immune response against painful menstruation (dysmenorrhea); (3) the interaction between exercise and endurance to the response of painful menstruation. This study used an experimental method in a 2x2 factorial design. The sampling technique sampling techniques purposive as many as 20 people from a total population of 27 students of class X. The data analysis technique used ANOVA test two lanes with SPSS 20 and significance level of 5%, followed by Tukey test. Results of data analysis obtained one answer hypothesis that there is a difference between the effects of pilates and yoga exercises against menstrual pain response with the information value of Fvalue > Ftable or 74.462 > 4.20 and a significance value 0.000 < 0.05. Hypothesis 2 that there is a difference of influence between students who have high endurance and low against menstrual pain response with the description of Fvalue > Ftable or 138.462 > 4.20 and a significance value 0.000 < 0.05. Hypothesis 3 that there is interaction between gymnastics and endurance against menstrual pain response with the description of Fvalue > Ftable or 5.538 > 4.20 and a significance value of 0.032 < 0.05. Tukey test for comparison between variable and obtained only two that do not have a difference in the gymnastics group pilates and endurance levels high with yoga exercises and endurance levels high with a description qvalue (1,520) < qtable (2.27), and for gymnastics yoga on a high endurance with pilates exercises on low immunity with information qvalue (0.760) < qtable (2.27). The conclusions of this research are: (1) there is a difference between the effects of pilates and yoga exercises on response to painful menstruation (dysmenorrhea), gymnastics pilates give better effect; (2) there is a difference between the effects of endurance of high and low immune response against pain (dysmenorrhea), and students who have a high durability is better; (3) There is no interaction between gymnastics and endurance to the response of painful menstruation (dysmenorrhea). Suggested gymnastics pilates and yoga can be applied to reduce menstrual pain response, this is because of both the exercisers had a good change to the conditions of the student menstrual pain.
Pengaruh Metode Permainan dan Intelligence Quotient (IQ) terhadap Kemampuan Gerak Dasar Manipulatif pada Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan metode permainan ice breaking dan problem solving terhadap kemampuan gerak dasar manipulatif; (2) perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki intelligence quotient tinggi dan rendah terhadap kemampuan gerak dasar manipulatif; (3) interaksi antara metode permainan dan tingkat intelligence quotient kemampuan gerak dasar manipulatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam rancangan dengan desain faktorial 2x2. Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 20 orang dari total populasi 35 orang. Teknik analisis data digunakan uji anava dua jalur dengan program SPSS 20 dan taraf signifikansi 5% ,dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil analisis data diperoleh jawaban hipotesis 1 yaitu terdapat perbedaan pengaruh antara metode permainan ice breaking dan problem solving terhadap kemampuan gerak dasar manipulatif. Hipotesis 2 yaitu terdapat perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki intelligence quotient tinggi dan rendah terhadap kemampuan gerak dasar manipulative. Hipotesis 3 yaitu terdapat interaksi antara metode permainan dan intelligence quotient siswa terhadap kemampuan gerak dasar manipulatif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) metode permainan problem solving memberikan pengaruh lebih baik terhadap kemampuan gerak dasar manipulatif dari pada metode permainan ice breaking; (2) siswa dengan intelligence quotient tinggi memberikan pengaruh lebih baik terhadap kemampuan gerak dasar manipulatif dari pada siswa dengan intelligence quotient rendah; (3) terdapat interaksi antara metode permainan latihan dan intelligence quotient siswa terhadap kemampuan gerak dasar manipulatif.This research aimed to know: (1) the difference of ice breaking game method and problem solving against basic motion manipulative ability; (2) the difference of the effect betwen students who had great IQ and the poor ones against basic motion manipulative ability; (3) interaction between game method and level of IQ on basic motion manipulative ability. This research used experiment method in the draft with a 2x2 factorial design. Sampling technique method used purposive sampling and got the samples as much 20 children of 35 children as population. Data analyzed technique used ANOVA test two lanes with SPSS 20.0 and significance level of 5 % , followed by Tukey's test. Results of data analyszed obtained answer hypothesis 1st) there was a difference between the effects of ice breaking game method and problem solving against basic motion manipulative ability. Hypothesis 2nd) there was a difference of the effect betwen students who had great IQ and the poor ones against basic motion manipulative ability. The 3rd) Hyphothesis there was a interaction between game method and level of IQ on basic motion manipulative ability. The conclusions of this research were: (1) a method of problem solving games gave better effect to the basic motion manipulative ability of the ice breaking game method; (2) students with high intelligence quotient gave better effect to the basic motion manipulative ability of the students with lower intelligence quotient; (3) there was interaction between the method of training games and intelligence quotient of students to the basic motion manipulative ability.
Pengaruh Metode Latihan Multiball dan Koordinasi Mata Tangan terhadap Peningkatan Keterampilan Forehand Drive Tenis Meja
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara metode latihan multiball massed practice dan multiball distributed practice, pengaruh dan perbedaan antara atlet yang memiliki koordinasi mata tangan tinggi dan rendah dan interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata tangan terhadap peningkatan keterampilan forehand drive tenis meja. Penelitian eksperimen ini faktorial 2x2. Populasi 26 atlet. Sampel 20 atlet dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 atlet, pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Analisis data digunakan uji Anava dua arah taraf signifikansi 0,05, dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian: (1) ada perbedaan pengaruh antara metode latihan multiball massed practice dan multiball distributed practice Fhitung (65,346) > Ftabel (4,49); (2) ada perbedaan pengaruh antara atlet yang memiliki koordinasi mata tangan tinggi dan rendah Fhitung (6,901) > Ftabel (4,49); (3) ada interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata tangan terhadap peningkatan keterampilan forehand drive tenis meja Fhitung (40,552) > Ftabel (4,49). Simpulan: (1) metode latihan multiball distributed practice memberikan pengaruh yang lebih baik daripada multiball massed practice; (2) Atlet dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih mudah mempelajari forehand drive tenis meja daripada atlet koordinasi mata tangan rendah; (3) ada interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata tangan atlet.The purpose of this research are to analyze the effect difference between the training methods multiball massed practice and distributed practice, influences and differences between athletes who have hand- eye coordination high and low and the interaction between exercise and hand-eye coordination skills to increase table tennis forehand drive. 2x2 factorial study of this experiment. The population of 26 athletes. A sample of 20 athletes were divided into two groups, each consisting of 10 athletes, purposive sampling with random sampling. The data analysis used two-way ANOVA test the 0.05 level, followed by Tukey's test. Results: (1) there is a difference between the effects of training methods multiball massed practice and distributed practice Fvalue (65.346) > Ftable (4:49); (2) there is a difference between the effects of hand-eye coordination athletes high and low Fvalue (6.901) > Ftable(4:49); (3) there is an interaction between the training methods and hand-eye coordination skills to increase table tennis forehand drive Fvalue (40.552) > Ftable (4.49). Conclusion: (1) a method of exercise multiball distributed practice gives a better effect than multiball massed practice; (2) Athletes with hand-eye coordination are high it is easier to learn from table tennis forehand drive athletes hand-eye coordination are low; (3) there is an interaction between the training methods and the athletes hand-eye coordination.
Pengaruh Gaya Mengajar Latihan dan Koordinasi Mata Tangan terhadap Hasil Pembelajaran Dribbling Bola Basket
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17394

Abstract

Proses pembelajaran pendidikan jasmani di kebanyakan sekolah masih kurang variatif, pemilihan gaya mengajar menjadi kunci keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan metode faktorial 2x2.Variabel dalam penelitian ini: variable bebas yaitu gaya mengajar latihan, variable terikat hasil pembelajaran dribbling bola basket, dan koordinasi mata tangan sebagai variabel atribut. Teknik analisis data digunakan teknik analisis varians (anava) α 0,05 dan uji tukey. Hasil penelitian (1). Terdapat perbedaan antara gaya mengajar latihan menggunakan video dan demonstrasi langsung Fhitung = 18,242 dan Ftabel = 3,21 (2). Terdapat perbedaan hasil pembelajaran dribbling bola basket antara kelompok siswa yang memiliki koordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah Fhitung = 4,407 > Ftabel = 3,21 (3). Terdapat interaksi antara gaya mengajar latihan dengan koordinasi mata tangan terhadap peningkatan hasil pembelajaran dribbling bola basket Fhitung= 7,174 > Ftabel= 3,21. Kesimpulan secara keseluruhan hasil pembelajaran dribbling bola basket antara siswa yang diajar dengan gaya mengajar latihan menggunakan video lebih baik daripada menggunakan demonstrasi langsung. Secara keseluruhan hasil pembelajaran dribbling bola basket siswa yang memiliki tingkat koordinasi mata tangan tinggi lebih baik dibanding siswa yang memiliki tingkat koordinasi mata tangan rendah.Terdapat interaksi antara gaya mengajar dan koordinasi mata tangan terhadap hasil pembelajaran dribbling bola basket.The learning process of physical education at schools is still less varied. In fact, the use of teaching style determines the success of learning. This study used an experimental method with 2x2 factorial design. This study used two variables: (1) the practice teaching style as independent variable; and (2) basketball dribbling learning outcomes as the dependent variables and hand-eye coordination as an attribute variable. The data analysis techniques used in this study were variance analysis technique (anava) α 0.05 and Tukey test. The results showed that: (1) There was a significant difference in practice teaching style using comprehensive videos and videos feedback with Fvalue = 18.242 and Ftable = 3.21. (2) There was a difference in basketball dribbling learning outcomes between students who had high hand-eye coordination and the low ones with Fvalue = 4.407 > Ftable = 3.21 (3) There was interaction between practice teaching style and hand-eye coordination towards improvement basketball dribbling learning outcomes with Fvalue = 7.174 > Ftable = 3.21. It could be concluded that basketball dribbling learning outcomes of students who were taught through practice teaching style using comprehensive videos was better than feedback videos. Overall, basketball dribbling learning outcomes of students who had high hand-eye coordination was better than the low ones. There was interaction between the practice teaching style and the hand-eye coordination towards improvement of basketball dribbling learning outcomes.
Pengaruh Metode Latihan dan Koordinasi Mata Kaki terhadap Kemampuan Smash Kedeng dalam Permainan Sepak Takraw
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17396

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh metode latihan dan koordinasi mata kaki terhadap kemampuan smash kedeng dalam permainan sepak takraw. Penelitian eksperimen dengan factorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalur. Hasil penelitian: (1) Ada perbedaan pengaruh antara metode latihan blok dan metode latihan acak terhadap kemampuan smash kedeng pada atlet pelajar klub Citra Kartika. (2) Ada perbedaan pengaruh antara koordinasi mata kaki kategori tinggi dan koordinasi mata kaki kategori rendah terhadap kemampuan smash kedeng pada atlet pelajar klub Citra Kartika. (3) Ada Interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata kaki terhadap kemampuan smash kedeng pada atlet pelajar klub Citra Kartika.This purpose of this study is to determine and to analyze the effect of the training methods and foot-eye coordination for student athlletes’ to the smash kedeng skill in the game sepak takraw. This study was an experimental study using 2x2 factorial design. The populations in this study were 25 people and the number of samples in the study was 20 people. The data were analyzed using analysis of variance test (ANOVA) two lines. The result of study shows (1) The difference effects of block and random training drills in the Citra Kartika students athletes’ ability to smash kedeng. (2) the difference effect the high level foot-eye coordination and the low level foot-eye coordination groups of the Citra Kartika students athletes’ ability to smash kedeng. (3) the influence of the training methods and foot-eye coordination the Citra Kartika students athletes’ ability to smash kedeng.
Kontribusi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Penjasorkes SMP di Kabupaten Pati
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17397

Abstract

Tujuan Penelitian untuk menganalisis seberapa besar kontribusi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan motivasi kerja terhadap kinerja guru penjasorkes SMP Negeri di Kabupaten Pati. Penelitian kuantitatif menggunakan 3x1 factor design. Analisis data menggunakan korelasi regresi. Hasil penelitian: (1) Kontribusi kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru sebesar 6,9%, (2) Ada kontribusi kompetensi profesional terhadap kinerja guru sebesar 30,23%. (3) Ada kontribusi motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 7,8%. (4) Ada kontribusi positif antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dengan kontribusi sebesar 13,9%. (5) Ada kontribusi positif antara kompetensi Pedagogik dan motivasi kerja dengan kontribusi sebesar 11,3%. (7) Ada kontribusi antara kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 15,4%. Simpulan penelitian: Kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan motivasi kerja berkontribusi terhadap kinerja guru penjasorkes SMP Negeri di Kabupaten Pati.The research to analyze the contribution of pedagogic competence, professional competence and motivation to work on teacher performance of of Physical Education and Health Teachers Junior High School in Pati regency. Quantitative research using 3x1 factor design. Analysis of data using regression correlation. Results of the study: (1) Contribution of pedagogical competence of the teacher's performance by 6.9%. (2) There is the contribution of professional competence on teachers performance of 30.23%. (3) There is a contribution of work motivation on teachers performance of 7.8%., (4) There is a positive contribution between pedagogical competence and professional competence with a contribution of 13.9%. (5) There is a positive contribution between Pedagogic competencies and motivation to work with a contribution of 11.3%. (6) There is a contribution between professional competence and motivation to work with a contribution of 12.5%. (7) There is a contribution between pedagogical, professional competence and motivation to work together on teachers performance with a contribution of 15.4% . The conclusions of the study: pedagogical competence, professional competence and motivation to contribute to teachers performance of Physical Education and Health Teachers Junior High School in Pati regency.
Pengembangan Instrumen Tes Kebugaran Jasmani untuk Anak TK Usia 4-6 Tahun
Journal of Physical Education and Sports Vol 6 No 2 (2017): August 2017
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v6i2.17398

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk instrumen tes kebugaran jasmani anak TK usia 4-6 tahun berdasarkan komponen kardiorespiratori, muskuloskeletal, morphologi, dan keterampilan gerak dan mengembangkan instrumen tes kebugaran jasmani untuk anak TK usia 4-6 tahun yang memenuhi kriteria valid, reliabel, dan goodness of fit statistic. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model Plomp. Penelitian dilaksanakan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini di wilayah Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian adalah instrumen tes kebugaran jasmani anak TK usia 4-6 tahun, buku panduan penggunaan instrumen tes dan video instruksional pelaksanaan tes. Penelitian menyimpulkan bahwa instrumen tes kebugaran jasmani untuk anak TK usia 4-6 tahun yang dikembangkan peneliti memenuhi kriteria goodness of fit statistic. Saran yang diajukan pada penelitian ini adalah agar seluruh pihak yang berkepentingan di pendidikan TK untuk menggunakan instrumen tes kebugaran jasmani anak TK yang dikembangkan karena dapat mendeteksi tingkat kesehatan anak di TK secara tepat dan hendaknya penelitian ini dijadikan acuan untuk mengembangkan instrumen tes kebugaran jasmani yang lebih luas lagi.The study aims to describe the physical fitness test instruments kindergarten children aged 4-6 years based on the components of cardiorespiratory, musculoskeletal, morphology and movement skills; and develop a physical fitness test instruments for kindergarten children aged 4-6 years who meet the criteria for a valid, reliable, and goodness of fit statistic.This research use research and development Plomp models. Research carried out at the unit of Early Childhood Education in the district of Banyumas. Results of the research is a form of physical fitness test instruments kindergarten, guide books use test instruments and instructional videos physical fitness test. The study concluded that the physical fitness test instrument for kindergarten children aged 4-6 years who meet the criteria developed researcher goodness of fit statistic.Suggestions put forward in this study is that all interested parties in preschool education to use test instruments physical fitness of children in kindergartens developed because it can detect the level of health of children in kindergarten appropriately and should this study be used as a reference for developing test instruments physical fitness broader again.

Page 3 of 3 | Total Record : 30